Dikotil, bijinya bisa dibelah?

Sejak lama grget juga mengomentari ini,  tadi siang ketika saya ngajar, saya brainstroming juga, “Apa definisi dikotil dan monokotil?”  maka tercetus juga dari mahasiswa semester satu ini, “dikotil adalah tanaman yang bijinya bisa dibelah menjadi dua, sedangkan monokotil tidak bisa!”

Lalu, saya bilang baiklah! Acungkan jempol ke atas jika anda anggap itu monokotil dan ke bawah jika anda anggap itu dikotil.  Lalu saya sebutkan nama-nama tanaman:

  1. Padi — [Saya amati…Ok, mayoritas monokotil]
  2. Salak — [Saya amati…Ok, mayoritas monokotil]
  3. Kacang kedelai  — [Saya amati…Ok, mayoritas dikotil]
  4. Kacang ijo [Saya amati…mulai galau antara dikotil atau monokotil]
  5. Sawo [Saya amati…mulai galau antara dikotil atau monokotil]
  6. Jambu batu/biji  [Saya amati…makin galau antara dikotil atau monokotil]
  7. Cabe [Saya amati…lebih galau antara dikotil atau monokotil]

Saya lalu jelaskan, ya …”itulah anda cukup galau rupanya….karena definisi yang anda gunakan adalah ….”DIKOTIL ADALAH YANG BIJINYA BISA DIBELAH, MONOKOTIL YANG TIDAK BISA DIBELAH”

Mari kita lihat, gambar ini!  Perhatikan kotiledon pada tumbuhan dikotil, ia akan membelah menjadi dua, yang pada akhirnya menjadi dua helai daun!  Perhatikan pada monokotil, koleoptil akan tumbuh menjadi helai daun, disitu tidak ada pembelahan kotiledon.

Mari lihat juga lebih jelas untuk dikotil di gambar ini!

Jadi, pada DIKOTIL —->  KOTILEDON AKAN MEMBELAH MENJADI DUA,  ATAU DALAM BAHASA SEDERHANA PADA ANAK-ANAK SD, “PADA PERTUMBUHAN MENJADI TANAMAN BIJI AKAN TERBELAH MENJADI DUA”   ——>  SO, BUKAN BIJI BISA DIBELAHTETAPI BIJI DAPAT TERBELAH ATAU MEMBELAH MENJADI DUA…… DIBELAH TIDAK SAMA DENGAN TERBELAH/MEMBELAH BUKAN??? [Sebetulnya, beda imbuhan di-ter/me saja ya? tetapi efeknya fatal, jadi salah mengerti terhadap konsep dikotil dan monokotil].

Untuk urusan ini saya paling seneng ngerjain ibu bapak guru anak saya di SD.  Anak saya yang pertama dan kedua, ketika mereka kelas dua SD/4 SD selalu dapat tugas mengumpulkan biji-bijian.  Lalu saya tanya untuk pelajaran apa De? Jawaban anak saya adalah untuk pelajaran sains.  So, mulailah saya membeli sawo, salak, jambu batu, cabe merah, melon, semangka, dan jeruk.  Makan daging buahnya, dan dikeringkan bijinya.   Waktunya tiba, anak2 saya membawa aneka biji itu ke sekolah.  Dalam hati saya berkata, “Sekali-kali gak apa2 membuat guru pusing …..”

Ketika anak pulang, saya bertanya, “Bagaimana De, bijnya tadi masuk monokotil dan dikotil mana aja?”  Anak saya bilang, “Biji yang Dede bawa pada susah dibelah,  jadi monokotil…tapi katanya ada juga sih biji dikotil yang tidak bisa dibelah, kayak jeruk itu mah…kan tidak bisa dibelah” —–>  Nah, kan?  Seharunya guru dan juga setiap orang dari kita sadar, bahwa yang namanya DEFINISI adalah sesuatu yang bisa berlaku umum.   Jika DIKOTIL DIDEFINISIKAN BIJI YANG BISA DIBELAH, dan FAKTANYA ADA BIJI DIKOTIL YANG TIDAK BISA DIBELAH, maka DEFINISI ITU SALAH DONG!   —-> kalau sudah begitu, saya jelaskan pada anak saya bahwa yang dimaksud dengan dikotil adalah bla…bla…bla… dengan pake  gambar2 di atas itu!

– See more at: http://yantiherlanti.com/?p=632#sthash.PFN9JW0T.dpuf

Advertisements

One thought on “Dikotil, bijinya bisa dibelah?

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s