Jodoh vs Qodho-Qadar

Iman kepada Qadho Qadar merupakan rukun iman. Sayangnya pemahaman terhadap keduanya banyak tidak dimengerti, miskonsepsi, sehingga menghasil bentuk amal yg salah persepsi. Pada postingan sebelumnya miskonsepsi ini banyak terjadi, mangga baca: https://notethink.com/2015/12/17/skenario-alloh-miskonsepsitakdir/

Qadho dipahami sebagai ketetapan Alloh swt yg begitu adanya, dalam qadho manusia tdk dapat memilih, tidak pula dikasih pilihan, tidak juga terkait usaha manusia disini. Qodho itu sepadan dengan takdir. Contoh dari qodo adalah rambut kita ikal, hidung pesek, kulit sawo matang. Maka itu adalah Qadha.

Adapun Qadar adalah ukuran, atau Kadar atau masa atau khasiat pada benda2. Sesuatu yg sifatnya kuantitatif, angka, atau khasiat. Misalnya api punya khasiat energi panas dan cahaya yg dapat membakar kayu, maka hal ini masuk dalam ranah qadar.

Dalam sebuah hadits dikatakan Alloh menetapkan tiga hal yaitu kematian, rezeki, dan jodoh.

Kematian adalah jatah hidup makhluk hidup di dunia ini. Manusia masa kini punya jatah usia antara 60-100 tahun, dengan rerata 72 tahun. Jatah usia ini bagian dari Qadar. Rezeki, berapa banyak income yg didapat ini juga bagian dari Qadar. Seorg pedagang 24 jam berdagang, dia dapat 1 juta hari itu, maka itu pun bagian dari qadar.

Lalu Jodoh, ini menarik untuk dikupas. Apakah dg siapa kita menikah itu ditentukan Alloh swt? Yg disebut jodoh ditentukan Alloh swt itu yg mana? Pada hadits disinergikan antara kematian-rezeki-jodoh. Kematian terkait masa (kuantitatif) atau qadar, rezeki juga terkait dg qadar, jodoh? Ya jodoh pun qadar. Masa mengakhiri kejombloaan itu yg ditetapkan Alloh swt.

Jadi, Memilih pasangan bukan wilayah qoda, karena kita bisa memilih siapa yg mau jadi jodoh kita. Mengakhiri masa penantian jodoh itu bagian dari qodar.

Banyak cerita yg menyatakan saya tidak punya niat menikah muda, namun tiba-tiba dia melamar saya pada org tua, saya akhirnya terima saja. Atau ada juga yg menyatakan saya ingin cepat nikah tapi setiap pacaran putus gak pernah sampai pelamiman. Saya udah usaha cari ke sana kemari supaya bisa nikah cepat tapi pada akhirnya gagal terus. Disinilah makna memahami bahwa mengakhiri masa lajang adalah bagian dari qodar.

Nah, apa yg dinilai oleh alloh swt saat manusia Menghadapi masa usia habis (kematian), mendapatkan rezeki yg hasilnya bisa jadi sesuap nasi atau segengam intan, berharap mengakhiri masa lajang (jodoh)? USAHA! Usaha yg senantiasa berjalan sesuai dg apa yg disyariatkan alloh swt, menahan diri dari godaan setan dan hawa nafsu, tetap sabar dan tawakal. Ingat ini bagian dari qodar.

Dalam beberapa ayat dan hadits diungkapkan THE POWER OF DOA yg dapat mengubah ketentuan, ketentuan mana? Tentu saja bukan qodha, gak mungkin hidung kita jadi mancung karena doa. Qodar…..doa adalah kekuatan sehingga alloh swt dapat memperlama usia kita sehingga kita bisa lihat anak cucu tumbuh dan berkembang, doa bisa menguatkan kita mendapatkan rezeki yg besar dan barokah, doa pun dapat mempercepat jodoh kita, meminta diberikan hati yg terbuka untuk bisa menerima kelemahan menjadi sebuah kekuatan membangun rumah tangga yg samara. Tetap berusaha namun tidak mengabaikan izah dan ifah, ketinggian dan kemulian sbg seorang insan.

Jadi bagi para jomblo, belum dapat pasangan jangan sedih, insyaaloh ini bagian ibadah BERIMAN PADA QODO DAN QADAR, alloh swt belum berkehendak nikah cepat-cepat. Kita bukan supir angkot, jadi gak perlu kejar setoran. Kita tidak sedang mengadakan bazzar, gak perlu melakukan OBRAL. KEEP CALM PADA MASANYA SEMUA AKAN INDAH, so tetap bahagia ya!

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s