07. Anak ABRI

Ayah saya seorang Anggota TNI AU. Saya bangga jadi anak ABRI.  Mengapa? Ketika kecil kami bermain, seorang teman saya mendorong saya sampai saya kelimpungan terjatuh.  Saya sendiri waktu itu gak tahu apa sebabnya ia nekad begitu.  Dia memang orang baru, biasanya dia tak pernah main di wilayah kami.  Sewaktu dia “lasut” saya mengatakan asyikk giliran abdi euyy.  Tiba2 saja dia mendorong saya dg kasarnya.  Sementara saya bengong dan mencoba berdiri.  Temen2 saya lainnya berkata, “Iyoh, eta bapakna ABRI dinas di Husain!” Serta merta anak itu meminta maaf pada saya dan berlari ke rumahnya.  Rupanya dia ketakutan dg pekerjaan bapak saya. 
Entah kenapa, penduduk disekitar juga segan dan takut sama bapak asaya.  Pernah suatu ketika saya lewat sebuah rumah, anaknya menangis.  Lalu ibunya bilang sama anaknya. “Tos, jempe tong nangis, ke aya Pak Cahya (itu nama bapak saya), bisi dibedil”
Huaaaa…..saya aja gak pernah lihat bapak saya pegang pistol.  Langsung lari ke rumah, lalu menanyakan pada bapak “apakah bapak punya pistol?” “Dimana pistolnya disembunyikan?” Haihhh bapak menjelaskan bahwa pistol hanya digunakan untuk berperang, gak boleh untuk nembak sembarangan, hanya musuh ketika berperang yg boleh ditembak.  Kata bapakku, kalau musuhnya sudah angkat tangan juga gak boleh nembak lagi. Pistolnya ada di pangkalan (sebutan tempat kerja bapak di TNI AU) gak boleh dibawa-bawa ke rumah”

Jadi, teman2 takut dan segan menyakiti saya – karena mereka takut sama bapak saya.  Takut bapak saya menembak mereka….

Aduh…padahal bapak saya seorang engineer yg memperbaiki pesawat2 tempur yg rusak, bukan pasukan.khusus yg bawa2 senjata kemana2.

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s