08. Novel pertamaku

Novel apa yang pertama kali kamu.baca?
Kalau saya pertama kali.baca Novel waktu SMP. 

Waktu SD bacanya komik Djair, karena nenek saya yg buta huruf koleksi komik itu.  Beliau gak bisa baca, tapi kalau komik.jadi bisa cerita.  Karena bisa tahu alur cerita dari rangkaian gambar.  Nah, koleksi nenek komik nenek itu sering saya baca.  Lalu bapak saya suka kopingho, biasanya bapak pinjam ke taman bacaan.  Karena banyak ya saya baca juga.  Karena masih SD banyak hal yg tdk dimengerti dari cerita itu.

Lalu novel??  Pertama kali baca novel ya serial Lima Sekawan dilanjutkan dengan cerita trio detektif…selanjutnya ragam cerita karya Enid Byton saya baca.

Kelas 3 SMP.belajar sastra dan guru menugaskan meresensi sebuah karya sastra, maka saya meresensi salah asuhan.  Susah banget bacanya karena banyak bahasa melayu lama.  Tapi akhirnya berhasil selesai dibaca.  Setelah baca Salah Asuhan saya pun tergila2 membaca Novel2 karya sastrawan 1940-an sampai 1970-an.  Pokoknya Sutan Takdir, Armin Pane,… Matinggo Busye…NH Dini..
Semua yg judul2nya ada di buku sastra bahasa indonesia berusaha saya cari dan baca. 

Nah SMA itu surga banget, perpustakaan di SMAN 9 enak banget.  Saya termasuk pengunjung setia perpustakaan, setiap minggu ada saja buku yg saya pinjam di sini. Dan sepertinya gak banyak yg tahu kalau perpustakaan SMAN 9 ini mengkoleksi novel karya Marga T dan Mira W. 
— 80% koleksi buku diperpustakaan saya baca saat iatirahat dan sisanya yg dipinjam ke rumah—-

Saking seringnya ke perpustakaan, guru yg bertugas diperpustakaan hapal sama saya sampai sekarang— Di kelas 2,  ketika diminta buat pidato argumentasi maka saya meriview kunjungan para siswa SMAN 9 ke perpustakaan yg disandingkan dg jumlah koleksi buku di perpustakaan, waktu itu modal media saya grafik kunjungan ke perpustakaan dan tema yg diambil minat baca anak SMAN 9.  Wehhh kabarnya saya dapat nilai sempurna dari guru bahasa indonesia saya untuk urusan ini.

—–
Setelah koleksi perpustakaan habis dilahap, Maka saya menjadi member taman bacaan.. Juga anggota perpustakaan daerah di bilangan asia afrika maka berbagai…novel Marga T, Mira W dan para penulis yg tak terkenal pun saya lahap semua…sampai autobiografi atau hikayat saya baca. Pada fase ini saya pun mulai berkenalan dg Agatha Chirsty…

Semangat baca NOVEL berhenti saat saya kuliah di IPB.  Tuntutan akademik membuat saya lebih rajin baca textbook berbahasa inggris yg menunjang mata kuliah, novel terlupakan.  Bahkan sebuah barang mewah bagi saya.  Karena apa? Tak seperti Bandung, yg punya perpustaan daerah dan gramedia yg bisa numpang baca gratis, bogor 1990-an tak saya temukan tempat membaca buku murah, kecuali LSI IPB yg isinya penuh text book dan jurnal ilmiah. 
Jadi ya…..terima..
Sydney Seldon mulai saya kenal.ketika di rumah kos ada kakak kelas dari Aceh yg cukup kaya sehingga bisa mengalokasikan kiriman ortunya untuk beli novel.  Setelah dia selesai baca, daftar pinjam begitu banyak..dan ..biasanya saya bisa baca kalau memotong antrian merayu agar saya bisa selesai satu malam dari jam 9 malam kelar jam 7 pagi. Walhasil saya begadang buat baca itu novel.  Dan tak mungkin tiap malam saya kayak gitu, saya alokasikan seminggu sekali saja buat begadang baca novel.

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s