Free from party #Jakarta

Menarik! Jika Ahok jadi maju dalam PILGUB DKI melalui jalur independent! Kenapa?

Sudah bukan rahasia lagi, jika partai-partai di Indonesia apapun itu….mau nasionalis, liberalis, atau mengusung simbol islam sekalipun secara fakta para kader bahkan salah satu partai menjerat lasung Ketumnya….. senantiasa terjerat KORUPSI dan RISWAH (sogok).  Kepercayaan masyarakat terhadap partai kian melorot…..seiring dengan peng-AMIN-an jalur independent, maka munculah PEOPLE POWER.

menurut saya sih….PEOPLE POWER yang berhasil itu adalah JOKOWI! Sosok ini didukung oleh masyarakat independent, dan mampu memaksa PDI-P mecalonkannya menjadi Presiden Indonesia.  Sampai sekarang people power bekerja secara konsisten memantau dan mendeliveri program-program jokowi pada masyarakat.  Tentu saja Jokowi bukan sosok malaikat yang sempurna menjalankan kebijakannya, walau BARISAN SAKIT HATI terus menghembuskan fitnah, isu, dan kritikan….namun “People Power” mampu menggiring opini dan aksi …..”Let’s support the policy!” INI LUAR BIASA!

Now….melalui PEOPLE POWER — Teman Ahok, bekerja mengoalkan AHOK untuk menjadi gubernur DKI.  Sebagaian kaum fanatik Ras dan Agama mengatakan ……Ahok??? Apa gak salah??? Dia kan……???  Bahkan ada seseorang dari kader tertentu [saya tidak tahu apakah ini bersifat gejala jamaah di partai itu???] yang jijik banget sama Pak Ahok, mendengar dan membaca nama Pak Ahok katanya langsung muntah kayak orang hamil membaui ikan mas atau odol!

Lalu bagaimana “Teman Ahok” memandang AHOK? Oke lah “Dia Cina, Dia Bukan Muslim…..” itu fakta tak terbantahkan! Tapi ada fakta lain misalnya “Ahok keras pada para pelanggar aturan, tapi lemah lembut pada si papa. Dia naikan gaji petugas kebersihan setara UMR, dia buat RUSUNAWA untuk memindahkan masyarakat dari wilayah kumuh, dia habiskan APBD Jakarta untuk proyek yang jelas terlihat dampaknya bagi masyarakat…..Dia akan MURKA dan PECAT para PNS malas yang nilep2 uang yang gak mau layani rakyat.   Untuk pembangunan Ahok memang meratakan mesjid, tapi hal itu dilakukannya juga untuk gereja.   Baginya RULE IS RULE siapapun gak boleh SEMAU GUE HARUS IKUT ATURAN……Fakta ini tentu saja jadi keren…..! BERANI ini tentu saja sesuai dengan Kultur Masyarakat Jakarta yang dipenuhi “BAKFIA” rasa teri maupun kakap!!! Dan Ahok WNI – Warga Negara Indoensia – Lahir dan besar di Indonesia bahkan kuliahnya juga di Trisakti Indonesia.  Artinya dia punya hak yang sama dengan WNI lainnya “Hak dipilih dan memilih”

Uniknya lagi PEOPLE POWER ini multikultur! mereka tidak memandang dari suku apa? dari ras mana? dari agama apa? dari partai apa? semuanya bersatu untuk satu tujuan #INDONESIA LEBIH BAIK#JAKARTA LEBIH BAIK#

Pada PilGub Jakarta…… PEOPLE POWER……bukan hanya mengarah pada MENGGOALKAN AHOK sosok yang dianggap PANTAS secara TRACK RECORD untuk didukung, tapi juga mengarah pada “DE-PARTY POWER-menghilangkan kekuatan partai” ini yang menariknya bagi saya sebagai pengamat sebagai orang yang gak punya hak suara untuk Jakarta.  Menarik untuk diikuti…..Mampukah PEOPLE POWER kembali memenangkan AHOK???

Jika pada akhirnya Gubernur DKI Jakarta dimenangkan oleh Pak Yusril atau Sandiaga UNO, maka tentu saja itu “standard” masyarakat Indonesia.

Namun, jika kemenangan pada AHOK dari dukungan INDEPENDENT maka ini menjadi menarik, paling tidak AHOK dan TEMAN AHOK mampu meruntuhkan tradisi baku masyarakat indonesia dan juga sistem politik indonesia:

  1.  Tradisi baku masyarakat indonesia –> PEMIMPIN INDONESIA HARUS DARI MUSLIM BAIK KARENA MUSLIM AGAMA MAYORITAS, MAUPUN KARENA ALASAN AGAMA yang biasa didengungkan oleh para Ustadz2 di Mushola -“haram memilih pemimpin non muslim” tradisi bakunya monokulur dan keislaman –  Tradisi  baku ini akankah meluntur dengan lebih melihat segala sesuatunya secara multikultur dan keindonesiaan?  Jika zaman Soeharto gerakan multikultur dan keindonesian ini dipaksa secara militer, maka mungkinkah gerakan ini tumbuh kembali karena sebuah kesadaran THE PEOPLE POWER???
  2. Sistem politik indonesia —> Dominasi partai bertahun2 lekang melahirkan para golputer.  Para golputer sekarang punya suara melalui jalur independent, mereka bisa mendukung siapa yang memang pantas untuk didukung.  Akankah para independent menjadi kekuatan masif — Partai vs People Power???

Mari dengan senyap kita perhatikan hasilnya.  Sebagai warga NON DKI JAKARTA, kita amati saja bagaimana hasil akhirnya, dan kita hargai bagaimana proses dan PILIHAN WARGA JAKARTA!

Warga Non Jakarta lebih baik minggir, gak usah ikut2an upload status di media sosial buat panas-panasin segala!!!  Warga Jakarta aja gak pernah urusan sama kita kita mau pilih gubernur siapa-siapa kan? Jadi biarkan mereka memilih gubernurnya!!!

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s