EcoLifeStyle: Tahun pelajaran baru, tak harus buku tulis baru, Mom!

 

Setiap tahun anda membeli buku tulis baru untuk anak anda?  Dan awal tahun ajaran baru, selalu dengan buku tulis baru???  Tas baru? Sepatu Baru?

Saya tidak membiasakan itu pada anak2, saya.  Betul saya membeli buku tulis, cukup 1 pak saja, yang bisa dipakai 3 anak loh?  Kok?? Ya, tahun ajaran baru bukan berarti buku tulis baru.  Saya membiasakan anak2 menggunakan buku tulis lama, nah untuk membedakan dengan kelas sebelumnya, saya memberi pembatas berbeda.  Kita tinggal hitung saja, berapa pembatas ada di buku itu.  Kalau ada 6 pembatas berarti itu buku sudah digunakan sejak kelas 1 sampai kelas 6.  Paling sampul coklatnya dan plastiknya yang kami ganti, nah kelihatan baru bukan?  Disini istilah “Judge  book from cover“  berlaku loh.     Hehehehe….

Dengan bangga, anak saya Hilman yang sekarang SMP, mengatakan, “Buku tulis Aa Hilman itu, De ada yang dari kelas satu SD sampai kelas enam masih digunakan“.  Walhasil si Anak, juga bisa membedakan tulisannya dari kelas satu sampai kelas enam, buku itu jadi portofolio dia juga.

Nilai apa yang ingin ditanamankan pada anak saya dengan kebiasaan ini?  Hemat…Yap!! Menghargai kertas, juga ya!!  ….atau lainnya?

Tas,  saya biasanya membeli tas yang cukup kuat, walaupun tentu saja harga ‘agak sedikit tinggi’, tapi itu tas digunakan bertahun2 oleh anak saya.  Zaim menggunakan Tas Export dari TK sampai kelas 3 SD.  Masih cukup bagus, tetapi tas itu sudah terlalu kecil, dan bergambar kekanank-kanakan.  Ia meminta tas yang lebih sportif.  Tas lama diberikan pada yg membutuhkan, tas baru pun kami beli.  Kami prediksi tas Export-nya sih bisa sampai kelas 3 SMP.  Seperti kakaknya, Fakhurul yang menggunakan tas Eigger dari kelas 4 SD sampai kelas 3 SMP.  Hilman, sejak kelas 1SD – 6 SD menggunakan tas export yg sama, baru menggantinya dengan tas Polo ketika masuk SMP.  So, tidak pernah ada ritual beli tas baru bagi kami, setiap naik kelas.

Bagaimana dengan sepatu?? Sepatu juga begitu.  Kami belikan sepatu baru, jika sepatu lama sudah sempit atau koyak.  Baju baru juga.  Tahun ajaran baru, tidak semua harus baru.

Tetapi itulah “Eco-life” yang dilakukan keluarga saya.  Bagaimana dengan anda? Mau menjadi bagian dari masyarakat 3R? Reuse, Recycle, dan Reduce?  Apa yg sudah anda lakukan untuk diri sendiri dan keluarga? it’s my family!

– See more at: http://yantiherlanti.com/?p=228#sthash.OCcvMiIj.dpuf

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s