Menikah, PPG, atau lanjut S2?

Habis lulus mau ngapain?” Pertanyaan itu senantiasa saya lontarkan pada mahasiswi ketika saya menandatangani lembar pengesahan maju sidang.

Saya mau tetap jadi guru bu! Sekarang udah ngajar. Ini ditawarin juga di SMAN NEGERI mengganti guru yg sudah pensiun.

Good, jangan lupa segera daftar PPG jika komitmen menjadi guru tinggi. Karena masa depan, sertifikat guru menjadi lisensi layak tidaknya mengangkat guru entah itu honor ataupun tetap.

Kalau Saya kayaknya nikah dulu Bu! Saya ingin kayak ibu ngejar karirnya udah anak besar aja!”

“Heh….本当に。。。。彼氏がいますか?”

Menikah itu menjadikan saya yakin makna qodar dalam sebuah hadits. Tiga hal yg tidak bisa ditolak manusia, “Kelahiran, kematian, dan masa mengakhiri kejombloan (jodoh)

Ketahuilah bahwa sesungguhnya saya tidak mengejar menikah muda. Namun saya hanya menjalani takdir dan tetap menyimpan cita-cita.

大学生の時, saya mahasiswa aktif di riset, dari mulai ikut LKIP (Lomba Karya Inovatif Produktif) Nasional paling tidak saya pernah jadi semifinalis dan finalis yg mendapatkan dana hibah dari IPB dan DIKTI untuk melakukan riset. Ikut proyekan dosen mengambil data riset….jadi tak terpernah berpikir menikah cepat.

24さい, jelang seminar hasil riset skripsi, ada cowok yg cukup intensif melakukan pendekatan, ketika dia mulai serius, saya meminta Ayah dan Ibu saya mempertimbangkannya untuk memerima atau tidak……ternyata ayah ibu tidak keberatan, jadi saya menikah umur 24 dan dia 「suami saya sekarang」25 saat itu. 若いね。。。。。!

Jadi, saya tentu fokus menjalani peran sebagai isteri dan ibu, lalu mendorong karir suami. Menjalani takdir tersebut. Sampai setelah suami selesai S2, barulah saya berpikir untuk melanjutkan S2, jadi itu….setelah saya punya anak 3 loh! 32さい。。。Dan beruntung saat itu CIDA (Canadian International Development Agency) dan MORA (Ministry Of Religion Affair) bekerjasama dalam program penguatan Matematika Sains di Perguruan tinggi Agama Islam. UIN Jakarta kemudian bekerjasama dengan Mc Grill University dan UPI dalam memberi beasiswa ikatan dinas dari CIDA-MORA menjadi dosen di UIN JAKARTA. Saya apply untuk program itu, dan diterima, itulah asbabun nuzul saya jadi dosen UIN Jakarta. Kalau jadi dosen, masuk pertama kita akan disodori perjanjian kerja bahwa kita akan lanjut S3. Jadi, 38さいlanjut S3 dengan beasiswa DIKTI.

Long jouney to reach my dream, and i have to keep my own dream for 13 years.

そして彼氏があったら早く結婚してください!

Jangan pernah menunggu takdir yg tak kita ketahui, jalani apa yg ada dihadapan lebih dahulu, sambil tetap menyimpan cita-cita, suatu saat dapat diwujudkan.

Happy Weekend!