Serial Keluarga Kemiri: PERPU

part one

Enok: Bah, lagi rame PERPU ORMAS di Medsos.

Tole: PERPU sebagai bentuk pemerintah kalah argumen. Pemerintah otoriter eta teh!

Abah : Hemmm, itu karena Tole memandang dari sisi korban. Ari ceuk Abah mah. Ini Abah pakai kacamata pemimpin yg udah disumpah buat jaga pancasila dan NKRI. PERPU itu upaya pemerintah menjaga ideologi bangsa. Jika pemerintah masa bodoh dengan ormas, dan membiarkankan missleading dari kerangka kebangsaan, maka artinya NEGARA ABSEN DALAM MENJAGA IDEOLOGI.

Enok: negara kudu ya Bah, hadir dalam menjaga ideologi bangsa?

Abah: kudu atuh Nok, mun henteu “apa yg akan mendasari persatuan dan kesatuan Indonesia?” Kesamaan Agama? Tidak. Kesamaan suku? Tidak. Yg menjaga kesatuan dari sabang sampai merouke ya ideologi bangsa. Negara haruslah hadir menjaganya.

Enok: Tah, Kang Tole regeupkeun!

Tole : Gandenglah Nok!

Emak: Geus! Udah tong ribut wae adi jeung lanceuk teh, tah kulub sampeu panas keneh.

Abah: Tah! Alhamdulillah masih manggih Kulub sampeu, lain kulub batu.

———-

Part two

Tole : Bener represif, dzlim, otoriter pemerintah sekarang.

Emak: Eh, eta maca koran kukulutus kitu.

Enok: Masih terkait PERPU Kang Tole? Kan udah Abah Jelaskan.  PERPU itu wujud kehadiran pemerintah dalam menjaga ideologi negara.

Tole: Nih, telegram juga udah diblokir!

Emak: Lain diblokir meureunan tapi dinonaktifkan sama pemerintah.  Ya, wajar we atuh, da jaman kiwari saha nu rek make telegram deui? Geus aya email, SMS, jeung handphone.  Mun aya kabar penting teu kudu pake telegram deui.

Abah: Lain telegram kantor pos mak. Ieu mah telegram orang rusia.  Yeuh, Le! Coba kamu pikirkan, “andaikan kita hidup dalam kekhilafahan islamiyah, memerintah berdasarkan syariat islam.  Lalu ada sekelompok orang membuat organisasi menggunakan azas demokrasi liberalisme.  Kira-kira Sang Kholifah akan membiarkan? Lalu ada berbagai aplikasi yang digunakan orang2 untuk menyebarkan isu-isu dan menggalang kekuatan untuk melakukan revolusi atau bughot terhadap sistem khilafah, apakah kholifah akan membiarkannya? Apakah Kholifah akan membiarkan sistem khilafah runtuh?” Sok tah, kamu yang suka ngaji jawab!

Tole: Gak tahu sih Bah.  Yg jelas mah, ya Kholifah akan melakukan segala cara agar sistem khilafah tetap eksis.

Abah: Nah, kan.  Abah mah yakin, Kholifah akan melakukan pelarangan terhadap organisasi demokrasi-liberalisme, bahkan akan menangkap anggota organisasi itu jika tetap bandel, pun blokir terhadap media2 baik cetak, elektronik, atau sosial yang dapat mengurangi keloyalan masyarakat terhadap sistem khilafah.

Enok: jadi maksudna gimana Bah, enok gak ngerti!

Abah: Pemimpin punya tugas menjaga ideologi negara.  Kalau pemimpin mengeluarkan PERPU atau blokir situs atau media sosial, ya jangan dianggap sebagai dzalim-represif dll.  Itu karena mereka sedang menjalankan tugas sebagai pemimpin.  Kalau gak setuju dg tindakan pemerintah, bisa ajukan ke MAHKAMAH KONSTITUSI, jangan sampai provokasi orang ngajak duma demo demi membela kelompoknya.

Enok: Oh gitu, tuh Kang Tole! Tong demo wae, sono bikin banding ke Mahkamah Kontitusi.

Advertisements

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s