Apakah surga hanya bagi orang muslim saja?

Ini adalah percakapan saya dengan mahasiswa saya, ketika dia telibat dalam missi kemanusiaan dan sosial yang digawangi oleh WNA yang cenderung tidak punya agama, tetapi dia yakini ada tuhan.  HIdupnya selalu berbuat baik, setiap hari tidur hanya dua jam, karena dia bekerja mencari nafkah, disisi lain tenaga waktu dan hartanya pun ia donasikan untuk misi kemanusian dan sosial di beberapa negara, terutama di Indonesia.

Mahasiswa: “Bu kasihan ya si Mister.  Dia baik sekali, menolong tanpa pamrih.  Tapi nanti gak masuk surga, karena dia bukan muslim”

Saya:  “Kata siapa?”

Mahasiswa: “kata ustadz saya begitu bu!”

Saya: “Memang ustadz yang memiliki surga?”

Mahasiswa: “Alloh lah yang punya surga mah, Bu!”

Saya: “Nah, itulah.  Sebagai mahasiswa, calon intelektual kita juga harus menggunakan ilmu dan nalar, tidak ujug-ujug menerima apa yang dikatakan, walaupun yang mengatakan itu sekaliber ustadz.  Sebagai muslim kita beriman dengan Takdir dong! Nah, bayangkan oleh anda.  Jika anda ditakdirkan lahir di Bangkok yang kedua orang tuanya Budha, atau lahir di Uni Soviet yang kedua orang tuanya atheis.  Kemudian anda tak pernah mengenal islam, hanya tahu aja islam sebagai sebuah agama, dan ajaran islam itu bagaimana anda pun tak pernah tahu.  Anda hanya tahu sebagai manusia harus berbuat baik sesuai yang Budha ajar atau hanya sekedar moral yang memang harus dilakukan sebagai seorang manusia.  Kira-kira, kalau anda sudah berbuat baik memenuhi langit dan bumi, kemudian di akherat anda dimasukan ke dalam neraka, hanya karena anda bukan muslim, adilkah bagi anda?”

Mahasiswa: Iya sih….

Saya:  “Saya membayangkan, orang-orang itu akan protes pada Alloh swt dan mengatakan, ‘Tuhan, bukan kemauan saya  lahir sebagai Budhis!  Tuhan, saya tidak minta lahir sebagai atheis! Semuanya karena kehendak engkau, jadi saya masuk neraka karena engkau yang menakdirkan saya lahir di negara-negara itu’, jadinya malah Alloh swt yang diprotes kan??”  Wilayah surga dan neraka itu ghaib.  Seharusnya kita tidak tanya “apakah orang-orang selain muslim masuk surga atau tidak?”  karena itu adalah hak alloh swt,  Yang harusnya kita tanyakan adalah “Amalan apa saja yang bisa menghantarkan ke surga?”  “Apakah amalan saya dapat memasukan saya ke surga?”  Memang ada beberapa jaminan dari Alloh swt bahwa seorang muslim sudah memiliki kunci surga.  Tapi apalah artinya dapat membuka pintu surga….terbukalah pintunya namun kita tertahan di pintu itu gak bisa masuk ke dalamnya surga, karena amalan kita gak cukup buat masuk surga.

Mahasiswa: iya, ya bu.  Ternyata memahami islam itu harus pake nalar.

Saya:  Iya lah, kalau gak pake nalar mah berislam itu ibarat kerbau dicocok hidung, mau salah mau bener ustadz terus aja diikuti,  betul kita harus tsiqoh sama ulama atau ustadz, tapi janganlah jadi muqolid am atau pengikut buta, tapi harus jadi muqolid muttabi yaitu mengikuti setelah proses berpikir,  dan pembeda hewan dan manusia itu ada di kemampuan berpikir.   Hewan melakukan apapun karena insting dan naluri tapi manusia kudu mikir dulu kalau mau melakukan apa pun, betul kan?

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s