Refleksi pileg 2014: #PKS

Pileg ini paling tidak pks akan mendapatkan suara sekitar 7%, kalau dari urutan memang terjungkal, paling berada di 5 besar bawah.  Tetapi dari perolehan suara tidak terlalu buruk, paling turun 1-2% dari pileg 2009.  Tampaknya 7% itu merupakan kekuatan real pks, yaitu kader, simpatisan, dan para militan.

Sementara  sebagian masyarakat ilmiah yg dulu memilih pks sepertinya tahun ini pindah ke lain hati.  Indikator (walau sempit dan kasusistik) bisa dilihat pada sebuah kompleks perumahan dari sebuah lembaga riset, 2009 pks mayoritas, 2014 ini Gerindra pemenangnya.

7% dari 150 juta-an pemilih, itu bukan angka kecil loh!!  Paling tidak ada 10,5 juta kekuatan pks (dari aktifis sampai simpatisan loyal).  Mengapa PKS bisa mengumpulkan massa yg begitu banyak dan loyal??? Analisis saya adalah:
1.  Dorongan yg mendasari para aktifis pks adalah dorongan ruhiyah.  Mereka terdorong “pahala akherat” bukan sekedar duniawi, JIHAD dlm bahasa umumnya.  Inilah yg membuat para aktifis getol berkampanye dimana2 tanpa lelah dan mengajak org2 untuk ngaji dalam LIQO.  Yakin Alloh swt yg mengupah mereka.

2.  Kaderisasi dari sejak dini dalam bentuk LIQO.  LIQO adalah pengajian yg terdiri dari 4-6 org.  Liqo dilakuan sejak SMA.  Bahkan SMP atau SD sudah dibidik.  Jika anak kita sekolah di sekolah islam terpadu maka mereka kaderisasi dimulai ketika mereka sd.   Bibit2 potensial dibidik untuk mengikuti liqo.  Siapa bibit potensial yg bisa diajak LIQO? Umumnya yg dibidik adalah orang2 pendiam dan tidak terlalu banyak tanya.  Pengkaderan juga terjadi di sekolah menengah umum (SMAN/SMKN) melalui kegiatan Rohis.  Begitu pula di tingkat Perguruan Tinggi aktifitas LEMBAGA DAKWAH KAMPUS atau DKM Mesjid Kampus diisi oleh aktifis PKS, klu pun di dlm kampus PT tidak menyediakan ruang bagi aktifis PKs, maka mereka bergerak secara underground menggunakan KAMMI.  Para mentor atau dikenal dengan murobi menjadi pengisi LIQO, mereka merupakan guru2 yg ikhlas, tanpa bayaran mereka memberikan kajian sekaligus ikatan pada partai.   Pelajar dan mahasiswa termasuk komponen yg memenuhi gelora bung karno untuk kampanye akbar tanpa dibayar.  Uswah keikhlasan para murobi mereka menjadi cermin.   Sublimasi dorongan ruhiyah terus digelorakan dan ditanamkan. 
3. Dogma ini partai terbaik dan paling benar.  Jika kita sudah masuk pada liqo PKS, maka akan diikat dg dogma partai ini paling benar, perjuangan paling sesuai dengan sirah rasulullah saw.  Paling tidak ada buku2 yg dikarang oleh ustadz2 mereka di Timur Tengah yang membeberkan keburukan2 harokah lain yg bersifat Transnasional seperti Salafy-jamaah tablig-Ht-dll, begitupun ormas islam dan lembaga formal kumpulan ulama di indonesia tdk akan lepas dari kritikan.  Untuk lebih mengikat, maka para kader/simpatisan yg sudah liqo pelan2 akan dilarang mengkaji islam dari sumber lain, sekalipun dari sumber ulama/ustadz di pesantren salaf.   Akibatnya, mereka yg liqo hanya tsiqoh pada murobinya, membaca buku2 karangan internal dan media internal.   Sumber2 eksternal tdk dipercayai krn isu Yahudi dan sesat.  Inilah yg membunuh pelan2 sikap OPEN MIND dan keterampilan berpikir KRITIS, serta menumbuhkan WALA dan KeTSIQOHan pada PKS. Slogan tepatnya  “RIGHT OR WRONG, PKS is the best”. 

Paling tidak, 3 faktor itulah yg utama yg menjadi jawaban, mengapa suara PKS tetap tidak melorot setelah ditimpa berbagai kasus: Suap daging sapi, koleksi futsun, dan hobby intip situs/gambar pornografi.

Advertisements

One thought on “Refleksi pileg 2014: #PKS

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s