Udah gak perawan ngaku gak??? #Oldposting

Ini adalah kisah nyata:

Seorang temen saya  ”MALE” marah besar pada isterinya, ia dapati SMS2 dari mantan teman SMA-nya alias mantan pacarnya, luar biasa isinya.  Isinya sedikit mesum, dan banyak membeberkan nostalgia waktu pacaran semasa SMA.  Dari SMS itulah, ketahuan bahwa pacaran yang mereka lakukan melampaui batas “hubungan badan pernah terjadi”…..

Sontak saja, MALE  ingat, pada saat malam pertama.  Ia merasakan hal aneh dari pasangannya [Saya juga agak bingung sih, kenapa si cowok bisa merasakan pasangannya sudah tidak perawan ya?  mungkin ‘body language gak bisa bohong saat malam pertama ya?],  malam pertama mereka katanya diakhiri dengan sumpah-sumpahan,  isterinya bersumpah bahwa dirinya masih perawan.  Si suami pun percaya, dan lebih percaya…manakala ia melihat si isterinya sangat mengabdi, mengorbankan pekerjaan demi mengasuh anak-anaknya.  Semuanya berjalan cukup baik, sampai 17 tahun pernikahan mereka….

Dan malapetaka itu terungkap, after isterinya menghadiri reuni SMA, sejak itu mantan pacarnya itu rajin SMS-an.  Mungkin “just that” SMS-an.   Apes-nya, SMS itu terbaca suaminya.   Bisa dibayangkan bagaimana goncangnya keluarga tersebut?  ”MALE” gak terima hal ini, ia merasa dikhianati.  Pada akhirnya, si isteri pun mengakui bahwa ia memang sudah tidak perawan ketika menikah dulu, dan ia mohon maaf!!  Bisa dibayangkan bagaimana “goncangnya perasaaan si suami? ia merasa dibohongi?”

Waktu itu sih, saya hanya bisa sarankan pada MALE, “maafkan…dia! kecuali memang dia mengulanginya lagi.  Apalagi hidup kita tidak sendiri lagi.  Kalau hidup kita sendiri, mungkin kita mudah saja, CERAI, tetapi ketika ada anak2…maka mau gak mau suka gak suka, mereka menjadi pertimbangan dalam keputusan”  Walau tentu saja, sakit luar biasa dirasakan, tetapi “FORGET IT, dan lihat ke depan!”   Setelah berbagai sharing itu, lama saya gak kontakan lagi dengannya, only berharap keluarga mereka baik-baik saja dan dapat memulai kembali hidup mereka dengan bahagia.

———————————————————————————————————————————-

Cerita di atas adalah sebuah “FAKTA” serapi apapun kita menyembunyikan bangkai, maka akan tercium juga.  Dan Rumah Tangga harus dibangun atas komunikasi yang  jujur dan terbuka.  Jika ada seorang wanita, yang ia terlanjur sudah tidak perawan lagi dengan sebab apapun, apakah dengan sukarela ia menyerahkan keperawanannya atau memang karena sebab lain, maka sebaiknya “MENGAKU”!

Ketika berkenalan dengan seseorang yang memang tertarik mengajak pada jenjang pernikahan [bukan main-mainan dan pacar2an saja], maka tanyakanlah apakah “ia lelaki yang care dengan keperawanan atau tidak?”  Jika memang ia lelaki yang care dengan itu, maka tanyakan jika ia tidak keberatan kalau mendapatkan isteri yang sudah tidak perawan? …. Ketika “keberatan” pasti lelaki itu akan mundur baik-baik….TAK MASALAHLAH!  daripada  menyimpan “BARA” dalam rumah tangga, yang suatu saat bisa terbakar lagi, seperti kasus di atas!  Betul, “perzinaan” itu aib, tetapi itu perlu dibeberkan pada orang yang tertarik membina rumah tangga,  absolutelly, agree with @sitassya in  http://www.fimela.com/ask/2011/12/15/tak-berani-akui-sudah-tidak-perawan.

Apalagi kalau anda melepas keperawanan dengan dasar suka sama suka, harus sadar sepenuhnya kondisi diri, jangan ingin mendapatkan lelaki sempurna, sementara diri kita tidak sempurna, karena Alloh swt mengingatkan pula bahwa “Lelaki yang baik [yang menjaga kehormatan] untuk perempuan yang baik [yang menjaga kehormatannya] … Lihat QS. An Nuur:3

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu’min

QS. An Nuur: 26

 الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…..”

—————————————————————————————————————————————

Bagi perempuan dan akhwat,…. keperawanan…memang harus dijaga, itu bagian dari IFFAH, IZZAH dan Kemuliaan para wanita.  Ketika anda tidak bisa menjaganya, wuihhhh  MENYESAL SEUMUR HIDUP, TERUS DIHANTUI RASA BERSALAH DAN DOSA.   Walaupun lolos dari siksa dunia, belum tentu lolos dari siksa akherat.  Walaupun sudah bertaubat, rasa bersalah tetap ada…dan tentu saja tidak akan bebas dari penghisaban di akherat bukan?  So, bagi perempuan maupun lelaki,  penting menjaga keperawaan itu.   Hukum sama kok dimata Alloh bagi lelaki dan perempuan, coba baca ini QS. An Nuur ayat 2:

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman

ARSIP – See more at: http://yanti.fahiza.com

Advertisements

7 thoughts on “Udah gak perawan ngaku gak??? #Oldposting

  1. “MENYESAL SEUMUR HIDUP, TERUS DIHANTUI RASA BERSALAH DAN DOSA”
    selain itu, yang kita temui banyak perempuan yg tak berani mengakuinya, bahkan tidak sedikit perempuan yg sudah tidak perawan, ketika diputuskan oleh pacarnya akhirnya menjadi susah “move on” karena takut tidak akan ada lagi pria yg mau menerimanya apa adanya.

  2. Reblogged this on UIN COMMUNITY and commented:
    Judulnya sesuatu banget yah. tulisan ini kita blog ulang dari blognya Ibu Yanti salah satu dosen di UIN Syahid. semoga dapat mengambil hikmah dari tulisan yang kita re-blog ini. Selamat membaca dan selamat berfikir.

  3. Pingback: Udah gak perawan ngaku gak??? #RE_Blog | UIN COMMUNITY

  4. benar…harus di akui saat sebelum manikah….
    jika tidak, anda akan membuat orang tersiksa dan serba salah…..dosa anda akan berlipat ganda…..

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s