#15. Anak ABRI Part II

Masih inget tabun 1991, masuk Fakultas Pertanian.  Ternyata kena lagi deh OSPEK Fakultas.  OSPEK di IPB sih gak serem-serem amat.  Gak ada fisik.  Soalnya anak Pertanian nantinya kan cuma nyangkul di sawah pake pacul.  Seingat saya yang rada eksrim itu kita disuruh merem, terus panitia yang katanya Tatib teriak2 gak jelas gitu.   — karena ini bagian tidak berkesan, begitu saja lupa dan gak tahu mereka pun mengucapkan apa.  Selanjutnya OSPEK-nya ya mendengarkan ceramah dari para dosen, dan diskusi tentang berbagai masalah mulai dari pedesaan, pertanian, dan politik juga.

Ketika diskusi, saya mah berasa banget anak kota yang gak tahu apa2.  Masa kecil saya memang penuh dengan lahan pertanian, tapi menginjak SMP semuanya sudah berubah menjadi perumahan elite menghabiskan sawah tempat kami bermain dan mata air yang jernih tempat kami mencari impun.  Jadi saya ‘cengo’ di diskusi.

Saya pun makin ‘cengo’ ketika topik DISKUSI TENTANG PERAN MASYARAKAT SIPIL DALAM PEMERINTAHAN.  Topik ini tentang politik, beneran waktu itu sama cuma ‘cengo’ saat beberapa teman sekelompok begitu berapi2nya mengkritik ABRI dalam tantanan pemerintahan.

Hello, bapak saya ABRI.  Bapak saya juga bagian dari pemerintahan karena dia menjadi ketua RW dan sangat disegani di wilayah kami.  Sebelum bapak saya menjadi RW di kampung ini, kampung ini terkenal dengan tingkat kriminalitas yang tinggi.  Tapi setelah Bapak saya yang seorang ABRI menjadi ketua RW, maka Bapak berkoordinasi dengan berbagai aparat seperti polisi dan babinsa.  Setahun memimpin wilayah menjadi aman, banyak para preman yang bisa dirangkul oleh Bapak saya.  Masyarakat sekitar pun merasakan bagaimana kepemimpinan Bapak saya, hingga akhirnya Bapak terus menerus terpilih menjadi ketua RW.  Kampung yang menakutkan menjadi lebih humanis dan hijau.  Belum lagi pembangunan sarana dan prasarana yang bisa mengerahkan ABRI bersama para preman membangun jalan kampung.   Jadi, saya hidup di lingkungan ABRI dan ABRI bukan ancaman bagi warga sipil.

Walhasil saya cuma sibuk memperhatikan pendapat rekan2 satu kelompok yang menginginkan sipilisasi pemerintahan.  Memahami argumen yang mereka kemukakan, dan saya gagal paham “Mengapa mereka membenci ABRI dan sangat menginginkan kekuasaan dilakukan oleh sipil?”

___

Dan keinginan kawan2 saya itu, juga kakak kelas yang memandu diskusi tercapai sudah lewat REFORMASI.  ABRI benar2 dimandulkan secara politik.  Bapak saya pun dilengserkan dari ketua RW dengan dalih pemilu langsung dan bagian dari ORBA.  Kini sudah 17 tahun hidup dalam bingkai sipilisasi yang diinginkan, lalu bagaimana nasib kampung saya di tangan rakyat sipil?

___

Saya tidak tinggal lagi di kampung ini dan kedua orang tua saya sudah meninggal.  Namun, masih ada rumah orang tua yang diproses untuk dijual.  Ketika saya mampir ke kampung ini, apa kata mereka? Ah, Neng ayeuna mah teubih pisan sareng jaman bapak baheula.  Hampir teu aya pembangunan.  Padahal jaman Bapak kapungkur mah tiasa ngabangun kantor RW masyarakat guyub gotong royong, eta jalan oge masih awet teu barolong Bapak Eneng nu ngabangunna, teras eta oge pasaran kokoh ya? awet sareng kaanggo dugi ka ayeuna kaanggo. Kumuh ya Neng ayeuna mah, hese bade ngabangun oge, da narareda wae mun teu aya artosna moal jalan. Pokokna mah Neng teubih lah sareng jaman pun bapak mah.

___

Cuma bisa mengulum senyum, dan berpikir.  Di dunia ini hanya ada dua komponen yang bagus dalam kaderisasi, kuat, dan punya loyalitas absolut pada pemimpin   yaitu:  ABRI dan Kelompok Dakwah Islam/Harokah Islam Transinternasional.   

___

Dan saya beruntung karena saya dibesarkan oleh Bapak seorang ABRI.

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s