Dollar, Why hegemony US?

Pelajaran ekonomi itu….
Baru bener2 saya dapatkan saat kuliah, waktu SMA isi pelajaran ekonomi di kelas I SMA cuma kooperasi yang dibahas, kelas berikutnya masuk IPA and BYE EKONOMI.  Ehhhh di PTN ketemu matakuliah Ekonomi banyak lagi,  Matakuliah yang saya hindari karena gak pernah ngerti, tapi sialnya selalu ketemu, tingkat I ketemu ekonomi makro-mikro berikat responsi dari kakak kelas yang ngejelimet gak ngerti, walhasil dapat si UDANG BUNGKUK aja harus sujud syukur untuk mata kuliah ini. Dan saya pun ogah masuk jurusan semacam SOSEK (Sosial Ekonomi), tapi dasar sial masuk fakultas pertanian pun harus berhadapan dengan EKONOMI PERTANIAN, yahhh akhirnya kudu kerja keras lagi memahami, dan dengan susah payah dapat B. Suka heran sama orang yang gampang banget pahamnya, saya harus jungkir balik memahaminya. Eh dikirain selamat dari ekonomi karena ambil jurusan GIZI, tahunya harus ketemu lagi sama EKONOMI GIZI – Ekonomi keluarga. Duh…..untung akhirnya bisa dapat A. And….itu semua sistem ekonomi yang dipelajarinya FULL TEORI KAPITALIS. Yg paling diinget ke sektor keluarga, adalah bagaimana Ngerencanain usaha dengan fluktuasi suku bunga! Kadang pengen banget abai dengan segala teori dan aplikasi EKONOMI KAPITALIS ini, tapi bagaimana mau abai, kalau tahun kemarin harga GEHU masih 250 satu buah kini 2.000 dapat 3, bahkan depan kampus itu udah 2.500 dari 500 perak! Kok bisa? Ya bisalah tahun kemarin dollar 10.000 kini 13.500. Kok, gantungin sama dollar. Ya, itu faktanya. Parahnya lagi nilai tukar dollar terhadap rupiah itu sangat dipengaruhi banget kebijakan ekonomi US. Loh, kok bisa? Itu yang gak aye ngarti juga. Tapi ekplanasi di detik.com ini cukup bantu mahaminya.

Summer detik.com “Ekonomi di Gantung The Fed”

photo

The Fed adalah sebutan Federal Reserve, sebuah bank sentral AS.  Apa hubungan the fed dengan naik turn rupiah terhadap dollar? analogy keluarga paman sam dan paman rupiah.

Keluarga paman sam: “Kaya raya banget deh”, bank/pemilik modal demen minjamin karena jelas dia kaya dan bisa ngembaliin pinjaman.  Tarun 2008 dia sakit, dia hanya mau minjam ke bank/pemilik modal yang kasih bunga kecil saja.  Bank/pemilik modal ragu minjamin, nanti gak bisa balikin dia kan lagi sakit.  Celakanya tetangga kaya lainnya juga sakit.

Keluarga pak rupiah: “ini gak sekaya keluarga pak sam, boleh dibilang katagori miskin deh”  Bank/pemilik modal gak percaya kalau ngasih utangan. Tapi Pak Rupiah gak hilang akal ‘siapa yang mau pinjamin dia utang, dikasih suku bunga dan keuntungannya tinggi’.  Karena Pak Sam lagi sakit, maka sejak 2009 bank/pemilik modal nyoba peruntungan minjamin ke pak rupiah.  Pak Rupiah jadi rebutan para bank/pemilik modal yang mencoba peruntungannya, maka nilai rupiah pun naik.

TOKO EMAS: Nilai emas gak bisa dihapus, maka bank/pemilik modal yang cemas kesehatan pak Sam ramai2 nyimpan emas sejak 2008.  Harga emas pun naik.

Di RUMAH SAKIT: Kesehatan Pak Sam membaik sejak 2012,  walau belum bisa kasih bunga tinggi kalau minjamin ke dia, tapi bank/pemilik modal melihatnya sehat dan tak ada kecemasan.  Mereka mulai minjami lagi pak Sam dan meninggalkan pak rupiah dan toko emas, maka nilai rupiah pun melemah.

BUNGA TINGGI:  Lalu pak Sam berniat menaikkan suku bunga jika semakin sehat.  Bank/pemilik modal makin semangat minjami pak Sam dong, dan tentu saja makin meninggalkan Pak Rupiah.  Akibatnya RUPIAH RONTOK!!!

______

Jadi bagaimana sebaiknya pak rupiah, menurut kamu???

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s