Argumentasi kuat/lemah atau Provokasi, mari bedakan!

Disertasi saya terkait argumentasi yg mengambil bahasan Toulmin Pattern.  Saya tertarik mengambilnya karena ada seorang ulama menasehati bahwa HUJJAH YG KUAT diperlukan untuk mencerdaskan umat pada islam.

Toulmin memberikan sebuah pola bagaimana suatu hujjah bisa jadi kuat.  Menurut Toulmin pertama bahwa hujjah tersebut didasarkan pada data atau fakta, kedua ditunjang oleh penjamin berupa pendukung2 atau referensi atau hukum2 yg menjamin penarikan dari data ke klaim.  Klaim sendiri adalah opini yg ditebar di tengah umat. 

Opini yg dilandasi oleh data didukung oleh referensi yg valid akan menjadi sebuah argumentasi kuat
Opini yg tidak dilandasi data atau tidak memiliki referensi yg valid akan jatuh pada provokasi.
Opini yg dilandasi data dari tapi dari redferensi yg tdk valid akan menjadi argumen yg lemah.

Lihatlah 9 klaim di bawah, klaim yg banyak terlontar dari opini massa. Mari kita bedakan mana argumen lemah, argumrn kuat serta mana provokasi!

1) Syiah membahayakan Indonesia
2) Asap yg terjadi di Riau tanggung jawab pemerintah pusat.
3) Indonesia siaga bencana
4) Kemampuan high order thinking anak Indonesia mengkhawatirkan
5) sebagian besar Partai di Indonesia berorientasi kekuasaan.
6) partai dakwah ikut terjerat pusaran korupsi.
7) Biaya politik di Indonesia mahal
8) bogor kota sejuta angkot
9) monorel bukanlah solusi mengatasi macet di jakarta

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s