21. Learn from what i see #random

Sebetulnya jenuh melihat polemik politik yang ada.  Tapi terpaksa harus nulis biar yg awam jadi paham secara hakekat. Bukan berarti saya pintar, tidak ya.  Tapi paling tidak sejak 1993 saya sudah dibiasakan untuk melek politik. Saat aktifitas politik bagi warga kampus terbungkam dg adanya normalisasi kampus.  Tapi bukan berarti gerakan2 undercover berhenti di kampus.  Pemilihan BEM di kampus pun adalah bagian dari rekayasa politik loh….(dan sepertinya sekarang makin terang2an geraknya tak malu lagi menampilkan di belakang mereka siapa misalnya tdk bersembunyi lagi bahwa KAMMI adalah kepanjangan dari PKS di kampus).

Ok, kita bahas deh tentang JOKOWI.  Jujur pemilu kamari saya tdk golput dg alasan:
1. Saya bukan anggota gerakan tertentu.  Saya hanya WNI biasa.
2. Perjalanan/safar 3 org aja wajib pilih amir safar apalagi 250 juta rakyat indonesia kudu ada yg mimpin.
3. Tersedia dua pilihan. Kedua sama2 menawarkan sistem yang sama yaitu KAPITALISME LIBERALISME  dengan pendekatan berbeda.  Istilahnya mah sama2 menuju AMERIKA namun jalannya berbeda2. Ada yg muter dulu dan ada yg to the point.
4. Sebelum milih saya cari2 info dulu. Berbalas tweet dg pengelola akun langsung (walau saya juga tahu pengendali akun para capres adalah timses tersendiri).
5. Jujur aja saya pilih no 2 dg alasan utama partai lebih ramping. Walau dari awal, bahkan sejak pilpres 2009 saya ngefans dg Prabowo.  saya lebih sering tanya2 dg Gerindra, bahkan saya pilih gerindra karena ingin partai ini tembus 20% shg bisa mandiri mengusung Prabowo. Tapi akhirnya harus kecewa ketika koalisi bersama banyak partai, terlebih ada partai yg reputasinya di lini media sosial dan juga secara sosial, tak bisa dibayangkan jika mereka memimpin maka akan menjadi2 kesombongannya.  Jangankan menerima multicultural indonesia, mereka ini acapkali menghasut perbedaan mahzab dan fikroh gerakan sesama islam.  Atas nama islam, al quran, dan hadits mereka berdalih bahwa mereka paling benar dan islami…. Non Cooperation tetapi pandai memanfaatkan kesempatan…dari sejak gerakan di kampus gayanya seperti itu.
6. What ever…akhirnya pertarungan dimennagkan oleh no 2. Maka seharusnya tdk ada lagi 1 atau 2 yg ada adalah 3 yaitu persatuan indonesia.

Lalu kondisinya sekarang “makro ekonomi” gak stabil. Makin terlihat misi liberalisasi. Kecewa?
Ah, tidak! Karena itu bukan resiko atas terpilihnya Jokowi tetapi resiko atas diterapkannya sistem KAPITALISME LIBERALISME.

Justeru saya mempertanyakan mereka yg menggoyang sampai menggunakan aksi mahasiswa dan juga marak dakwahnya di lini media sosial. Apa tujuannya? Jelas tujuannya menggoyang kedudukan presiden.

Apakah kalau presiden berhasil dimakzulkan situasi ekonomi negara ini akan lebih baik???? #mikir!!!

Tidak juga bukan?? Kenapa? Selama kita bersandar pada fluktuasi $ selama itu juga kita harus menyiapkan kondisi ekonomi “up and down” ini situasi biasa dalam sistem ekonomi kapitalisme liberalisme.  Kok gitu? Ya, memang begitu.  Begitu2 juga sistem ekonomi ini menawarkan juga kesejahteraan, lihat saja AS dan Eropa juga Jepang, Singapore, dan sekarang China…mereka melandaskan ekonomi dan sistem kenegaraannya berdasarkan ekonomi ini dan mereka maju.  Dan PDIP berserta Jokowi dan partai pendukung di pemerintahan, saat ini sedang melekangkan sistem ini menggunakan jalan tol dan pesawat terbang. Partai oposisi mungkin memilih jalan biasa dan jalan laut yg lama. Kita bisa jadi terkaget2  karena terlalu cepat sampai, tapi sistem ini mereka pilih untuk menyejahterakan rakyat juga kok!!

Walaupun pemakzulan presiden itu diserukan partai islam berjangut, tidak juga mereka akan menerapkan islam kan? #mikir!!

Tidak akan mereka berani mengalihkan standar ekonomi dari $ ke dinar/dirham ya kan?#mikir!!

Jadi perjuangan menghina2 presiden itu untuk apa toh? Kalau kader2 partai yg melakukan saya masih maklum. Itu instruksi amir partai dan mereka punya tujuan buat meraih kembali kekuasaan dan aliran dana ke partai.

Tapi kita masyarakat awam apa untungnya ikut2an menghina2 presiden? Lebih baik percaya pd presiden terpilih, koreksi dg baik jika salah kebijakan,…..

Ok, jika berharap ridho alloh..dgn memberikan alternatif sistem selain kapitalisme liberalisme yg dianut 90% negara di dunia, silahkan buat kami yakin bahwa sistem tersebut bisa diterapkan di indonesia…..pengaruhi pikiran rakyat indonesia dg bijaksana. Bukan dgn cara membabi buta mencaci maki person2 tertentu.

Jalan damai dan tanpa revolusi fisik sudah dicontohkan mushab bin umair.  Mushab berhasil meruntuhkan ego tokoh dan masyarakat madinah sehingga ridho atas islam dan kepemimpinan nabi saw.  Dakwah yg dilakukan para wali songo di tanah jawa juga serupa.  Seluruh jawa tanpa pertumpahan darah sedikit pun mengakui kekhilafahan turki, menjadi bagian dari wilayah islam.  Dan keraton solo serta djogja menjadi saksi sejarah jalan islam yang damai di tanah jawa.  Bahkan di nusantara.

So…..? So, mari #mikir.

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s