Sensasional of Mecca and Madina

Di Mekah…. saya hanya beraktifitas di tanah harom, di Madinah juga…deng! Tanah harom itu adalah tanah yang hanya dimasuki oleh kaum muslimin, dan di tanah harom kaum muslimin di larang menyakiti, memburu dan membunuh binatang (termasuk memburu dan membunuh kecoa, lalat…juga nyamuk). Maka akan sangat wajar jika merpati banyak di Mekah dan Madinah. Menyakiti binatang aja tak boleh, apalagi manusia. Selain itu di tanah harom juga gak boleh memungut barang yg terjatuh atau tertinggal di jalanan (kecuali lihat sampah, ambillah… jangan biarkan tanah suci dikotori sampah). Syariat ini dibuat agar kita memfokuskan ibadah dan beramal baik selama di Tanah Harom. Jadi ini benar-benar perjalanan spiritual.

Dan perjalanan yg luar biasa. Betapa agungnya syariat islam, jika mampu kita diberikan kewajiban melakukan perjalanan spiritual sekali dalam seumur hidup kita. Sampai kini saya masih heran, kok bisa ya? Ibadah di Tanah harom ini fokus? Apa karena kita sholat menatap Ka’bah langsung? Atau memang syuurnya?

Beda banget dengan kondisi sholat di tanah air. Ketika takbiratul ihram….tuing tuing…oh iya ya…harusnya tadi referensi yg diambil itu dari Inch bukan Dowson….. eng ing eng inget tulisan jurnal. Lagi pas samialloh…. waduh iya tanggal 8 kan ada rapat di Tangsel belum ditandai di agenda, tar udah sholat tandai….ingat hal-hal yang terlupakan. Eh…di attahiyat….iya ya anak gue minggu ini PTS…perasaan tadi pagi anggrek belum disiram deh… segala tek tek bengek rumah keingetan….

Dan yang kayak gitu gak pernah terpikirkan saat kita shalat di Mesjidil Haram atau Mesjid Nabawi. Takjub, apa rahasianya ya? Mengingat hal ini gue jadi mikir, ini hikmah Alloh swt mewajibkan ibadah ini paling tidak sekali seumur hidup, tujuannya agar kita bisa merasakan NIKMATNYA BERCUMBU DENGAN AL KHALIK.

Selain sensasional spiritual, ada hal2 yg menarik di Madinah.

1) Dari pejelasan Ustadz Wandi yg alumnus Mekah. Dia menjelaskan arsitektur gedung hotel2 di Madinah sejenis dan dibuat tidak lebih tinggi dan megah dibandingkan Mesjid Nabawi, karena di sini ada makam Nabi. Mereka menghormati Nabi SAW. すごいね!

2) Suami heran, “Kenapa ya mobil2 di sini pada di buka kacanya, apa gak pake AC ya mobilnya?” Kebetulan depan hotel kita itu jalan raya yg memisahkan dg mesjid Nabawi, jadi lalu lalang mobil terlihat dan semua mobil buka kaca kalau lewat jalan ini. Menurut gue sih bukan karena mobil penduduk Madinah yg lewat mesjid Nabawi itu gak ada AC-nya, tapi karena mereka melewati Mesjid Nabawi yang makam Rasulullah SAW ada di sana, dan penduduk di sini menghormatinya dg membuka kaca jendela mobil saat lewat jalan depan Mesjid Nabawi ini.

3) Semua mesjid Nabawi benar-benar hidup dengan kajian. Tidak seperti mesjidil haram yg buka 24 jam dari segala pintu. Mesjid Nabawi ada jam tutupnya. Jam 11.00-03.00 pintu2 gerbangnya akan ditutup, dan menyisakan satu pintu gerbang yang dibuka yaitu babusalam pintu menuju Rawdoh langsung. Mirip dg mesjid Indonesia ada jam tutupnya. Hal yang mirip lainnya dg Indonesia adalah sahut menyahut adzan; mesjid Nabawi mesjid paling besar tapi ada mesjid2 kecil lainnya. Dan setiap mesjid akan mengumandangkan adzan sehingga sahut menyahut. Adzan bukan hak Mesjid Nabawi saja. Kajian ba’da subuh, kajian ba’da Dhuha, kajian ba’da Dzuhur, dan kajian ba’da Ashar ramai di mesjid dalam bentuk halaqoh-halaqoh kecil. Anak2, remaja, dan irang dewasa mengikuti kajian ini. Jamaah akhwat bersama para akhwat dan ikhwan bersama ikhwan. Mesjid Nabawi sangat makmur dg thalabul ilmi. Hal ini mengingatkan mesjid2 di Indonesia, ternyata dari Nabawi datangnya inspirasi kajian2 yg ada di indonesia. Bedanya, ustad/ustadazah di Indonesia melakukannya secara sukarela dan kadang dibayar infak mesjid, adapun di Madinah dibayar dan dikontrol oleh negara. Maka Mahzab para penceramah serta isi ceramah yang ada di mesjid Nabawi di kontrol oleh negara.

4) Pemandangan biasa melihat lelaki masyarakat madinah merokok sambil berjalan ke mesjid. Jadinya, wajarlah kalau sampai sekarang NU tak mengharamkan rokok. Hehehe….

5) Mobil2 yg melewati area sekitar mesjid Nabawi lebih sabar dan mengalah pada para pejalan kaki. Mobil akan berderet panjang demi menunggu para pejalan kaki menyebrang sehabis pulang dari mesjid. Tak ada klakson dibunyikan, di sini mobil mengalah demi pejalan kaki yg terkadang para pejalan kaki ini menyebrang tidak pada tempat penyebrangan.

6) Hotel-hotel memfasilitasi pedangang, pedagang difasilitasi hotel. Hotel bintang berapapun lantai bawah selalu diperuntukkan bagi pedagang. Jadi pintu-pintu lobby hotel di Madinah akan sejajar dengan kios-kios pedagang baik kecil, sedang, besar. Tampak saling bahu membahu menghidupkan sektor ekonomi, tidak ada fenomena KONGLOMERAT mematikan usaha UKM.

7) Ada hal lucu di madinah juga terjadi di Thaif ini. Ada Kebun buah di Thaif dan kebun kurma di Madinah. Saya pikir beneran ada pohon buah dan kurma lalu metik sendiri. Ternyata itu adalah pasar buah dan pasar kurma. Hehehe……

mengamati fenomena masyarakat kota Madinah ini menarik, karena Imam Maliki yg menjadikan akhlak penduduk Madinah sebagai hukum syara……… apa yamg dilakukan ahlul Madinah boleh kita lakukan apa yang tidak dilakukan tidak kita lakukan juga.

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s