Yang tak dirindukan ……??? #POLIGAMI

ini kali keberapa ya bicara poligami di blog ini? Topik ini menghangat kembali berkat film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN, jumlah penontonnya sudah mencapai 1 juta orang.  Namun, tulisan ini bukan hendak membahas kualitas atau mutu filmnya, tapi isu poligami.

Dari sebuah status yang diposting di FANPAGE ASMA NADIA selalu saja ada komentar umumnya para lelaki adalah “POLIGAMI SUNNAH RASULULLAH SAW”

Sepertinya sudah saatnya kita  #STOPmengatakanPOLIGAMIsunnahRasul  mengapa? Point-point dibawah ini menjadi alasannya:

  1. POLIGAMI BUKAN SUNNAH RASUL.  Jika sunnah diartikan sebagai perbuatan rasulullah, maka POLIGAMI ALA Rasul saw haram dilakukan umatnya. Mengapa? Karena perbuatan poligami Rasul saw khas untuk Rasul tidak untuk diikuti umatnya. Ketika ayat pembatasan jumlah isteri turun (QS AN NISA), maka ayat itu hanya berlaku bagi umat islam tidak bagi Rasulullah.  Para sahabat dan umat islam ketika turun ayat itu menceraikan isteri2 mereka sehingga jumlahnya menjadi 4 saja.  Adapun Rasul saw isterinya tetap 9, tidak mengikuti ayat tersebut.  Ini artinya perbuatan POLIGAMI Rasulullah saw adalah perbuatan KHAS hanya berlaku bagi Rasul saw tidak untuk diikuti umatnya.  Jadi SUNNAH dari mana? [dari Hongkong???]
  2. POLIGAMI HUKUMNYA BUKAN SUNAH.  Lalu sebagian lagi ada yang mengatakan hukum poligami itu sunah.  Sunah artinya jika dikerjakan mendapat pahala.  Ini darimana dasarnya???  Saya coba ulas dari kitab yang pernah saya pelajari.  [nama kitabnya NijamulIjtimai’ karya Syekh Taqiyuddin An Nabhani, saya bahasakan dengan bahasa bebas dan renyah, kalau mau jelas silahkan baca kitabnya saja].   Poligami berdasarkan QS. Annisa ayatnya sbb:

فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا

Fankihuu — Fiil Amr [Kata Kerja Perintah].  Dalam usul fiqh, kata suatu kata kerja perintah/fiil amr bisa bermakna  WAJIB, SUNNAH, tapi diayat ini justeru tidak bermakna Wajib atau Sunnah.  Mengapa?

  1. Fill Amr – jatuh menjadi wajib, jika perintah itu diiringi pahala ketika mengerjakan, dan sanksi ketika meninggalkan.  [Pernah denger gak Alloh swt memberikan siksa bagi orang yang tidak melakukan poligami??? tentu tidak bukan? jadi jatuhnya hukum poligami bukanlah WAJIB].
  2. Fiil Amr – jatuh menjadi sunah, jika perintah itu diiringi pahala ketika mengerjakan, dan tidak disaksi jika tidak mengerjakannya.  [Pernah denger Alloh swt memberikan lipatan pahala berlimpah bagi para pelaku poligami??? terus terang saya belum ketemu ayat seperti ini.  Jika ada ayat2 yang menjelaskan Alloh swt memberi pahala bagi para pelaku poligami, bolehlah diklaim POLIGAMI SUNAH.  Tapi jika tak ada…..hemmm berarti mengada-ada aja!].
  3. Pada ayat poligami ini justeru Fankihuuu…..[fiil amr] diikuti oleh warning “fain khiftum” ……] dan ketika warning itu tidak diperhatikan maka ancaman siksapun mendera.  Qatadah meriwayatkan dari An-Nadr bin Anas dari Basyir bin Nuhaik dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,
    من كانت له امرأتان فلن يعدل بينهما جاء يوم القيا مة وشقه ما ئل
    “Barangsiapa mempunyai dua istri, dan tidak berbuat adil terhadap keduanya, pada hari kiamat kelak, orang tersebut akan datang dalam keadaan bahunya miring sebelah”  —-> berdasarkan Fiil amr tapi disertai Warning, dan sanksi yang akan diberikan Alloh swt bagi orang2 yang tidak mengindahkan warning-Nya, maka tampak hukum poligami itu hanya MUBAH saja BUKAN sunah apalagi wajib.  
    Seorang muslim ada baiknya mempunyai aulawiyat yaitu senantiasa mendahulukan yang wajib ketimbang yang sunnah, mendahulukan yang sunnah ketimbang yang mubah.  Jadi yang wajib aja banyak yang belum tertunaikan dengan baik, yang sunah aja masih banyak ditinggalkan, kok ya mau mengejar yang mubah??? 

Demikianlah penjelasannya — jadi mari kita mulai STOP KAMPANYE POLIGAMI SUNNAH RASUL atau POLIGAMI SUNAH!  Hanya karena ingin melagalkan hawa nafsu kita, kita rela memutar hukum mubah menjadi sunah?? #Kacida.

Namun karena ini mubah, ya bagi lelaki poligami baik karena hawa nafsu maupun karena memang uzur syari’ [ingin punya anak, isteri sakit, dll] bukanlah sebuah AIB [karena hukum poligami tidak haram].

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s