02. From Rural to Urban

Tempat dimana saya tumbuh sungguh unik.  Di sebelah utara (kaler) dan Timur sebagian besar penduduknya bekerja di pangkalan TNI AU, karena wilayah ini paling dekat dengan pangkalan Husain Sastranegara.  Di sebelah barat sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pegawai jawatan kereta api (PJKA) dan pemda, karena tanah yang mereka tempati memang tanah milik Jawatan Kereta Api dan PEMDA Bandung.  Di sebelah selatan (Kidul)….ini pemandangan yang saya suka, karena saya bisa memandang dari rumah ke jalan raya menghijau hamparan sawah.  Jarak antara jalan raya dan rumah serasa dekat…

Di sebelah kidul, kami bisa meyaksikan pohon kelapa yg hangus tersambar petir adalah pemandangan yg sering dilihat pasca hujan.

Kami pun…. sering mendapati  tukang bajigur yg tanggungannya jatuh, karena si abang “tiseureuleu” dari pematang sawah.  Lalu kami terpaku manakala si Mamang berusaha menyelamatkan air bajigur yg terlanjur menyatu dg selokan air sawah.  Sejak melihat cara Mamang bajigur meyelamatkan dagangannya, membuat kami selektif dalam minum bajigur.  Jangan2 ini bajigur yg tercampur lumpur sawah, karena si Mamang terpeleset ketika jalan melalui pematang.

Namun, sawah yg membentang mulai terkikis dg hadirnya komplek perumahan.
Masyarakat kidul yg dulu bertani mulai banting stir menjadi pedagang dan menjual tanah pertaniannya. Lalu bagaimana dengan anak-anak para petani yang mulai beranjak remaja? Anak petani yang mengandalkan tanahnya yang luas, kemudian malas bersekolah, karena mereka berpikir…nanti juga akan menjadi petani lagi seperti bapak dan kakek mereka.  Lalu ketika didapati tanah orang tuanya sudah beralih fungsi menjadi perumahan apa yang bisa mereka lakukan???

Kumpulan pemuda-pemuda yang unskill dan uneducated pun marak di wilayah kidul.  Mereka bingung hendak menjadi apa? Sejak kecil terbiasa memagang pacul dan bajak.  Secara masif komplek perumahan melebar dan meluas tak menyisakan lagi lahan pertanian.  Sebagian dari para remaja itu memperdalam skill untuk menjadi buruh bangunan atau sekedar berdagang di pasar.  Namun sebagian lagi terpuruk dalam keputusaan, bergerombol, dan melakukan tindak kriminal.

Wilayah kidul sebuah kampung yang dulu hijau dan rimbun….berubah menjadi perkampungan yang kumuh.  Disinilah hidup para pemuda frustasi yang mengais rejeki dari tindak kriminal.  —- JAJAWAY —- atau JEGER FROM JAJAWAY menjadi sebutan masyhur di kota Bandung.  Sebutan yang disematkan pada para pemuda pelaku tindak kriminal yang berasal dari daerah kidul.

______

Me and my environment

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s