Pengenalan Lapangan Persekolah di Jepang #PLP

plpjp

Pada tulisan sebelumnya saya mengulas tentang hasil observasi PLP di Jepang (Klik INI). Tulisan hari ini saya membahas hasil pertanyaan-pertanyaan tentang PLP untuk memperdalam pola PLP di Jepang. Pertanyaan-pertanyaan dijawab oleh Prof. Negishi dari Toyama University.

SKS PLP di Fakultas Human Develeopment (Fakultas Keguruan) di Toyama University berjumlah 4 SKS dan 1 SKS untuk Prior & Subsequent Guidance.

1 SKS Prior & Subsequent Guidence merupakan pembekalan yang diberikan oleh Universitas dan sekolah tempat PLP.  Pembekalan  ini bisa dikatakan sebagai PLP I,  PLP I diberikan sebulan sebelum PLP II (Praktek Mengajar di Sekolah).  Pelatihan terdiri dari:

1. Pembekalan di Universitas oleh para dosen, materinya adalah sebagai berikut:

Waktu (menit) Materi
90 Pembimbingan peserta didik
90 Etika Profesi Guru
90 Praktek mengajar

2.  Pembekalan di Sekolah oleh para guru, materinya adalah sebagai berikut:

Waktu (menit) Materi
90 Praktek mengajar
90 Pembimbingan peserta didik
90 Pendidikan moral

Pendidikan moral di Jepang diberikan selama 1 jam pembelajaran (1 jam pembelajaran di Jepang 50 menit).  Semua guru harus menguasai pendidikan moral, karena tidak ada guru khusus pendidikan moral.  Pendidikan moral harus bisa diajarkan oleh semua guru, termasuk guru Sains, IPS, Olah raga, dll.

Pembekalan dilakukan selama bulan Juli (7 月)Adapun PLP II (Praktik Mengajar di Sekolah) sebanyak 4 SKS, dilakukan dari bulan Agustus sampai bulan Oktober dilakukan di sekolah. Dengan jadwal sebagai berikut:

Bulan Kegiatan
Agustus Observasi mengajar 3 hari.
Agustus Pembimbingan pre dan pos praktik mengajar
29 agustus-19 september Praktik mengajar di kelas secara kolaboratif, satu kelompok terdiri dari 4 orang.
Bulan 10 Bimbingan pasca praktik mengjar

Berdasarkan jadwal tampak bahwa kesempatan para mahasiswa mengajar ini diberikan dalam jumlah yang terbatas, hanya dua minggu.  Sebagian besar lebih banyak para guru melakukan bimbingan baik sebelum maupun sesudah praktik mengajar.  PLP II di Jepang, berorientasi “Bagaimana Guru Senior, memberikan pengalaman mengajar pada para calon guru.”  Hal ini seiring dengan tujuan dari Pendidikan Keguruan di Jepang sendiri yaitu: menghasilkan guru yang terlatih dengan baik dan mengembangkan model pengajaran untuk sekolah publik.  Selama dua bulan di sekolah, walaupun praktik mengajarnya hanya diberikan kesempatan 10 hari saja, namun kehadiran mahasiswa di sekolah tiap hari kerja dari jam 8.00 sampai jam 18.00 sebagaimana jam kerja guru di Jepang.

Hal yang menarik berikutnya adalah jawaban dari pertanyaan kami, “Sebelum melakukan praktik mengajar di sekolah apa saja yang dilakukan mahasiswa kependidikan di Jepang?

Selain sudah menamatkan  serangkaian matakuliah kependidikan seperti di Indonesia umumnya, bagi yang mengikuti praktik mengajar juga diwajibkan sudah mengikuti kegiatan volunteer di sekolah negeri.  Apa itu kegiatan voluenteer? Kegiatan voluenteer adalah kegiatan membantu guru-guru di sekolah (mereka tidak mengajar, tapi jadi semacam shadow teacher atau supporting teacher). Mereka membantu para guru menyiapkan media pembelajaran, membantu para siswa tertentu yang perlu bimbingan khusus, membantu kegiatan saat pembelajaran proyek atau eksperimen atau field trip, dll.

Begitulah PLP di Jepang.

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s