インドネシアの交通

インドネシアは広い国ですから交通は色々あります。スマトラとカリマンタンとパプアとマルクとスラウェシは渋滞じゃありませんです。例えばメダンから北アチェまで旅行した時道に車は一台か2台しかないんです。

               でも大都市の交通に渋滞です。私の町道が渋滞です。例えばバンドンとボゴルとジャカルタなど。私はボゴルに住んでいます。私の会社のジャカルタ大学はジャカルタにあります。毎日運転することが34キロの1時30分ぐらいにかかります渋滞のポイントは三つあります。パルん市場とガペルク交差点とシプタットフライオパーです。タベルを見ましょう!

タベル1。うちからジャカルタ大学までは34キロぐらいです。車で1時30分かかりました。

パルン市場ガペルク交差点ジャカルタ大学
 キロキロキロ
うち(ボゴル)18.730    
パルン市場  9.130  
ガペルク交差点    5.730

タベルを見た後に結論は何ですか。ジャカルタに近づく渋滞になります。よかった私の会社は南ジャカルタにあります。センタージャカルタにある場合。。。考えてください!毎日180万モーターカーはジャカルタに入っています。ジャカルタにはいったモーターカーの中に74%アウトバイク。

MacOs Catalina, NO WAY!

Sejak tahun 2014 saya pengguna Macbook Air produk2012, sebelumnya hapal banget bongkar pasang dan kutak katik OS berbasis microsoft. Si Apple ini sebenarnya sudah menyediakan paket lengkap pengolahan data, kata, dan presentasi. Namun, karena saya terbiasa pakai ms office, saya tetap beli ms office. Beli tahun 2014 ms office for mac yg tersedia ya MsOffice2011. Jadilah dia terbenam di dalam laptop saya selama 5 tahun ini.

Malapetaka di mulai ketika saya install MacOs baru CATALINA. Sehabis install Msoffice2011 hilang semua, dia minta install baru microsoft365. Apa?? Install baru dan disuruh langganan 850rb pertahun. Gile bener deh…. Dulu saya beli msoffice2011 dari Adhit seorang Students Microsoft Pathner harga 700-an ribu rupiah. Gak mau dong ganti, lagian gak butuh sharing online lah, masih pewe dg sharing dropbox dan googledocs.

Tiga hari saya berupaya mendowngrade ke os sebelumnya. Bayangkan 3 hari itu sampai2 sedikit frustasi, apa saya bawa aja ke service center di Bandung ya? (Di kota saya apple gak ada service centernya, adanya di Kelapa Gading atau Bandung). Hari ke tiga, malam mingguan saya dihabiskan dg Si Mac, ah so sweet banget. Akhirnya lewat tekan option+R lalu hapus disk, lalu balikin ke OS lion 10. Udah balik ke Os awal tuh laptop. 17時かかりました! すごいね。Tapi MS OFFICE 11 saya belum. Bagaimana dong?

Waktu beli produk msoffice2011 adhit kasih link dan kode aktifasi. Tapi kode link udah gak aktif. Namun saya ingat 2016 saya pernah backup berkala. Saya coba cek ternyata iya, bisa!

So the next step, saya reset, tekan option+R dan pilih restore from time mechine. Daraaaa…… macbook saya balik ke posisi semula, dg OS el capitain dan Ms Office11.

Naamanya manusia, masih aja gak puas ya? Ah cobaah tingkatin ke MacOs Sierra. Kali ini saya baca dulu situs Ms Office dia dukung apa aja. Disitus dinyatakan Ms Office2011 belum pernah dicoba di HighSierra dan MsOffice menghentikan dukungan untuk msoffice2011 sejak 2017. Dia hanya melayani update bagi pelanggan seperti saya aja. So, gak jadi di update MacOs el capatain ke Sierra. Sudahlah Macos El Capitain dengan MsOffice2011 adalah pasangan sejati, yg penting mendukung kerja kita.

Sebagai catatan bagi para pengguna Macbook air yg gak bisa moveON dari msoffice.

(1) Jangan buru2 update ke Catalina, karena dia hanya mendukung Msoffice2019 dan 365.

(2) upayakan backup berkala, ya 1 tahun sekali. Supaya semua data diri dan aplikasi aman selalu, gak harus “kembali ke titik 0” karena kita bukan Pasti PAS Pertamina.

So, semoga bermanfaat!

インドネシアの 地方の 祭り

私はボゴルに住んでいる。おもしろい町ね!ボゴルに二つ祭りあります。CAP GOMEH (道祭り) と HALERAN文化祭りです。

旧正月に道祭りがあります。午後3時から時午1前まで道祭りをします。CAPGOMEHとき、Suryakencana道 (LawangSaketeng)が賑やかです。LiongBarong踊るがあります。面白い踊るですからいろいろ人が見ます。

町誕生日にHALERAN文化祭りがあります。Haleranは アートパフォーマンスと文化のパレード です。文化のパレードにいろいろ文化があります。Sudirman道からSEMPURフィールドまでいろいろ文化が歩きます。SEMPURフィールドにいろいろアートパフォーマンスがあります。

好きじゃないボゴル祭りがゴミです。ゴミの整理することが悪いです。皆人はゴミを持ち帰りません。ゴミステーシンがありません。

東京の上のパーク 2018年9月16日

日本の祭りにゴミの整理することがいいです。日本の祭りでゴミステーシンがあります。ゴミステーシンで皆人はゴミを捨てます。日本でゴミの整理することを勉強しましょう!

インドネシアの 公共交通機関

インドネシアにいろいろ公共交通機関あります。公共交通機関は何が好きですか?何が便利ですか?何をよく乗りますか?私はこの電車がとても好きです。のんで?考えてください!この電車の写真を見てください!あなたは何を見ますか?

1。公用車

3.000 – 5.000 ルピア

2。バス

3。電車

4。MRT

3月2019年MRTがあります。

今交響交通機関がいいですね!

シカ🦌:奈良とボゴル

奈良パークへ行った時、シカがたくさんいます。奈良のシカを見た時、ボゴルのシカを考える。奈良のシカとボゴルのシカは同じですか? これはシカの写真です。見てください!

(1)きれいな自然にシカがいます。

ボゴルのシカ奈良のシカ

(2)ボゴルのシカににんじんをあげます。奈良のシカにケキをあげます。

(3) 奈良のシカはホーンがいません。ボゴルのシカはホーンがいます。

(4) シカが可愛い動物です。人々はシカがとてもすきです。ボゴルに“Pagar”あります。奈良にPagarありません。

可愛シカでしょう?

私の花見

今年3月29日から4月3日まで私たちは京都へ行った。桜が満開でしょう。楽しかったです。私は花がとても好きです。花を見て、花の写真を取ることが好きです。花がきれいでしょう。

日本で私は桜を見た時、写真を取った。私の携帯にいろいろ桜がたくさんあります。たとえば京都の桜と奈良の桜と富谷図の桜とお大阪の桜です。

桜のインフォを探した。よかった!私の写真に四つ桜があります。

1。ソメイヨシノ「Somei Yoshino, bunga sakura umumnya yang dikenal luas」。色の満開桜がピンクから白いまで。花びらは5つがいます。

2。シダレザクラ「Shidarezakura, bunga sakura menangis」色の花はピンクです。花びらは5つがいます。花が垂れ下がる。

3。ヤエザクラ「yaezakura, sakura berkelopak ganda」色の桜はピンクです。花びらは5の倍数:10、15、20 … 50。

4。山桜「yamazakura, bunga sakura liar]. 色の桜は白いです。花と葉っぱがあります。

楽しかったね!今年桜を見た。

Rapih: one of Japan culutre

Pernah berkunjung ke Jepang? Apa kesan pertama anda terhadap negara ini? Ungkapkan dalam tiga kata: BERSIH, RAPIH, TERATUR! itu yang senantiasa saya dapatkan ketika mengajak peserta ke Jepang pertama kalinya, dan itu pula yang saya rasakan.  Mengapa bisa seperti itu?

Tulisan sebelumnya sudah dibahas mengapa Jepang bisa bersih? Silahkan baca tulisan saya tentang O-sōji: Piket membersihkan sekolah di Jepang #SerialPendidikandanKehidupan diJepang).  Mengapa jepang masyarakat jepang teratur? Silahkan lihat salah satunya dalam tulisan tentang Antri: just one of Japan culture).  Kali ini saya akan tuliskan mengapa kehidupan di Jepang bisa rapi?

Budaya rapi.  Suka lihat film Dora Emon kan? Nobita, Giant, dan Suzuka pegang sapu dan lap menyapu dan mengepel rumah udah biasa bukan? Juga bagaimana mereka membereskan kembali sepatu dan sandalnya.  Di rumah dilakukan, di sekolah pun dibiasakan.  Maka jika lihat di Jepang tak ada sandal atau sepatu yang letaknya berantakan kayak di pelataran mesjid di Indonesia saat sholat jum’at atau jama’ah.  Semuanya akan tertata rapi, kenapa? Melihat yang rapi hati kita damai bukan? Itulah esensinya! KEDAMAIAN HIDUP! KENYAMAAN HIDUP! Bahkan berbagai teknologi yang diciptakan oleh Jepang pun punya filosofi “Bagaimana membuat hidup orang Jepang (manusia) nyaman?” Jalan kaki Bandung-Jakarta membuat gempor bukan, pakai kuda pun kasihan kudanya, lalu ketika eropa menciptakan mobil yang super duper mahal dan ternyata mobil memberikan kenyamaan dalam perjalanan, maka Jepang bertekad memurahkannya agar semua orang bisa nyaman.  Pun “Shinkazen”, kereta peluru ini lahir karena paradigma ‘banyak orang yang memilih naik kereta karena takut ketinggian atau takut naik pesawat, namun naik kereta acapkali memakan waktu lama.  Maka kereta peluru ini bisa memotong waktu sampai empat kali,  menyenangkan hati orang lain atau sesama manusia ….ini prinsip hidup mereka.

Karena dengan rapih, pandangan mata semua orang menjadi nyaman, maka inilah yang ditanamkan di sekolah-sekolah Jepang dengan pembiasaan membereskan sandal-sandal dan ditata rapi.

Anak SD Jinzumidori merapihkan sandal tolitet mereka

Tidak hanya itu, penulis pernah mengunjungi tempat pembakaran sampah bersamaan dengan itu, anak-anak dari sebuah sekolah berkunjung ke tempat yang sama.  Apa yang mereka lakukan terhadap sepatu dan tempat minum mereka? Mereka merapihkan susunan sepatu dan barang bawaan mereka dengan rapi tanpa disuruh gurunya, mereka otomatis melakukannya karena “RAPIH adalah BUDAYA MEREKA. “Wow sugoi desuka?”

IMG_0178

Anak-anak sekolah berkunjung ke Tempat Pembakaran Sampah Propinsi Toyama, sepatu dan termos air yang mereka bawa disusun rapi oleh mereka sendiri.

Bukan hanya itu, MERAPIHKAN KEMBALI apapun punya kita dan bekas kita itu menjadi tanggung jawab kita.  Di Indonesia, kita sering melihat sehabis makan direstoran kita tinggalkan meja dengan berantakan, maka jangan lakukan itu di Jepang, walaupun itu di restoran cepat saji sekalipun. Di banyak restoran di Jepang, kita yang harus membereskan meja kita sendiri. Bahkan disediakan serebet untuk membersihkan meja kita sendiri.  Sampah-sampahnya pun harus kita buang sendiri.

Sehabis makan meja dibereskan, dibuang sampahnya termasuk sisa cairan yang ada.  Semua dirapihkan sendiri. 

Jadi inilah sebab mengapa Jepang rapih? Pembiasaan dilakukan oleh siapapun dimanapun dan dilakukan mulai dari sekecil apapun.  Mau Indonesia lebih baik! Ayo, pikirkan bagaimana membuat orang lain nyaman dan mudah!

 

Antri: just one of Japan culture

Bagi negara Jepang, antri merupakan bagian dari budaya mereka.  Sejak kapan jepang punya budaya itu? Entahlah yang jelas orang jepang punya prinsip, (1) “kerjakan segala sesuatu dengan cepat, rapih, dan tertib” (2) “Pikirkan perasaan orang lain”  (3) “Setiap aturan dibuat untuk membuat nyaman semua orang, jadi patuhi aturan”.  Aturan yang terus menerus dilakukan menjadi pembiasaan, pembiasaan pada akhirnya menjadi budaya.  Orang yang tidak ikut budaya akan dianggap sebagai orang aneh (Hen).

Apa yang menyebabkan prilaku ini menjadi sebuah budaya? kunci ada pada sinergitas antara rumah, sekolah, dan masyarakat atau istilah singkatnya “semestakung – semesta mendukung”

Budaya antri.  Rasanya sejak dalam kandungan Bayi di Jepang sudang diajak antri sama ibunya.  Tidak keistimewaan ibu hamil harus didahulukan ketika antri di kasir minimarket atau antri masuk kereta atau antri ke toilet.  Semuanya mengantri sesuai urutan kedatangan.  Ketika pertama kali mata Si Bayi itu diajak jalan orang tuanya, dia harus mengantri masuk bus, mengantri makan di restoran, dan mengantri-mengantri Si Jabang bayi yang baru melek itu melihat, itu terus berlanjut sampai ketika mereka tiga tahun ketika diajak orang tuanya jalan-jalan.  ANTRI sudah menjadi pemandangan baginya. Namanya anak umur tiga tahun ya pasti ada saja ingin cepatnya, namun ketika si anak ini memperlihatkan egonya, menerobos antrian, maka orang tua akan memegangnya untuk patuh pada urutan antrian.  Maka ketika mereka masuk TK, mengantri karena pandangan harian di masyarakat, diajarkan dan dicontohkan orang tua, juga dilihat dari lingkungan sekitar.  Tidaklah mengherankan jika kita berkunjung ke TK di sana, anak-anak biasa antri dengan sabar menunggu giliran. Guru pun tak cape dalam mengarahkan mereka untuk sabar mengantri.

 

Anak-anak TK Kamidaki sedang mengantri dengan sabar menunggu giliran bermain. Tanpa perlu ekstra pengawasan dari guru.

Tidak hanya di dalam kelas, ketika kunjungan pun mereka terbiasa antri.  Pembiasaan di masyarakat dan diperkuat melalui pendidikan di sekolah membuat antri menjadi budaya melekat, maka para siswa TK dengan ketika mereka mengunjungi area publik maka dengan otomatis mereka sudah antri. Cukup menunjukkan tangan dua jari, siswa otomatis mengantri berpasangan dengan temannya, tanpa perlu gurunya berteriak-teriak lagi. “Wow, sugoi desuka?”

Anak-anak TK antri memasuki Aquaculture Uozu di Prefecture Toyama Japan

Bagi orang Jepang juga bagi kita sih  “tidak  antri” memiliki kerugian yang banyak, diantaranya: (1) Waktu terbuang banyak.  Misalnya masuk kereta api.  Bayangkan jika tidak ada budaya antri, semua orang berebut masuk duluan.  Akhirnya banyak yang terjepit dipintu, memperhambat orang belakang untuk masuk.  Berapa lama waktu terbuang hanya untuk empet-empetan di pintu masuk kereta.  (2) cape hate (bhs. sunda – bahasa indonesianya lelah hayati).  Misalnya antri di toilet, orang akan ribut mulut merasa duluan gara-gara tak ada line antrian.  Akibatnya ngelus dada, sampai jantungan. (3) tercabut nyawa.  Kok bisa? pernah dengar ada seorang saudagar membagikan zakat, dan masyarakat yang datang berebut tak antri? Akhirnya pencari sedekah harus meregang nyawa karena diinjak-injak oleh pencari sedekah lainnya.  Coba kalau antri?

Antri adalah perbuatan yang membuat semua orang nyaman dan adil, perasaan semua orang pun menjadi senang, inilah sebabnya budaya antri dijunjung di Jepang, karena filosfi mereka adalah “Bagaimana menjadi warga negara jepang sebagai warga negara yang cinta damai”.  Cinta damai hanya akan terwujud jika kita bisa membuat orang lain merasa nyaman dan diperlakukan serta memperlakukan orang dengan adil tanpa melihat dia itu anak, orang tua, dan tanpa memandang ras, suku, dan agama. Budaya antri hanyalah bagian kecil saja dari mewujudkan warga negara Jepang yang cinta damai.

 

Ironis bukan? Padahal AL ISLAM yang berasal dari SALAM bermakna damai. Harusnya “islamlah yang menghadirkan manusia-manusia cinta damai itu.  Namun kita tak mampu mewujudkan esensi apa yang menyebabkan manusia bisa damai? Jepang mengajarkan esensi “Kedamaian adalah manakala kita bisa mencabut ego kita baik ego individu maupun ego kelompok dengan memikirkan perasaan orang lain dan kepekaan sosial yang membuat semua orang merasa nyaman dalam hidup”.

Sikap radikal tanpa toleransi jauh dari kesan damai yang diperlihatkan oleh sebagian muslim pun lahir karena “EGOSENTRIS atau memikirkan diri sendiri atau kelompoknya saja”, sehingga lahirlah sifat kukuh yaitu keharusan dalam segala aspek kehidupan wajib kudu “SEIMAN” kalau gak seiman BOIKOT Jangan dibeli Jangan di tonton dan Jangan-Jangan lainnya.  Hal yang banyak menjangkiti sebagian kaum muslim saat ini “EGO – BAGAIMANA SAYA SENANG, BAGAIMANA KELUARGA SAYA NYAMAN, BAGAIMANA SAYA CEPAT SAMPAI TUJUAN, dan saya saya saya lainnya.  Maka tidaklah mengherankan jika seorang ulama Mesir “M. Abduh” ketika berkunjung ke negara yang mereka sebut kafir, Dia mengatakan “Aku tidak melihat muslim disini, tapi aku melihat islam“.  Namun ketika dia ada di negara islam dia mengatakan, “Aku melihat banyak muslim di sini, tetapi aku tidak melihat islam” 

Jika kita ingin semua orang mengatakan, “Aku melihat banyak muslim di sini, dan aku melihat islam”, maka mulailah dengan menghilangkan EGOSENTRIS, dan mulai memikirkan apakah orang lain akan senang, nyaman, dan rido dengan apa yang kita lakukan…….

3R Kota Tangsel: Jalan panjang menuju Green City

Jika biasanya saya memaparkan hasil jalan-jalan di Toyama Jepang, saat ini saya paparkan hasil jalan-jalan di Kota Tangerang Selatan.Kota Tangerang Selatan ini kota tempat kampus saya berlokasi, walaupun universitas saya bernama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan milik DKI Jakarta.

(1) Pemerintahan Kota Tangerang Selatan punya kebijakan yang kuat menginginkan kotanya sebagai kota 3R. Tentu saja ini point sangat bagus.  Kebijakan ini bisa dilihat dari misi Kota Tangsel, salah satu misinya adalah:

Penanggulangan masalah sampah melalui program yang terpadu secara berjenjang dan terorganisir dan dapat dikaitkan dengan program penghijauan lingkungan.

Nah, setiap pembangunan gedung di Tangsel harus berwawasan lingkungan, yaitu dengan membuat sumur resapan lubang biopori dan harus ada pengelolaan sampah TPST 3R (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle. Bila tidak memenuhi persyaratan tersebut maka IMB-nya akan dicabut. (sumber Airin Diany – Walikota Tangsel, 12 Mei 2014).

Keren bukan? Tangsel sudah punya “political will“.

(2) Masyarakat di Tangsel membuang sampah masih dicampur, semua yang namanya sampah dimasukkan dalam satu tong sampah.  Walaupun dibeberapa tempat sudah ada tulisan sampah organik dan non organik namun masyarakatnya masih membuang sampah TANPA MEMILAH. Mengapa masyarakat membuang sampah non organik ke organik? Padahal sudah tertulis jelas itu tong sampah organik, tetapi gelas plastik dan bungkus plastik masih dibuang disana?  #TanyaMasyarakat

(3) Sampah yang dibuang penduduk tanpa pemilahan, akan dibawa oleh petugas kebersihan ke TPS.  TPS di Kota Tangerang Selatan ada dua yaitu TPST3R dan TPS Tradisional.

 

TPST3R (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu 3R) di Kota Tangerang Selatan ada 31 titik, disini sampah dari rumah penduduk yang masih bercampur akan dipilah, menjadi sampah organik, sampah ekonomis, dan sampah tak bernilai.  Di TPS3R sampah organik diolah menjadi pupuk organik, sampah ekonomi seperti botol, kaleng dll di jual kembali ke pengepul, dan sampah tak bernilai dibawa ke TPA. Adanya TPST3R mampu mengurangi 20-30% sampah yang dibuang ke TPA.

TPS Tradisional: Sampah yang diangkut dari masyarakat tanpa dipilah dahulu akan disimpan di TPS (tempat pembuangan sementara).  Biasanya TPS terletak dipinggir jalan agar mudah bagi mobil bak atau truk pengangkut sampah mengangkut sampah.  Truk-truk sampah ini kemudian membawa sampah ke TPA.

(4) TPA Kota Tangerang Selatan punya satu bernama Cipeucang.  Sampah di sini ditumpuk sehingga membentuk gunung-gunung sampah. Masyarakat sekitar Cipeucang paling menderita dengan bau sampah ini, selain juga ketakutan akan terjadinya longsor seperti di Leuwigajah Bandung tempo lalu.

DSC_0079

(5) Bank sampah: adalah gerakan komunitas yang kebanyakan ibu-ibu untuk memilah sampah ekonomis dan non ekonomis.  Gerakan ini masif di Tangerang Selatan Sampai tahun 2017 Tangsel memiliki 208 buah Bank Sampah.  Gerakan ini merupakan gerakan partisipasif dan gotong royong yang perlu terus digiatkan.

 

Jika membandingkan tulisan kemarin tentang 3R di Kota Toyama Jepang, dengan pengelolaan sampah di Tangsel. Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan penduduk dan pemerintah Tangsel dalam menangani sampah dalam jangka pendek yaitu:

(1) Pengaturan pembuangan sampah oleh rumah tangga di Tangsel.  Minimalnya setiap rumah tangga menyediakan dua tong sampah yaitu organik dan non organik. Pola seperti ini membuat warga berpartisipasi aktif memilah sampah.  Jika sampah tidak dipilah dengan baik, petugas pengangkut sampah dapat memberikan surat teguran untuk memilah sampahnya, sebagai hukumannya petugas tidak akan mengangkut sampah jika rumah tangga tidak memilah sampah dengan BENAR!

(2) TPS tradisional mengangkut sampah di TPST-3R.  Truk-truk TPST-3R yang bertugas mengangkut sampah dari rumah penduduk.   Petugas pengangkut sampah membuat jadwal pengangkutan sampah berdasarkan jenisnya misalnya sampah organik diangkut pada hari selasa  dan sampah non organik diangkut hari kamis.  Sampah-sampah yang telah sampai di TPST3R untuk dipilah antara sampah ekonomis dan non ekonomis.  Sampah non ekonomis dibawa oleh truk sampah TPST-3R ke TPS Tradisional untuk dibuang  ke TPA.  Dengan pola seperti ini maka Pemda Kota Tangsel harus membangun 1 kelurahan 1 TPST-3R, artinya ada minimalnya 54 TPST-3R.

Usulan pertama akan “memberdayakan masyarakat dalam skala rumah tangga untuk peduli sampah, INGAT: sampahmu tanggung jawabmu! Usulan kedua: lebih mempermudah dan mengefektifkan kerja TPST-3R dan akhirnya mengurangi gunungan sampah di TPA.

Memang idealnya TPA dibangun dengan model pembakaran sampah seperti yang diceritakan pada postingan sebelumnya.  Namun, biaya pembuatannya mahal.  Di Toyama saja tempat pembuangan sampah itu bersinergi lima wilayah.  Jika Memang Tangsel berminat membuat Pembakaran sampah Paling tidak bisa menampung dari lima wilayah misalnya Kota Tangsel, Kota Tangerang, Kab. Bogor, Kota Depok, dan Jakarta Selatan.

Ayo, Kita Buat Tangsel Bagus! Tangsel Cerdas Modern dan Religius!