The Journey of My Heart

Ada gak yang hidupnya lurus-lurus saja? atau yang tidak pernah jatuh? Kalau ada maka hidup anda beruntung banget!  Mungkin gak ada guncangan, kalau pun ada guncangan tidak sampai menurunkan kadar “hati” anda di titik minus!  Hidup saya sendiri penuh fluktuasi. Entah kenapa? padahal  masa kecil dan masa remaja dilalui tanpa fluktuasi.  Di saat temen-temen  menghadapi penceraian orang tuanya, keluarga saya “fine-fine” aja.  Di saat ada temen saya  kehilangan figur ayah! Saya? sempet sih ngerasa bahwa bapak terlalu galak, tetapi belakangan ngerti mengapa ia TEGAS.  Ia mengajarkan untuk berhati-hati dan bertahan di kerasanya hidup.  Banyak philosofi hidup yang didapatkan dari Bapak (alm).

Kuliah? juga “fine-fine” aja. Ke-Jomblo-an tidak pernah ganggu status, malah jadi keuntungan bisa ikut aneka kegiatan di kampus. Yipiii….prestasi demi prestasi di kampus pun di raih.  Dan!  Walaupun tidak “CUM LAUDE” saat lulus sarjana, tapi tetep bangga, karena jadi bagian dari mahasiswa yang dikeproki orang banyak saat wisuda dan nama bapak saya turut disebutkan.  Paling tidak “point” membuat bangga orang tua udah dipersembahkan.  Untuk urusan prestasi, saya sih selalu membuat bangga Bapak-Mamah.  Paling tidak sejak SMA bertengger di tiga besar, mendapatkan hadiah juara dari sana sini berikut bonus-bonus karena pencapaian prestasi akademik.

After beres kuliah dan menikah! Disinilah hidup jadi penuh fluktuasi, membuat bapak ibu saya  saya selalu “worried” sama hidup saya, karena “fluktuatif hidup” saya seperti gambar di bawah ini:

traveling of my heart

Yah! Gue gak mau bilang bahwa kehidupan fluktuatif gue sebagai takdir.  Gue lebih suka bilang, bahwa ini adalah resiko atas sebuah pilihan gue.  Gue pernah meningkat, pernah jatuh tergulir, bahkan tahun 2009 gue jatuh terjembab! Uniknya aneka kejatuhan ini bukan karena gue salah langkah, tetapi karena ada yang mendorong gue dari belakang, dan yang mendorong tersebut adalah orang yang sangat gue percayai.  Busyet deh!!! namanya juga didorong jatuh sama orang yang kita sangat percayai….selain gelagapan gak ngerti juga sakit banget ternyata.  Tahun ini gue sih masih berusaha bangkit walau belum mencapai titik nol.  Gue mengumpulkan amunisi, agar gue tetep kuat dan mandiri, ketika kita tahu kualitas orang yang kita percayai ternyata menghianati sangat parah, maka yang gue lakukan pada orang tersebut adalah BERHATI-HATI, WASPADA, dan DON’T CARE anymore…itu jauh lebih baik daripada memberikan lagi kepercayaan untuk ke-3x lalu dikhianati kembali.   Walau masih berada di titik minus, gue harus terus mengumpulkan kekuatan untuk mendaki tahap demi tahap.  Moga bisa!

1 Syawal 1434 H

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s