Kabinet baru, Why ibu Susi? and Now, i have to say “why not”?

Ada saja remah-remah isu yang dikumpulkan kemudian meniupnya sehingga lekat dimana-mana.  Sebelumnya diributkan kenapa gak diumumkan pada hari ke 1 dan 2 pasca dilantik, lalu dihubungkanlah dengan bagi2 kepentingan dan ketidabecusan memimpin, agak konyol tuduhannya, karena waktu yang diberikan untuk pembentukan kabinet maksimal 7 hari, selama belum melewati masa itu maka cara terbaik yang dilakukan rakyat adalah bersabar.

Lalu setalah pelantikan mentri mulailah dicari-cari dari sekitan menteri itu tadi kelemahannya.  Betul, saya pun cukup terkejut ketika sosok Susi masuk sebagai jajaran kabinet.  Why? pertanyaan itu terus berada dibenak saya.  Kalaulah Susi pernah berjasa memberikan tumpangan gratis pada Jokowi (Jokowi juga gunakan Lion selama kampanye), apakah jatah menteri perikanan itu layak diberikan? Lalu mengapa Jokowi pilih Susi bukan bos Lion atau Dee Kartika Relawan JASMINEV yang lulusan S3 atau Rohmin Dahuri kepercayaan ibu Mega atau Dosen di UGM atau IPB atau UNDIP atau bahkan ITB yang selama ini alumninnya menyatakan dengan jelas dukungan terhadap no 2?   Sejuta why saya tanyakan.  Tak mungkin Jokowi JK gegabah tanpa alasan memilih seseorang yang hanya lulusan SMP.  Sisi positif dan heroik ibu susi sering saya baca, seperti maskapai dan relawan pertama yang berhasil mendaratkan serta membantu tsunami Aceh, pengusaha ikan sukses di pangandaran, dan leader perusahaan yang semua pilotnya bule.  Namun ada sisi yang pribadi yang juga sudah terbuka di ruang publik seperti bersuamikan bule, dan orang nyetrik…gaya busananya agak nakal juga gaya hidupnya yang berkisar pada tato, rokok dan beer…gayanya ini seperti layaknya dan umumnya gaya para isteri ekspratiat di Indonesia,

Saya masih terus bertanya WHY? Saya terus mencari informasi WHY SUSI?  Kemengapaan saya itu pun terjawab ketika saya membaca sebuah arsip di media GRENEWS tanggal 3 September 2014 “BERANI HABISI MAFIA PERIKANAN, JOKOWI BAKAL AMANKAN 100T UANG NEGARA” Lalu saya ingat sosok ibu Susi yang tegas, saklek, tak segan-segan untuk turun langsung dan blusukan walau ia direktur, ia memimpin perusahaannya dengan gaya membumi tidak memerintah di atas langit, gaya kepemimpinan inilah yang berhasil menjadikan perusahaannya beromzet triliyunan.  Dan akhirnya saya harus mengakui WHY NOT? WHY NOT memberi kesempatan kepada putri Indonesia untuk menunjukkan kiprahnya lebih luas lagi, secara profesional ibu susi telah menunjukkan keberhasilan memimpin perusahaannya dengan gaya uniknya.  Semoga dengan gayanya juga bisa memberi keuntungan bagi negara ini 100 Triliyun.  Sebagai rakyat yang sudah mempercayakan kepada Jokowi untuk memimpin negeri ini kita hanya bisa mengamati dan mengkritisi serta mencoba memahami keputusan sang presiden.  INI ADALAH SIKAP POSITIF YANG SEHARUSNYA DITUNJUKKAN OLEH SETIAP MASYARAKAT INDONESIA.

MORAL SEPERTI INILAH “SIKAP POSITIF TERHADAP KEPUTUSAN PEMIMPIN” yang menjadikan Indonesia maju di era Soeharto (walau di jaman ini dipaksakan moralnya dengan sebutan moral pancasila),  sebetulnya moral seperti ini “taat pemimpin lahir dan batin” pula yang diminta islam pada rakyat untuk pemimpinnya (namun segelintir muslim tak mau melakukannya dengan alasan Jokowi bukan pemimpin islam tapi pemimpin thougut, namun kalau pemimpin dari golongannya atau partainya atau koalisinya bukan thoigut ??#kebelinger??Padahal 3 orang jalan aja perlu AMIR SYAFAR apalagi NEGARA ya perlu pemimpin), dan sikap ini pula yang ditunjukkan oleh warga malaysia, Thailand, Jepang, bahkan AS pada pemimpin mereka.  KEPERCAYAAN PADA PEMIMPIN DAN MEMPERCAYAI KEPUTUSAN PEMIMPIN.

Ok, mari kita REFLEKSI! Selama SBY, kritikan begitu deras mendera selain ulah para menteri sendiri yang menjadikan kementriannya sebagai ATM partai.  Kritikan sampai ke bully inilah yang membuat SBY sulit bergerak dan ragu memutuskan.  10 tahun masa kepemimpinannya, banyak hal yang menggantung, jika diibaratkan sepeda dan rakyat adalah rantainya…sementara presiden pengemudi sepedanya, si rantai tadi bergejeolak ada yang minta maju ada yang mundur bahkan ada yang morotol tak mau bergabung dirantai itu, apa akibatnya bagi si pengemudi? ya, tak pernah sampai pada tujuan!  Jadi seyogyanya rakyat berhenti berpikir negatif terhadap pemimpinnya dan percayakan pada sang pengemudi.  Bapak Prabowo sendiri sebagai rival didetik akhir pelantikan begitu legowo menjadi bagian dari rantai sepada yang akan ikut bersama sesuai tujuan dari pengemudinya.

Ok, ini harus masyarakat ketahui.  Mengapa isu2 keburukan dalam bentuk apapun akan senantiasa dihembuskan ke arah presiden dan pemerintahannya, oleh siapa dan apa tujuannya?  Tujuan politik kekuasaan —> masih ada yang tidak terima kehilangan kekuasaan, maka dengan segala cara mencari sisi negatif untuk kemudian di”blow up”.  Tujuannya agar rakyat termakan isu dan opini “PRESIDEN TERPILIH GAK KOMPENTEN”, rakyat yang termakan opini akan mudah digiring untuk mensetujui penggulingan atau paling tidak impeachment oleh DPR akan berjalan mulus.  Ciri mereka yang punya tujuan politik kekuasaan akan senantiasa menebarkan isu dan opini yang sepele2 yang berdasarkan logika isu itu tidak relevan hanya berkisar sesuatu yang pribadi yang tidak ada kaitannya dengan kinerja, dari isu kodok, merokok, bahkan hal2 yang terkait anak atau jilbab isterinya atau karena masalah kemeja yang gak pernah dimasukkan ke celana.  Tujuannya apalagi kalau bukan menurunkan kewibawaan sang presiden.  Itu cara yang biasanya dilakukan untuk masyarakat awam.  Masyarakat harus pintar memilah mana ISU PROPOKATIF dan mana informasi yang konstruktif, sudah waktunya kita move on, kalau negara kita hebat dan maju, kita juga yang untungkan??

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s