Kali Sentiong dan Energy 212

Tak bisa dipungkiri bahwa terpilihnya pasangan Anies-Sandi menjadi DKI 1 dimobilisasi oleh gerakkan 212.  Dari mulai gerakan demo berjilid, tamasya Al Maidah dengan cara nongkrongin TPS-TPS sehingga pemilih merasa was-was, sampai ancaman tidak menyolatkan jenazah yang memilih AHOK.  Ancaman yang nyata yang juga diserukan oleh Wakil Sekjen MUI untuk tidak menyolatkan jenazah pemilih AHOK.  Konon ada 7 juta umat 212 yang mendukung Anies-Sandi menjadi Gubernur muslim.

Sayangnya Pak Anies belum menggarap potensi 7 juta umat 212 ini sehingga mampu membersihkan dan menertibkan DKI Jakarta.  Apa saja yang harus ditertibakan dan dibersihkan:

Kali Sentiong dan kali lainnya di Jakarta.

Ahok sudah memindahkan pemukiman di bantaran kali.  Kerja Ahok belum tuntas, karena dia tidak terpilih lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta.  Maka Pak Anieslah yang harus membereskannya, tinggal sedikit lagi yaitu pembersihan kali-kali di DKI Jakarta agar kalinya tidak hitam dan berbau.  Bagaimana caranya?  Selain membuat saluran pembuangan limbah air terkoneksi dengan pengolahan tinja yang dilakukan oleh Pemprov DKI.  Anies-Sandi bisa mengerahkan massa melakukan pembersihan kali.  Tak perlu mengharapkan #JKT42 yang saat ini belum #moveon.  Manfaatkan #JKT58 yang telah memilih Pak Anies-Sandi untuk melakukan gerakan kerja bakti tiap JUMAT membersihkan kali-kali di DKI Jakarta. Mesjid-mesjid bisa dikerahkan, seperti halnya sewaktu PILGUB DKI mesjid-mesjid dijadikan basis kemenangan Anies-Sandi, setelah sholat subuh berjamaah mereka dikerahkan untuk membersihkan kali sekitar dengan sukarela tanpa bayaran.  Mengapa? Ya, ini karena seruan menjaga kebersihan adalah seruan dari Nabi SAW yang sangat jelas!  Ini seruan Nabi SAW derajatnya lebih tinggi daripada Fatwa MUI.  Untuk fatwa MUI saja bisa mengerakkan 7 juta umat turun ke jalan, maka untuk sebuah seruan dari Nabi SAW masa tidak bisa? Lagian Anies-Sandi adalah Gubernur muslim, sebagai Gubernur muslim penggeraknya bukan PERDA-PERDA terdahulu yang sudah dibuat tapi salah satunya adalah HADITS.  Dan seruan Rasulullah saw sudah jelas untuk kebersihan:

“Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)”

Penghalang trotoar dan bahu jalan

Masalah kedua setelah Anies-Sandi terpilih adalah makin seenaknya saja para penjual kak lima berjualan.  Dulu dengar kata AHOK mereka meringis, takut mau berjualan pun pilih2 ditempat-tempat yang sekiranya aman.  Mereka takut kena razia terus disemprot (sebagian orang sebut “mulut comberan”) Pak Ahok.  Ini sebabnya para pedagang kaki lima lebih suka cari aman.  Namun ketika Anies-Sandi naik menjadi Gubernur, rasa takut mereka hilang.  Mereka tentu saja berasumsi selama masih muslim, tak akan berani tegur-tegur mereka, ditambah lagi peristiwa Tanah Abang yang memberikan akses pedagang kaki lima berjualan di Jalan Raya yang terkontrol oleh PEMPROV DKI, maka makin memberi angin segar para pedagang kaki lima.   Sebetulnya pak Anies-Sandi tidak perlu merasa tidak enak.  Sebagai Gubernur muslim, bisa mengerahkan kekuatan ayat dan mengerahkan umat 212 untuk turut membantu melakukan DAKWAH ON THE STREET, yatiu umat 212 berjalan sepanjang jalan dan trotar berdakwah pada para pedagang kaki lima dan menyarankan sekaligus membimbing mereka untuk berjualan di tempat yang telah ditentukan. Tempat yang telah ditentukan dimana? Umat 212 telah berhasil mengumpulkan dana yang besar untuk sebuah aksi 411, 212, reuni 212 bahkan juga membuat mini mart 212, artinya ada energy sedekah di dalamnya.  Dari sedekah inilah para pedagang kaki lima itu disediakan tempatnya.  Perintah membersihkan jalan dari gangguan itu sangat jelas.  Membuang duri beranting yang ukurannya kecil di jalan aja di suruh, apalagi gerobak kaki lima yang melintang di bahu dan trotoar yang gede banget, tentulah lebih utama.

Ketika seorang lelaki tengah berjalan di suatu jalan, dia mendapati ranting yang berduri di jalan tersebut. Maka dia mengambil dan membuangnya. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” (HR. Al-Bukhari Muslim)

Mengubah energi #212 menjadi energi konstruktif membangun DKI Jakarta, bukanlah sebuah kemustahilan.  Anies-Sandi sebagai orang yang dipercayakan oleh mereka memimpin mereka, dapat menggunakan energi ini.  Anies-Sandi bisa mengalihkan warga DKI umat 212 dari dakwah mencaci pemerintahan pusat menjadi DAKWAH BIL AMAL DAKWAH ON THE STREET dan DAKWAH ON THE RIVER.  Jika dua hal ini saja berhasil ditertibkan oleh Gubernur Anies-Sandi saya yakin warga #JKT42 pun pelan-pelan akan #moveon dan mingkem.  SELAMAT BEKERJA DAN BERSINERGI DENGAN #UMAT212 Membangun Jakarta yang Nyaman dan Tertib! Hidup Pak Anies-Sandi!

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s