#GoogleScholar, How important is it?

Cita-cita penebar ilmu itu sederhana… mewakafkan pengetahuan bagi umat manusia.  Seperti halnya Imam Maliki yang mewakafkan al muwatho, Imam Syafei yang mewakafkan al um, Imam Al Ghazali, Ibnu Taimiyah, Bukhori Muslim, Ibnu Majah, Syeh Taqiyudin Annabhani dengan rangkaian Nidzamul fii hayati islami, Buya Hamka dengan Tafsir Al Azhar, Pak Quraish Shihab dengan Tafsir Al Mishbah, bahkan sekaliber   Darwin dg on the orgin species yang masih menjadi buku rujukan dalam matakuliah EVOLUSI, Gagne, Piaget, dll.

Ilmuwan zaman dulu mewariskan dalam bentuk buku, sekarang pun sebenarnya sama.  Pikiran dituangkan dalam bentuk tulisan, bedanya jaman sekarang kita dapat mendeteksi seberapa banyak orang merujuk karya kita, seberapa sering karya kita dikutip kembali oleh penulis lain.  Umumnya universitas punya “account institusi” tersambung ke google scholar melalui akun ini kita bisa melihat diinstitusi kita siapa saja yang “Tulisannya Banyak dirujuk dan dikutip”

IPB adalah almamater saya, 9-1-2015 dua nama teratas saya kenal sekali.  Kakak kelas saya  dan satunya dosen pembimbing skripsi saya.

UIN Jakarta tempat saya bekerja menempatkan empat tokoh yang sudah dikenal banyak orang.

UPI tempat saya menyelesaikan S2-S3 menempatkan dosen-dosen muda yang produktif.

Dan Saya??? still try to find my passion of research.  Hehehe…

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s