Poligami…poligami…poligami…lagi dan lagi dan lagi #Galau???

Isu poligami mengangkat ke permukaan.  Beberapa peminat CAPRES 2014 memang secara sah dan merupakan mafhum amm pelaku poligami.  Lalu apa mereka salah? kenapa pula kita ribut?

Rasanya masalah POLIGAMI sih sudah FINISHED sejak dari dulu.  Hal-hal yang harus digaris bawahi adalah:

  1. Poligami disahkan Alloh swt melalui QS. Annisa.  Walaupun ada di Surah yang membahas PEREMPUAN, ayat ini ditujukannya bagi lelaki.  Lelakilah boleh menikahi 1,2,3, dan 4 perempuan (dibatasi 4 saja), tetapi harus ukur kemampuan diri.  Yang diperintah dan yang disuruh mengukur diri tentang kemampuannya baik dari biologis dan material adalah para lelaki.  Perempuan tidak perlu galau tentu saja.  Lelaki takwa akan mengukur kemampuannya dan berpikir berulang-ulang untuk berpoligami.  POLIGAMI BUKAN KESENANGAN BUKAN PULA GAGAH-GAGAHAN, POLIGAMI ADALAH TANGGUNG JAWAB LEBIH….
  2. Poligami SUNAH ROSUL???  Terus terang saya gak suka istilah ini, karena hal berkaitan dengan poligami Rosulullah saw adalah kehususan bagi beliau.  Beliau dikhususkan oleh Alloh swt dan umatnya haram mengikuti poligami ala Rosulullah saw.  Karena apa?  Karena Rasulullah menikah dengan 9 isteri, ketika ayat tiga dari QS. Annisa turun, hanya Rasulullah saw yg tidak diperbolehkan Alloh swt menceraikan isteri2nya.  Umatnya waktu itu harus segera menceraikan dan dibatasi menjadi 4 saja! Mengikuti poligami Rasulullah saw justeru HARAM.
  3. Poligami hukumnya SUNAH???  COME ON!!! Baca aja kitab Nijamul Ijtimai’ karya Syekh Taqyudin Annabhani.  Beliau dengan jelas membahas dari sisi lugoh,  jatuh hukum poligami itu MUBAH saja bukan SUNAH.  Fankihu=nikahilah [fill amr] seakan2 perintah, diiringi dengan Fainhitmum=jika kamu takut …peringatan untuk WASPADA ditambah juga hukuman yang dikuatkan dari hadits-hadits tentang ketidakadilan/kezoliman suami pada isteri, maka jatuhlah fiil amr ini bukan perintah yang bersifat sunah, tetapi hanya MUBAH saja. It’s clear!!!

Jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan tentang poligami.  Poligami adalah pilihan individu dan sebuah keluarga.  Ini adalah wilayah privasi keluarga tersebut.

Posisi saya sendiri sebagai wanita sama lelaki yang berpoligami bisa bermacam-macam kagum/salut, sebel, dan mengutuk.  Semuanya tergantung kondisi.

  • Kalau saya sih suka salut aja sama lelaki yang gentle melakukan poligami secara ma’ruf.  Secara ma’ruf artinya tidak melalui tahapan perselingkuhan atau pacaran atau taksir-taksiran bahkan tidak pernah ‘hang out‘.  Ia merasa mapan dan mampu, kemudian ia melihat wanita yang menarik hatinya (bisa karena kecantikannya, kepintarannya, keibuannya, dll), maka ia melamar wanita tersebut, dan berterus terang bahwa dirinya melamar wanita tersebut sebagai isteri kedua.  Nah, ini baru lelaki JEMPOL.
  • Saya suka sebel sama lelaki pembohong walau gentle.  Ia suka pada seorang wanita, ia melamar wanita itu tetapi ia katakan bahwa dirinya SINGLE atau JOMBLO, padahal ia sudah beristeri.  Kalau begini, kelanjutan rumah tangganya pun akan dilanda kesuraman.
  • Saya menguntuk lelaki yang berpoligami karena kecelakaan, yaitu mereka berpoligami karena didahului perselingkuhan dan pezinaan.  Kalau begini mah, si lelaki memang brengsek dan terkutuk serta tak mampu menjaga iman. Ketakutan pada Alloh swt NON SENSE dan kepercayaannya terhadap hari akhir ‘PAYAH’.  Dia pikir dengan menikahi wanita yang dizinahinya menyelamatnya dari siksa Alloh swt di akherat kelak??? Tidak!!! Selamat siksa akherat jika para pezina muhson ini dihukum rajam sampai mati disaksikan umat banyak.

Kalau kagum, siapapun dia, saya sih berdo’a aja keluarga yang dibinanya dengan pilihan poligaminya penuh berkah.  Kalau sebel, ya dido’akan saja, suatu saat kena batunya.  Kalau saya mengutuk,  saya miris aja dengan kelakuan bejatnya menggampangkan hukum Alloh swt.

[Walahualam bi’sawab, “note what i think, even you say it’s nothing

Advertisements

2 thoughts on “Poligami…poligami…poligami…lagi dan lagi dan lagi #Galau???

  1. Sedihnya klo yang berpoligami dengan benar diberi image buruk oleh media, tapi yang berpoligami dengan buruk malah diberi image baik oleh media.

    Media tahu apa tentang rumah tangga orang? Biarin aja jadi rahasia sebuah keluarga ya?

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s