18. Is it fair?

Kaki terpaku kaku ...

Hotel ini menyediakan mushola yang sangat representatif.  Letaknya di lantai 2, tidak seperti hotel lainnya yang meletakkan mushola di lantai paling dasar bersatu dengan gudang, bau dapur dan sampah kadang bercampur ketika kita sholat di mushola seperti itu, dan itu terjadi pada kebanyakan hotel di Indonesia.  Di Hotel ini tidak, muslim mendapatkan tempat untuk beribadah.  Tempat yang sangat layak dan hommy.  Kita sebagai muslim harus bersyukur, hotel ini menyediakan tempat ibadah dengan apik dan sangat layak.

Bibir terkatup bisu…

Diantara deretan ruang rapat yang disewa, setiap hari ahad kami menyaksikan jamaah sebuah gereja menyewa dua ruang rapat untuk beribadah.   Sungguh apa yang kami saksikan ini boleh jadi terjadi pada kaum muslimin di Hongkong, Korea, Jepang, dan berbagai wilayah non muslim…setiap jum’at ketika akan sholat jum’at.

Apa yang terjadi jika sebuah negara antah berantah yang sebagian besar non muslim kemudian mengijinkan mendirikan mesjid? Tentu saja akan sangat bahagia kaum muslimin dan berterima kasih bukan?

Lalu kenapa kita tidak memberikan kesempatan kepada warga negara indonesia yang memiliki keyakinan berbeda di negara ini untuk mendirikan rumah ibadah, sehingga mereka mempunyai tempat yang lebih layak dan khusu?

Entahlah! Islam seharusnya lebih agung dari Pancasila.

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s