why menolak PKS, and why not?

Official count sudah resmi, tapi perang status dan dukungan serta twitter masih berlangsung.  Ternyata bulan2 ini sampai oktober rakyat dipaksa elit politik agar tdk bisa move on.

Kubu pemenang mulai move on, mengagas koalisi di legislatif dan susunan kabinet.  Dalam rangka itu ada hal menarik, Petisi menolak mengajak pks bergabung dengan jkw-jk.  Sampai saya lihat beberapa waktu lalu pendukungnya ada 4.500. Sedikit tentu saja dibanding pemilih loyal pks yang berjumlah 6 jutaan.

Hal yang membuat saya ingin komentari dari alasan penolakan itu adalah “pks mempunyai agenda terselubung yang membahayakan NKRI yaitu mendirikan daulah khilafah seperti hti”

0k, kita bahas ide daulah khilafah.  Daulah khilafah adalah sistem pemerintahan dalam islam yang meliputi beberapa negeri muslim yang bersatu sehingga wilayahnya luas dengan satu orang pemimpin.  Secara historis sistem ini pernah eksis dari sejak rasulullah saw wafat sampai khilafah Turki usmani dibubarkan 3 maret 1924.  Daulah khilafah dianggap sebagai media melaksanakan hukum islam secara kaffah dalam berbagai bidang kehidupan.  Artinya daulah khilafah adalah wadah menjalankan ideologi islam.

Sejak khilafah dibubarkan (tahun 1924) para ulama mendirikan kelompok dakwah, partai politik, dan gerakan untuk mengembalikan daulah khilafah islamiyah.  Salah duanya adalah Hizbut Tahrir (Hizb) dan Ikhwanul Muslimin.

Jika Hizb terang-terangan dalam perjuangannya, maka ikhwanul muslimin lebih memilih diam2 menyembunyikannya.  Kita akui, istilah khilafah dan daulah serta daulah khilafah islamiyah menjadi brandmarck perjuangan hizb diberbagai negara.  Dalam setiap permaslahan dan kasus yang terjadi Hizb mengopinikan UUD (ujung2nya daulah).

Pertanyaannya apakah hizb ini membahayakan NKRI? hizb adalah partai internasional yg metode gerakkannya adalah dakwah fikriyah, yaitu menyadarkan masyarakat untuk mau dihukumi dg hukum islam.  Dakwah fikriyah artinya menyebarkan pemikiran2 islam.  Jika kita berteman dengan aktifis dakwah hizb, kita bisa lihat status mereka kebanyakan ajakan mengubah paradigma misalnya tentang demokrasi sebagai sistem kufur dan islam punya ideologi sendiri yaitu dalam islam,  Alloh swt pembuat hukum dan uu atau dengan kata lain suara tuhan adalah suara rakyat bukan suara rakyat suara tuhan seperti demokrasi.  Gerakan makar sangat kecil sekali dilakukan hizb apa lagi di indonesia,  Level pemikiran masyarakat Indonesia jauh dari hingar bingar daulah khilafah, masyarakat indonesia tidak pernah merasakan hidup secara langsung dalam tatanan daulah khilafah.   Menghadirkan fakta-fakta itu dalam benak masyarakat indonesia sangatlah sulit, sehingga Indonesia dan juga negara2 eropa bukanlah wilayah yang dijadikan target untuk mendirikan daulah khilafah.  Hizb membidik negara2 arab yg secara historis, kultural, dan pemahaman lebih memungkinkan mendirikan daulah islamiyah.  Jadi hizb membahayakan NKRI? Ah tidak.  Lawan hizb bukan NKRi, lawan hizb sebagai partai internasional adalah internasional juga yaitu Amerika atau ideologi kapitalis yang sedang menghaegomoni  hampir 3/4 dunia pada saat ini.

Lalu bagaimana dg ikhwanul muslimin? Gerakan ini dlm bentuk partai ada di Mesir tapi dengan nama berbeda2 hanya masih satu komando gerakan dan berada diberbagai negara.  Contohnya Hamas di Palestina, PAS di malaysia, dan PKS di Indonesia.  Walaupun punya tujuan sama seperti hti tapi jalan dan metode yang digunakannya berbeda.  Banyak buku yang dikeluarkan oleh pendiri ikhwanul muslimin yg menjelaskan bagaiman metode mereka.  Hasil tulisan saya ini adalah hasil baca dari sejak sma dan pengalaman juga, walau saya tak lama2 ikut gerakkan ini hanya sebentar saja sekitar tahun  1991-1992.  Untuk mencapai daulah islamiyah ikhwanul muslimin memulainya dengan pembinaan individu.  Pada tahap ini setiap individu dibina pengetahuannya dengan liqo/kajian rutin setiap minggu, dicek apakah tiap hari baca qur’an, sholat malam, dan menhapal al qur’an.  Selanjutnya adalah tahapan usroh, atau keluarga.  Pada tahap ini, individu yg sdh matang walaupun berumur muda akan dijodohkan untuk cepat menikah, menikah muda memberikan kesempatan untuk punya anak banyak.  Tahap selanjutnya adalah ke bi’ah atau lingkungan, untuk level lingkungan masyakat maka kita bisa lihat  biasanya mereka membooking satu komplek perumahan sehingga keberadaan mereka di kompleks tsb mayoritas dan memudahkan mengajak simpatisan baru,  mendirikan sekolah islam terpadu untuk menciptakan bi’ah level sekolah, juga menarik simpatisan baru. Lalu selanjutnya tahap negara,  Tahapan ini harus dipastikan bahwa mereka cukup kuat, mereka pun menunjukkan diri dengan nama sebuah partai yang ikut dalam pemilu di setiap negara.  Dengan mengikuti pemilu maka ada kesempatan menjadi kepala daerah dan presiden.  Target awal kepala daerah.  Contoh kasus jika 33 propinsi kepala daerah dipegang, maka akan mudah memuluskan penerapan hukum islam dan juga menggiring masyarakat sesuai opini partai.  Untuk target ini, bisa dilihat pada pilpres kemarin daerah yang kepala daerahnya dari pks mayoritas memenangkan capres no 1, sesuai instruksi amir mereka.  Target selanjutnya tentu saja kepala negara atau presiden.  Di beberapa negara untuk target ini sudah berhasil seperti Mursi di mesir dan Anwar Ibrahim di Malaysia, namun kekuasaannya tak bertahan lama.  Jika banyak negara dipegang oleh mereka, maka negara2 itu nanti dilebur dan disatukan dalam daulah islamiyah.   Membahyakan NKRI? Untuk wilayahnya mungkin tidak. 33 propinsi akan dijaga kesatuannya walau dalam bentuk NII bukan demokrasi pancasila lagi.  Namun membahayakan PERSATUAN INDONESIA, jawbannya Bisa jadi.  Karena mereka tidak memaafkan perbedaan.

Tidak memaafkan perbedaan? Ya, bisa dibaca berbagai kampanye negatif yang dilancarkan selama pilpres dan pileg.  Kita juga bisa baca dari buku2 yg mereka terbitkan.  Misalnya di buku jamiatul islamiyah, dijelaskan bahwa gerakan islam itu harusnya satu.  Oleh karena itu dalam buku itu black campaign dilancarkan pada HIzbut Tahrir, Jamaah Tablig dan gerakan dari timur tengah lainnya.   Untuk konteks Indonesia, sering sekali ulama NU mereka cari2 kesalahannya dan melabelinya dengan sesat, alih2 bekerjasama malahan harus dijauhkan.  Para kader di PKS sangat dilarang mengikuti kajian2 di luar liqo dan ceramah dari ustadz2 mereka, termasuk kajian dari para ulama salaf.  Belum lagi kebencian mereka yg membabi buta terhadap kaum Nasrani (kristen), yahudi, dan agama lainnya.   Kebencian terhadap muslim yang nasionalis pun sering mengemuka….mereka menyebut para muslim ini sebagai Toge (plesetan dari Thougut).

Oh ya upaya kudeta sistemis tidak jarang dilakukan oleh mereka, untuk menduduki kekuasaan.   Bagi aktifis rohis kampus yang punya paham bersebrangan tentu saja pernah merasakan bagaimana kudeta sistemis ini dilakukan, dan membuat mati kutu lawan pemahaman.

Sikap tidak mentolelir perbedaan  dan cara2 kasar dalam meraih kekuasaan, ini memang menakutkan bagi kita.  Konflik horizontal yang akan terjadi membahayakan keberagaman di Indonesia.

PKS di Indonesia lebih banyak berdakwah dengan memperlihatkan akhlak para kadernya, namun miskin dengan dakwah fikriyah – goal apa yg sebenarnya ingin mereka capai banyak yg disembunyikan dan ditampik, walau juga gak bisa menampik karena para ulama ikhwanul muslimin dengan jelas mengarang buku2 yg bisa kita baca.  Apakah mereka menggunakan kekuatanterstruktur untuk meraih kekuasaan di suatu negara? Ya, ada upaya terstruktur untuk meraih kekuasaan di suatu negara.  Untuk peraihan kekuasaan ini, modus yang dilakukan hampir mirip dengan Gerakan DI/TIi dan memang ketua majelis syuro PkS merupakan putra tokoh DI/TII KARTOSUWIYO yaitu Danu Muhammad Hasan.

Jika melihat pengalaman Mursi di Mesir, maka sungguh mengerikan jika terjadi di Indonesia bukan? Konflik horizontal menjadi potensi yg tidak terelakkan, lalu siapa yg akan dikorbankan? Tentu saja rakyat indonesia sendiri, rakyat kecil yang berharap hidup adil dan sejahtera serta aman.

Sebagai muslim, kita yakini bahwa Islam rahmatan lil alamin.  Isi al qur’an harus diimplementasikan, dan harus diperjuangkan untuk diimplementasikan.  Tapi berdasarkan fakta dan pengalaman, kita tentu saja harus memilih metode yang paling baik.  Yaitu metode yang tidak dilakukan dengan black campaign, metode yang tidak akan menimbulkan konflik horizontal, metode yang lebih banyak menumbuhkan kesadaran dari rakyatnya bukan metode yang memaksakan kehendak, serta metode yang menhargai keberagaman secara adil.  Metode yang dibangun oleh para Wali termasuk wali songo di Indonesia, sehingga menjadikan hampir 90%  rakyat indonesia ridho dengan Islam.

Jika islam rahmatan lil alamin, maka tentu saja islam bisa dirasakan rahmatnya tidak hanya oleh muslim tetapi oleh semua penduduk bumi tanpa membedakan ras, agama, suku, dan paham politik.

 

 

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s