Ketika materialisme mengalahkan kejujuran

Minggu ini minggu yang cukup melelahkan….
Si Bungsu memasuki SMP…

Ketika pengumuman nilai kelulusan dan US, rerata di sekolah anak saya 25x. Se-kota Bogor ada di peringkat 17, dengan jumlah SD di Bogor sekitar 100. SDN tempat anak saya termasuk SD Favorit untuk wilayah Kecamatan Tanah Sareal.

Sebagai SDN favorit, input rerata IQ 120-130, dan memasuki kelas 6 Kultur drilling pun dibentuk, anak2 di SD ini sudah biasa membawa pulang PR 100 soal. Saya mengumpulkan berkas2 anak saya selama kelas 6 untuk soal-soal harian, dan jumlahnya sama dengan 1,5 rim. Ini tentu saja belum termasuk buku kumpulan soal IPA, Matematika, dan B. Indonesia hasil pengumpulan para guru dan juga tiga buku terbitan penerbit. Jadi bisa dibayangkan bahwa guru dan anak-anak sekolah ini bekerja begitu keras untuk mendapatkan nilai US yang baik.

Sistem pengumuman ONLINE yang diberlakukan secara transfaran oleh Kota Bogor membuat kita bisa menyaksikan fluktuasi nilai setiap calon peserta didik yang mendaftar secara reguler ke SMPN di Kota Bogor. Agak mengejutkan bagi kami, ketika menyaksikan ada sekolah dasar dengan nilai US 27x-28x. Sementara di sekolah anak saya, mereka yang mendapatkan nilai 27-28x bisa dihitung dengan jari tidak lebih dari 10 orang, begitu juga yang mendapatkan nilai 27. Mereka yang mendapatkan nilai 27x-28x berdiri sebagai the best of student, adapun rerata anak normal berada dikisaran 25-26. Dari sudut ilmu statistika tampak sekolah tempat anak saya berada di kurva normal. Namun, di sekolah ini terlihat data aneh, terutama peserta didik yang mendaftar di SMPN 16 Kota Bogor dan SMPN 12 Kota Bogor.

  1. SMPN 16 Kota Bogor – dari 25 besar, 80% berasal dari SDN ini dengan jumlah US 27x-28x.
  2. SMPN 12 Kota Bogor – dari 25 besar, 60% berasal dari SDN ini dengan jumlah US 27x-28x.
  3. Saya coba telusuri berapa NEM terendah di SD ini dari dua sekolah tersebut, hasilnya adalah 26.


Jadi??? — semua siswa di sekolah ini menunjukkan data mencong kanan? Tentu saja aneh bin ajaib. Sebuah SD yang keberadaanya pun sayup2 terdengar memiliki prestasi UN yang fantastis. Rerata 27x [??]. Artinya mereka cuma salah 0-4 soal US??? Jika sekaliber sekolah favorite menghasilkan anak dengan rerata nilai US 27x saya maklum, namun jika sekolah pinggiran dengan input ala kadarnya menghasilkan nilai US rerata 27x saya penasaran, SEHEBAT APA GURU DISANA MENGAJARKAN SISWANYA???

*Apakah ini indikasi kecurangan?? Tim yang harus melakukan verifikasi ini, saya sih cuma membaca keumuman data dengan fakta yang ada.

Jika memang terjadi kecurangan sistemik, sungguh dunia pendidikan malu.   Di sisi lain ada ketidakadilan, para peserta didik yang jujur tersingkir oleh mereka yang melakukan manipulasi sistemik.

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s