Riza = Mark, Are You Kiding? #Tanggapan

Saya dapat postingan viral di grup tentang Mark yang disamakan dengan Riza, yaitu sama-sama cacing pita.  Saya mikir yg nulis maksudnya mau mengajak kita memaklumi apa yang dilakukan oleh RIZA CHALID gitu?

Kita bahas satu-satu agar clear ya!

Berikut ini BROADCAST tentang hal tersebut:

Copas dr FB nya Made Supriatma (S)uck-erberg; Kemarin banyak posting kalau pendiri Facebook akan memberikan 99% sahamnya untuk ‘charity.‘ Pernyataan Mark Zuckerberg itu langsung disambut dengan haru biru. Banyak yang ternganga. Bayangkan $45 milyar akan diberikan ke lembaga sosial! Ini kurang sedikit dari setengah penerimaan pajak Indonesia! Bayangkan duit sebanyak itu. Tapi, tunggu dulu. Saya mohon maaf kepada Sodara yang sudah terlanjur terharu. Apa yang akan Sodara lihat mungkin jauh dari mengharukan . Nah, saham-saham itu akan diberikan ke lembaga yang namanya Chan Zuckerberg Initiative LLC. Ini adalah sebuah lembaga yang dimiliki keluarga Mark. Jadi nanti lembaga ini yang akan mengontrolnya saham Facebook. Terus siapa yang mengontrol Chan Zuckerberg Initiative LLC? Ya si Zuckerberg sendiri bersama bini dan anaknya (kalo sudah besar). Apa artinya ini? Ini adalah sebuah transfer kepemilikan tanpa membayar pajak ‘capital gain.’ Nanti anaknya si Mark ini pun akan mewarisi lembaga ini tanpa harus membayar pajak warisan, yang di Amerika ini besarnya sampai 45% dari nilai warisan itu. Yang kedua, Chan Zuckerberg Initiative LLC ini dibentuk sebagai LLC atau Limited Liability Company bukan ‘charitable trust’. Dengan demikian CZI ini bisa melakukan investasi seperti halnya lembaga investasi swasta. Meskipun, dia tidak untuk mencari untung (non-profit). Dengan distrukturkan demikian, si Zuckerberg ini akan mendapat manfaat dari sistem perpajakan Amerika. Pada tahun pertama dia akan menyalurkan $ 1 milyar ke CZI yang dia bentuk. Dia berhak mendapat potongan pajak sepertiga dari jumlah yang dia berikan. Dalam hitungan kasar tulisan dibawah ini, dia akan dapat keringanan pajak sebesar sekitar $333 juta; jumlah yang mungkin lebih besar kalau dia dapat ‘tax deductible’ atau pengurangan pajak karena memberikan sumbangan kepada lembaga karitas yang bekerja untuk kepentingan umum. Nah, pinternya lagi, saham Facebook ini tidak akan diberikan sekaligus tetapi sedikit demi sedikit. Jadi, misalnya, $1 milyar per tahun … entahlah. Jadi saban tahun, ada duit pajak yang dikembalikan. Dan, untuk orang seperti saya yang makan McDonald dua kali sehari, duit itu jumlahnya sangat, sangat, sangat fantastis! Cerdas? Untuk mengerti semua ini, tentu Sodara harus paham hukum perpajakan Amerika. Saya setuju dengan satu kutipan tulisan ini, “”when we pay people like Zuckerberg to fund their own foundations, we are really helping the rich and coddled few even as we thank and honor them for their charity.” Intinya, orang kaya itu ndak bego-bego amat naruh duitnya. Sementara kekayaan pribadi tambah menumpuk, kemudian akan dikenal dan dikenang orang sebagai pahlawan yang murah hati. Bahkan dari sana pun akan lahir pengaruh (baca: kekuasaan) untuk mendapatkan apa yang dia maui dan menentukan apa yang dia pikir baik. Ini pun sesungguhnya tidak berbeda jauh derajatnya dengan Riza Chalid, yang menghanguskan Rp 500 milyar untuk kampanye presidennya Prabowo yang gagal itu. Orang mungkin pikir Riza Chalid gila membuang uang sedemikian banyak. Tapi orang tidak sadar, Rp 500 milyar itu membuat dia tetap mengambang dalam perut kekuasaan — dan menjadi cacing pita yang sangat kuat disana. Kita sudah melihat bagaimana dia mengolah kekalahan itu dan tetap bisa main proyek bukan? Hanya saja, Riza Chalid tetap tampak sebagai cacing pita dan (S)uck-erberg tercitra sebagai malaikat. Sekali lagi, sesungguhnya keduanya sama saja: Cacing Pita!

Saya berikan tanggapan secara holistik terhadap postingan tersebut:

1.Sumber uang Mark dan Riza berbeda!

Apa yang dilakukan Mark juga dilakukan oleh Pak Habibie, 46 paten yang dimilikinya digunakan untuk mendanai Habibie Center.  Uang yang didapatkan Mark – Halal begitu juga yang didapatkan Habibie.  Tidak ada pelanggaran hukum dalam mendapatkan keuntungan-keuntungan tersebut.

Adapun uang yang didapatkan oleh Riza adalah uang HARAM.  Mengapa haram? karena uang itu didapatkan sebagai DP (downpayment/Uang Muka) untuk SEBUAH JANJI MEMBERIKAN KEUNTUNGAN MASA DEPAN.  Ini katagorinya masuk ke SUAP atau RISWAH dan itu HARAM.

2.Pemanfaatan uang Riza dan Mark berbeda

Mark, Habibie, dan Riza sama-sama memanfaatkan KEUNTUNGAN SISTEM KAPITALIS. Namun Mark dan Habibie memanfaatnya dengan elegan, santun, dan bermoral yaitu melalui CHARITY untuk UMAT MANUSIA. Sedangkan Riza memanfaatkan peluang sistem kapitalis untuk keuntungan kelompoknya, untuk nego masa depan yang bisa membahayakan umat dan bangsa Indonesia.

Kita juga sama memanfaatkan sistem kapitalis loh! Saya sebagai PNS, memanfaatkan sistem ini  melalui jaminan pensiun dan kesehatan.  Setiap bulan ada pemotongan untuk jaminan pensiun dan kesehatan, maka kalau sakit saya diperingan biayanya, masa tua ketika sudah tak bisa kerja tiap bulan saya masih dapat gaji dari tabungan pensiun.   Tapi uang tabungan yang disetor perbulan oleh saya untuk membayar jaminan itu berasal dari sumber yang halal, karena saya memberikan jasa.  Adapun sistemnya ya masih kapitalis.

3. Sistem yang menaungi Riza = Mark = kita semua yaitu Kapitalisme

Ok, karena menyinggung CACING PITA, maka kita buat analoginya.  Salah jika menganalogikan sistem kapitalis sebagai CACING PITA.  Karena cacing pita hanyalah sebuah parasit pada hewan mamalia, umumnya suka parasit pada SAPI atau BABI atau bahkan tubuh manusia.  Jadi, lebih tepatnya jika mengibaratkan sistem kapitalis sebagai inang cacing pita misalnya SAPI.  Jika sistem kapitalis adalah seekor SAPI/BABI/TUBUH MANUSIA.  Maka siapa sebetulnya cacing pitanya? Apakah Mark dan Riza sama-sama cacing pita?  Cacing pita mempunya sifat merusak, tidak bermanfaat, menyerap nutrisi si Inang, sapi yang penuh dengan cacing pita lama kelamaan akan tergerogoti menjadi kurus. Sifat cacing pita destruktif terhadap tubuh inang, karena dia mengambil nutrisi inang tanpa tandeng aleng2, tanpa etika dan moral.  Apakah sifat ini ada pada Mark dan Riza???  Riza memang tepat dianalogkan dengan cacing pita karena destruktif dan mengerogoti sang inang dan tujuannya jelas destruktif, namun Mark??? Mark tidak punya tujuan destruktif, ia hanya ingin berbagi, melakukan upaya konstruktif untuk mencegah kesenjangan sosial.  Mark dan yang serupa dengan itu lebih tepat diibaratkan sebagai antibodi atau sel darah putih dalam tubuh .  Anti bodi atau sel darah putih sangat penting untuk menahan kuman.  Namun, kalau tidak hati-hati atau terjadi interupsi yang disebabkan kerusakan tertentu dari mekanisme tubuh [kalau dalam ekonomi hal terkait moneter dan gejolak saham, inflasi, dlll], maka dapat mengakibatkan mutasi, sehingga bisa berakibat LUPUS dan KANKER DARAH.

4.  Keuntung masa depan Riza=Mark sama?

Ya, Mark dengan mendirikan lembaga sosial, akan bebas pajak. Riza, andaikan calon presiden yang diusung Riza itu menang, maka tentu saja aliran proyek.   Jadi, keduanya memang sama dalam MEMANCING KEUNTUNGAN MASA DEPAN [menggunakan bahasa teman, ketika saya nanya logikanya dimana kesamaanya].  Sama dalam hal mencurangi sistem kapitalis, namun Mark tentu saja lebih elegan!

5.  Kapitalis mau diubah??

Menyamakan Riza dan Mark hanya karena keduanya berada dalam sebuah sistem ekonomi kapitalis terlalu sederhana, karena saat ini kita semua juga memanfaatkannya.  Jika memang tidak menyukai ideologi ini dan tidak ingin menikmatinya lagi maka lakukanlah REVOLUSI MENTAL, ganti sistem yang menjadi haegomoni dunia saat ini dengan sistem lain, mau sistem apa? Selain kapitalis-demokrasi, dulu selama kurang lebih 85 tahun (1917-1985) beberapa negara mencoba dengan sistem sosialis-komunis, sistem ini hancur karena tawaran KETERBUKAAN, tapi sistem ini pernah berjaya menjadi UNI SOVIET dan ChINA sebagai lawan politik kapitalis-demokratis.  Dulu lagi beberapa negara Timur Tengah selama 13 abad (sejak abad 7M/Rasulullah saw hijrah ke Madinah sampai Abad 20/Terkutuk eh Ataturk membubarkan Kekhilafahan menjadi negara Turki] berada dalam sebuah kesautaan daulah islamiyah dalam sebuah sistem KEKHILAFAHAN ISLAMIYAH.  Silahkan saja mau pilih yang mana???? Atau punya alternatif lain? misalnya Kapitalis-Nusantara? Sosialis-Nusantara, Khilafah-Nusantara?  Tinggal perang ide saja dan kesungguhan memperjuangkannya!

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s