EduTraveling – Thailand

Pendidikan lingkungan di Indonesia sudah ada sejak tahun 1986, Pendidikan lingkungan adalah penyokong utama dari Education Sustainable Development [ESD],  Pendidikan Lingkungan di Indonesia beragam tergantung wilayah, ada yang memasukkannya sebagai muatan lokal yang dibelajarkan seperti mata pelajaran umumnya, misalnya di Propinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.   Selain itu, ada sekolah2 tertentu dari tingkat SD-SMA yang dilabeli dengan Green School.   Misalnya SDN 2 Ambon, SMPN 7 Bandung, dan SMAN 9 Tangsel.  Bagaimana “Green School di Indonesia  ini menyelenggarakan pendidikan lingkungan, bisa dibaca pada tulisan saya di EduTraveling: Indonesia: Ambon & Jogja atau see this video SDN2Ambon.   Nah, kali ini kami melakukan studi banding ke Thailand, untuk sharing pendidikan lingkungan di Thailand.

  1. Kunjungan ke Bangkok Thailand, didanai oleh Indonesia Education Promoting Foundation dan Japan Fund for Global Environment, Multi Stakeholder Committe #EduTripThai
  2. Tujuan kunjungan untuk melihat bagaimana pendidikan lingkungan yang diselenggarakan di negara ASEAN yang memiliki karakter sama dengan Indonesia #EduTripThai
  3. Pertama kali ke Bangkok. Wow, bandaranya cukup besar.  Bener2 Internasional deh! #EduTripThai
  4. Masuk ke kota Bangkok, kesahajaan sebuah kota metropolitan akan tampak.  Believe it, banyak gedung bertingkat dibiarkan ga di cat [Fig.1] #EduTripThai
  5. Bangkok, sebagian besar, mirip kota di Indonesia, termasuk para pedagang kaki limanya di trotoar [Fig.2] #EduTripThai
  6. Siam Bangkok Hotel, dipilih sebagai tempat menginap.  Discount Card, yang ada di meja Front Office, bermanfaat untuk cari resto muslim [Fig.3] #EduTripThai
  7. Bangkok, bagi yg muslim memang agak susah makan.  No Meat krn penyembelih non Ahli Kitab, ga berani BREAKFAST di hotel.
  8. Duren motong, cuma 150  Bath loh – 45rb saja!!!  Mutu buah2an tropisnya TOP BGT [Fig. 4] #EduTripThai
  9. Bangkok itu bersahaja ga sama dg Jakarta yg metro banget, mungkin mirip dg Jogjakarta #EduTripThai
  10. Para pengemudi di Bangkok santun&tertib, macet jam pergi dan pulang kerja, tapi tetap santun.  Ga ada bunyi klakson. Beda banget sama Jakarta “over croweded” #EduTripThai
  11. Kalu gitu, pengemudi Bangkok mirip banget sama Jogja, malam hari jarang kendaraan, sang supir taksi tetap menunggu lampu hijau #Jogja #EduTripThai
  12. Di #Bangkok Resto tutup jam 9 pm, tapi salon dan spa bisa sampai tengah malam masih buka #EduTripThai
  13. Kementrian pendidikan Thailand, bangunannya lebih sederhana daripada Kementrian Pendidikan Indonesia.  Tak ada gedung sampe 19 tingkat disini! #EduTripThai
  14. Sebelum berdiskusi, kita sudah baca sekilas tentang pendidikan Thailand diwikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Education_in_Thailand #EduTripThai
  15. Paling menarik dari ulasan WIKI adalah tentang Pengembangan Profesi Guru.   “The traditional values of Buddhism, respect for the king, the monkhood, the teachers, and the family” dianggap penghambat dari “Thai kids have no courage to question their teachers” #EduTripThai
  16. Sejarah pendidikan di Thailand dijelaskan pula di http://www.moe.go.th/English/e-hist01.htm #EduTripThai
  17. Melalui sejarah pendidikan Thailand, kita tahu bahwa pendidikan dimulai saat alphabet Thai diciptakan oleh salah satu raja Sukhotahai, Ramkamhaeng, pada abad ke 13 (1283 M). #EduTripThai
  18. Sejarah pendidikan di Thailand, dibagi 3 yaitu Perkembangan Awal (abad 13-14), Reformasi & Moderenisasi (abad 18-19), Kementrian pendidikan (sejak abad 19-kini) #EduTripThai
  19. Tentang pendidikan Thailand, anda juga bisa mendownloadnya di http://www.bic.moe.go.th/fileadmin/BIC_Document/book/intro-ed08.pdf
  20. Melalui brosur tsb, kita sudah tahu Sistem Pendidikan Formal di Thai terdiri dari sekolah dasar (1-6) dan sekolah menengah (7-12), sarjana (13-16), dan pascasarjana >17 #EduTripThai
  21. Selain itu, kita baca bahwa pendidikan dibagi 3: Formal, Vocasional, dan non formal #EduTripThai
  22. Kita juga baca pada brosut tsb, bahwa di Kementrian Pendidikan dibagi menjadi: Pendidikan Dasar, Tinggi, Vokasional, dan educational council [Fig. 5]#EduTripThai
  23. Melalui brosur tsb, kita juga tahu bahwa alokasi pembiayaan di Thai 21,9%, sebesar 363.164 million bath (IDR 114.396.660.000.000 Rupiah) [Fig.6] #EduTripThai
  24. Melaui brosur itu, kita juga baca beberapa fakta pendidikan Thailand 63 juta penduduk Thai, 5,6 juta tinggal di Bangkok. Jumlah mahasiswanya 2,2 juta (0.03% dari penduduk,mirip dg INA) [Fig.7] #EduTripThai
  25. Dari sisi kebijakan, Kementrian Pendidikan mempunyai strategi Jangka Panjang dalam pendidikan yang disebut National Education Plan: eight-five years plans #EduTripThai
  26. tahap 1-2 [10 tahun pertama]: tahun 61-71:  program akses sekolah dasar [wajib belajar 6 tahun] #EduTripThai
  27. tahap 3-4[10 tahun ke dua]: tahun 72-81: menyediakan pendidikan yang lebih luas untuk orang2 usia sekolah dan orang dewasa yang ‘drop out’ dari sekolah #EduTripThai
  28. tahap 5-6  [10 thn ke tiga]: thn 82-91: meningkatkan kualitas sekolah dasae, akses bagi golongan tidak terjangkau karena keterbatasan fisik, mental, sosial, dan ekonomi #EduTripThai
  29. tahap 7-8 [10 tahun keempat]: 91-2001: peningkatan dan pengembangan kualitas pendidikan, mempercepat dukungan thdp visi pendidikan sepanjang hayat dan meningkatkan peran swasta dalam pengembangan sosial & teknologi, SDM, kesehatan & promosi demokrasi #EduTripThai
  30. NED ini mengingatkan kita pada “REPELITA” jaman pak Harto (alm) dulu.  Strategis dan terencena.  Saya jadi mengangguk2 mengerti, kenapa Thailand yg baru masuk ke ajang TIMSS 2009, langsung menjelit di ranking 25 #EduTripThai
  31. TIMSS-Trend International Mathematics Science Study, Indonesia hanya ada di posisi 43, 46,….[negara yang ikut hanya 46 atau 48 negara], Indonesia 5 besar dari bawah #EduTripThai
  32. Tujuan kami adalah Office of Basic Education Commission (OBEC), yg menangani pendidikan dasar dan menengah [Fig.8]  #EduTripThai
  33. Hal yang menarik, dan menjadi fokus observasi pada kunjungan ini adalah: Provide all learners with equal access to basic Education and equip them with moral-led knowledge, integrated with the philosophy of a sufficiency economy. #EduTripThai
  34. Suffciency economy” adalah phiolosopy sang raja hasil mencerna “ESD-UNESCO”, dan perolehannya pun diukur, lihat [Fig.9] #EduTripThai
  35. Masuk ke perkantoran OBEC, Wow, ada slogan I AM READY, yang merupakan kepanjangan dari Integrity, Active, Moral, Relevant, Efficient, Accountability, Democracy, Yield di Kantor Komisi Pendidikan Dasar Thailand [Fig.8] #EduTripThai
  36. Diskusi dengan komisi pendidikan dasar Thailand.  Thai juga memberlakukan KTSP-berbasis Kompetensi [Fig.10] #EduTripThai
  37. Permasalahan pendidikan mirip dg indo, Kompetensi Guru dalam Membelajarkan pembelajaran Aktif, mengubah mindset dari Teacher Center ke Student Center #EduTripThai
  38. Tapi dalam pendidikan lingkungan, Thailand sangat peduli, ada komisi ‘project education’ di komisi pendidikan dasar.  Tugasnya menangani proyek2 pendidikan termasuk dalam Pendidikan Lingkungan #EduTripThai
  39. Ada 17 proyek pendidikan lingkungan yang dikelola oleh komisi pendidikan dasar bidang proyek #EduTripThai
  40. 17 proyek itu adalah (1) Yourth Leadership adalah camp pelatihan bagi para siswa sekolah menengah untuk menjadi agen lingkungan.  Sdh 6 wilayah 4.000 anak terlibat, 200 anak mjadi agen lingkungan aktif  #EduTripThai
  41. Training (2) Energy Conservation & Environmental Organization, (3) lingkungan untuk staf di perkantoran, (4) ESD di sekolah dan kantor, (5) Integrasi lingkungan pd proses pembelajaran di TK, (6) untuk Green Office and disaster response   #EduTripThai
  42. Beberapa proyek (7) The art loves to save the water, (8) The Carbon Footprint Project, (9) The power plants ‘Energy Innovation for Green Global’, (10) Reduce waste water returned the clean water to Bangkok #EduTripThai
  43. (11) Training Camp “Family save the energy”,  (12) Young enviromental ambasador program, (13) the power of network to save mind and human, #EduTripThai
  44. Diantara proyek ada yg berupa ide Raja Thai “Phumiphol” yaitu  (14) The lead leadership lead new generation ‘save the water’  #EduTripThai
  45. Ada juga konferensi yaitu (15) Konferensi jaringan lingkungan di sekolah2 dan perkantoran (16) konferensi untuk pengalaman pendanaan proyek lingkungan #EduTripThai
  46. Riset dan pengembangan juga dilakukan untuk (17) Sekolah standar untuk merespon bencana alam
  47. k1-17 proyek itu dimulai dari tahun 2009 sampai kini, berarti rata2 pertahun 4-5 proyek lingkungan untuk diterapkan di perkantoran dan sekolah2 #EduTripThai
  48. Dalam pendidikan lingkungan, Thai punya ecoschool [mirip green school di Indonesia],  yg menarik adalah program pecetak ‘agen lingkungan’ dalam proyek ….. #EduTripThai
  49. Pendidikan Lingkungan mendapat porsi perhatian cukup besar dari pemerintah Thailand, mengapa? #EduTripThai
  50. Alasannya, karena Thailand negeri agraris, Global Warming & Climate Change berpengaruh besar dalam produktivitas hasil pertanian #EduTripThai
  51. Bahkan MALL besar di Bangkok pun telah ikun mempromosikan GREENLIFE, chect it: Fig. 11!
  52. Sayangnya, konsen yang sama tidak ditunjukkan oleh Indonesia.  Kita dan pendidikan kita, masih setengah hati dalam pendidikan lingkungan #EduTripThai
  53. Pendidikan lingkungan di sekolah Thailand menggunakan pendekatan PBL – Problem Based Learning [see in Video1] #EduTripThai
  54. Dalam melaksanakan pendidikan lingkungan, komisi pendidikan Thailand bekerjasama dengan NGO, salah satunya adalah Thailand Enviroment Institute   #EduTripThai
  55. Kami berkunjung ke institut tersebut, sebuah NGO lingkungan.  Terasa sekali nuansa GREEN di lingkungan kantor.
  56. Kami disuguhi makanan beralas Daun, isinya makanan tradisonal mirip “jelengkong” [Fig.12] #EduTripThai
  57. Ada berbagai desain memanfaatkan barang bekas, misalnya lemari[Fig.13], kursi [Fig.14],  #EduTripThai
  58. TEI adalah NGO, tetapi bersinergi dengan pemerintah, menyukseskan program pemerintah.  Mereka beraktifitas beranjak dari ESD [Educational Sustainable Development] -UNESCO & Earth Character yg diturunkan secara lokal melalui King’s PHILOSOPHY, dari sinilah beragam kegiatan dibuat dan dikelola [Fig 15] #EduTripThai
  59. Hal yang menarik, TEI melakukan pendekatan holistik dan terpadu dalam pendidikan lingkungan di sekolah, ini sangat baik diterapkan loh [Fig16] #EduTripThai
  60. TEI menunjukkan peran NGO yang bersinergi dengan sekolah dan tujuan nasional dari pendidikan lingkungan di sebuah negara, sesuai tuntutan ESD UNESCO #EduTripThai
  61. Perjalanan dilanjutkan ke sebuah sekolah swasta, sebuah sekolah swasta Katholik bernama PensmithSchool dg 1250 siswa #EduTripThai
  62. Biaya di Pensmithschool/sekolah swasta perbulan SD = 5 rb bath (1 bath = IDR 315), Sekolah Menengah 20 rb bath.  Kalau di Sekolah Negeri sih Gratis. #EduTripThai
  63. Pensmith sekolah Katholik, tetapi penganut katholik hanya 30 orang sama dg jumlah muslim 30 org, mayoritasnya Budha #EduTripThai
  64. Untuk pembelajaran agama, pensmith menyediakan ruang khusus agama islam, katholik, budha, hindu.  Pada saat pembelajaran agama, mereka akan masuk ruang ini sesuai agama masing-masing #EduTripThai
  65. Setiap ekskul juga memiliki ruang tersendiri, termasuk ada ruang PKK yang mengajari anak2 memasak. Di Indonesia PKK sbg ‘life skill’ sudah dihapus sejak kurikulum 84 ya?,  Disini slogan 4 Sehat 5 Sempurna adalah 5 MENU AHALAK KHAMU [Fig.17]
  66. Kalau dari sisi gedung dan fasilitas, mungkin tidak usah dikatakan, di Indonesia sekolah ini setara (mungkin dibawah dikit dari) MadaniaSchool,  #EduTripThai
  67. Gedungnya 4-5 tingkat [Fig. 18], dg fasilitas kolam renang.  So, tidak perlu bicara fasilitas.  Tetapi kita bicara ttg pembelajarannya saja #EduTripThai
  68. Pembelajaran dimulai dengan menyanyikan lagu wajib, dilanjutkan doa bersama satu sekolah.  Lalu masuk ke kelas, siswa salam kpd guru, guru mengusap setiap kepala satu per satu siswa [Fig19] #EduTripThai
  69. Siswa duduk di kelas, di kelas telah tersedia bahan pembelajaran yang harus dilakukan siswa.  ternyata para guru telah menulis apa yang akan dipelajari siswa sebelum siswa masuk kelas. #EduTripThai
  70. Uniknya, siswa sangat mematuhi “learning time” ada atau tidak ada guru siswa tetap tertib belajar, tidak pernah ribut #EduTripThai
  71. Saya bertanya, “mengapa mereka bisa duduk manis padahal tidak ada guru?”  Pertanyaan saya dianggap aneh, karena ternyata di Thailand semua siswa akan belajar tekun dan tertib saat LEARNING TIME. #EduTripThai
  72. Yang unik lagi, bagaimana setiap orang punya tanggung jawab kebersihan, di setiap meja kantin, disediakan lap basah untuk membersihkan meja secara mandiri [Fig. 20] #EduTripThai
  73. Kantinnya cukup besar, karena memang siswanya banyak 1.250 orang [Fig.21],  Kantin bekerjasama dengan perusahaan minum untuk program 3R, dapat hadiah jika bisa kumpulkan gelas plastik bekas [Fig. 22] #EduTripThai
  74. Tampak jelas, bagaimana turut serta perusahaan di Thailand [Fig.23] dalam program ‘Enviromental Education & Go Green” #EduTripThai
  75. Berapa gaji guru di sekolah ini? bervariasi antara 7 rb-11 rb Bath [2,2 jt – 3,5jt] tergantung lama kerja.  Mirip dengan gaji guru PNS di Indonesia ya? #EduTripThai
  76. Setiap guru Thailand harus mengantongi sertifikat guru, jika belum memperoleh, mereka harus masuk pelatihan guru yang disediakan pemerintah selama 2 tahun #EduTripThai
  77. Hal yang menarik dari Thailand adalah prinsip dalam mendidik, “Setiap orang TIDAK BISA SAMA dalam pencapaian pengetahuan, tetapi MENJADI ORANG BAIK, setiap orang bisa mencapainya secara SAMA #EduTripThai
  78. So, jawaban dari fenomena masyarakat Bangkok yang tertib di jalan raya, ramah, santun, dan sederhana karena PENDIDIKAN KARAKTER di sekolah bukan untuk menggapai prestasi tapi MENJADI ORANG BAIK #EduTripThai
  79. Thailand, globalisasi tetap masuk, tetapi masyarakat punya daya tahan tersendiri untuk bertahan dan mempertahankan budayanya menjadi sebuah masyarakat yang BERKARAKTER, bahkan MCD pun di Thailand menyesuaikan diri loh, Check it: Fig.24 #EduTripThai
  80. Further contact, in Thailand. You can contact  http://www.chamrat.com [Fig.25] #EduTripThai

Thank U for Funding & Supporting:

Indonesia Education Promoting Foundation & Japan Fund for Global Environment

See more at: http://yantiherlanti.com/?p=115#sthash.hpfimXQk.dpuf

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s