MAYDAY: Maybe some day!!

May Day, baru tahun ini libur.  1 Mei 2014 jadi sejarah Indonesia meliburkan May Day.  Saya termasuk yang bersyukur, karena gak lagi harus pergi subuh-subuh di MAY DAY untuk menghindari demo buruh.

Apapun, BURUH memang menjadi stata tersendiri dalam sejarah umat manusia sejak revolusi industri di Eropa.  Buruh menjadi bagian sejarah sebuah revolusi dibelahan Eropa.  Oleh karena itulah di Eropa mah, buruh punya partai sendiri yang menentukan juga arah politik bangsanya.

Saya perhatikan setiap MAYDAY aksi dan tuntutan buruh di Indonesia selalu sama, yaitu kenaikan UMR.  Di negara lain gimana ya (??).

Dalam agama saya, jika seseorang bekerja pada orang lain, maka orang yang berkeja disebut buruh dan orang yang memperkejakan disebut majikan.  Majikan dan buruh terlibat akad, dan ini bebas saja tergantung persetujuan kedua pihak,   Jika si buruh setuju di gaji 1,200,000, maka berjalanlan pekerjaan.  Jika si majikan menawarkan gaji 500.000 pada si buruh, dan si buruh setuju, maka pekerjaan berjalan.   Apakah si Majikan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan  si Buruh???  Hemm, ini dua hal yang berbeda dalam islam.

Dalam islam yang menjamin kesejahteraan adalah pemerintah.  Pemerintah menjamin kesejahteraan masyarakat dengan kebijakan dibidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan layanan umum lainnya.  Angka inflasi rendah yang berdampak pada murahnya harga barang2 ini karena kebijakan ekonomi pemerintah.  Kebijakan kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan perumahan murah bahkan boleh jadi gratis bisa dilakukan oleh pemerintah, jika pandai mengelola sumberdaya alam dan zakat/pajak dari masyarakat.

so, mana yang dipilih: menuntut kenaikan UMR?? atau menuntut kesejahteraan??

  1. (A) Gaji 1.5 jt per bulan, tetapi inflasi rendah (akibtanya barang2 murah), pendidikan berkualitas dari PAUD-PT biayanya rendah bahkan gratis krn subsidi pemerintah melalui peningkatan subsidi uang BOS&akses BIDIK MISI, biaya kesehatan murah bahkan gratis krn jaminan sosial & kesehatan yang diberikan pemerintah, perumahan murah (krn pemerintah membangun dan mensubsidi rumah rakyat), BBM murah karena kita pake prinsip SDA dipoduksi dan diolah oleh pemerintah digunakan untuk kesejahteraan rakyat.  Akibatnya gaji 1,5 jt tapi masih bisa nabung 500 ribu.
  2. (B) Gaji 5 jt perbulan, tetapi inflasi tinggi (akibatnya barang2 mahal), pendidikan muhal krn privatisasi dan subsidi dihilangkan, kesehatan juga mahal karena tidak ada subsidi, dan perumahan tidak terjangkau karena pemerintah tidak mau mensubsidi lagi, BBM pun meninggi karena kilang2 minyak dan barang tambang di lego ke perusahaan individu bukan dikelola negara.  Akibatnya gaji 5 juta, bisa nabung juga 200 rb.


Jika yang A yang dipilih, maka awasi pemerintahan!! Jangan biarkan privatisasi menggurita. Karena sesungguhnya kita memilih wakil rakyat dan eksekutif untuk mensejahterakan rakyat, bukan mensejahterakan dirinya dan partainya. 

Tapi jika B yang dipilih, ya siap2 saja pengusaha akan jadi bulan2an buruh, yang berakibat malesnya investor berinvertasi dan malesnya para pribumi jadi pengusaha. Indonesia akan menyongsong sebuah kebangkrutan bahkan boleh jadi kematian.

 

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s