Hari olah raga di Sekolah Dasar Jepang #Serial Pendidikan&KehidupandiJepang

Selama tiga tahun saya mendapat kesempatan bergabung dalam proyek pengembangan kurikulum pendidikan lingkungan bersama Indonesia Education Promoting Foundation (IEPF) Japan didukung oleh Japan Cooperation International Agency (JICA). Kali ini saya akan menggambarkan bagaimana gelaran hari olah raga(Sport Day) di Sekolah Dasar Jepang. Semoga bermanfaat bagi bapak dan ibu, terutama di Sekolah Dasar.

Standar sarana dan prasarana sekolah dasar di Jepang baik sekolah negeri maupun swasta sama semua. Setiap sekolah harus mempunyai lapangan olah raga outdoor yang cukup luas untuk bermain sepak bola dengan pinggirannya untuk lari. Dengan ukuran lapangan outdoor seperti itu maka selain bermain sepak bola dan lari, juga bisa digunakan untuk permainan base ball. Sekolah juga harus melengkapi dengan lapangan indoor dimana di ruang ini anak bisa bermain bulu tangkis untuk dua lapangan dan bola basket dan senam, ruang indoor ini sekaligus bisa difungsikan untuk hall konser kesenian. Selain itu setiap sekolah harus juga melengkapi dengan kolam renang.

 

Setiap tahun, semua sekolah di Jepang merayakan hari olah raga (Sport Day). Dengan fasilitas seperti di atas, kompetensi olah raga apa yang di selenggarakan di sekolah? Tentunya kita semua membayangkan bahwa pada hari olah raga setiap sekolah akan menyelenggarakan kompetensi bola basket, renang, futsal, base ball, dan olah raga keren lainnya bukan? Bayangan kita mungkin sama yaitu sekolah Jepang akan menyelenggarkan olah raga semodel O2SN (Olimpiade Olah raga Sains Nasional) yang biasa dilakukan di tingkat kecamatan.

Kami mengamati Hari Olah Raga yang diselenggarakan oleh Toyama University Affliated School (Sekolah Laboratorium Universitas Toyama) dan gelaran olah raga model seperti ini berlaku umum di sekolah Jepang lainnya.

Hari olah raga di sekolah, mirip acara kenaikan kelas. Para orang tua di undang untuk menyaksikan acara. Seperti sedang piknik, mereka menggelar tikar dengan tertib di pinggir lapangan yang telah disediakan sekolah. Setiap penonton dibagikan jadwal acara sport day. Upacara pembukaan digelar resmi, pemimpin upacara adalah kepala sekolah. peserta dan petugas upacara berbaris rapi. Tidak ada ‘event organizer khusus’ yang mengelola acara ini, semua komponen sekolah yang terlibat yaitu para guru dan siswa. Guru mengatur loba dan siswa sebagai pembawa acara secara bergantian. Kurang lebih 5 menit upacara di buka, bendera diserahkan petugas upacara pada pemimpin upacara. Pemimpin upacara (kepala sekolah) mengingatkan pada para siswa bahwa mereka telah berlatih keras, dan berhati-hati saat bertanding, agar tidak celaka, dan diakhiri dengan sumpah jujur sebelum kompetisi dimulai.

Inilah hebatnya. Jangan bayangkan olah raga yang digelar adalah olah raga basket, volley, anggar, senam, base ball, renang, atau futsal…walau sarana dan prasarana memadai. Tapi kompetisi yang digelar adalah olah raga jamaah atau olah raga rakyat.

Semua siswa satu sekolah dibagi ke dalam empat tim yaitu tim biru, putih, merah, dan kuning. Satu tim terdiri dari kelas 1-6. Salah seorang anak kelas enam ditunjuk sebagai pemimpin yang memegang bendera tim dan menyemangati teman-temannya yang bertandaing dalam setiap rangkaian olah raga. Olah raga yang dilombakan adalah: lari estafet 60 m untuk kelas 1-2, 80 m untuk kelas 3-4, dan lari 100 m untuk kelas 5-6, serta permainan tradisional dan modifikasi untuk kelas 1-4. Misalnya kelas 1-2 bermain memasukkan bola ke keranjang, lomba ketangkasan tradisonal, dan karena shinkazen saat itu baru melewati kota Toyama maka ada permainan kereta shinkazen menggunakan papan beroda. [Jadwal acara lihat gambar].

Sport day di Jepang. Satu tim terdiri dari kelas 1-6. Jenis lomba dibagi menjadi jenis lomba untuk kelas 1-2, 3-4, 5, dan 6. Skor dihitung sebagai kemenangan tim bukan kemenangan perorangan atau kelompok. Olahraga yang disajikan adalah olah raga umum tidak membutuhkan skill dan bakat khusus, sehingga tidak ada anak yang menjadi penonton, semuanya bermain, karena olah raga yang digelar bisa dimainkan oleh semua orang. Semua anak bisa mengikutinya dengan riang gembira. Hal yang dipentingkan dari gelar hari olah raga ini adalah semua anak bermain, semua anak bahagia, dan semua anak bisa merasakan kemenangan. Orang tua bangga pada anaknya masing, bahagia melihat anaknya bisa bersemangat bertanding untuk timnya. Rasa KOOPERATIF DAN KOLABORATIF atau istilah Indonesia GOTONG ROYONG DAN KEBERSAMAAN itulah yang dipupuk dalam hari olah raga di Jepang bukan kompetisi individualis. Hebat bukan gelaran olah raga yang digelar negara maju, justeru sangat merakyat, yang dipentingkan adalah gerak fisik agar sehat, kompak, kebersamaan, yang tua (kelas 5-6) menyemangati dan membimbing yang muda kelas 1-4, semua berperan aktif mengikuti lomba tidak ada yang jadi penonton. Selain kebersamaan, gotong royong, ada juga kepemimpinan, kemadirian, dan kompetisi. Hari olah raga dijadikan wadah membangun karakter bangsa Jepang di masa akan datang.

Berbeda sekali dengan kompetisi O2SN di Indonesia bukan? Atau dengan PORSENI (pekan olah raga dan seni) yang biasa digelar sekolah di tingkat SMP/SMA pasca Ujian Akhir Sekolah? Kedua gelaran olah raga di sekolah Indonesia lebih memupuk pada kompetisi individual, hanya orang yang punya skill dan bakat yang bisa mengikutinya, sementara anak lainnya menjadi penonton pasif. Mungkin sebaiknya kita mulai memikirkan ulang (re-thinking) bagaimana semangat GOTONG ROYONG DAN KEBERSAMAAN yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia ditumbuhkembangkan kembali, dan hal itu bisa dilakukan lewat kegiatan PORSENI sekolah. Menjadikan ajang PORSENI sebagai wadah membangun karakter GOTONG ROYONG, KEBERSAMAAN, dan KEPEMIMPINAN. Bukankah Indonesia kayak dengan permainan dan olah raga tradional yang bersifat gotong royong? Dan pastinya modifikasi permainan tradisional ini dapat dimainkan oleh semua anak. Mengapa itu tidak kita mulai memikirkan membangun karakter anak Indonesia masa depan? Yuk, Kita Buat Indonesia Bagus![YH]

This slideshow requires JavaScript.

Sport Day bukan gelar olah raga penuh keterampilan bersifat kompetisi individual tetapi menggelar olah raga dalam permainan kebersamaan dan menyenangkan, semua anak bisa melakukannya semua anak berpeluang menjadi juara

Advertisements

One thought on “Hari olah raga di Sekolah Dasar Jepang #Serial Pendidikan&KehidupandiJepang

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s