Bagian 2: Beribroh pada siapa? #Think

Pada bagian sebelumnya sudah dibahas bagaimana perlakukan Rasulullah saw ketika menjadi Pemimpin di Madinah pada pengemis Yahudi yang buta, juga pada Abdullah bin Ubay [Yahudi, yang masuk islam].  Kepada keduanya Rasululloh saw tidak menghukum walaupun “Pengemis Yahudi BODOH ini melakukan penistaan kepada Rasulullah saw dengan kata-katanya, ‘Jangan Mau dibohongi Muhammad‘,  ‘Muhammad orang gila‘ dll“.  Lalu Abdulah Bin Ubay yang melakukan penistaan dengan mengatakan “Kaum mukminin dari kalangan muhajirin sebagai orang hina”.  Pengemis dimaafkan oleh Rasulullah saw, dia menghina karena kebodohannya.  Abdulah bin Ubay walau sering menghina dan menghalangi islam pun tidak dihukum karena jika dihukum akan timbul perpecahan di kalangan Masyarakat Madinah.

Kini kita beribroh pada kasus lainnya.

3.  Kasus Rasulullah saw menghadapi Ka’ab Bin Al Asyraf. [kisahnya ada di Sirah Nabawiyah, mohon maaf ya saya bahasakan ulang dengan gaya kekinian]

Kisahnya terjadi di Madinah, saat hukum Islam berdiri tegak.  Adalah …. Ka’ab Bin Al-Asyraf (ABA) seorang Yahudi Bani Nadhir nan gagah dan tampan seorang ahli syair. Apa dia lakukan?

  1. Dia membuat syair atau puisi yang menghina Rasululloh saw, ummu mukminin, shahabat, islam dan wanita muslimah.
  2. Dia datang ke Quraish, membuat syair menangisi korban perang Badr, menghasut Quraish untuk berperang melawan kaum muslimin dan Nabi Muhammad saw di Madinah. [Syair ABA mengobarkan perang Quraish vs Muslim]
  3. Dia menyiapkan pesta bersama kawan-kawan Yahudinya, dan berencana mengundang Rasulullah SAW, ketika Nabi SAW datang, teman-temannya diminta menjatuhkan Nabi SAW ke pangkuannya. [Ka’ab merencanakan pembunuhan Nabi SAW].

Bukan hanya membuat syair hinaan bagi muslim dan islam, tapi juga menghasut musuh untuk memerangi kaum muslimin dan islam, bahkan bermaksud membunuh Nabi Muhammad SAW. Rasulullah saw pun bersabda, “Siapa yang mau menghukum Ka’ab, sebab dia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya”

Adalah Muhammad bin Maslamah (MBM) dkk, yang mengajukan diri memenuhi seruan Rasulullah SAW. MBM menggunakan taktik pura-pura tidak senang terhadap islam.

MBM: Orang itu (Nabi Muhammad SAW) mengharuskan kami bersedakah. Kami berat, boleh gak pinjam uang dari kamu.
ABA: Boleh, tapi harus pakai jaminan.
MBM: Jaminannya apa?
ABA: Serahkan isteri kalian padaku [wuihhh kurang ajar ya?]
MBM: Bagaimana mau menyerahkan padamu, nanti isteri kami tertarik padamu, kamukan gagah dan tampan.
ABA: serahkan anak-anak kalian saja kalau begitu!
MBM: Bagaimana mungkin kami menggadaikan anak-anak kami dengan sekuintal kurma. Gini aja deh, kami gadaikan senjata kami saja.
ABA: Ok, kalau gitu! Malam purnama bawa, saya tunggu di Benteng Bani Nadhir!

Adalah Rasulullah saw, was-was dengan rencana MBM dkk. Kalau gagal, maka MBM dkk lah yang akan terbunuh dan dibunuh oleh Kaab dan pasukan Yahudi di Benteng Bani Nadhir. Oleh karena itu sepanjang jelang rencana dilaksanakan tak hentinya Rasulullah saw bermunajat pada Alloh SWT.

Pada malam purnama, MBM dkk datang membawa senjata untuk digadaikan. ABA keluar rumah dengan rambut yang wangi. Abu Nailah (kawan MBM) berkata, “Wuih…harum banget nih pas Kaab Keluar” Kaab mesem-mesem, “Iya gue pake minyak rambut yang wanita arab pun gak ada yang bakalan punya! [Busyet deh, masih sombong aja ya?]. Abu Nailah membelai rambut Kaab, 1x, 2x dan yang ke-3x merenggut rambutnya keras seraya membekuk tengkuknya….dan terbunuhlah ABA.

#Refleksi: Rasulullah saw memerintah membunuh penista Nabi dan Islam, dikala derajat penistaannya tidak hanya menyangkut pribadi tapi juga membahayakan stabilitas negara bahkan jiwa Nabi Muhammad SAW.

4. Kasus Rasulullah saw menghadapi Abu Lahab

Abu Lahab, kisahnya diabadikan dalam QS. Al Lahab. Dia adalah paman Nabi SAW sendiri. Kisahnya terjadi saat Nabi SAW masih di Mekah, sebelum syariat Islam berdiri di Madinah.

Dia sangat menyangi Muhammad, sampai2 ketika Muhammad keponakannya lahir dia menyembelih dua kambing [Aqikah pertama dlm sejarah dilakukan Abu Lahab] dan membebaskan budak sebagai wujud kegembiraannya. Ketika Muhammad nikah dengan Khadijah, darinya ada dua anak tiri Ruqqayah dan Ummu Kulsum. Saking sayangnya pada keponakannya, dia pun menjodohkan Kedua anaknya dengan anak tiri Muhammad. 

Sikapnya berbalik 180 derajat, ketika Muhammad mengumumkan kenabiannya. Ketika pengumuman kenabian diberitakan pada penduduk Mekah, Abu Lahablah yang mengatakan “Gila, kamu muhammad” Padahal sebelumnya beliau diberi gelar Al Amiin (Orang terpercaya). Seperti diberitakan di QS Al Lahab, adalah Abu Lahab menggalang kekuatan melakukan penistaan berjamaan dengan menyebutkan “Muhammad orang Gila, Muhammad tukang Sihir, Ayat Qur’an itu buatan seorang Pendeta Nasrani bukan Firman Alloh SWT”. Bukan hanya itu isterinya pun Ummu Jamil pada malam hari memanggul kayu yang berduri untuk diletakkan di jalan2 yang biasa dilalui Nabi SAW. Sehingga bila Nabi SAW lewat pada malam hari/subuh akan terinjak kayu yang berduri itu dan terluka. Anaknya yang dijodohkan dengan anak tiri Nabi SAW pun diminta untuk cerai.

Inilah sikap Abu Lahab terhadap Baginda Nabi SAW:
1. Ringan tangan menyakiti Rasulullah Saw.
2.Bukan hanya dirinya yang memerangi Rasulullah Saw, ia pun melibatkan istri dan anak-anaknya. Satu keluarga telah terlibat.
3.Siap bekerjasama dengan siapapun demi menghabisi Rasulullah Saw, meski dengan setan sekalipun.
4.Baginya semua remeh dan enteng selagi itu untuk memerangi Rasulullah Saw, meski semua harta harus terbang melayang pergi.

___
Abu Lahab membenci Ajaran Islam yang dibawa Muhammad SAW. tak pernah berhenti memprovokasi masyarakat agar menjauhi Muhammad saw. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pada pamannya ini? Apakah Nabi SAW meminta para pembesar Quraish untuk menghukum Si Abu Lahab? Apakah Nabi mengerahkan para shahabatnya untuk menuntut keadilan terhadap dirinya menggunakan hukum Quraish? Semuanya TIDAK, Nabi Muhammad SAW memilih bersabar tak henti menyadarkan pamannya ini bahkan Nabi SAW pernah memohon secara khusus pada Alloh swt agar menggerakkan hati pamannya ini terhadap Islam. Namun Abu Lahab adalah Abu Lahab….”Suara iman yang mengetuk hatinya diingkari, hanya karena keangkuhan dan kesombongan diri” …Nabi SAW berhenti dakwah pada Abu Lahab……sampai turun QS AL Lahab yang menjelaskan…
.سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

#Refleksi5:Riwayat ini menjelaskan adalah proses natural jika ada cacian dan hinaan. Sebagai muslim…. sabar, do’akan, dan tetap melakukan yang terbaik, dan tidak berhenti mendakwahinya sampai terjadi kesetimbangan [bhs kimia].

 

Back to kasus Ahok, bagaimana saya harus bersikap? (Namanya juga #refleksi, saya tak hendak mempengaruhi siapapun].  Saya butuh fakta, berikut ini penggalan dari

“Bapak ibu tak usah khawatir, ini pemilihan kan dimajuin jadi kalau saya tidak terpilih pun..ini bapak ibu tak usah khawatir  nanti programnya bubar, tidak saya  berhentinya sampai oktober 2017, jadi kalau program ini dijalankan pun bapak ibu masih sempat panen sama saya.  Jadi saya ingin bapak ibu semangat, jangan nanti ganti gubernur programnya bubar. Enggak saya sampai Oktober 2017.  Jadi jangan percaya sama orang, bisa saja dalam hati kecil bapak ibu gak bisa pilih saya.  Iyakan dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macam-macam itu.  Itu hak Bapak Ibu, jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa pilih saya takut masuk neraka dibodohin gitu gak apa-apa tergantung pribadi bapak ibu, program ini jalan saja.  Jadi bapak ibu gak usah merasa gak enak dalam nuraninya gak bisa pilih Ahok, gak suka sama Ahok, programnya udah terima gak enak dong gue punya hutang budi, jangan nanti gak enak mati pelan-pelan kena stroke…..”

akses lengkap silahkan download disini: https://www.youtube.com/watch?v=N2Bn5JKTGkI

#Refleksi: Sebenarnya Ahok mau bilang, “Bapak Ibu gak pilih saya juga gak apa2 karena saya tahu bapak ibu punya keyakinan yang gak mudah diubah apalagi ini terkait dengan keyakinan terhadap Al Qur’an dan konsekuensinya di akherat.  Gak apa2 jangan merasa hutang budi sama saya

Tapi penyampaianya kasar….sehingga keluar “dibohongi pakai Al Maidah 51, dibodohin masuk neraka” [kata ini menyakitkan hati umat Islam tentu saja, termasuk juga saya].

Senin, 10 Oktober 2016 baca: AHOK MINTA MAAF [baca tribunnews.com, kompas.com]

 “Saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Untuk semua pihak yang jadi repot, gaduh gara-gara saya, ya saya sampaikan mohon maaf,”  Balai Kota Jakarta, Senin (10/10/2016).

 

Kesimpulan:

Adalah Nabi Muhammad SAW memaafkan kebodohan pengemis Yahudi Tua.  Mengampuni Abdulah bin Ubay dan Abu Lahab yang terus menyerang Islam dan menyerahkan hukuman bagi mereka pada Alloh swt.  Adalah Nabi Muhammad SAW membunuh Ka’ab bin Asyraf karena syair dan provokasinya, Ka’ab tak pernah jera terus melakukan penghancuran melalui lisan dan provokasinya.  Adalah AHOK sudah meminta maaf pada umat islam, sudah mengakui kekhilafannya, dan menyesali perbuatannya.  Kemudian kita masih bersikeras? Cuma mau mengingatkan diri aja “Jangan sampai kebencian kita terhadap seseorang dan sesuatu kaum, menghalangi kita untuk berlaku adil terhadapnya”.

 

 

 

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s