your choice with my choice equal to disputation!

My Choice with your choice equal to disputation
Pilpres akan digelar 17 April 2019, “kampret dan kecebong” masih terus mewarnai media sosial kita.  Jenggah! Yap!  universitas dimana sayasalah satu alumninya pernah membuat sebuah grup yang beraneka pilihan, alih-alih berdiskusi sehat tentang program kedua kandidat, yang terjadi malah “debat kusir” berujung pada saling kick off.  Kalau sudah begini apa artinya sebuah grup?   

Apa yang menyebabkan pilpres riuh seperti sekarang? Lebih riuh dari tahun 2004 dan 2009? Sejak 2014 media sosial kita mendapatkan serangan dari para cyber army.  Sejak saat itu media sosial berubah fungsi dari ajang silaturahmi menjadi ajang ‘provokasi‘. 

Hal yang tak bisa kita pungkiri adalah munculnya kelompok-kelompok ideologis dalam barisan cyber army ini.  Kelompok ideologis? Iya, kelompok yang tidak sepakat dengan sistem demokrasi yang dianut di Indonesia.  Kelompok ini tentu menghendaki alternatif baru untuk menggantikan UUD 1945 dan Pancasila.  Pada pilpres 2019 kelompok-kelompok ini masuk dalam barisan sakit hati terhadap pemerintahan sekarang, karena sentilan-sentilan bahkan jeweran yang dilakukan pemerintah membuat kuping sakit.   Kelompok ini bersatu padu dengan kelompok oposisi untuk bisa menggambil alih kekuasaan dari tangan pemerintahan sekarang.  Melakukan “makar” terang-terangan, rasanya mereka tidak cukup berani, karena dukungan rakyat pada mereka belum bulat.  Pada akhirnya mereka memilih menjadi penumpang gelap dalam demokrasi.   Tak mau ikut dalam demokrasi tapi senantiasa ‘meniup bara’ untuk membuat masyarakat gerah.   Kelompok ideologis ini juga ada yang sepakat dengan demokrasi bahkan menjadi bagian demokrasi itu sendiri dengan mendirikan partai politik resmi, namun mereka menggunakan demokrasi tersebut untuk menggantikan UUD 1945 dan Pancasila.  Mereka memilih menjadi bagian dari pengemudi demokrasi, yang kemudian akan menghancurkan demokrasi itu sendiri.  Inilah akar penyebab dari RIUHNYA PILPRES 2019.

Jika rakyat Indonesia menerima DEMOKRASI sebagai jalan untuk mewujudkan Indonesia Damai Sejahtera.  Jika rakyat Indonesia menerima UUD1945 dan Pancasila sebagai bagian dari IJMAK ULAMA 1945.  Maka….rakyat Indonesia akan menjalankan pesta demokrasi ini dengan gembira, rakyat Indonesia akan fokus pada program-program kerja yang ditawarkan para capres.

Namun, karena sebagian rakyat Indonesia masih punya AGENDA IDEOLOGI.  Maka….kompor-kompor akan senantiasa memberikan panas yang membuat kita gerah.  

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s