Die Hard is never die?

Kenal dengan film DIE HARD yang dibuat sequel sampai 5 bukan?
Tapi saya tidak hendak mensinopsis film (seperti lazimnya), tetapi DIE HARDER menjadi fenomena baru pasca pilpres 2014.Die harder disematkan pada para cyber army yang senantiasa memposting berita2 yang kemudian membuat heboh lini media sosial.

Terakhir para cyber army bikin risuh lini sosmed adalah “Penghapusan doa oleh menteri pendidikan kita”. Saya perhatikan diberanda sebagian besar yang posting sumber linknya adalah fimadni.com diposting tanggal 9 Desember 2014 jam 06.05. (lihat: http://news.fimadani.com/read/2014/12/09/anies-baswedan-siapkan-aturan-berdoa-di-sekolah-agar-tak-didominasi-islam/). Makin ricuh lagi ketika abal-abal berita nasional detikislam.com juga memuat berita yang ternyata merefer dari fimadani.com [Saat ini kita sedang menyusun, tatib soal aktivitas ini, bagaimana memulai dan menutup sekolah, termasuk soal doa yang memang menimbulkan masalah. Ini sedang di-review dengan biro hukum,” ujar Anies dalam jumpa pers di kantornya, Gedung Kemendikbud, Jalan Jend Sudirman, seperti dikutip Fimadani”, sumber: http://detikislam.com/berita/nasional/melihat-bercirikan-islam-anies-baswedan-akan-stop-berdoa-islami-di-sekolah/%5D. Dan polemik ini dibungkam dengan pernnyataan secara resmi dari Kemendikbud:

Mendikbud Ingin Siswa Punya Kebiasaan Berdoa Sebelum Mulai Pelajaran

Yogyakarta (09/12) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyampaikan bahwa pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sedang mengkaji beberapa hal rutin yang perlu dibiasakan pada peserta didik seperti membaca buku bersama, menyanyikan lagu-lagu cinta tanah air, berdoa, piket kelas, olah raga dan rutinitas lain yang baik. Hal ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan yang baik untuk anak didik sejak dini.

Dalam hal pembacaan doa, Mendikbud ingin agar kegiatan sekolah memulai hari pelajaran dengan membaca doa dan menutup hari belajar juga dengan doa. “Adapun isi doa sedang kami konsultasikan kepada Kementerian Agama. Kami sedang menunggu tindak lanjut dan rekomendasi dari Kementerian Agama,” kata Anies di Yogyakarta, Selasa (9/12/2014).

Menanggapi ramainya pemberitaan mengenai dirinya yang diberitakan melarang doa di sekolah, Anies Baswedan dengan tegas nyatakan berita tersebut sama sekali tidak benar. Menurutnya, justru Kemdikbud ingin mendorong suasana belajar yang mencerminkan tujuan pendidikan nasional. Yaitu anak-anak yang beriman, bertakwa dan cinta tanah air.

“Tidak benar mau melarang. Ini lagi fokus Kurikulum 2013, kok malah dikatakan menghapus doa di sekolah. Masa saya melarang doa. Ada-ada aja, ” ujar Anies menutup keterangannya. (ASW)
——————————-

Pola seperti ini akan terus digulirkan oleh para DIE HARDER, merusak opini massa sehingga berpikir kita menjadi tidak produktif…alih2 MOVE ON dan Konstruktif, justeru jadinya kontra produktif.
——————————-

Sebagai orang-orang yang tidak punya kepentingan dan ambisi politik (terkecuali kalau anda kader partai tertentu yang ada dibarisan KIH atau KMP, sudahlah itu memang pekerjaan anda melakukan PERANG PEMIKIRAN) apa yang harus dilakukan?
1. Cek and recheck sumber beritanya. Pahami esensinya, jangan hanya headline judulnya. Acapkali kita tertipu dengan headline judulnya.
2. Isu2 yang terkait islam dan muslim, acapkali kita reaktif, ya…itu karena setiap manusia punya gharizah baqo wajar, tapi tetap saja gharizah itu naluri yang bisa dikalahkan dengan akal. Alloh swt mengkaruniakan akal pada manusia, yang membedakan antara manusia dan binantang adalah dari akalnnya, dan yang membuat manusia sama dengan binatang dari sisi gharizah.
3. Tanya diri sendiri. Apa yang sudah diperbuat pada negeri ini? Apa yang sudah diberikan untuk negeri ini? Bandingkan diri kita dengan orang yang sedang bekerja untuk memperbaiki negeri ini. Mana yang lebih baik, kita yang berdiam diri menikmati hasil kerja keras meraka? atau mereka yang bekerja keras untuk kita? Jika gak bisa bantu dengan ikut gotong royong atau berdo’a, kenapa memilih merecoki dan menyalah-nyalahkan?? Berterima kasih dan tidak merecoki pekerjaan mereka itu lebih baik…

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s