Hari pertama sekolah… #Dino01 #OtherView

Ini adalah hari pertama Dino sekolah….SMA!!! Tas belel dari karung terigu yg diselendangkan sekenanya, sepatu putih yg sengaja dicat hitam di beberapa bagian tampak sobekan-sobekan kecil.   Rambut yg dicukur hampir habis.  Tak seperti anak lain yg diantar orang tua di hari masuk sekolah.  Dino harus mengayuh sepedanya sendiri.

Hari sebelumnya, waktu daftar ulang, ibunya sempat mengantarkan Dino.  Berkenalan dengan kepala sekolah, dan menjelajahi sekolah.  “Ini sekolah para juara.  Sebagian besar alumninya masuk ITB dan beasiswa ke luar negeri” begitu Pak Kepsek membanggakan sekolahnya.  Baliho besar dipasang di lapangan berisi nama anak yg tahun ini diterima di PTN.  Besarnya baliho menunjukkan bejibunnya siswa SMAN ini yg lolos SNMPTN dan SBMPTN.   Letak sekolah ini agak jauh dari rumah, namun nilai ujian nasional yang memaksa Dino untuk masuk sekolah ini.  “Kamu akan jadi lebih baik jika memilih SMAN ini” begitulah wali kelas memotivasi.

Hari daftar ulang..selain berkeliling sekolah, ibunya diunadang rapat orang tua…

“Din, tadi rapat orang tua…kok SPP-nya besar sekali. 500.000 per bulan, padahal ini sekolah Negeri.  Ibu pikir gratis” keluh ibunya.  Entah apa yang dibicarakan para orang tua di aula.  Dino hanya bisa mengamati ibunya terdiam dan terduduk.  Dan setelah keluar dari ruangan itu, ibu mengabarkan jumlah SPP perbulan yang harus mereka bayar.  “Mahal sekali ya Bu, jadi Dino bagaimana, bisa kita minta keringanan Bu?”   “Bisa, kalau ada surat keterangan tidak mampu dari pak lurah.  Dengan kondisi rumah yang kita miliki, apakah orang akan percaya kita miskin?  Ah, sudahlah Din,  kamu sekolah saja yang rajin, biar ibu pikirkan nanti!”

Hari pertama masuk sekolah….

“Kata Pak Menteri ibu harus ngantar kamu dihari pertama sekolah ya Din?”  “Iya bu, di sosial media Dino baca begitu. Tapi waktu daftar ulang ibu sudah ke sekolah, Gak usah kali Bu!” “Iya, ya Din…jahitan ibu banyak, ibu harus menyelesaikannya!” “Iya bu santai aja! Lagian Dino naik sepeda ke sekolah”   “Ibu gak enak Din, kok kayaknya gak ikut aturan menteri gitu!”  “Ah, sudahlah bu santai aja… Lagian  Ongkos naik angkutan umum kita berdua lumayan loh bu.  40.000 pulang pergi.  Kalau naik kereta bisa irit 14.000 pp, tapi jalan dari stasiun ke sekolah jauh loh bu 4 km.  Lebih baik uang segitu ditabung buat SPP, nah biar Dino naik sepeda saja.  Cukup do’a dari ibu saja yang menemani Dino.

500.000 per bulan?? Dengan apa nanti akan dibayar? Setelah Ayahnya membelikan rumah baru, kemudian meninggalkan keluarga begitu saja, maka ibu banting tulang bekerja. Kebeli beras, sayur, tempe, dan tahu aja udah nikmat.   Dulu waktu SMPN semuanya gratis, tak ada biaya apapun.  Tapi SMAN?? Huh…SPP SMA swasta di dekat rumah lebih murah, kalau gak salah hanya 75.000 per bulan.  Mengapa sekolah negeri milik pemerintah lebih mahal? Masuk SMAN itu susah sekali, kalau tidak rerata 9 untuk ujian nasional tentu tidak bisa masuk.  Sementara sekolah swasta dekat rumahnya tak menentukan passing grade. Kenapa orang pintar harus membayar lebih besar? Sepertinya sekolah ini sedang menghukum orang2 pintar.  Kepala gundul Dino tak paham dengan hal ini.  

Sebagian teman2 diantar orang tua, rupanya seruan Pak Menteri disambut gembira masyarakat. Pemandangan orang tua mengantarkan anak tak membuat hati Dino Ciut.  Baginya DOA IBU tersimpan selalu di hati.  Yg buat Dino sedih hari itu adalah  Sulit untuk menempatkan sepeda butut Dino. Lapangan lebih banyak dipenuhi motor. Sedikit ragu, ia menempatkannya di samping pos satpam. 

 Senyum bangga Dino terpancar, ini sekolah para juara.   Sejenak senyum berganti dengan kerutan….mungkin keinginanku terlalu besar, 500.000 per bulan akan menjadi beban ibu.

—-

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s