Mengapa kita lebih suka mendorong daripada menarik?

Perbincangan kemarin di Felicity D10 cukup asyik.  Novi menceritakan pengalaman hari itu microteaching di SD Hikari.  Saya sih hanya memancing-mancing pertanyaan2 kritis, yang akhirnya gak bisa dijawab juga.

Novi menceritakan pengalaman hari itu tentang “gaya tarik dan dorong” —> pertanyaan kritis saya adalah, “Mana yang lebih disukai mendorong atau menarik”? Mengapa?

  • Lebih menyukai mendorong meja atau menarik meja?  lebih menyukai menarik lemari atau mendorong lemari? dan lihat para tukang, lebih menyukai “mendorong gerobak” atau “menarik gerobak”?
  • Jawaban mereka dipastikan mendorong!!! Mendorong itu lebih ringan!! Lalu saya tanya, bagaimana dengan gaya??  gaya tarik dan dorong sama tidak?? —> nah, mulailah kebingungan!!!

push-pull-door-signs-2

Secara fakta, kita memang lebih suka mendorong daripada menarik!  Coba saja ketika ada pintu “push and pull”, saya pribadi selalu pilih yang push dari pada yang pull, mengapa???  Bagi saya lebih ringan mendorong daripada menarik…tentu saja terhadap kerja otot-otot tangan kita.

Secara fisika (bahasa anak SMA),  gaya adalahsesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan percepatan dan/atau perubahan bentuk suatu benda.  Oleh karena itu rumusnya F = m*a, selain memiliki besaran, gaya pun memiliki arah, walaupun sebenarnya tak ada yang bisa mengukur gaya, yang bisa diukur adalah tekanan atau kemiringan.   Pada kehidupan sehari-hari gaya dikaitkan dengan dorongan atau tarikan, mungkin dikerahkan oleh otot.

Tentang otot, otot yang memuat kita dapat bergerak dan pada otot pula tersimpan ATP, hubungan antara gerak otot dan ATP dijelaskan oleh Hansen dan Huxly (l955).  Mereka mengemukkan teori kontraksi otot yang disebut model sliding filaments.   Model ini menyatakan bahwa kontraksi didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil yang berupa filament aktin dan filamen miosin.  Rangsangan yang diterima oleh asetilkolin menyebabkan aktomiosin mengerut (kontraksi). Kontraksi ini memerlukan energi.

Pada waktu kontraksi, filamen aktin meluncur di antara miosin serabut otot menjadi memendek.  Ujung miosin dapat mengikat ATP dan menghidrolisisnya menjadi ADP. Beberapa energi dilepaskan dengan cara memotong pemindahan ATP ke miosin yang berubah bentuk ke konfigurasi energi tinggi. Miosin yang berenergi tinggi ini kemudian mengikatkan diri dengan kedudukan khusus pada aktin membentuk jembatan silang. Kemudian simpanan energi miosin dilepaskan, dan ujung miosin lalu beristirahat dengan energi rendah, pada saat inilah terjadi relaksasi. Relaksasi ini mengubah sudut perlekatan ujung myosin menjadi miosin ekor. Ikatan antara miosin energi rendah dan aktin terpecah ketika molekul baru ATP bergabung dengan ujung miosin. Kemudian siklus tadi berulang Iagi.

image336

Kembali menjawab pertanyaan, jawaban menurut saya [boleh jadi salah, hehehe]:

Pada satu sisi ketika kita mendorong atau menarik, otot kita berkontraksi artinya memerlukan energi.  Pada sisi lain kita cukup berat menyangga otot kita, oleh sebab itu ada posisi-posisi ergonomis agar otot kita tidak terlalu berat.  Nah mendorong dan menarik,   berhubungan dengan energi yang diperlukan dan posisi ergonomis bagi gerak otot kita.  Kita memerlukan sedikit energi ketika mendorong dibandingkan menarik, dan posisi mendorong merupakan posisi yang ergonomis bagi tubuh kita.

ada juga yang berpendapat seperti ini:

I’m not any kind of expert on human kinematics, but I expect the reason that pushing feels easier is because the point of contact (hands or shoulders) can be braced up against the cart, allowing you to use your big driving muscles (quadriceps/gluteal muscles) much more efficiently. When you pull, you’ve got to try to keep your arms rigid to transfer more of your driving energy into the cart – that means you’re burning more energy just in your arm muscles than when you push.

Lalu lainnya bisa dibac

– See more at: http://yantiherlanti.com/?p=1092#sthash.oPbxmeqL.dpuf

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s