Idul Fitri, Pandemik, Sakit gigi

SELAMAT HARI IDUL FITRI! Happy IED MUBAROK! イード祭りおめでとうございます!

イード2020年、Siapapun tak pernah menyangka kita berada di masa seperti ini. Saat WHO menyatakan COVID19 sebagai pandemik, serentak seluruh dunia kecuali Afrika menyatakan lockdown atau Social Distancing, Indonesia salah satunya.

Kota tempat kami tinggal berada di Zona Merah, bahkan walikotanya pun terjangkit virus ini.

Jadi idul fitri kali ini benar2 di rumah aja. Video calling ucapkan selamat hari raya, bahkan shalat ied pun di rumah. Dan paling nyesek, karena malas sikat gigi selama pandemik saya terserang sakit gigi luar biasa, mulai terasa hari Rabu malam, parah mulai hari kamis sampai saat idul fitri. Bonusnya jadi banyak banget hahaha…

Gigi graham bungsu kiri bawah udah dimatikan syarafnya, bakteri masuk dari sela2nya saya lihat ada sisa gigi keropos, kayaknya dari situ dia masuk.

Nah, karena pandemik gak ada dokter gigi buka dong. Tapi untunglah zaman teknologi canggih, ada HALO DOC, saya konsultasi secara maya dg dokter gigi, kirim foto gigi, didiagnosa, memang harus dicabut, tapi gak mungkin dicabut saat pandemik seperti ini. Jadi saya dikasih resep obat yg terdiri dari antibiotik untuk bunuh bakterinya, anti nyeri gigi, dan obat kumur antiseptik. Obatnya ditebus dan diantar gojek ke rumah, ini karena aplikasi halodoc kerjasama dg gojek. Benar2 praktis! 日本人は便利だと言います。よかった私はインドネシアに住んでいる。Bersyukur tinggal di Indonesia, masyarakatnya kreatif dan inovatif bisa bikin yg mempermudah seperti aplikasi halodoc.

Kini sekitar gigi saya baal dan membengkak… terkadang nyeri masih terasa, walhasil saya makan obat pakai durasi untuk kurangi nyeri. Obat kumur jam 6, Antibiotik jam 7 pagi, dan anti nyeri jam 9, semuanya diatur 6 jam sekali. Dan efek obat kumurnya itu, membuat ujung lidah kita mati rasa, memulihkan rasa dg banyak minum juice. とても大変ね!

Tentu saja terasa mengganggu dan gak bisa ngapa-ngapain. Gak banyak yg saya lakukan selain rebahan sambil nonton draJ buat usir bosan ditengah menikmati ngilunya pertempuran antara bakteri dengan antiseptik dan antibiotik.

Membunuh bakteri lebih mudah daripada virus, penelitian terkait bakteri hari ini sangat maju, aneka antibiotik dan antiseptik adalah cara ampuh membunuhnya, tentu dg dosis yg tepat, oleh sebab itu hanya dokter yg bisa meresepkan antibiotik.

Adapun virus kayak COVID19 yg tergolong pada spesies corona ini, sementara ini teknologi medis hanya bisa berharap pada vaksin saja. Dan vaksin hanya bisa dibuat saat genom virusnya sudah diketahui. Kalau ada yg buat banyak vaksin sementara penyakit yg diakibatkan oleh virus tersebut belum ada, kita wajib curiga bahwa perusahaan vaksin itulah yg membiakkan virus dan meyebarkannya agar vaksinnya laku dijual. Ini jika bisnis dijalankan tanpa kemanusiaan, JAHAT!

Hari ini lembaga Eijkman dan para peneliti Indonesia berupaya menghasilkan vaksin buat Covid19. Itu satu2nya jalan mengakhiri pandemik ini?

Hem…. saya sbg org yg belajar biologi sempat berpikir udah lakukan saja HERD IMMUNITY, yg sehat dibiarkan beraktifitas sementara yg rentan sakit aja yg diisolasi. Mereka yg rentan sakit dapat dihotelkan, #stayAtHome atau #stayAtHotel beraktifitas #workFromHome sementara yg usia produktif 20-40 tahun tetap bekerja seperti biasa. Anak2 muda ini tetap harus menjaga diri tidak berinteraksi dg org2 tua yg rentan. Dengan begitu ekonomi berjalan dan kesehatan juga berjalan dg baik. Kebijakan ini lebih pada “survival of fittest” siapa yg kuat yg bisa beradaptasi, dia akan bertahan hidup. Menyerahkan pada mekanisme evolusi biologi.

Tapi tentu hal ini berbeda dg org Pandemik Kesehatan Mmasyarakat, yg menyarankan LOCKDOWN dg dasar dugaan potensi jumlah org sakit dan kapasitas rumah sakit yg tersedia.

Kompromi antara kesehatan dan ekonomi hasilnya adalah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar. Walaupun pada akhirnya PSBB ini juga berdampak besar pada ekonomi.

Apapun yg diputuskan pemerintah akhirnya kita hanya manut, karena tentu itu yg terbaik menurut hasil diskusi dg para pakar. Sebagai pakar parsial bahkan non pakar tak elok bila menghujat ijmak para pakar. Ijmak para pakar statusnya Shahih, pendapat pakar parsial macam saya yg hanya lihat dari bidang saya saja sifatnya hasan. Dan pendapat para netizen yg berbunyi tanpa punya kepakaran apapun hanya kebencian saja dan nafsu politik maka bisa jatuh pada dhoif bahkan semu (palsu). Jadi, setelah idul fitri keputusan apa yg dibuat pemerintah? Yakinlah bahwa keputusan itu shahih!

Yos!! Apapun selamat makan ketupat, lebih enak dengan sayur labu berkuah, dicampur daging rendang yang pedas! Gak usah mengumpat, apalagi sama pemeritah, yang sudah bekerja keras.

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s