Let’s think! Keep the right side!

Pemerintah dzalim, pemerintah pemecah belah umat, .pemerintah mengadudomba umat islam….ungkapan itu sering kita dengar bukan?

Saya mah orangnya gitu, selalu mencari dibalik segala sesuatu itu apa makna tersembunyinya. Gak gampang nelen bulat-bulat segala yang berkecamuk di alam maya. Ya, semoga bermanfaat saja tulisan yang agak berat ini. Sorry-sorry bagi yg tak sependapat, tapi thank you kalau baca sampai selesai.

Bagi yg malang melintang dalam gerakan menjatuhkan pemerintah sah baik gerakan islam maupun gerakan berpaham lainnya, tentu sangat paham apa maksud dan makna tersebut. Dalam dakwah gerakan tahapan gerakkan menggulingkan pemerintah sah melalui jalan umat mengharuskan mereka untuk berperang pemikiran dg umat. Gozwul fiqri dalam pengajian merupakan topik bahasan yg utama dibahas dalam rangka mempersiapkan umat ketika tahap ini digulirkan. Tahap dakwah gerakan islam mengenal tiga tahapan yaitu tasqif, tafaul, tathbiq atau pembinaan, berinteraksi dengan umat, penerapan hukum islam… ada juga yg tahapannya individu (idza bi nafsi), keluarga, masyarakat, negara.

Tahap tasqif atau individu/keluarga merupakan tahap pembinaan, tahap ini dinamakan tahap silent and secretly – tersembunyi dan rahasia tujuannya memperbanyak anggota dan sel-sel baru, umumnya dilakukan dalam bentuk diskusi berupa kelompok kecil yang dilakukan seminggu sekali atau disebut dengan halaqoh/liqo. Pada tahap ini belum terlihat pergolakan ditengah-tengah masyarakat, ide-ide hanya masif dalam kelompok mereka. Banyak gerakan politik islam melakukan tahap ini pada tahun 80-90 an. Mereka yang lahir pada tahun 60-an dan 70-an adalah org2 yang terimbas politik islam ini. Pada tahapan ini dilakukan brainstroming, menggantikan pemikiran yg sebelumnya tertananam, mereka muncul dengan sosok-sosok baru yg militan terhadap ide yg mereka peroleh. Bahkan extrim berprinsip “IDE DILUAR YANG MEREKA KAJI ADALAH KUFUR, PRAKTEK DILUAR YANG MEREKA KAJI ADALAH BID’AH, PEMERINTAH YANG MENAUNGI ADALAH THOGUT DAN KUFUR”. Sosok-sosok ini biasanya mudah dikenali ditengah masyarakat karena menggunakan simbolisme khas dalam berpakaian dan berdandan. Pada tahap ini dimunculkan pribadi-pribadi petarung BERMENTAL BAJA yg siap menjadi martir untuk memulai perang yang mereka sebut sebagai perang pemikiran.

Tahap tafa’ul atau masyarakat menuju negara merupakan tahap memperkenalkan ide masif penerapan islam ketengah-tengah umat. Bila jalur politik yg diambil mereka akan mendaftar sebagai partai politik peserta pemilu atau bisa juga tidak namun benturan ide akan terasa di masyarakat. Untuk menarik simpati umat pencitraan bersih, jujur, profesional terus dibungkus agar umat simpati, jargon-jargon terus dikumandangkan untuk menarik simpati umat dan jargon-jargon, “Khilafah, Kaffah, Syari’, Addien, .… sejalan dengan jargon islami muncul juga jargon cacian seperti pemerintah thogut, Demokrasi Kufur, … tahap ini merupakan kancah perang yg sengaja diciptakan sengaja di-skenario-kan, memang sengaja mereka membuat gejolak ditengah masyarakat dengan cara mengugat pemerintah sah. “APAPUN YG DILAKUKAN PEMERINTAH HARUS TERUS DICARI PELUANG SALAHNYA, contohnya perkara Freeport…. pada pemerintahan sebelumnya mereka berkoar-koar penguasaan asing atas freeport adalah salah, harusnya dimiliki umat. Sekarang ketika pemerintah Jokowi berusaha meraih 51% saham dan mereformulasi kontrak karya, merekapun berteriak penuh prasangka lepas dari asing diberikan pada aseng. Mereka sangat menyadari bahwa tahap tafa’ul tidak akan berhasil jika masyarakat tidak bergejolak, jika masyarakat rukun dan adem, jika masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan yg ada, oleh sebab itu mereka ditugaskan menyebarkan opini ditengah masyarakat agar masyarat bergejolak, masyarakat TIDAK PERCAYA PADA PEMERINTAH. Pada tahap yg mereka sebut sebagai gozwul fikri mereka bertugas Memutuskan kepercayaan umat pada pemerintahan sah.

nah, sampai disini dulu terjawab sudah mengapa ada ungkapan pemerintah dzalim, tukang adu domba, pemerintah kufur….pemerintah pendukung LGBT (pahadal uu mana yg bolehkan LGBT di Indonesia?), lalu apa tujuan isue itu dilemparkan dan ditujukan pada pemerintah sah?

To be continue

Denpasar, 26 Des 2017

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s