#Yuk, Kita Buat Indonesia Bagus!

banner_blog

Social Empowerment

Yuk, Kita Buat Indonesia Bagus!

Ini adalah motto kami di IEPF, sebuah NGO yang konsen dengan pendidikan dan pendidikan lingkungan di Indonesia.

Mengapa “Yuk!”? Yuk, berarti mengajak.  Meminta semua orang berpartisipasi dan berperan serta.

Mengapa “Kita”? Kita artinya kamu dan aku, kita berarti bersama-sama, tidak bisa sendirian.  Kita mengandung arti kolaboratif, kooperatif, dan bersifat kolegial atau setara. Kita bermakna ‘gotong royong’

Mengapa Bagus? Apakah Indonesia tidak Bagus hari ini?  Bagus adalah kata sifat merujuk pada benda bukan pada orang.  Kalau merujuk pada orang menggunakan kata “baik”.  Dulu jaman Pak Tino Sidin, kalau kita kirim gambar sama beliau selalu saja gambar apapun diberi saran, namun akhirnya dipuji “Bagus!”  [Ah tua banget ya, zaman Pak Tino Sidin, alm].  Yang dipuji Pak Tino adalah gambar atau barang atau benda.  Indonesia Bagus artinya bagaimana membuat obyek2 yang ada di Indonesia ini tertata baik, rapi, dan enak dipandang mata!

Jadi secara keseluruhan YUK, Kita Buat Indonesia Bagus adalah ajak agar berpartisipasi secara gotong royong menata Indonesia agar enak dipandang mata.  Untuk membuat keadaan ini, beberapa waktu lalu saya memfoto beberapa kondisi di Indonesia dan mengunggahnya di media sosial dengan harapan banyak yang sadar, kemudian melakukan aksi membuat Indonesia lebih baik.

Salah satu bentuk yang kita lakukan untuk kampanye ini adalah memotret fenomena keseharian dan mengajak berpikir. Kampaye dilakukan di media sosial. Contoh kampanye kita seperti foto di bawah ini?

Mungkin karena tampang kampanye di atas terlalu serius jarang yang mau membagikan kiriman ini.  Jika dibuat gaya MEME bagaimana ya reaksi orang-orang? Mau tidak membagikan foto-foto seperti di bawah ini?

Harapannya mengunggah foto-foto seperti ini pertama membuat orang sadar akan ketidaktepatannya memperlakukan lingkungan di sekitarnya. Kedua menggugah orang untuk membagikan foto-foto ini sehingga menjadi viral dan mengubah masyarakat kita dalam memperlakukan lingkungan.  Sayangnya harapan kedua belum membuahkan hasil, rata-rata yang menjadi viral ditonton dan dishare ribuan bahkan jutaan orang bukanlah sesuatu yang bersifat #Yuk, Kita Buat Indonesia Bagus!”

Jadi? Walau sedikit banget yang membagikan kampanye YUK, KITA BUAT INDONESIA BAGUS.  Walau sedikit orang yang tergerak untuk membuat aksi serupa. Tak apa-apa, kampanye akan terus berlanjut, walau tidak membagikan, cukuplah baginya untuk memperlakukan lingkungan sekitar dengan baik sehingga tercipta Indonesia Bagus.

Advertisements

Pilih Refill aja! #myLifeStyle

image

Dalam memilih pulpen saya lebih suka PILOT, kenapa? Bukan karena ini merk legendaris atau karena ini brand Japan.  Namun, alasannya sederhana karena pulpen merk ini isi ulangnya tersedia cukup banyak.  Nah, saat bumi 🌍 kita jenuh dengan sampah, pilihan refill adalah pilihan bijaksana bukan? It my life style it my ecolife.  What’s about you?

#Ecolife >>3R: Memilah sampah!

image

Tahap pertama dari kegiatan 3R adalah memilah sampah.  Cobalah lakukan di rumah anda. Lalu hitung banyak sampah dari organik dan anorganik.  Hasilnya “sampah anorganik dari plastik lebih banyak dari organik”

Jika pak Ridwan Kamil punya kebijakan insentif bagi sayuran yg masuk tanpa “buangan”, maka think again. Sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos, contoh di pasar kemang induk Bogor.  Sampah dikelola profesional oleh seorang dosen UIKA untuk menjadi pupuk organik, pasar pun bersihbdari sampah organik. Kerjasama pasar dan pengelola kompos organik ini yg lebih diperlukan. Sehingga sampah organik bernilai tambah.

Nah, konsennya harus lebih pada sampah plastik.  Karena ternyata sampah plastik kemasan dari rumah tangga pun jauh lebih banyak. Apalagi di resto2 yg fast food itu ya?

#EcoLife: Diet Kantong Plastik Yuk!

image

Belanja…belanji…! Mulai membiasakan diri untuk say no to plastic bag.  Agak susah nolak ya? Terutama saat kita minta pake dus saja mulai deh kasir cemberut!

Nah, di kota kami Bogor tahun 2013 dibuka toko glosir “LO**E”  yg saya suka dari toko ini adalah tidak menyediakan kantong plastik.  Waktu awal buka…biasalah ibu2 banyak yg ngomel2. 

Takutkah Lo**e mart jadi bankrut? Tidak krn harga yg kompetitif yg dicari pelanggan.  Kini saya lihat…omelan tidak ada lagi, yg ada adalah terbiasa menggunakan kardus bekas yg tersedia di depan toko atau membawa kantong sendiri. Jadi, pembiasaan ini ternyata lebih efektif jika dipaksakan. 

Kapan mart2 lain ikutan program ‘diet kantong plastik”??? Walau banyak mart yg belum menerapkan diet kantong plastik spt Lo**e mart, yuk kita juga niatkan, azzamkan, dan lakukan…diet kantong plastik!!

EcoLifeStyle: Tahun pelajaran baru, tak harus buku tulis baru, Mom!

 

Setiap tahun anda membeli buku tulis baru untuk anak anda?  Dan awal tahun ajaran baru, selalu dengan buku tulis baru???  Tas baru? Sepatu Baru?

Saya tidak membiasakan itu pada anak2, saya.  Betul saya membeli buku tulis, cukup 1 pak saja, yang bisa dipakai 3 anak loh?  Kok?? Ya, tahun ajaran baru bukan berarti buku tulis baru.  Saya membiasakan anak2 menggunakan buku tulis lama, nah untuk membedakan dengan kelas sebelumnya, saya memberi pembatas berbeda.  Kita tinggal hitung saja, berapa pembatas ada di buku itu.  Kalau ada 6 pembatas berarti itu buku sudah digunakan sejak kelas 1 sampai kelas 6.  Paling sampul coklatnya dan plastiknya yang kami ganti, nah kelihatan baru bukan?  Disini istilah “Judge  book from cover“  berlaku loh.     Hehehehe….

Continue reading