Jangan Sekolah! Sekolah Jangan! #rethink

Waktu saya kecil, ayah saya selalu berkata:

1) “Bapak gak bisa mewarisi harta yg banyak, tapi Bapak akan bekerja sekuat tenaga agar kamu bisa sekolah.  Karena dg ilmu kamu bisa mencari uang, kalau uang yg diwarisi maka besok lusa pun akan habis” >>> sebagai bentuk penghargaan pada orang tua saya belajar rajin
2) “Tapi uang Bapak gak banyak (Bapak saya hanya seorang ABRI sampai pensiun pangkatnya hanya PELTU), kamu harus masuk negeri”  >> ini yg mendorong saya belajar tekun agar bisa masuk SMPN SMAN dan PTN.

Semua sekolah saya lalui dg apik dan adalah prestasi dikit2 mah.  Pernah dapat penghargaan peraih NEM tertinggi di SMAN (sekarang namanya UNAS, zaman kita mah gak ada contekan massal, krn NEM hanya 1/5 aja menentukan kelulusan).  Penah masuk finalis LKIP (lomba karya ilmiah produktif) waktu mahasiswa. Untuk skala IPB yg susah banget dapat nilai B apalagi A, maka lulus s1 dgn IPK 3,xx sesuatu banget. 

After lulus kuliah S1 barulah saya mengenal, ternyata banyak buku dan artikel2 yg INGIN MERDEKA DARI SEKOLAH,  Ivan I >> sekolah laksana pabrik, mencetak manusia seragam. Di Indonesia paham ini diadopsi oleh sebuah buku berjudul “Manusia Pembelajar”.   SAYA BINGUNG?? OH TIDAK!!! Malah saya aneh! Sama artikel2 itu.  “Bukankah mereka yg menyerukan Jangan Sekolah, mereka juga produk sekolahan??? Artinya mereka menkritik sistem pendidikan sampai pada kesimpulan “MERDEKA DARI SEKOLAH” didapatkan krn sekolah???”
Jangan dianggap bahwa SEKOLAH itu hanya berkutat di buku dan guru, tapi sekolah punya ekskul dan unit kegiatan mahasiswa, OSIS, HIMA, dan BEM disitulah kita bersosialisasi, berkolaborasi, bertoleransi, berkerjasama, memimpin dan dipimpin, ….tak jarang ikut berpolitik dan berdemo serta kerja sosial. 

Jika ada yg bilang bahwa “org sukses macam Bill Gate Microsoft atau Mark Facebook,  sukses krn DO dari sekolah” Maka perlu digaris bawahi bahwa itu sebagian kecil aja, mereka DO karena passion mereka mengembangkan bisnis.  Tapi dari mana mereka dpt ide2nya?  KETIKA MEREKA SEKOLAH DAN KULIAH kan??
Dan perlu dicatat, sebagian besar orang yg berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan dunia ini, mereka semua produk pendidikan.  Tak akan ada pesawat super canggih dan mobil hemat energi serta hardware sampai 7core bahkan nanti 1000 core tanpa lembaga pendidikan!! Semua temuan terlembagakan dalam journal2 ilmiah yg bermanfaat terus dilakukan anak cucu sehingga ilmu menjadi berkembang….

Jadi yg punya paham MERDEKA DARI SEKOLAH, Pikirkan lagi deh “jangan bawa2 juga virus2 ini bagi anak2 bangsa dan jangan coba2 sama anak2 (anak jadi korban kelinci percobaan)” betul sistem pendidikan di dunia ini tak sempurna, para pembelajarlah yg harus menyempurnakan.

Contoh kampus saya IPB kurang memfasilitasi kajian kitab kuning dan hal2 yg kaitannya dg studi islam, maka cari pesantren dan guru diluar kampus yg bisa melengkapinya.
Atau mungkin sebaliknya, kampus UIN kurang memfasilitasi ilmu teknologi, maka carilah komunitas2 pengembang ilmu dan teknologi di masyarakat. 

So, kita sinergikan antara SEKOLAH/UNIVERSITAS formal dg universitas kehidupan…dari keduanya kita belajar untuk menjadi paripurna. 

Advertisements

2 thoughts on “Jangan Sekolah! Sekolah Jangan! #rethink

  1. Menarik bunda postingannya. saya juga selalu bilang ke mahasiswa/i saya, jangan telan bulat-bulat perkataan yang bilang bisa sukses tanpa kuliah. Saya sudah membaca bukunya oom bob, intinya dia belajar majalah/buku dari luar untuk meningkatkan ilmunya.

    Jika disimpulkan, kalo mau sukses yah belajar, kadang ada pemikiran orang tidak mau kuliah karena ga mau belajar

    Saya juga mengajak mahasiswa/i saya untuk membaca buku. saya ceritakan ke mereka mengenai pentingnya belajar dari pengalaman orang lain, dan pengalaman itu disarikan dalam sebuah buku

    Semoga mahasiswa/i saya tidak melupakan hal itu šŸ™‚

    • Betul Chandra, secara statistik mereka yg sukses tanpa jalur pendidikan formal lebih sedikit dibandingkan yg sukses melalui jalur pendidikan. Hanya saja, media mengesankan mereka yg sukses lwt jalur non pendidikan formal lbh banyak. Terus menginslirasi mahasiswa….

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s