Mengapa di Bogor banyak hujan?

Coba sebutkan hal apa saja yang berhubungan dengan Bogor?

Jika ada pertanyaan ini, saya sih yakin jawaban teratas adalah HUJAN!!!! (tentu saja selain talas, kebun raya, angkot, dan IPB).  Bogor kota hujan adalah sebuah mafhum amm.  Dan siapapun yang ke Bogor, merasakan sensasi hujan yang berkepanjangan, musim kemarau pun hujan tak kunjung berhenti di Bogor, pertanyaannya adalah mengapa???? Mengapa hujan senantiasa mampir ke Bogor??? Ada apa dengan Bogor?? Adakah magnet yang menarik awan-awan sehingga lebih senang berlabuh ke Bogor??? Atau karena Bogor dihuni oleh penduduk yang beriman sehingga berkahlah tanahnya (bukankah hujan sebuah rezki???)

Wow…anda tidak usah guling-gulingan dan koprol untuk mencari jawabannya, cukup buka buku BIOLOGY karangan Campbell, edisi Indonesianya juga ada diterbitkan oleh PT. Erlangga.   Lihatlah pada bagian Ekologi, terutama berkaitan dengan siklus air disitulah jawabannnya.   Mari, lihat gambarnya di bawah ini

Keterangan: Angka dalam kurung menandakan jumlah dalam 100.000.000 per tahun

Pada gambar diatas terlihat sebanyak 319 air laut menguap (evaporasi) membentuk awan dan  283 yang turun menjadi hujan di wilayah laut.   Sisanya 36 (dari 319-283) diterbangkan angin ke daratan.  Dengan kandungan air 36 awan tidak mungkin mencurahkan hujannya, ia butuh lebih dari 95 untuk mencurahkan air hujan (presipitasi) di daratan.  Darimana awan memperoleh kekurangannya?? Dari transpirasi tumbuhan.  Transpirasi tumbuhan dapat menyumbangkan 59 untuk penguapan, sehingga menjadi 95 dan terjadilah hujan di daratan.  Jadi, peran tumbuhan disini sangat penting, untuk menyumbangkan penguapan air dan terbentuklah awan.  Jika daerah kita ingin banyak hujan, maka tanamlah banyak tanaman dan pepohonan.

Bogor, punya kebun raya! Luasnya sekitar 87 Ha.  Kebun Raya Bogor punya 13.697 spesimen, yang dikelompokkan ke dalam 3.441 jenis, 1.265 marga, dan 220 keluarga.  Selain itu Bogor dekat dengan Kebun Raya Cibodas seluas 120 Ha  dan dikelilingi beberapa hutan lindung di kawasan gede pangrango dan gunung salak.  Jadi dapat dibayangkan bagaimana Bogor dikelilingi oleh pepohonan yang senantiasa melalakukan transpirasi selain fotosintesis tentu saja. Inilah sebabnya, mengapa Bogor menjadi kota hujan.

Bagaimana dengan Ambon?  Ada pernah berkunjung ke Ambon? Maka bersiap juga lah dengan payung.  Karena Ambon senantiasa hujan,  tetapi hujan di Ambon karena imbas dari presitipasi (curah hujan) di laut [ingat: yang 28.300.000.000 pertahun], bukan karena pengaruh transpirasi tumbuhan/pepohonan.  Itu bedanya antara Hujan di Bogor [yang bukan wilayah pantai] dan di Ambon [pulau yang dikelilingi lautan].

Jadi bukan karena magnet atau orang Bogor pada beriman, tetapi karena memang konservasi yang dilakukan di sekitar Bogor yang memberikan berkah kepada Kota Bogor.  Nah, Sains bisa menjelaskan fenomena ini bukan???

– See more at: http://yantiherlanti.com/?p=501#sthash.rS4OOEfp.dpuf

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s