NKRI Bersyariah = NII Reborn [?]

Zaman keterbukaan seperti sekarang ini kita jadi lebih mudah mengakses apapun, termasuk dengan pergerakan-pergerakan yang biasanya di bawah tanah, salah satunya NKRI bersyariah yang dideklarasikan 1 September 2012 pada ulang tahun FPI (baca disini untuk jejak: NKRI BERSYARIAH.  Pasca deklarasi masif ide ini digulirkan seperti pada Khutbah Iedul Fitri dan melalui peluncuran buku (2013), juga terkait ide CAPRES NKRI BERSYARIAH).  Tampaknya gerakan-gerakan menggulirkan ide NKRI bersyariah sangat terencana, berikut ini beberapa berita terkait, dengan NKRI bersyariah (ini murni hasil googling berita):

1.Deklarasi NKRI Bersyariah, 1 September 2012.

1) Bertekad dan berjuang dengan mengorbankan harta dan nyawa untuk menghabisi seluruh kemaksiatan, korupsi, aliran sesat dan kezaliman dari bumi Indonesia. 2) Bertekad dan berjuang dengan mengorbankan harta dan nyawa untuk terwujudnya NKRI bersyariah, guna menggantikan NKRI bermaksiat. 3) Bertekad dan berjuang dengan mengorbankan harta dan nyawa untuk mengangkat Al Habib Muhammad Rizieq Syihab dan para pejuang Islam lainnya untuk menjadi presiden dan pejabat dalam kabinet NKRI Bersyariah.

2. Peluncuran dan bedah buku “Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah” Karya Habib Rizieq Syihab pada 10 Febuari 2013 KLIK DI SINI. Pernyataannya adalah sebagai berikut:

NKRI bersyariah harus direbut dengan jalan revolusi” Revolusi damai dengan jalan dakwah, akan tetapi bila ternyata usaha itu dihadapi dengan kekuatan fisik, terpaksa dilakukan dengan perlawanan.  Negara yang ada saat ini tidak perlu dihancurkan. Cukup penguasa yang tidak pro syariat Islam saja yang disingkirkan dan diganti dengan penguasa Islam.

3.  September 2013, terjadi penjaringan calon presiden NKRI bersyariah.  Jubir HTI menolak ketika dicalonkan (BACA DI SINI).  Ustdz Arifin Islam menawarkan Habib Rizieq sebagai Kandidat Presiden NKRI bersyariah (BACA DI SINI).

4. Pada tahun 2014, mulai memasuki jalur PILEG untuk menuju NKRI BERSYARIAH. Forum Caleg Syariah pun dideklarasikan (BACA DI SINI).

5. Pada tahun 2015, setelah sebagian besar Caleg Syariah gagal melenggang ke senayan, bukan berarti perjuangan berhenti.  Perang ide terus digulirkan dengan pemerintah yang sudah dipilih rakyat, salah satunya adalah membenturkan ISLAM NUSANTRA dengan NKRI Bersyariah (BACA DI SINI).

Umat Islam tinggal memilih : Ikut Habib Rizieq yang mengusung NKRI BERSYARIAH atau ikut Presiden Jokowi yang mengusung ISLAM NUSANTARA … ?

Pada 19 November tahun 2015, perjuangan dilajutkan dengan Muzakarah Alim Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim  telah berhasil membentuk Majelis Tinggi DKI Jakarta Bersyariah (BACA DI SINI).  PILGUB JAKARTA dianggap sebagai ENTRI POINT MENUJU NKRI BERSYARIAH.

6. Pada 17 Agustus 2016 dalam milad FPI ke-18, kembali menegaskan perjuangan NKRI BERSYARIAH (BACA DI SINI). Dan pada tahun 2016 juga ada dua aksi 411 dan 212 yang berhasil menarik simpati jutaan muslim di Indonesia, menjadikan Habib Rizieq sebagai MAN OF THE YEAR versi MUSTI (Muslim Tionghoa) pimpinan Jusuf HAMKA (Baca di sini).

7. Kriminalisasi terus mendera Habieb Rizieq dengan kasus-kasusnya lawasnya.  Sekjen FUI pun bereaksi dengan kasus yang menimpa MAN OF THE YEAR 2016.  Pada hari selasa 10 bulan 1 tahun 2017 Habib Rizieq Shihab dibaiat sebagai Imam Umat Islam (BACA DI SINI).

Kita tidak tahu ke depan mau jadi seperti apa. Itulah sebabnya kita baiat Habib Rizieq sebagaai imam umat Islam karena Habib Rizieq tidak tunduk dengan RRC dan Amerika. Kalau Habib Rizieq ditangkap, maka umat Islam siap untuk ditangkap. Kalau Habib Rizieq ditembak, kami siap ditembak, menyongsong kematian. Ingatlah tipu daya orang-orang kafir itu seperti sarang laba-laba. “Sesungguhnya rumah atau sarang paling lemah adalah sarang laba-laba.”

KH. Muhammad Al Khaththath

Apakah NKRI Bersyariah sebagai NEW NII atau NII Reborn? Patut diketahui bahwa Islam sebagai ideologi memerlukan tempat untuk tumbuh dan berkembang menegakkan hukum-hukum publik, sehingga adalah sebuah hal yang wajar jika ide-ide NII pun muncul kembali pada masa kini dan masa yang akan datang.  Namanya ‘ideologi’ akan tetap tumbuh dan berkembang serta diwariskan dari generasi ke generasi. Gerakan dan nama gerakan bahkan pola gerakan akan terus dimofikasi dan dimetamorfosis menyesuaikan kondisi kontekstual.  Ini adalah hal wajar bagi semua ideologi.

Berkaca pada sejarah…..

NII (Negara Islam Indonesia) tak perlu diceritakan kembali bagaimana diperjuangkan oleh Bapak Kartosuwiryo dan bagaimana penderitaan rakyat sipil atas peristiwa ini (SILAHKAN BACA DI SINI).

#REFLEKSI

Pertanyaan pada kita bersama, “Apakah kita pada saat ini merasa sudah FINISH berada dalam NKRI Pancasila dan UUD 45? atau kita merasa memang harus memperjuangkan NII REBORN?

Tak perlu cerita panjang lebar, yang jelas ketika Jepang membentuk BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) yang kemudian diganti nama setelah merdeka menjadi PPKI pada barisan itu ada para tokoh islam atau para Kyai.  Seperti dari Masyumi (Kiai Haji Mas Mansoer), NU (Kiai Haji Masjkur, Haji Abdul Wahid Hasyim), dan Muhammadiyah (Ki Bagus Hadikusumo).  Tentu saja selain itu ada dari tokoh kedaerahan, china, dan nasional (silahkan LIHAT DI SINI!).  Berdasarkan rembug bersama para FOUNDING FATHER, maka NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dianggap sebagai dasar yang ideal bagi tumbuh kembangnya keragaman di Indonesia.  Jika membaca sejarah, bagaimana para tokoh islam mengesampingkan ego dan idealisme mereka dalam menegakkan syariat islam, demi kesatuan bangsa indonesia dari Sabang sampai Meurauke. “KEPENTINGAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA mereka letakkan di atas kepentingan dan ego kelompok”

Jika sebagaian pemikir menganggap apa yang dilakukan para FOUNDING FATHER sebagai jalan tengah, tidak pro islam, dan kekalahan muslim.  Maka kita bisa menengok sejarah beberapa upaya penegakkan NII telah gagal, alih-alih membuat rakyat KAGUM, sebaliknya malah membuat rakyat menjadi TAKUT.  Para pejuang NII yaitu DII/TII disebut oleh masyarakat di Jawa Barat sebagai Gerombolan, karena mereka suka bergerombol ketika merampok pangan yang ditanam  rakyat sipil.  Pun begitu dalam NKRI Bersyariah,  entry point pada PILGUB DKI menjadi ajang SARA, perang ayat bahkan sampai pada perang mayat. Akibatnya umat kehilangan sosok Islam yang RAHMATAN LIL ALAMIN.

#Note:

Islam adalah agama mulia, memperjuangkannya memerlukan kesabaran bukan PEMAKSAAN KEHENDAK.  Jika para pejuang islam tidak sabaran, maka kalian kalah sama orang-orang Yahudi.  Para Yahudi itu luar biasa sabar perjuangannya, sejak awal Islam berdiri di Madinah (Abad ke-7 M) tidak pernah lelah berjuang untuk menghancurkannya, sampai akhirnya hancur pada Abad 20, artinya perjuangan mereka lakukan selama 13 Abad tanpa henti terus mengeluarkan pemikiran-pemikiran dibalut dengan akademisi dan ekonomi ribawi yang kuat, sejengkal demi sejengkal PEMIKIRAN UMAT ISLAM dikuasi, sehingga ketika SULTANIYAH atau Khilafah  dihancurkan 1924 secara akademik dan ekonomi tiada satupun kerajaan atau negera bagian khilafah islamiyah merasa kehilangan.  Kecuali sebagian para ulama yang menangis karena mereka memahami bahwa tiada akan tegak islam tanpa khilafah/sultaniyah.

Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, bagaimana aktifitas muslim dengan penerapan syariat islamnya baik oleh individu maupun komunitas seharusnya dapat memberikan TAULADAN, SOLUSI, dan KETENTRAMAN serta UKUWAH, bukan cari-cari masalah menggunakan ayat2 Alloh swt lantas meng-kafir-kan atau me-munafik-an orang yang tidak sependapat dari sisi pengambilan ayat2 tersebut, alih-alih berkontribusi positif pada tatanan masyarakat, malahan membuat masyarakat menjadi galau dan TERBELAH.

Wallohualam bi sawab.  Semoga bisa memberikan wawasan bagi yang masih “awam” dengan situasi dan kondisi yang terjadi, yg terkadang bingung harus berposisi dimana dan seperti apa?  SEMOGA BERMANFAAT.

Jakarta dan Harapan para Pelajo

Ini tulisan iseng, tapi bisa dianggap serius. Sebenarnya pengen nulis buat warga DKI yang punya hak memilih pengen nitip sesuatu….tapi jadinya #random aja deh.alias bakal ngalor ngidul nih tulisan.

Pasca PILGUB DKI Chapter I, apa yang didapatkan? Sebagian terbengong,  kok Ahok masih menang?

#Analisis amatiran pertama: Ini gegara kaum golputers tunduhan #gazebo ini termaktub dalam status sebagian neitizen.  Ngapain ikut aksi 411 212 dan aksi lainnya, kalau akhirnya dia golput? Patut dipahami sebagian umat islam memang memandang bahwa MEMILIH PEMIMPIN DALAM SISTEM KUFUR (sistem bukan islam, termasuk sistem demokrasi pancasila) SIAPAPUN CALON PEMIMPINNYA MUSLIM ATAU BUKAN adalah HARAM.  Ketika sekelompok orang konsisten dengan pendapatnya ini, saya bilang itu bagus, itu namanya KONSISTEN. Lalu jika ada sebagian mencemoohnya, maka saya MENGELUS DADA aja bagi yang mencemoohnya, #shameONyou kamu gak ngerti cara memahami keyakinan orang lain. Sesungguhnya aksi GOLPUT mereka lebih mulia, karena memperlihatkan bahwa dukungan aksi mereka adalah murni karena kesatuan islam, bukan karena politik.  Sebaliknya yang harus malu itu partai yang secara hukum membolehkan memilih pemimpin non muslim bahkan di wilayah papua, maluku, dan kalimantan partai ini mengusung non muslim, tapi partai ini mengharamkan pemimpin non muslim untuk DKI JAKARTA.  Ini namanya inkonsistensi, demi kemenangan dalil haram bisa jadi halal, dalil halal bisa jadi haram.  Jadi #ShameOnYou again.

#Analisis amatiran kedua: Ini gegara sebagian kaum muslimin adalah para munafikun, udah jelas ahok menistakan qur’an masih aja dipilih, apa namanya kalau gak munafik. Yah, manusia udah ngaku tuhan sekarang.  Nabi Muhammad saw saja ketika diminta anak Abdullah bin Ubay menyolatkan ayahnya, Nabi SAW mau, sampai Alloh swt melarangnya karena dia tergolong munafik.  Predikat munafik itu ditentukan oleh Alloh swt, manusia dilarang menyebut seseorang muslim lainnya dengan munafik.  Nabi Muhammad saw jungjungan kita semua “suri tauladan” yang harus diikuti lahir dan bathin, posisi beliau di atas sabda para ulama.  Lihatlah Beliau, Rasulullah saw sangat hati-hati bersikap pada Muslim, dan kita terkadang sangat ponggah menganggap diri kita AL HAKIM bagi muslim lainnya.  Hanya karena #PILKADADKI kita kemudian mencap muslim lainnya dengan MUNAFIK.  #istigfar

Mengapa sebagian muslim yang masih memilih AHOK?

  1. Anggapan 1: Apa yang dilakukan Ahok  bukan penistaan.  Penistaan Al Qur’an itu bagaimana? Penista Al Qur’an itu adalah orang yang mengartikan al qur’an semaunya saja dan sangat bertentangan dengan Al Qur’an.  MISALNYA “DIA MENGKLAIM BAHWA MINUM KHAMAR ITU BOLEH, MABUK-MABUKAN ITU HALAL SELAMA TIDAK SHOLAT, Lalu dia mengutip ayat al qur’an QS. Annissa 43.  Ini baru namanya penistaan al qur’an.  Penista Al Qur’an itu adalah orang-orang yang sudah jelas diperintahkan untuk sholat dan zakat, tapi dia menentang sholat dan zakat.  Penista Al Qur’an itu adalah orang yang menganggap Al Qur’an adalah syair semata bukan sebuah kitab suci kaum muslimin.  Berdasarkan hal ini maka jelaslah bahwa Ahok cuma kepeleset lidah saja.  Memang Ahok tidak pantas secara etika, belum waktu kampanye sudah kampanye, bukan muslim tapi menyetir ayat al qur’an, dosanya hanya sisi ETIKA saja, bukan sebuah dosa maha besar sehingga menggolongkan Ahok pada sebutan PENISTA AL QUR’AN. So, it’s clear bahwa apa yang dilakukan Ahok buka sebuah penistaan tapi pelanggaran Etika.  Kasus Ahok tentu beda dengan Lia Eiden yang mengaku Nabi/Malaikat atau Musadeq yang mengaku Nabi.  Kasus Ahok bisa disamakan dengan kasus Aswendo dan Permadi ditahun 90-an ketika masih zaman orde baru.  Hanya saja, sekarang zaman sudah sangat beda, tidak lagi otoriter, hanya karena perintah presiden orang bisa ditangkap dan dianggap bersalah, Orde Reformasi menyebabkan ketaatkan semua orang pada jalur hukum, tidak lagi jalur personal.  Jika ada sebagian orang yang anggap itu penistaan ya mangga silahkan saja proses secara hukum.  Namun ada sebagian orang yang anggap itu bukan penistaan ya jangan dicaci apalagi diintimidasi.
  2. Anggapan 2: Ini negara Indonesia tidak berlandaskan SISTEM ISLAM tapi berlandaskan SISTEM KUFUR (Demokrasi pancasila dianggap sebagai sistem kufur).  Pada sistem kufur “Apakah harus juga dipimpin oleh muslim, hanya karena muslim itu mayoritas?” Pada sistem kufur, jelaslah pemimpinnya akan melaksanaan uu dan aturan kufur juga, “Apakah itu harus orang islam juga yang menjalankan UU dan aturan kufur ini?”    Kalau seseorang punya logika begini bagaimana, #Sistem Kufur maka Pemimpinnya Kafir, Sistem Islam pemimpinnya Muslim.  Indonesia wabil khusus DKI  adalah Sistem Kufur, maka pemimpin Indonesia wabil khusus DKI harus muslim#  Nah, gak nyambung kan? Jadi, ini negara berlandaskan sistem DEMOKRASI PANCASILA (mau dibilang sistem kufur gak apa2), negara ini secara UU dan aturan memberi kesempatan pada semua ras, suku, dan agama untuk menjadi pemimpin.  So, secara UU sah seorang china dan kristen mencalonkan diri menjadi kepala daerah. it’s clear ya, ini bukan sistem islam, Non Muslim punya kesempatan untuk dipilih juga.
  3. Siapa yang harus dipilih muslim? Apakah dalam sebuah SISTEM KUFUR muslim harus tetap memilih pemimpin muslim? Sederhana saja, mana yang mau dipakai oleh seorang muslim? “Berdiri atas kepentingan kesamaan agama?” atau “Berdiri atas kepentingan kesamaan pembangunan untuk daerahnya?”

Betul kita berada dalam sebuah sistem kufur (kita gunakan istilah ini untuk menyebut demokrasi pancasila agar mudah dipahami), tapi bukan berarti kita tidak dipimpin oleh siapapun, karena ada 7 juta rakyat yang harus dilayani dan diorganisasikan dengan baik untuk mencapai sebuah tujuan, belum lagi warga sekitar Jakarta yang cari hidup di Jakarta. Bayangkan kalau semua berlepas diri tak mau pilih pemimpin? Bisa kacau semua urusan bukan? Kalau pikiran kita semua egois, biarin aja kita semua Golput agar sistemnya kufurnya nanti rusak, yah gimana kalau berpikir begitu hidup tanpa dipimpin oleh siapapun tentu akan kacau balau, sangat kacau.  Seperti halnya kita yang cuma bertiga melakukan perjalanan, kita memilih Amir Syafar, pemimpin perjalanan. Kalau semua memimpin atau semua tak mau memimpin, kacau perjalanan.  Lalu memilih berdasarkan apa? Ya, mangga yang mau pilih berdasarkan kesamaan agama saja, atau mau berdasarkan kepentingan pembangunan tanpa pandang SARA? Rasanya semuanya sah dipilih karena toh ini sistem kufur menjalankan uu dan aturan kufur, bukan menjalankan uu dan aturan islam.  Kalau menjalankan uu dan aturan islam, saya 100% mengharuskan kalian untuk memilih MUSLIM bukan selain MUSLIM! (Ini berdasarkan logika ijtihad amatiran, tak harus diikuti loh!)

Tapi ya, sebagai pelajo Bogor-Jakarta everyday gitu harapan saya bagi warga DKI Jakarta yang punya hak pilih, PILIHLAH YANG MEMBERI BUKTI BUKAN SEKEDAR JANJI.  Kenapa? Saya takut jalur LRT dan MRT mangkrak kembali seperti tempo lalu, padahal harapan kami ada disitu buat atasi waktu tempuh yang panjang ke Jakarta dari Bogor.  Kami takut sikap tidak tegas membuat para pengemudi metromini, kopraja, dll kembali ugal-ugalan, kami butuh angkutan umum yang nyaman dan aman selama di Jakarta.  Banjir adalah hal lumrah di Jakarta, tapi bagaimana titik banjir dikurangi dan cepat tanggap terhadap bencana banjir itu yang harus dilakukan setiap pemimpin jakarta, sehingga kami tetap bisa ngantor saat banjir, tetap bisa melalui jalanan menuju SOETTA dalam kondisi hujan parah.  Kami takut para pasukan orange yang selama ini bekerja dengan gaji UMR telah berkontribusi positif terhadap kebersihan kali dan wilayah Jakarta dianggap membebani APBD DKI, dan warga diajak untuk bersihkan secara gotong royong kali dan berbagai fasum DKI.  Padahal saya tahu, banyak warga jakarta tak punya waktu gotong royong dan warga punya keterbatasan tenaga.

Tapi yah, harapan mah tinggal harapan, yang menentukan pilihan itu ya Warga DKI, mau dibawa kemana dan oleh siapa pengemudinya sangat tergantung pada warga DKI.  Cuma bisa pesan saja, “Di saat hukum islam tidak ditegakkan di Indonesia, kalian bisa memilih berdasarkan kepentingan daerah kalian dan bangsa kalian, pilihlah pemimpin yang memberikan mudharat paling kecil bagi daerah kalian”   “Jika kelak hukum islam tertegakkan di Indonesia, maka pesan saya pilihlah muslim, walau bagaimana pun jeleknya, buruknya dan lemahnya jiwa kepemimpinannya, karena hanya muslimlah yang bisa membuat hukum islam tetap tegak

Wallohualam bi sawab, just think and i write it, maybe you think…it’s nothing.

 

It’s Politics, be carefull!

“Andaikan Rasulullah saw hidup pada saat ini, apa yang akan beliau perbuat?”

Itulah yang senantiasa saya tanyakan dalam hati ketika menyikapi berbagai isu yang mengarah pada ajakan aksi.  Bagi orang seperti saya yang terbebas dari partai politik atau dari gerakan dakwah bernuasa politik adalah penting bertanya hal seperti itu sehingga dapat melihat segalanya dengan clear dan mantap dalam bersikap karena kekuatan hujjah.  Belajar kembali menggali “Siroh Nabawiyah” menjadi mutlak dalam kondisi seperti ini.

Bagi mereka yang menjadi anggota dari partai politik atau gerakkan dakwah, kemudian mereka meng-expose ayat2 dan siroh2 yang mendukung dan memperkuat opini mereka, hal itu adalah wajar.  Jika pun mereka mengajak dan mendakwahkan opini mereka dengan cara halus atau paksa, bagi saya adalah wajar-wajar saja, itu sudah menjadi gerakan politik dan dakwah mereka. Apa yang mereka lakukan semoga senantiasa menjadi sebuah kebaikan bagi islam.

Seorang ustadz Syekh Taqiyuddin An Nabhani semoga Alloh swt merahmatinya menuliskan adalah kita harus mampu melihat apa yang ada di balik dinding, adalah kita harus mempunyai kemampuan melihat di atas awan.  Ini bermakna kita harus memiliki sebuah pandangan yang holistik tidak hanya melihat semua makna yang tersurat dan tersirat. Jadi artinya kita memang dituntut memiliki kecerdasan di atas rata-rata untuk memahami semua kondisi.

APAKAH PERSATUAN UMAT ISLAM INDONESIA PERLU DIUJI? Tidak perlu menguji persatuan umat islam Indonesia.  Untuk seruan terkait rukun islam dan rukun iman kita mempunyai kekuatan yang luar biasa.  Berikut ini fakta-fakta umat islam indonesia:

  1. Setiap idul adha, berapa omzet ternak di Indonesia? Tak masalah bagi orang Indonesia ternak saat idul adha naik berlipat-lipat, dan semuanya tetap dibeli, karena alasan “ibadah”.
  2. Haji! Ya, Haji! Berapa rupiah yang harus dikeluarkan oleh seseorang untuk berhaji? 40-60 juta per orang, dan kita Umat Islam Indonesia rela menunggu sampai 10-15 tahun untuk pergi karena quota haji.  Tidak hanya mereka yang berkecukupan yang pergi berhaji, banyak juga mereka yang menyisihkan hasil sedikit usahanya yang tidak seberapa untuk memenuhi panggilan Alloh swt ini.
  3. Pada saat Ramadhan, sumbangan ta’jil dan zakat fitrah ditunaikan dengan baik.  Saat shalat id, berapa banyak ruas jalan dan lapangan yang digunakan karena membludaknya jamaat untuk shalat id?
  4. Hal-hal yang diberi label “halal” dan “syariah” di Indonesia lebih diminati umat islam daripada yang tidak berlabel, walau produknya sama halal-nya atau sama-sama tak melanggar syari’ah.
  5. Dan bagi umat islam indonesia, bersedeqah untuk kepentingan umat dan menolong sesama adalah hal prioritas.  Miliyaran rupiah bisa dikumpulkan umat islam indonesia dalam patungan membangun mesjid di negera Jepang.

Jadi masih perlu lagi menguji persatuan umat islam?

APAKAH DALAM ISLAM SEMUA HAL SELALU BERUJUNG PADA HUKUMAN FISIK…, TIDAK ADAKAH SELA UNTUK DIMAAFKAN? Mari kita ber-tafakur “Andaikan Rasulullah saw, hadir pada saat ini” Lalu terjadilah dialog fiktif seperti ini:

  • Muslim1: Ya, Rasulullah Si Fulan dia mengatakan “Bapak ibu tak usah khawatir, ini pemilihan kan dimajuin jadi kalau saya tidak terpilih pun..ini bapak ibu tak usah khawatir  nanti programnya bubar, tidak saya  berhentinya sampai oktober 2017, jadi kalau program ini dijalankan pun bapak ibu masih sempat panen sama saya.  Jadi saya ingin bapak ibu semangat, jangan nanti ganti gubernur programnya bubar. Enggak saya sampai Oktober 2017.  Jadi jangan percaya sama orang, bisa saja dalam hati kecil bapak ibu gak bisa pilih saya.  Iyakan dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macam-macam itu.  Itu hak Bapak Ibu, jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa pilih saya takut masuk neraka dibodohin gitu gak apa-apa tergantung pribadi bapak ibu, program ini jalan saja.  Jadi bapak ibu gak usah merasa gak enak dalam nuraninya gak bisa pilih Ahok, gak suka sama Ahok, programnya udah terima gak enak dong gue punya hutang budi, jangan nanti gak enak mati pelan-pelan kena stroke…..”
  • Rasulullah saw: lalu apa maksudmu?
  • Muslim1: Dia telah menghina Al Qur’an dengan perkataan yang ini, Iyakan dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macam-macam itu.  Itu hak Bapak Ibu, jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa pilih saya takut masuk neraka dibodohin gitu gak apa-apa tergantung pribadi bapak ibu.
  • Rasulullah saw: Jadi apa maumu?
  • Muslim 1: Aku mau dia dihukum ya Rasulullah saw.  Sungguh dia telah menistakan Al Qur’an.
  • Lalu datanglah muslim2 menghadap Rasulullah saw.  Muslim2: Ya, Rasulullah sesungguhnya dia sudah minta maaf, dia berjanji pada umat islam tidak akan mengulanginya lagi, sesungguhnya perkataannya itu karena kebodohannya semata, karena ketidaktahuannya, karena emosinya.  Tak ada niat dari dia melukai umat islam. Dia sudah mohon maaf.
  • Rasulullah saw: Jadi apa maumu hai muslim2?
  • Muslim2: “Saya mau dia dimaafkan saja…!”
  • Rasulullah saw: “…………………..”

Jika Rasulullah saw hidup pada masa ini, dan menghadapi persoalan seperti itu.  Kira-kira apa yang akan beliau putuskan?

___

back to fakta politik

Alhamdulillah aksi 212 berjalan damai, Pak Jokowi mampu tampil meredam aksi, diskusi ulama dan umaro mampu mengalihkan aksi dari Aksi Demo menjadi do’a bersama, dari gelar sajadah di sepanjang jalan menjadi gelar sajadah terlokalisasi pada area monas dan sekitarnya.  Apresiasi yang sangat tinggi buat umat islam dan para aparat.

Namun tampaknya aksi 212 belum memuaskan, terbukti setelah aksi 212 muncul provokasi seperti di bawah ini: Radio Dakta pada 2 Desember jam 1:59 men-tweet “Aksi 411 seperti thawaf, aksi 212 seperti Wukuf.  Kalau Ahok masih dak ditangkap SELANJUTNYA TINGGAL KITA LEMPAR JUMROH!!!”  dan twiit seperti ini pun menjadi viral.

img_0225img_0226

Bukan hanya itu, setelah aksi muncul juga “Ghirah mendirikan lembaga ibadah, ekonomi dan usaha 212” di sisi lain muncul tuntutan perdata 470M yang mengiringi tuntutan pidana penahanan Ahok, sebelumnya tuntutan hanya 240 juta terkait biaya2 yang sudah dikeluarkan oleh Habib Novel untuk urusan mengadukan Ahok, tapi kemudian membengkak jadi 470M setelah aksi 212.  Berdasarkan dua berita ini kita pun diberi peluang untuk mengkaitkan dua fenomena ini “Apakah mau mendirikan lembaga ibadah, ekonomi, dan usaha 212 dari dana 470M tersebut?”

Sampai di sini apakah kita dibuat puyeng dengan fenomena ini?  ya it’s politics be careful.

Jadi, bagi saya pribadi….sebagai seorang muslim yang tidak berafiliasi dengan partai dan gerakkan dakwah manapun serta tidak punya hajat politik, saya memilih kembali saja pada dunia profesionalisme.  “Belum banyak yang bisa disumbangkan bagi umat dan negara ini?” Jangan-jangan saat ini saya hanya mengerjakan rutinitas saja untuk diri dan keluarga, tanpa memberikan sumbangan berharga pada umat.  Wallohualam bi sawab.

____

Bagian 2: Beribroh pada siapa? #Think

Pada bagian sebelumnya sudah dibahas bagaimana perlakukan Rasulullah saw ketika menjadi Pemimpin di Madinah pada pengemis Yahudi yang buta, juga pada Abdullah bin Ubay [Yahudi, yang masuk islam].  Kepada keduanya Rasululloh saw tidak menghukum walaupun “Pengemis Yahudi BODOH ini melakukan penistaan kepada Rasulullah saw dengan kata-katanya, ‘Jangan Mau dibohongi Muhammad‘,  ‘Muhammad orang gila‘ dll“.  Lalu Abdulah Bin Ubay yang melakukan penistaan dengan mengatakan “Kaum mukminin dari kalangan muhajirin sebagai orang hina”.  Pengemis dimaafkan oleh Rasulullah saw, dia menghina karena kebodohannya.  Abdulah bin Ubay walau sering menghina dan menghalangi islam pun tidak dihukum karena jika dihukum akan timbul perpecahan di kalangan Masyarakat Madinah.

Kini kita beribroh pada kasus lainnya.

3.  Kasus Rasulullah saw menghadapi Ka’ab Bin Al Asyraf. [kisahnya ada di Sirah Nabawiyah, mohon maaf ya saya bahasakan ulang dengan gaya kekinian]

Kisahnya terjadi di Madinah, saat hukum Islam berdiri tegak.  Adalah …. Ka’ab Bin Al-Asyraf (ABA) seorang Yahudi Bani Nadhir nan gagah dan tampan seorang ahli syair. Apa dia lakukan?

  1. Dia membuat syair atau puisi yang menghina Rasululloh saw, ummu mukminin, shahabat, islam dan wanita muslimah.
  2. Dia datang ke Quraish, membuat syair menangisi korban perang Badr, menghasut Quraish untuk berperang melawan kaum muslimin dan Nabi Muhammad saw di Madinah. [Syair ABA mengobarkan perang Quraish vs Muslim]
  3. Dia menyiapkan pesta bersama kawan-kawan Yahudinya, dan berencana mengundang Rasulullah SAW, ketika Nabi SAW datang, teman-temannya diminta menjatuhkan Nabi SAW ke pangkuannya. [Ka’ab merencanakan pembunuhan Nabi SAW].

Bukan hanya membuat syair hinaan bagi muslim dan islam, tapi juga menghasut musuh untuk memerangi kaum muslimin dan islam, bahkan bermaksud membunuh Nabi Muhammad SAW. Rasulullah saw pun bersabda, “Siapa yang mau menghukum Ka’ab, sebab dia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya”

Adalah Muhammad bin Maslamah (MBM) dkk, yang mengajukan diri memenuhi seruan Rasulullah SAW. MBM menggunakan taktik pura-pura tidak senang terhadap islam.

MBM: Orang itu (Nabi Muhammad SAW) mengharuskan kami bersedakah. Kami berat, boleh gak pinjam uang dari kamu.
ABA: Boleh, tapi harus pakai jaminan.
MBM: Jaminannya apa?
ABA: Serahkan isteri kalian padaku [wuihhh kurang ajar ya?]
MBM: Bagaimana mau menyerahkan padamu, nanti isteri kami tertarik padamu, kamukan gagah dan tampan.
ABA: serahkan anak-anak kalian saja kalau begitu!
MBM: Bagaimana mungkin kami menggadaikan anak-anak kami dengan sekuintal kurma. Gini aja deh, kami gadaikan senjata kami saja.
ABA: Ok, kalau gitu! Malam purnama bawa, saya tunggu di Benteng Bani Nadhir!

Adalah Rasulullah saw, was-was dengan rencana MBM dkk. Kalau gagal, maka MBM dkk lah yang akan terbunuh dan dibunuh oleh Kaab dan pasukan Yahudi di Benteng Bani Nadhir. Oleh karena itu sepanjang jelang rencana dilaksanakan tak hentinya Rasulullah saw bermunajat pada Alloh SWT.

Pada malam purnama, MBM dkk datang membawa senjata untuk digadaikan. ABA keluar rumah dengan rambut yang wangi. Abu Nailah (kawan MBM) berkata, “Wuih…harum banget nih pas Kaab Keluar” Kaab mesem-mesem, “Iya gue pake minyak rambut yang wanita arab pun gak ada yang bakalan punya! [Busyet deh, masih sombong aja ya?]. Abu Nailah membelai rambut Kaab, 1x, 2x dan yang ke-3x merenggut rambutnya keras seraya membekuk tengkuknya….dan terbunuhlah ABA.

#Refleksi: Rasulullah saw memerintah membunuh penista Nabi dan Islam, dikala derajat penistaannya tidak hanya menyangkut pribadi tapi juga membahayakan stabilitas negara bahkan jiwa Nabi Muhammad SAW.

4. Kasus Rasulullah saw menghadapi Abu Lahab

Abu Lahab, kisahnya diabadikan dalam QS. Al Lahab. Dia adalah paman Nabi SAW sendiri. Kisahnya terjadi saat Nabi SAW masih di Mekah, sebelum syariat Islam berdiri di Madinah.

Dia sangat menyangi Muhammad, sampai2 ketika Muhammad keponakannya lahir dia menyembelih dua kambing [Aqikah pertama dlm sejarah dilakukan Abu Lahab] dan membebaskan budak sebagai wujud kegembiraannya. Ketika Muhammad nikah dengan Khadijah, darinya ada dua anak tiri Ruqqayah dan Ummu Kulsum. Saking sayangnya pada keponakannya, dia pun menjodohkan Kedua anaknya dengan anak tiri Muhammad. 

Sikapnya berbalik 180 derajat, ketika Muhammad mengumumkan kenabiannya. Ketika pengumuman kenabian diberitakan pada penduduk Mekah, Abu Lahablah yang mengatakan “Gila, kamu muhammad” Padahal sebelumnya beliau diberi gelar Al Amiin (Orang terpercaya). Seperti diberitakan di QS Al Lahab, adalah Abu Lahab menggalang kekuatan melakukan penistaan berjamaan dengan menyebutkan “Muhammad orang Gila, Muhammad tukang Sihir, Ayat Qur’an itu buatan seorang Pendeta Nasrani bukan Firman Alloh SWT”. Bukan hanya itu isterinya pun Ummu Jamil pada malam hari memanggul kayu yang berduri untuk diletakkan di jalan2 yang biasa dilalui Nabi SAW. Sehingga bila Nabi SAW lewat pada malam hari/subuh akan terinjak kayu yang berduri itu dan terluka. Anaknya yang dijodohkan dengan anak tiri Nabi SAW pun diminta untuk cerai.

Inilah sikap Abu Lahab terhadap Baginda Nabi SAW:
1. Ringan tangan menyakiti Rasulullah Saw.
2.Bukan hanya dirinya yang memerangi Rasulullah Saw, ia pun melibatkan istri dan anak-anaknya. Satu keluarga telah terlibat.
3.Siap bekerjasama dengan siapapun demi menghabisi Rasulullah Saw, meski dengan setan sekalipun.
4.Baginya semua remeh dan enteng selagi itu untuk memerangi Rasulullah Saw, meski semua harta harus terbang melayang pergi.

___
Abu Lahab membenci Ajaran Islam yang dibawa Muhammad SAW. tak pernah berhenti memprovokasi masyarakat agar menjauhi Muhammad saw. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pada pamannya ini? Apakah Nabi SAW meminta para pembesar Quraish untuk menghukum Si Abu Lahab? Apakah Nabi mengerahkan para shahabatnya untuk menuntut keadilan terhadap dirinya menggunakan hukum Quraish? Semuanya TIDAK, Nabi Muhammad SAW memilih bersabar tak henti menyadarkan pamannya ini bahkan Nabi SAW pernah memohon secara khusus pada Alloh swt agar menggerakkan hati pamannya ini terhadap Islam. Namun Abu Lahab adalah Abu Lahab….”Suara iman yang mengetuk hatinya diingkari, hanya karena keangkuhan dan kesombongan diri” …Nabi SAW berhenti dakwah pada Abu Lahab……sampai turun QS AL Lahab yang menjelaskan…
.سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

#Refleksi5:Riwayat ini menjelaskan adalah proses natural jika ada cacian dan hinaan. Sebagai muslim…. sabar, do’akan, dan tetap melakukan yang terbaik, dan tidak berhenti mendakwahinya sampai terjadi kesetimbangan [bhs kimia].

 

Back to kasus Ahok, bagaimana saya harus bersikap? (Namanya juga #refleksi, saya tak hendak mempengaruhi siapapun].  Saya butuh fakta, berikut ini penggalan dari

“Bapak ibu tak usah khawatir, ini pemilihan kan dimajuin jadi kalau saya tidak terpilih pun..ini bapak ibu tak usah khawatir  nanti programnya bubar, tidak saya  berhentinya sampai oktober 2017, jadi kalau program ini dijalankan pun bapak ibu masih sempat panen sama saya.  Jadi saya ingin bapak ibu semangat, jangan nanti ganti gubernur programnya bubar. Enggak saya sampai Oktober 2017.  Jadi jangan percaya sama orang, bisa saja dalam hati kecil bapak ibu gak bisa pilih saya.  Iyakan dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macam-macam itu.  Itu hak Bapak Ibu, jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa pilih saya takut masuk neraka dibodohin gitu gak apa-apa tergantung pribadi bapak ibu, program ini jalan saja.  Jadi bapak ibu gak usah merasa gak enak dalam nuraninya gak bisa pilih Ahok, gak suka sama Ahok, programnya udah terima gak enak dong gue punya hutang budi, jangan nanti gak enak mati pelan-pelan kena stroke…..”

akses lengkap silahkan download disini: https://www.youtube.com/watch?v=N2Bn5JKTGkI

#Refleksi: Sebenarnya Ahok mau bilang, “Bapak Ibu gak pilih saya juga gak apa2 karena saya tahu bapak ibu punya keyakinan yang gak mudah diubah apalagi ini terkait dengan keyakinan terhadap Al Qur’an dan konsekuensinya di akherat.  Gak apa2 jangan merasa hutang budi sama saya

Tapi penyampaianya kasar….sehingga keluar “dibohongi pakai Al Maidah 51, dibodohin masuk neraka” [kata ini menyakitkan hati umat Islam tentu saja, termasuk juga saya].

Senin, 10 Oktober 2016 baca: AHOK MINTA MAAF [baca tribunnews.com, kompas.com]

 “Saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Untuk semua pihak yang jadi repot, gaduh gara-gara saya, ya saya sampaikan mohon maaf,”  Balai Kota Jakarta, Senin (10/10/2016).

 

Kesimpulan:

Adalah Nabi Muhammad SAW memaafkan kebodohan pengemis Yahudi Tua.  Mengampuni Abdulah bin Ubay dan Abu Lahab yang terus menyerang Islam dan menyerahkan hukuman bagi mereka pada Alloh swt.  Adalah Nabi Muhammad SAW membunuh Ka’ab bin Asyraf karena syair dan provokasinya, Ka’ab tak pernah jera terus melakukan penghancuran melalui lisan dan provokasinya.  Adalah AHOK sudah meminta maaf pada umat islam, sudah mengakui kekhilafannya, dan menyesali perbuatannya.  Kemudian kita masih bersikeras? Cuma mau mengingatkan diri aja “Jangan sampai kebencian kita terhadap seseorang dan sesuatu kaum, menghalangi kita untuk berlaku adil terhadapnya”.

 

 

 

4 Indonesia Indah (4II) #salamDamai #Peace

Saya gak nulis apapun di status FB menanggapi 411.  Mengapa?

  1. Menurut saya, Ahok memang salah.  Bagaimana pun tak etis, menggunakan ayat-ayat agama lain.  Bagi orang muslim sendiri, penggunaan ayat2 al qur’an tidak bisa digunakan seenaknya, seorang muslim jika akan menggunakan ayat2 al qur’an tidak boleh asal comot seenaknya saja, salah2 seorang muslim bisa jadi kena “Takwilkan ayat qur’an”.  Memahami ayat al qur’an butuh lihat konteks dan makna bahasanya oleh sebab itu perlu merujuk pada Tafsir bukan sekedar terjemahan.  Seorang muslim saja bisa kena predikat “takwil” apalagi jika yang melakukannya non muslim.  Untuk penggunaan ayat2 al qur’an, muslim saja dilarang SOK TAHU! Apalagi non muslim.  Jadi tidak diragukan “ada tidak adanya penistaan agama di dalamnya AHOK secara etika pun tetap saja bersalah”
  2. Muslim tersinggung?? Wajar! Siapapun yang mempermainkan ayat alloh, menggunakan ayat alloh tidak pada tempatnya, seorang muslim yang punya iman akan tersinggung.  Saya juga pernah bahkan sering kok tersinggung, ketika kami sedang berdiskusi tentang suatu hal, lalu seorang muslim nyeletuk lihat aja “Allohu khoiru makirin” (Wuhhh seakan-akan alloh swt akan menghukum kelompok lain).  Atau ketika seseorang berselingkuh, lalu mengundang kami dan disurat undangannya bukan disematkan surat ar rum seperti biasaya tetapi surat lainnya yang tak biasa yaitu QS At Thalak “Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”  melalui ayat yang dinukilnya dalam surat undangan tersebut, kedua orang yang berselingkuh itu menganggap apa yang terjadi pada keduanya adalah takdir alloh swt (Nah, kurang ajar bukan?? padahal kedua orang itu Muslim).  Lebih parah lagi ada partai islam yang mengeluarkan FATWA “boleh memilih pemimpin non muslim” hanya karena calon yang diusungnya non muslim, sebaliknya mengeluarkan fatwa “haram memilih pemimpin non muslim” ketika mendapatkan saingan dari non muslim.  Untuk mendukung fatwanya dikeluarkan ribuan dalil.    Sebagai seorang muslim wajarlah tersinggung, ketika seseorang baik itu muslim atau non muslim tanpa pikir panjang menggunakan ayat-ayat al qur’an seenaknya demi melegalisasi perbuatan atau tindakannya.

Lalu terjadi DEMO 4-11….

Saya menghormati segala upaya kaum muslim yang ikhlas dan ridho menyisihkan waktu, tenaga, dan finansial untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap al qur’an.  Insyaalloh niat tulus dengan segala pengorbannya akan memudahkan mereka jalan menuju surga. Dan aksi ini berdampak memberi efek “jera” pada pelaku-pelaku yang punya niatan melecehkan al qur’an.

Agenda terselubung dalam aksi damai?

Hemmm….diantara sekian banyak yang demo, disadari dan adalah fakta yg tidak terbantahkan ada segelintir yang memanfaatkan moment ini untuk mendulang keuntungan.

  1. Pertama keuntungan yang bersifat pragmatis dan instan dari demo 4-11.  Ini dilakukan oleh mereka yang punya kepentingan maju DKI1, keuntungannya  berupa”turunnya elektabilitas ahok sebagai DKI1″ [Bisa di cek, jika hari ini dilakukan survei, maka elektabilitas Ahok akan menurun, beberapa daerah bahkan menolak Ahok kampanye di wilayah mereka].  Namun, sepertinya belum puas bagi mereka kalau belum “Memenjarakan Ahok” karena hanya dengan status Ahok menjadi tersangka, Ahok bakal terjegal selamanya dalam pilkada DKI.  Untuk kepentingan inilah mereka mendesak pemerintah “HARUS MEMENJARAKAN AHOK BAGAIMANAPUN JUGA”  mereka-meraka ini lupa dimana mereka tinggal dan konstitusi apa yang digunakan di negara ini.  Mereka lupa bahwa mereka tinggal di Indonesia yang mempunyai aturan hukum berlandaskan pancasila dan UUD45.  Mereka lupa ada seperangkat aturan turunannya lagi berupa UU, Peraturan, dll yang menjadi landasan hukum negara Indonesia.  Di sini harus disadari, bahwa Indonesia walaupun mayoritas muslim, tetapi Negara Indonesia tidak menggunakan konstitusi Islam.
  2. Kedua kepentingan politk  jangka panjang.  Mereka menyadari bahwa konstitusi Indonesia bukanlah Islam.  Mereka menyadari bahwa ketika AHOK DIDESAK UNTUK DIPENJARAKAN, perangkat hukum Indonesia tidaklah memadai untuk memenjarakan Ahok.  Mereka terus memaksa dan mendesak tuntutan ini, mereka menginginkan masyarakat sadar bahwa hukum dan konstitusi yang ada di Indonesia tidak memadai, dan perlu diganti.  Salah satu teriakan ketika aksidamai411 ba’da magrib adalah #REVOLUSI!!!!# [Saya dengar jelas ketika menonton TVRI LIVE).  Teriakan ini memperjelas, bahwa ada pula niat dan desakan untuk menggantikan sistem yang ada sekarang dengan sistem islam.  Desakan pergantian sistem ini terbagi menjadi dua kubu, yaitu kubu  MENGGANTI PRESIDEN terlebih dahulu dan kubu mengganti sistem secara keseluruhan.  Bagi yang punya tujuan mengganti sistem dengan mengganti presidennya terlebih dahulu, maka Pak Presiden pun jadi sasaran tembak, Pak Presiden dianggap tidak becus mengurus negara, harapannya adalah hilangnya simpati rakyat pada Presiden terpilih, sehingga jadi gampang kalau menggulingkan presiden. Tahap awal mereka adalah menggantikan dengan presiden yang bisa mereka kendalikan [yakin mau menggunakan cara ini? Mungkin sebaiknya kita belajar dari Turki masa kini.  Apakah Turki masa kini dibawah Erdogan telah mampu mengayomi semua warga Turki dengan keberagaman dan perbedaan mahzab berislam? atau justeru sebaliknya Turki memukul siapapun yang tidak se-ide atau se-fikroh?].   Untuk kubu kedua (menggantikan sistem secara kaffah), sebenarnya ini agak sulit dijalankan pada saat ini.  Pada akhirnya kubu kedua  jatuh pada penyebaran OPINI “Bagaimana sistem islam menghukum orang-orang penista al qur’an“.  Melalui penyebaran opini ini, kita diberitahu bukan salah Ahok bisa jadi DKI1 atau bukan salah Jokowi jika penista alqur’an di negeri ini tidak dihukum, tapi semua karena syariat yang digunakan adalah syariat kufur bukan syariat islam.  So, dirikan dahulu syariat islam di Indonesia, dengan syariat islam maka islam mendapatkan keadilan. Penerapan syariat islam saja yang mampu menghukum penista al qur’an dgn setimpal dan Non Muslim tidak punya kesempatan menjadi pemimpin.

Dampak dari 411 sebagian lain dari para ulama berbicara.  Patut digaris bawahi bahwa para ulama yang berbicara pasca 411 saya yakin bukan hendak membela Ahok [adalah ‘fatal’ bagi mereka yang menuduh para ulama yang dimuliakan alloh swt ini dengan sebutan ulama ‘su’].  Para ulama tampil ke muka karena mereka sadar ada agenda terselubung jangka panjang dan pendek.  Mereka (para ulama) tidak menghendaki Indonesia kembali pada masa 1940-an atau 1950-an atau 1960-an.  Indonesia dengan sistem pancasila dilahirkan melalui sebuah perjuangan panjang.  Pada awal Indonesia mau merdeka berbagai tokoh DEAL untuk penghapusan kalimat “syariat islam” pada Ketuhanan YME.  Pasca setelah merdeka upaya mendirikan “syariat islam” melalui DI/TII dan NII telah membawa korban pada rakyat dan tata ekonomi-politik-budaya Indonesia.  Berdasarkan fakta-fakta yang telah dialami Indonesia selama kurun panjang  Indonesia berdiri, inilah yang membuat mereka tampil menyuarakan “NKRI adalah buah perjuangan para ulama juga, alangkah eloknya jika dihargai dengan cara mau hidup secara harmonis dengan berbagai suku, ras, dan agama yang ada di Indonesia serta menghormati konstitusi dan keputusan hukum Negara Indonesia”  Indonesia memang bukanlah sebuah negara yang berdasarkan pada #syariatIslam walau mayoritas penduduknya muslim, Indonesia berada dalam sistem Demokrasi dan Pancasila, pada saat ini sistem Demokrasi-Pancasila dianggap paling ideal diterapkan di Indonesia, dengan Demokrasi-Pancasila berbagai suku, ras, dan agama bisa dipersatukan.

The last, tentu saja semua tulisan ini “just my opinion”  hanya berharap semoga bisa dibaca dan ditarik manfaatnya.  It’s just my writing  although people said it’s nothing.

Tur Kieu 

Turkey dieja pakai bahasa sunda mah jadi Tur Kieu artinya katanya begini atau beginilah ceritanya…. Kira2 tanah sunda pernah berkenalan dengan Tur Kieu gak ya? Tak ada manuskrip dari pajajaran atau galuh yang menunjukkan kerjasama tersebut.  Boleh jadi karena kerajaan sunda lebih dulu tenggelam sebelum turki utsmani berdiri.  Namun kedekatan nusantara dan turki besar sekali, ketika perang Aceh Turki bantu Indonesia. Wali Songo pun datang menyebarkan islam nusantara karena perintah khilafah ustmaniyah di Turki.

Tur Kieu benteng terakhir kekhilafahan islam, setelah sekulerisasi Otomatis 1/3 bagian dunia yg berada pada satu daulah islamiyah bubar.  3 maret 1924 khilafah Ottmaniah yang dibangun oleh Rasulullah saw di Madinah hancur….. “Kemal Attarturk tokoh sejarah yg menghancurkannya”.   Pembubaran yg nyaris tanpa perlawanan berarti, jika kita hidup diera 1980-1990  terjadi seperti itu pada UNI SOVIET,  tanpa perlawanan “Glasnot dan prestorika” telah menceraiberaikan unisoviet menjadi negara2 kecil yg merdeka.  Now, tinggal China yg masih menjadi negara raksasa.  

Kini kisah baru dimulai di Turki.  Erdogan sebagai presiden Turki adalah bagian dari organisasi transnasional IKHWANUL MUSLIMIN/IM. Sebagaimana kita tahu organisasi ini menyebar ke seluruh negara dengan menyandang nama partai keadilan… atau nama IM sendiri.  Goal akhir dari IM adalah berdirinya kembali khilafah islamiyah.  Sebenarnya bukan hanya IM tapi Hizbut Tahrir pun punya maksud yg sama.  Bedanya IM melebur jadi partai peserta pemilu. Sedangkan HT memilih bergerak di luar sistem.

IM/di Indonesia PKS, akan senantiasa berusaha meraih pimpinan tertinggi pengendali negara yaitu presiden.   Sudah itu bgmn?

Nah, drama Turki menjadi tontonan kita bagaimana pola gerakkan IM.  Sangat disadari bahwa stabil memerintah bukanlah hal mudah.  Mursi lengser dan menjadi partai terlarang di Mesir setelah sebelumnya dialami PAS di Aljazair dan Malaysia.  Kemudahan mereka lengser karena dukungan rakyat yg kurang.  Dukungan rakyat kurang, karena citra sang pemimpin tdk terbangun di mata publik.  Alih2 membela sang pemimpin, malahan rakyat jadi benci.  Tampaknya Erdogan cerdas belajar dari pengalaman.  So, menampilkan citra sbg presiden yg santun, care, dicintai rakyat itu yg diperlukan.  Bagaimana menguji loyalitas rakyat? Awalnya sih saya gak percaya kudeta Turki sebuah “test water” tapi membaca perkembangan akhir2 ini Turki melarang gerakan Tasawuf “Fettulah Gulen” yg penuh damai, saya jadi pikir ulang. Kita semua tahu gerakan seperti ini non politik, berhikmat pada dunia pendidikan dan sosial.  Sebagai catatan sebelum kudeta pun berkali-kali Erdogan menyerukan larangan terhadap Fettulah Gullen/FG. Dan ketika kudeta terjadi tertuduh pun kembali disematkan pada FG.   Test water berhasil, walaupun harus mengorbankan rakyat, tapi Erdogan tahu posisinya dicintai rakyat dan didukung rakyat.  Mungkin sekarang tinggal merealisasikan agenda2 IM lainnya….

Tur kieu….. Akankah berimbas ke Indonesia?

Ada 8 juta aktifis dan simpatisan PKS di Indonesia.  8 juta itu yg sudah 17 tahun dari catatan prmilu 2014.  Lalu hitung saja berapa jumlah SD-SMA ISLAM TERPADU di Indonesia, hitung jumlah murid dan ortunya,  ini belum termasuk pesantren Tahfidz dan Sekolah Berasrama, lembaga dakwah kampus di kampus PTN termasuk PTAIN seperti di UIN yg mahasiswanya tak bisa milih krn KOS dan KTP.  So…….????? 

Ya….dikembalikan lagi pada kita semua, mau hidup Indonesianya bgmn? 

#justThink better than nothing. 

Zakat oh zakat

Penghasilan 10 juta, gak zakat? Kamu dipertanyakan ke-muslim-annya.  Begitulah kira-kira iklan suatu lembaga zakat.  

Saya bukan orang yang kompeten terkait hukum, tapi saya cuma memaparkan dari hal yang menjadi keyakinan saya saja.  Dari sebuah proses belajar yang sampai sekarang masih saya tabbani.

Entahlah kadang risih kalau ada yang bilang “Kita aja bayar pajak penghasilan 5-15% tergantung pangkat/golongan untuk setiap gaji dan honor yang kita dapatkan, tetapi kita tak keluarkan zakatnya?”  Lalu ada lagi analogi “Petani aja mengeluarkan zakat dari hasil pertanian, itu petani loh! Masa kita profesional gak keluarkan zakat!”

Dan semua analogi itu menghasilkan hukum terkait Zakat.   Dari semua analogi itu dicarilah dalil yang memandankan  analogi.  Hemmm!!! Saya pun merenung!

Saya mungkin disebut kolot karena berpegang teguh pada kaidah syari’ ibadah sesuatu yang tauqify.  Nah, zakat adalah salah satu ibadah, salah satu rukun islam.  Dalam ibadah kita tak boleh menambah-nambah, nambah-nambah dalam ibadah disebut bid’ah. Urusan ibadah adalah urusan Tauqify [begitu adanya] dan tidak ada ilat [qiyas atau analogi] dalam urusan ibadah.   Jadi begitu adanya dari Rosulullah saw, begitu kita harus patuhi.  Dalam aspek ibadah ya harus apa adanya.

Ok, ringkasnya zakat saja, dalilnya bisa ditelusuri dari At Taubah dan surat lainnya, Af’al dan pelaksanaannya bisa ditelusuri dari hadits2 terkait.

  1. Zakat Fitrah dalam syariat jelas HARUS dalam bentuk Tho’am/makanan pokok 3,5 liter/2,7 kg.  Zakat fitrah diterima oleh orang Fakir & miskin.
  2. Zakat maal: terkait pada hasil perniagaan (1), pertanian(2), pertambangan(3), hasil laut(3), hasil ternak(4), harta temuan(6), emas dan perak – untuk emas/perak termasuk didalamnya Tabungan/deposito/reksadana karena Ideologi Kapitalis telah menukar emas/perak-dirham/dinar menjadi MATA UANG KERTAS dan kertas2 berharga lainnya (7).  Zakat Maal diterima oleh 8 asnab: fakir, miskin, Gharimin, Mualaf, Hamba Sahaya, Fisabilillah, Ibnu Sabil.

Lalu, bagaimana kemudian zakat fitrah yang secara jelas dari ayat dan af’al Rosululloh selalu dalam bentuk makanan kemudian kita ganti dengan uang, hanya karena alasan PRAKTIS???   Jika zakat fitrah itu ibadah yang setara dengan sholat, maka boleh dong dengan alasan yang sama untuk ke praktisan SHOLAT yang bacaan bahasa arab itu saya ganti ke bahasa sunda? Boleh dong SHOLAT MAGRIB yang waktunya pendek dituker aja bukan sholat tapi cukup do’a dan dzikir? Bisakah kita mengubah2 sholat seperti itu?  Tentu saja tak bisa dan tak boleh! Kita bisa2 disebut sesat jika begitu.  Lalu kenapa kita melakukannya pada ZAKAT??? Disinilah saya gagal paham, pada sebagian orang yang membolehkan mengganti beras dengan uang.  Bahkan PNS di Propinsi JB langsung main potong gaji untuk pembayaran “zakat fitrah”, berhubung sudah tidak ada lagi jatah beras.

Begitu juga dengan zakat mal.  Tiba2 muncul zakat ke 8, yaitu zakat profesi.  Apakah pada zaman Rasulullah saw dan para shahabat tidak ada penjual jasa? Nah, tidak mungkin tidak ada bukan? Ada orang-orang yang bekerja sebagai assisten atau ajir dari mustajir, mereka menjual jasa, majikan membayar jasa mereka.  Entah itu penulis transaksi, marketing, sales, atau hanya bagian logistik.  Lalu apakah Rasulullah dan khalifah sesudahnya memunggut zakat dari mereka??? Jadi zakat profesi itu bagaimana? Jangan2 itu hanya nambah-nambahin aja.

—Fenomena kebabblasan: “Zakat telah berubah dari orientasi ibadah menjadi orientasi “mengeruk harta umat” —-

Agak ngeri sebenarnya, karena Zaman Abu Bakar orang-orang yang tidak mau bayar zakat diperangi. Nah, ingat konsekuensi perang adalah bunuh membunuh.  Lalu seandainya ada zakat profesi, maka orang yang tidak bayar zakat itu harus diperangi juga? dibunuh? ditumpas? dihabisi? Ngeri bukan?

Atau fenomena zakat profesi itu sebenarnya hanyalah fenomena “Keirian saja kaum islamis terhadap kaum sekularis”?  Kaum sekularis dapat membangun infrastruktur dan kesejahteraaan rakyat melalui pajak.  Sebetulnya islampun bisa membangun kesejahteraan umat melalui zakat. Maka berdirilah lembaga-lembaga zakat independent untuk mengumpulkan zakat dari para mustahik.  Kalau yang dikumpulkan hanya terfokus pada tujuh hal saja disertai dengan syarat-syarat zakat lainnya yaitu nisab, ulang tahun, dll tentu saja secara kuantitas sangat kecil sekali.  Maka berfikirlah….berijtihad….sampai bertemu dengan potensi zakat profesi dengan mengqiyaskan pada pajak penghasilan [Sebagai orang awam saya malahan jadi bertanya lagi, MEMANG BOLEH YA BERIJTIHAD DALAM HAL IBADAH? BUKANNYA HASIL IJTIHAD DALAM IBADAH AKAN MENGHASILKAN TAMBAHAN ATAU IBADAH BARU.  DAN SEGALA HAL TERKAIT TAMBAHAN DALAM IBADAH ITU BID’AH?].

Jadi, orientasi zakat diubah dari ibadah menjadi benefit sosial dan pembangunan manusia

Acapkali zakat untuk 8 asnab pun bermetamorfosis menjadi program.  Beberapa lembaga zakat memang sudah berubah menjadi MINI GOVERMENT.  Tugas-tugas pemerintah dalam kesejahteraan rakyat, penyediaan layanan kesehatan dan pendidikan, kewirausahaan, dll.

__

Paparan di atas  bukan berarti kita gak boleh sedekah 2,5% dari penghasilan kita loh!

Alangkah lebih baik kita punya alokasi khusus untuk sedekah dari penghasilan kita.  Dari setiap kita mendapatkan honor/gaji kita bersihkan harta kita.  2.5% itu sangat kecil sekali sebenarnya, karena apa? Ingat yang akan menjadi tabungan kita di akherat adalah setiap harta yang kita sedekahkan.  Bukan setiap harta yang kita belikan pakaian, sepatu, tas, dll barang habis pakai yang akan jadi usang dan terbuang.  Jadi seyogyanya sebagai seorang muslim bertakwa memprioritaskan sedekah ini.  Dany seyogyanya kebahagian bagi seorang muslim adalah ketika bisa memudahkan urusan orang lain, membuat orang lain bahagia dengan bantuan kita, walaupun kita hanya bisa bantu sedikit dari harta yang kita punya.

Hanya saja sedekah berbeda dengan zakat.  Orang yang tidak bersedekah tidak akan kena hukum apapun, hanya kena cap sebagai ORANG KIKIR atau MEDIT di dunia, dan miskin amalan di akherat.  Namun kalau orang tak ber-zakat tentu saja hukum islam keras padanya di dunia dan pedih siksanya di akherat.

Lalu terkait dengan sedekah.  Apakah sedekah itu mau di sebuah lembaga pengumpul sedekah atau ke komunitas atau orangnya langsung, semuanya tentu akan bermanfaat. Bagi lembaga yang mengelola sedekah, karena ini sedekah bukan zakat [ingat bahwa zakat harus 8 asnab) maka sah-sah saja kalau lembaga itu kemudian mengelola harta yang disedekahkan menjadi program-program bagi kesejahteraan umat.

___

So???  I just write what i think…although it’s nothing.

 

 

Dating or Nothing?

Waktu kuliah Ilmu Kesejahteraan Keluarga (IKK) di kelas terjadi  perdebatan.  Begini ceritanya….

1/3 isi kelas saya adalah mahasiswa yg telah mengalami ‘brainstroming’ dg ide2 gerakan islam yg memdang bahwa “dating” adalah perkara haram dan mendekati zina.  Ketka dosen psikologi kami  membuka perkuliahan tentang tahap hubungan berkeluarga dan salah satu tahap tersebut. DATING, sontak aja hujaman pertanyaan tertuju.

Nah, sebagian besar teman2 saya melalui pernikahan yg menurut saya luar biasa sholeh…Dijodohkan oleh para murobinya atau senior pengajian.  Siap nikah? Minta cariin jodoh!  Ikhwan dan akhwat yg siap nikah kemudian bersatu.   Bahkan ada gosip saking tsiqoh-nya, ikhwan2 tersebut memilih para akhwat dg membalik foto dan memilih secara acak dari akhwat yg siap.  LUAR BIASA BUKAN?  Untuk model ini Without dating cenderung gambling…

Bgmn tingkat keberhasilan perkawinan model begini? Kalau yg akhirnya jadi jodoh adalah teman2 kampus….dan ternyata pernah bersama2 mengerjakan tugas atau berorganisasi yang artinya pernah saling kenal satu sama lain, maka keberhasilan rumah tangga bisa dikatakan cukup berhasil.  Pernah juga model jodoh2an ini dilakukan dan ternyata yg dijohkan teman satu SMA, teman rohis bareng ketika SMA, artinya sebelumnya mereka kenal juga.  Ada kenal sebelumnya, ada kecocokan maka rumah tangga mereka cukup berhasil.

Hanya saja model ini jodoh2an kayak gini menurut saya ‘gambling’.   Mari bicara setelah 7, 13, dari pernikahan tersebut.  Jrennngggggg

“Umi, saya mau nikah lagi?”   “what? Sama siapa Abi?”  “Sama ukhti yg pernah mengisi hidup Abi, jaman jahiliyah dulu.  Sekarang dia sudah janda, suaminya sudah meninggal, Abi mau melamarnya!”  — Korban CLBK.

“Umi, Abi ijin nikah sama perempuan cantik dari  Honggaria.  Entahlah,  rasanya abi merasa jatuh cinta.  Sebelumnya abi belum pernah merasakan hal seperti ini”.     Umi pingsan.   —– Korban perasaan cinta.

“Umi, ijinkan Abi menikah lagi dg wanita lain?” “Loh, memang kurang Umi apa Abi?” “Banyak Umi, umi sebenarnya bukan tipe abi.  Abi suka perempuan yg putih, manja, langsing, dan modis.  Bukan yg hitam, gemuk, dan  mandiri seperti umi.  Abi sudah menemukan perempuan idaman Abi sejak lama.  Dia teman sekantor Abi”.   Umi banting pintu.   — Korban angan2.

“Umii…harus mengizinkan Abi menikah lagi pokoknya titik!”  “Abi gak rasional!”  “Umi, abi juga dulu gak rasional menikahi umi.  Dikasih foto umi, lalu diminta lamar Umi.  Abi waktu itu masih culun, nerima aja apa kata murobi.  Sekarang Abi udah dewasa.  Abi merasa untuk mendapatkan akhwat yg satu ini gak mudah bagi Abi.  Abi suka style-nya, ini perempuan tipe abi.  Tomboy, mandiri, enak diajak ngobrol apapun tentang hidup ini.  Coba Umi pikirkan, obrolan kita sehari2 apa? Cabe naek, anak sekolah…..umi juga gak nyambung kalau Abi bicara hobby Abi naik gunung.   Sekarng umi pilih ijinkan poligami atau abi ceraikan.   Perkawinan kita adalah kesalahan.  Abi dari dulu sebetulnya pengennya nikah sama akhwat yg punya hobby sama naik gunung” 

Menikah….bukan bicara hari ini tapi bicara masa depan, bicara tentang 7, 13, 25, bahkan 50 tahun ke depan.  Inilah sebabnya Rasulullah membolehkan wanita menolak lamaran seorang pria, dan senantiasa meminta para pria untuk mengenal secara fisik wanita yang akan dilamarnya, bahkan Rasulullah pun membolehkan mengutus perempuan saudara si lelaki untuk melihat wanita yg akan dilamar.   Semua itu dilakukan agar dari dua org yang menikah tersebut punya ‘magnet’ yg saling tarik menarik.  

Dating – bukan berarti melakukan banyak hal berdua seperti suami isteri saja.  Dating berarti saling kenal dan cocok,biarlah pada saat sekarang berjalan sebagai mana hubungan antar teman yg wajar menurut syara-saling bantu dlm kebaikan-, tapi jika ada kecocokan, maka suatu saat bisa datang untuk melamar.   Belum ada survei sih, tapi dlm kehidupan yg saya lihat sampai detik ini….mereka yg memulai hubungan dengan teman2 SMA atau kuliah lebih bisa mempertahankan RT MONOGAMI dibandingkan dg mereka yg dijodohkan dg org2 yg tidak dikenal. Walaupun perjodohan itu mengatasnamakan syariat islam.

Dating or nothing at all….. Itu pilihan.  Hal terpenting adalah mencari titik temu yg bisa menyatukan dlm kebersamaan berkeluarga itu paling utama. 

Quasy Syariat Islam #EfekRazia

Fenomena perang opini di media sosial, pro dan kontra tentang Razia warung Ibu Saeni, juga tentang DONASI pada Ibu Saeni, lalu berujung pada konflik hormat menghormati ibadah puasa, dan berakhir pada KONFLIK AGAMA ISLAM vs NON ISLAM.

Ada apa dengan Orang-orang Indonesia?

Titik pokok soal adalah pada “PERDA WARUNG DAN RESTO BUKA SETELAH PUKUL 15.00 di Bulan Ramadhan”  Perda ini oleh sebagian muslim dianggap sebagai PERDA SYARIAH, dianggap sebagai PERDA yang membela kepentingan kaum muslimin.  Benarkah demikian??  Kesimpulan saya sih ini sebenarnya tidak murni perda syariah, tapi QUASY SYARIAH atau Syariah Semu.  Mengapa demikian?  Let’s analysis!

  1. Puasa di Bulan Ramadhan wajib bagi semua muslim baligh, kecuali orang tua renta, orang yang payah kalau berpuasa seperti ibu hamil/menyusui, pekerja berat, orang sedang haid/nifas, dan musyafir.  (ketentuan ini familiar sekali dan QS. Al Baqoroh ini sering dibaca jelang Ramadhan atau selama Ramadhan).
  2. Berdasarkan point pertama maka orang-orang tertentu masih diperkenankan untuk makan di siang hari.  Hanya saja tentu ada adabnya.  Dalam sebuah hadits “Malaikat akan bersujud pada orang yang berpuasa ketika di depannya ada orang makan” dengan begitu, yang tidak berpuasa tentu saja harus surti untuk tidak makan di depan orang berpuasa.  Dan orang berpuasa biasanya juga tidak terlalu hirau dengan orang makan di depannya karena memang dia sudah berniat puasa.
  3. Berdasarkan point 1-2, haruskah menutup warung makan? Sebetulnya tidak ada keharusnya.  Yang paling penting mengatur siapa yang berhak berbuka dan siapa yang tidak?
  4. Secara hukum islam “Apakah warung dan resto yang tetap buka pada waktu bulan Ramadhan kena hukum HARAM?”  Tentu saja tidak, selama dia menawarkan makanan halal, dan memperuntukkan makanannya pada orang-orang yang terkena uzur syarii untuk tidak berpuasa.  Jadi dapat disimpulkan bahwa PERDA yang ada hanyalah QUASY SYARIAH.

#RAZIA makanan bahkan sampai razia alat dapur untuk membuat efek jera agar mematuhi PERDA? Di sini saya merasa heran….

  1.  Makanan dan alat sekedar madaniah saja.  Yg melakukan kesalahan adalah person atau orangnya.  Saya mencoba mencari di dalam hukum islam apakah ada penyitaan terhadap alat2 atau benda?  Saya pun teringat sebuah riwayat perbuatan Rasulullah saw ketika melakukan infeksi pasar, didapati penjual yang menjual makanan basi di atas sementara makan masih layak makan di bawah, Rasulullah saw tidak menyitanya, beliau hanya menyuruh, “Taruhlah makanan segar ini di atas, dan makanan basi ini di bawah, agar orang-orang mengambil makanan yang masih segar”  Begitulah Rasulullah saw mencontohkan.
  2. Menyita dan membuang makanan adalah perbuatan yang mubazir.  Mubazir adalah kawan setan.  Apa yang dilakukan oleh satpol PP yang melakukan razia dan pembuangan makanan adalah sebuah perbuatan dzalim.  Apakah tidak bisa dilakukan tindakan yang lebih elegan?? Kalau pun alergi dengan HUMANIS, apakah tidak bisa dilakukan tindakan yang lebih syari’? Tindakan seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw?
  3. Bagaimana jika sudah diingat terus menerus bandel? Karena “PERSON” yang melanggar PERDA mungkin bisa disidang dan dihukum sesuai aturan yang berlaku.  Tidaklah elok MANUSIA yang BERSALAH tapi yang mendapatkan hukuman adalah MAKANAN dan BARANG.

Quasy syariah yang diterapkan membuat sebagaian masyarakat Indonesia mengalami bipolar.   Mereka seakan-akan sangat islami dengan mempertahankan HORMATI DONG RAMADHAN! Padahal keinginan mereka untuk menghormati Ramadhan hanyalah muncul dari GAHRIZAH BAQO yaitu dari naluri mempertahankan eksistensi diri. Naluri ini lahir dari hawa nafsu mempertahankan eksistensi kelompok islam. Sebagaian kelompok islam pada saat ini merasa tertindas.  Mereka mayoritas, tapi mereka merasa ditindas, karena kaum nasionalis yang lebih banyak dipilih dan diterima masyarakat Indonesia.  PERDA2 QUASY SYARIAH seperti ini dianggap mewakili eksistensi mereka.   Inilah sebabnya mereka marah ketika sebagian orang melakukan donasi pada Ibu Saeni. Para donatur memandang  sisi humanisme –membantu mengembalikan modal usaha ybs.  Mereka yang terbelenggu Gharizah BAQO menganggap perbuatan donasi itu MENGHALANGI TEGAKNYA SYARIAH ISLAM, mereka menganggap tindakan donasi itu melecehkan islam, menentang islam, dsb.  ……Dan sesungguhnya orang-orang seperti ini sedang memperjuangkan syariah islam fatamorgana.

Ramadhan bukan subyek, dia tak butuh hormat, hanya butuh MENJALANKAN ibadah RAMADHAN.  Ramadhan adalah moment dimana berbagai ibadah dinilai berlipat ganda dengan keistimewaan syaum dan lailatul qodar.  Ramadhan adalah bulan penyucian bagi umat islam.  Kekhusuan ibadah ramadhan gak akan terganggu oleh warung2 yang bertebaran.  Jika ketakwaan individu muncul warung2 itu akan tutup dengan sendirinya karena tidak ada DEMAND.

Indikator sebuah kota BERTAKWA di bulan Ramadhan ini, bukan dari seabrek PERDA QUASY SYARIAH, sehingga semua warung makan tutup jam 8-15; tetapi dari Sejumlah warung makan tutup jam 8-15 karena kesadaran individu.

Ayo, Dakwah!

Bukan warung yang buka yang diberantas, tapi BERDAKWAHLAH AGAR SEMUA MUSLIM yang tidak ada uzur syari’ mau berpuasa, sehingga warung2 makan pun tutup karena sepi pembeli bukan karena PERDA.  Jika itu terjadi, maka INILAH KEBERHASILAN DAKWAH MENGAJAK MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA UNTUK BERTAKWA PADA ALLOH SWT.

#Just think and write, although is nothing# 

 

What is Dajjal? #I_just_saw @mozaikislam

Abis isya tidur, bangun jam 11.  Gak bisa tidur lagi.  Jam 1.42 ternyata masih ada acara Mozaik Islam di TransTV, isinya mengupas tentang Dajjal.  Bahkan hadits riwayat Daud menyebutkan pertemuan sekelompok pelaut dengan Dhajal yang terikat dan tidak bisa keluar karena di larangan Alloh swt.  Konon katanya nanti Dajjal itu akan keluar dalam 40 hari bisa masuk ke seluruh bagian dunia ini kecuali dua kota yaitu Mekah dan Maddinah, karena kedua negara itu dijaga oleh malaikat.  Ternyata sebelumnya cirinya juga sudah ada di khazanah Trans7.

Dajjal diriwayatkan dalam hadist ahad HR Bukhari dan HR Daud.  Hadits tersebut bercerita tentang kemunculan dan tempat dhajal.  Lain dengan Muhammad Isa ahli jin yang menyatakan Dajjal akan muncul di Segitiga Bermuda, Hadits ahad merujuk dhajal akan muncul di timur di sekitar Yaman dan Syam, petunjuk dari hadits ahad itu menunjukkan pada sebuah pulau indah di Yaman bernama Pulau Socotra yang merupakan pulau terpencil bagian dari Propinsi Aden Yaman.

Saya sendiri sih bertanya, apakah Dajjal itu SOSOK FISIK atau sebenarnya hanya SIFAT MANUSIA?

Saya pernah diajarkan dalam beriman kepada Alloh swt berpedoman pada sumber-sumber mutawatir saja, adapun untuk sumber2 ahad, kita hanya sampai pada wallohualam bi sawab dan tidak membahasnya lagi.  Sumber-sumber mutawatir merujuk bahwa beriman fokus pada RUKUN IMAN YANG ENAM.  Adapun hal lainnya yang sifatnya ghaib ini….kita hanya bilang wallohualam bi sawab dan tak perlu membahasnya lebih lanjut karena pembahasan terkait dengan itu menjadikan iman kita tidak produktif.

Hari ini setelah nonton @mozaikislam saya menyadari benar apa yang pernah diajarkan oleh Syekh Taquddin An Nabhani tentang iman yang produktif.  Pembahasan tentang dajjal membuat tuduhan Pulau Socotra, sebuah pulau yang unik dan UNESCO mellindunginya karena keragaman hayati yang ada di dalamnya.  Saya sih kebayang aja, jika hal terkait dengan dajjal ini menjadi sebuah pembahasan instens di kalangan muslim, lalu dajjal ini mengarah pada SOSOK atau SESEORANG dan menempati sebuah pulau di belahan bumi ini, maka seorang penguasa muslim yang memiliki pemahaman serta kepercayaan terkait dajjal seperti ini, mungkin akan serta merta dia menghancurkan suatu pulau.  Jika itu terjadi pada Pulau Socotra, maka musnahlah salah satu ‘heritage’ dunia. HUHHH BARBAR bukan? Ini akan jadi Kublai Khan atau Jengis Khan jilid II yang banyak menghancurkan heritage dunia.

Pada era bioteknologi seperti sekarang, sosok dajjal yang digambarkan bermata satu, bertubuh besar, berbulu tebal, dan berambut ikal akan mudah diciptakan melalui proses mutasi atau rekayasa lainnya.  Tentu saja para ahli rekayasa genetika masih menahan diri melakukan rekayasa genetika pada manusia, terkait BIOETIKA.  Namun, bukan hal yang tidak mungkin rekayasa genetika pada manusia dilakukan secara diam-diam dan boleh jadi Dajjal adalah kegagalan fisik rekayasa genetika, tapi memiliki keunggulan dari sisi kemampuan lainnya.

Tapi what ever lah asumsi-asumsi tentang dajjal itu, idealnya umat tidak disibukkan dengan pembahasan hadits2 ahad terkait hal ghaib dan asumsi gaib masa depan, karena untuk hal tersebut kita hanya diberikan ilmu sedikit.  Lebih produktif jika yang dibahas BAGAIMANA IMPLEMENTASI SYARIAT ISLAM DALAM KEHIDUPAN KITA SEHARI-HARI, APA YANG SUDAH KITA SIAPKAN UNTUK BEKAL DI HARI PENGHISABAN KELAK? APAKAH KITA TELAH MEWARISKAN BUDAYA HIDUP MADANI PADA ANAK CUCU KITA KELAK? itu lebih produktif dibandingkan dengan berpikir hal2 ghaib yang kita hanya diberi pengetahuan sedikit saja.

Bogor, 3 Ramadhan #JustThink, Write what i think although it’s nothing#