La tanza – 99 Cahaya Islam di Eropa

Tiga hari berturut-turut RCTI muter film 99 cahaya di langit eropa part 1 dan 2 lalu diakhiri dengan Latanza.

Terus terang aja, saya gak terlalu suka membaca novel2 yang setting-nya di luar negeri. Saya sih mah lebih suka baca novel yang membumi aja dengan setting cerita gak pake Mesir, Jepang, atau Eropa atau negara luar lainnya. Kenapa gak suka? Ya itu…kadang novel2 model beginian hanya menjual DESKRIPSI NEGERI MIMPI atau NEGERI YANG DIIMPIKAN BUAT DIKUNJUNGI.

Ok, setelah nonton film 99 cahaya di langit Eropa buatan putri Amin Rais ternyata… ceritanya bukan novel romatis tetapi lebih mirip cerita detektif mengungkap kebesaran islam di Eropa berdasarkan inspirasi dari temannya Fatma dan motivasi dari Aisyah. Karena saya gak baca novel aslinya, maka saya hanya menikmati cerita dan aktingnya Acha Septiansah. Dan saya harus berkata, akting Acha ini nikmat banget… juga peran Abimana kuat sekali.. Di film-nya sih lebih ke perjuangan suami isteri ini meraih cita-citanya, jalan ceritanya lebih ke unsur DRAMA and mellowwww. Ceritanya pokoknya 80% drama more and hanya sedikit porsi aja untuk menjelaskan bagaimana menemukan jejak islam di eropa. Meskipun [sepertinya, karena saya gak baca novelnya] ada perubahan alur dan titik tekan cerita dari mengungkap jejak ke unsur drama more… menonton film ini tetap saja mengasyikkan. Asyik, karena akting para pemainnya yang membuat tokoh2 yang diperankannya begitu hidup.

Film kedua adalah “Latanza” baru nyaho kalau film ini juga ternyata film drama. Cerita sepasang kekasih yang terobsesi dengan negara Jepang. Sampai 3/4 cerita di film ini sangat menarik disimak dan diikuti. Tapi ending-nya, benar-benar mengecewakan! Endingnya kayak sinetron aja. Padahal ini ending bisa lebih menarik, jika Viona dan Yamada melanjutkan untuk berislam…kemudian menikah….dan bagaimana Yamada bersungguh2 dengan keislamannya melalui bimbingan viona. Semua bisa digambarkan dengan gambaran kilas. Viona tak pernah membuka hadiah dari Hasan, baru beberapa tahun kemudian setelah mempunnyai anak ia membuka hadiah yang diberikan Hasan. Ini lebih dramatis dan gak kacangan…
Akting para pemain di film ini juga kuat dan bisa dinikmati…jadi ya, terobati endingnya dengan akting para pemainnya.

Dan sajian film-nya selesai besök diputer kembali sinetron #CHSI – Catatan Hanna Sebagai Isteri

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s