4 Indonesia Indah (4II) #salamDamai #Peace

Saya gak nulis apapun di status FB menanggapi 411.  Mengapa?

  1. Menurut saya, Ahok memang salah.  Bagaimana pun tak etis, menggunakan ayat-ayat agama lain.  Bagi orang muslim sendiri, penggunaan ayat2 al qur’an tidak bisa digunakan seenaknya, seorang muslim jika akan menggunakan ayat2 al qur’an tidak boleh asal comot seenaknya saja, salah2 seorang muslim bisa jadi kena “Takwilkan ayat qur’an”.  Memahami ayat al qur’an butuh lihat konteks dan makna bahasanya oleh sebab itu perlu merujuk pada Tafsir bukan sekedar terjemahan.  Seorang muslim saja bisa kena predikat “takwil” apalagi jika yang melakukannya non muslim.  Untuk penggunaan ayat2 al qur’an, muslim saja dilarang SOK TAHU! Apalagi non muslim.  Jadi tidak diragukan “ada tidak adanya penistaan agama di dalamnya AHOK secara etika pun tetap saja bersalah”
  2. Muslim tersinggung?? Wajar! Siapapun yang mempermainkan ayat alloh, menggunakan ayat alloh tidak pada tempatnya, seorang muslim yang punya iman akan tersinggung.  Saya juga pernah bahkan sering kok tersinggung, ketika kami sedang berdiskusi tentang suatu hal, lalu seorang muslim nyeletuk lihat aja “Allohu khoiru makirin” (Wuhhh seakan-akan alloh swt akan menghukum kelompok lain).  Atau ketika seseorang berselingkuh, lalu mengundang kami dan disurat undangannya bukan disematkan surat ar rum seperti biasaya tetapi surat lainnya yang tak biasa yaitu QS At Thalak “Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”  melalui ayat yang dinukilnya dalam surat undangan tersebut, kedua orang yang berselingkuh itu menganggap apa yang terjadi pada keduanya adalah takdir alloh swt (Nah, kurang ajar bukan?? padahal kedua orang itu Muslim).  Lebih parah lagi ada partai islam yang mengeluarkan FATWA “boleh memilih pemimpin non muslim” hanya karena calon yang diusungnya non muslim, sebaliknya mengeluarkan fatwa “haram memilih pemimpin non muslim” ketika mendapatkan saingan dari non muslim.  Untuk mendukung fatwanya dikeluarkan ribuan dalil.    Sebagai seorang muslim wajarlah tersinggung, ketika seseorang baik itu muslim atau non muslim tanpa pikir panjang menggunakan ayat-ayat al qur’an seenaknya demi melegalisasi perbuatan atau tindakannya.

Lalu terjadi DEMO 4-11….

Saya menghormati segala upaya kaum muslim yang ikhlas dan ridho menyisihkan waktu, tenaga, dan finansial untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap al qur’an.  Insyaalloh niat tulus dengan segala pengorbannya akan memudahkan mereka jalan menuju surga. Dan aksi ini berdampak memberi efek “jera” pada pelaku-pelaku yang punya niatan melecehkan al qur’an.

Agenda terselubung dalam aksi damai?

Hemmm….diantara sekian banyak yang demo, disadari dan adalah fakta yg tidak terbantahkan ada segelintir yang memanfaatkan moment ini untuk mendulang keuntungan.

  1. Pertama keuntungan yang bersifat pragmatis dan instan dari demo 4-11.  Ini dilakukan oleh mereka yang punya kepentingan maju DKI1, keuntungannya  berupa”turunnya elektabilitas ahok sebagai DKI1″ [Bisa di cek, jika hari ini dilakukan survei, maka elektabilitas Ahok akan menurun, beberapa daerah bahkan menolak Ahok kampanye di wilayah mereka].  Namun, sepertinya belum puas bagi mereka kalau belum “Memenjarakan Ahok” karena hanya dengan status Ahok menjadi tersangka, Ahok bakal terjegal selamanya dalam pilkada DKI.  Untuk kepentingan inilah mereka mendesak pemerintah “HARUS MEMENJARAKAN AHOK BAGAIMANAPUN JUGA”  mereka-meraka ini lupa dimana mereka tinggal dan konstitusi apa yang digunakan di negara ini.  Mereka lupa bahwa mereka tinggal di Indonesia yang mempunyai aturan hukum berlandaskan pancasila dan UUD45.  Mereka lupa ada seperangkat aturan turunannya lagi berupa UU, Peraturan, dll yang menjadi landasan hukum negara Indonesia.  Di sini harus disadari, bahwa Indonesia walaupun mayoritas muslim, tetapi Negara Indonesia tidak menggunakan konstitusi Islam.
  2. Kedua kepentingan politk  jangka panjang.  Mereka menyadari bahwa konstitusi Indonesia bukanlah Islam.  Mereka menyadari bahwa ketika AHOK DIDESAK UNTUK DIPENJARAKAN, perangkat hukum Indonesia tidaklah memadai untuk memenjarakan Ahok.  Mereka terus memaksa dan mendesak tuntutan ini, mereka menginginkan masyarakat sadar bahwa hukum dan konstitusi yang ada di Indonesia tidak memadai, dan perlu diganti.  Salah satu teriakan ketika aksidamai411 ba’da magrib adalah #REVOLUSI!!!!# [Saya dengar jelas ketika menonton TVRI LIVE).  Teriakan ini memperjelas, bahwa ada pula niat dan desakan untuk menggantikan sistem yang ada sekarang dengan sistem islam.  Desakan pergantian sistem ini terbagi menjadi dua kubu, yaitu kubu  MENGGANTI PRESIDEN terlebih dahulu dan kubu mengganti sistem secara keseluruhan.  Bagi yang punya tujuan mengganti sistem dengan mengganti presidennya terlebih dahulu, maka Pak Presiden pun jadi sasaran tembak, Pak Presiden dianggap tidak becus mengurus negara, harapannya adalah hilangnya simpati rakyat pada Presiden terpilih, sehingga jadi gampang kalau menggulingkan presiden. Tahap awal mereka adalah menggantikan dengan presiden yang bisa mereka kendalikan [yakin mau menggunakan cara ini? Mungkin sebaiknya kita belajar dari Turki masa kini.  Apakah Turki masa kini dibawah Erdogan telah mampu mengayomi semua warga Turki dengan keberagaman dan perbedaan mahzab berislam? atau justeru sebaliknya Turki memukul siapapun yang tidak se-ide atau se-fikroh?].   Untuk kubu kedua (menggantikan sistem secara kaffah), sebenarnya ini agak sulit dijalankan pada saat ini.  Pada akhirnya kubu kedua  jatuh pada penyebaran OPINI “Bagaimana sistem islam menghukum orang-orang penista al qur’an“.  Melalui penyebaran opini ini, kita diberitahu bukan salah Ahok bisa jadi DKI1 atau bukan salah Jokowi jika penista alqur’an di negeri ini tidak dihukum, tapi semua karena syariat yang digunakan adalah syariat kufur bukan syariat islam.  So, dirikan dahulu syariat islam di Indonesia, dengan syariat islam maka islam mendapatkan keadilan. Penerapan syariat islam saja yang mampu menghukum penista al qur’an dgn setimpal dan Non Muslim tidak punya kesempatan menjadi pemimpin.

Dampak dari 411 sebagian lain dari para ulama berbicara.  Patut digaris bawahi bahwa para ulama yang berbicara pasca 411 saya yakin bukan hendak membela Ahok [adalah ‘fatal’ bagi mereka yang menuduh para ulama yang dimuliakan alloh swt ini dengan sebutan ulama ‘su’].  Para ulama tampil ke muka karena mereka sadar ada agenda terselubung jangka panjang dan pendek.  Mereka (para ulama) tidak menghendaki Indonesia kembali pada masa 1940-an atau 1950-an atau 1960-an.  Indonesia dengan sistem pancasila dilahirkan melalui sebuah perjuangan panjang.  Pada awal Indonesia mau merdeka berbagai tokoh DEAL untuk penghapusan kalimat “syariat islam” pada Ketuhanan YME.  Pasca setelah merdeka upaya mendirikan “syariat islam” melalui DI/TII dan NII telah membawa korban pada rakyat dan tata ekonomi-politik-budaya Indonesia.  Berdasarkan fakta-fakta yang telah dialami Indonesia selama kurun panjang  Indonesia berdiri, inilah yang membuat mereka tampil menyuarakan “NKRI adalah buah perjuangan para ulama juga, alangkah eloknya jika dihargai dengan cara mau hidup secara harmonis dengan berbagai suku, ras, dan agama yang ada di Indonesia serta menghormati konstitusi dan keputusan hukum Negara Indonesia”  Indonesia memang bukanlah sebuah negara yang berdasarkan pada #syariatIslam walau mayoritas penduduknya muslim, Indonesia berada dalam sistem Demokrasi dan Pancasila, pada saat ini sistem Demokrasi-Pancasila dianggap paling ideal diterapkan di Indonesia, dengan Demokrasi-Pancasila berbagai suku, ras, dan agama bisa dipersatukan.

The last, tentu saja semua tulisan ini “just my opinion”  hanya berharap semoga bisa dibaca dan ditarik manfaatnya.  It’s just my writing  although people said it’s nothing.

Advertisements

2 thoughts on “4 Indonesia Indah (4II) #salamDamai #Peace

    • semoga tercerahkan bu, terutama mereka-mereka yang bukan siapa2 tidak tergolong ormas manapun tapi mereka aktif men-share hal2 negatif yang mempengaruhi pikiran masyarakat.

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s