Upaya Pengentasan Pengemis di Indonesia #OutOfTheBoxIdeas

Pengemis terlihat di mulut terminal, di jembatan penyembrangan, dan di perempatan jalan, bahkan di samping pintu kampus.  Walau larangan memberi uang pada pengemis bertebaran tetapi tidak membuat pengemis berkurang, malah terus bertambah.   Bukan sebuah rahasia lagi kalau para pengemis ini sebenarnya bukan BUTUH MAKAN tetapi lebih pada sebuah HABIT dan pekerjaan.

Tahun 1993-1994 menemani teman mengambil data di daerah Babakan Cipeundeuy Kota Bogor, disinilah pusat tempat tinggal para pengemis.  Mereka bukan penduduk Bogor, tetapi pendatang dari berbagai daerah di Jawa Barat yang datang dengan tujuan MENGEMIS. Riuh pagi hari tampak seperti biasa, mereka mempersiapkan diri untuk BEKERJA (istilah mereka untuk pergi mengemis, see “Mengemis dianggap sebagai ladang mencari nafkah”).  Pinjam anak, pura-pura luka adalah rupa teknik menarik iba para penyantun.  Jadi, Mengemis itu sebuah pekerjaan, BUKAN karena perut mereka lapar.   Kira-kira sehari mengemis dapat berapa?  Yang pasti mereka bilang lebih gede daripada jadi buruh cuci atau buruh masak di rumah mahasiswa atau di rumah penduduk.  #Waduh! Bener-bener deh, MATERIALISTIS menjadi pola pikir dan habit dari para pengemis ini.

Ini pun diturunkan ke anak-anak pengemis.   Saya paling tak suka ngasih uang pada pengemis, tapi kalau makanan bolehlah.  Dan ternyata anak-anak pengemis ini menolak makanan yang saya berikan, mereka hanya mau uang.  Jadi mereka bukan lapar, tapi MALAS mengeluarkan keringat dan menggunakan tangannya untuk bekerja.

Dan sepertinya pemda maupun pemerintah kehilangan daya untuk mengatasi para pengemis ini.  UU yang ditempel yang akan menjerat pemberi dan pengemis sepertinya dianggap angin lalu.  Lalu upaya swipping hanya bisa mengatasi sesaat saja.  Tak ada upaya inovatif mengatasi masalah ini.

Butuh ketegasan sebetulnya dan kesimpelan berpikir, juga sedikit tega.  Indonesia punya banyak pulau tak berpenghuni.  Memigrasikan para pengemis ke Pulau kosong.  Menyediakan lahan, benih, dan hewan ternak, serta stok makanan selama 3 bulan saja, ditambah pengetahuan tentang pertanian dan kehutanan.  Nah, 20 tahun sampai 100 tahun kemudian pulau2 itu akan menjadi kota baru.  Apakah ada resiko? resiko mereka tidak dapat bertahan? Ya! Ada…jika mereka memelihara kemalasan mereka, maka mereka akan mati secara perlahan-lahan, dan itu semua adalah salah mereka sendiri, tidak memanfaatkan pengetahuan mereka!

Contoh sukses migrasi orang-orang bermasalah adalah Australia, sebuah benua hasil buangan orang-orang bermasalah di Inggris, yang kemudian menjelma menjadi negara baru, bahkan jadi rujukan pendidikan Indonesia.  Karena apa? orang-orang jahat itu terpaksa menjadi baik, untuk bertahan hidup.

Begitu pun para pengemis jika dibuang ke pulau terasing, mereka akan dipaksa BEKERJA, tidak ada yang bisa di”ngemis”i, jadi dipaksa untuk TIDAK MALAS MENGGUNAKAN OTAK DAN TANGAN MEREKA, kalau malas mereka gak makan.

Swipping dan pembuangan ke pulau terpencil akan membuat mereka gentar dan takut, sehingga beralih profesi.

Advertisements

4 thoughts on “Upaya Pengentasan Pengemis di Indonesia #OutOfTheBoxIdeas

  1. Memang yang paling susah itu memberantas kemalasan, apalagi kalau sudah keenakan tuh menadahkan tangan di bawah. Nambah pengetahuan bunda nih baca postingan diatas tentang Australia yang tadi-tadinya tempat pembuangan orang-orang dari Inggris yang bermasalah, nyatanya sekarang jadi sebuah benua yang diincer para mahasiswa. Coba ya ada yang berani mengambil inisiatif dan sekaligus tindakan untuk memberlakukan hal yang sama terhadap pemalas2 yang udah menjamur di Indonesia ini. Nice posting.

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s