Quasy Syariat Islam #EfekRazia

Fenomena perang opini di media sosial, pro dan kontra tentang Razia warung Ibu Saeni, juga tentang DONASI pada Ibu Saeni, lalu berujung pada konflik hormat menghormati ibadah puasa, dan berakhir pada KONFLIK AGAMA ISLAM vs NON ISLAM.

Ada apa dengan Orang-orang Indonesia?

Titik pokok soal adalah pada “PERDA WARUNG DAN RESTO BUKA SETELAH PUKUL 15.00 di Bulan Ramadhan”  Perda ini oleh sebagian muslim dianggap sebagai PERDA SYARIAH, dianggap sebagai PERDA yang membela kepentingan kaum muslimin.  Benarkah demikian??  Kesimpulan saya sih ini sebenarnya tidak murni perda syariah, tapi QUASY SYARIAH atau Syariah Semu.  Mengapa demikian?  Let’s analysis!

  1. Puasa di Bulan Ramadhan wajib bagi semua muslim baligh, kecuali orang tua renta, orang yang payah kalau berpuasa seperti ibu hamil/menyusui, pekerja berat, orang sedang haid/nifas, dan musyafir.  (ketentuan ini familiar sekali dan QS. Al Baqoroh ini sering dibaca jelang Ramadhan atau selama Ramadhan).
  2. Berdasarkan point pertama maka orang-orang tertentu masih diperkenankan untuk makan di siang hari.  Hanya saja tentu ada adabnya.  Dalam sebuah hadits “Malaikat akan bersujud pada orang yang berpuasa ketika di depannya ada orang makan” dengan begitu, yang tidak berpuasa tentu saja harus surti untuk tidak makan di depan orang berpuasa.  Dan orang berpuasa biasanya juga tidak terlalu hirau dengan orang makan di depannya karena memang dia sudah berniat puasa.
  3. Berdasarkan point 1-2, haruskah menutup warung makan? Sebetulnya tidak ada keharusnya.  Yang paling penting mengatur siapa yang berhak berbuka dan siapa yang tidak?
  4. Secara hukum islam “Apakah warung dan resto yang tetap buka pada waktu bulan Ramadhan kena hukum HARAM?”  Tentu saja tidak, selama dia menawarkan makanan halal, dan memperuntukkan makanannya pada orang-orang yang terkena uzur syarii untuk tidak berpuasa.  Jadi dapat disimpulkan bahwa PERDA yang ada hanyalah QUASY SYARIAH.

#RAZIA makanan bahkan sampai razia alat dapur untuk membuat efek jera agar mematuhi PERDA? Di sini saya merasa heran….

  1.  Makanan dan alat sekedar madaniah saja.  Yg melakukan kesalahan adalah person atau orangnya.  Saya mencoba mencari di dalam hukum islam apakah ada penyitaan terhadap alat2 atau benda?  Saya pun teringat sebuah riwayat perbuatan Rasulullah saw ketika melakukan infeksi pasar, didapati penjual yang menjual makanan basi di atas sementara makan masih layak makan di bawah, Rasulullah saw tidak menyitanya, beliau hanya menyuruh, “Taruhlah makanan segar ini di atas, dan makanan basi ini di bawah, agar orang-orang mengambil makanan yang masih segar”  Begitulah Rasulullah saw mencontohkan.
  2. Menyita dan membuang makanan adalah perbuatan yang mubazir.  Mubazir adalah kawan setan.  Apa yang dilakukan oleh satpol PP yang melakukan razia dan pembuangan makanan adalah sebuah perbuatan dzalim.  Apakah tidak bisa dilakukan tindakan yang lebih elegan?? Kalau pun alergi dengan HUMANIS, apakah tidak bisa dilakukan tindakan yang lebih syari’? Tindakan seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw?
  3. Bagaimana jika sudah diingat terus menerus bandel? Karena “PERSON” yang melanggar PERDA mungkin bisa disidang dan dihukum sesuai aturan yang berlaku.  Tidaklah elok MANUSIA yang BERSALAH tapi yang mendapatkan hukuman adalah MAKANAN dan BARANG.

Quasy syariah yang diterapkan membuat sebagaian masyarakat Indonesia mengalami bipolar.   Mereka seakan-akan sangat islami dengan mempertahankan HORMATI DONG RAMADHAN! Padahal keinginan mereka untuk menghormati Ramadhan hanyalah muncul dari GAHRIZAH BAQO yaitu dari naluri mempertahankan eksistensi diri. Naluri ini lahir dari hawa nafsu mempertahankan eksistensi kelompok islam. Sebagaian kelompok islam pada saat ini merasa tertindas.  Mereka mayoritas, tapi mereka merasa ditindas, karena kaum nasionalis yang lebih banyak dipilih dan diterima masyarakat Indonesia.  PERDA2 QUASY SYARIAH seperti ini dianggap mewakili eksistensi mereka.   Inilah sebabnya mereka marah ketika sebagian orang melakukan donasi pada Ibu Saeni. Para donatur memandang  sisi humanisme –membantu mengembalikan modal usaha ybs.  Mereka yang terbelenggu Gharizah BAQO menganggap perbuatan donasi itu MENGHALANGI TEGAKNYA SYARIAH ISLAM, mereka menganggap tindakan donasi itu melecehkan islam, menentang islam, dsb.  ……Dan sesungguhnya orang-orang seperti ini sedang memperjuangkan syariah islam fatamorgana.

Ramadhan bukan subyek, dia tak butuh hormat, hanya butuh MENJALANKAN ibadah RAMADHAN.  Ramadhan adalah moment dimana berbagai ibadah dinilai berlipat ganda dengan keistimewaan syaum dan lailatul qodar.  Ramadhan adalah bulan penyucian bagi umat islam.  Kekhusuan ibadah ramadhan gak akan terganggu oleh warung2 yang bertebaran.  Jika ketakwaan individu muncul warung2 itu akan tutup dengan sendirinya karena tidak ada DEMAND.

Indikator sebuah kota BERTAKWA di bulan Ramadhan ini, bukan dari seabrek PERDA QUASY SYARIAH, sehingga semua warung makan tutup jam 8-15; tetapi dari Sejumlah warung makan tutup jam 8-15 karena kesadaran individu.

Ayo, Dakwah!

Bukan warung yang buka yang diberantas, tapi BERDAKWAHLAH AGAR SEMUA MUSLIM yang tidak ada uzur syari’ mau berpuasa, sehingga warung2 makan pun tutup karena sepi pembeli bukan karena PERDA.  Jika itu terjadi, maka INILAH KEBERHASILAN DAKWAH MENGAJAK MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA UNTUK BERTAKWA PADA ALLOH SWT.

#Just think and write, although is nothing# 

 

What is Dajjal? #I_just_saw @mozaikislam

Abis isya tidur, bangun jam 11.  Gak bisa tidur lagi.  Jam 1.42 ternyata masih ada acara Mozaik Islam di TransTV, isinya mengupas tentang Dajjal.  Bahkan hadits riwayat Daud menyebutkan pertemuan sekelompok pelaut dengan Dhajal yang terikat dan tidak bisa keluar karena di larangan Alloh swt.  Konon katanya nanti Dajjal itu akan keluar dalam 40 hari bisa masuk ke seluruh bagian dunia ini kecuali dua kota yaitu Mekah dan Maddinah, karena kedua negara itu dijaga oleh malaikat.  Ternyata sebelumnya cirinya juga sudah ada di khazanah Trans7.

Dajjal diriwayatkan dalam hadist ahad HR Bukhari dan HR Daud.  Hadits tersebut bercerita tentang kemunculan dan tempat dhajal.  Lain dengan Muhammad Isa ahli jin yang menyatakan Dajjal akan muncul di Segitiga Bermuda, Hadits ahad merujuk dhajal akan muncul di timur di sekitar Yaman dan Syam, petunjuk dari hadits ahad itu menunjukkan pada sebuah pulau indah di Yaman bernama Pulau Socotra yang merupakan pulau terpencil bagian dari Propinsi Aden Yaman.

Saya sendiri sih bertanya, apakah Dajjal itu SOSOK FISIK atau sebenarnya hanya SIFAT MANUSIA?

Saya pernah diajarkan dalam beriman kepada Alloh swt berpedoman pada sumber-sumber mutawatir saja, adapun untuk sumber2 ahad, kita hanya sampai pada wallohualam bi sawab dan tidak membahasnya lagi.  Sumber-sumber mutawatir merujuk bahwa beriman fokus pada RUKUN IMAN YANG ENAM.  Adapun hal lainnya yang sifatnya ghaib ini….kita hanya bilang wallohualam bi sawab dan tak perlu membahasnya lebih lanjut karena pembahasan terkait dengan itu menjadikan iman kita tidak produktif.

Hari ini setelah nonton @mozaikislam saya menyadari benar apa yang pernah diajarkan oleh Syekh Taquddin An Nabhani tentang iman yang produktif.  Pembahasan tentang dajjal membuat tuduhan Pulau Socotra, sebuah pulau yang unik dan UNESCO mellindunginya karena keragaman hayati yang ada di dalamnya.  Saya sih kebayang aja, jika hal terkait dengan dajjal ini menjadi sebuah pembahasan instens di kalangan muslim, lalu dajjal ini mengarah pada SOSOK atau SESEORANG dan menempati sebuah pulau di belahan bumi ini, maka seorang penguasa muslim yang memiliki pemahaman serta kepercayaan terkait dajjal seperti ini, mungkin akan serta merta dia menghancurkan suatu pulau.  Jika itu terjadi pada Pulau Socotra, maka musnahlah salah satu ‘heritage’ dunia. HUHHH BARBAR bukan? Ini akan jadi Kublai Khan atau Jengis Khan jilid II yang banyak menghancurkan heritage dunia.

Pada era bioteknologi seperti sekarang, sosok dajjal yang digambarkan bermata satu, bertubuh besar, berbulu tebal, dan berambut ikal akan mudah diciptakan melalui proses mutasi atau rekayasa lainnya.  Tentu saja para ahli rekayasa genetika masih menahan diri melakukan rekayasa genetika pada manusia, terkait BIOETIKA.  Namun, bukan hal yang tidak mungkin rekayasa genetika pada manusia dilakukan secara diam-diam dan boleh jadi Dajjal adalah kegagalan fisik rekayasa genetika, tapi memiliki keunggulan dari sisi kemampuan lainnya.

Tapi what ever lah asumsi-asumsi tentang dajjal itu, idealnya umat tidak disibukkan dengan pembahasan hadits2 ahad terkait hal ghaib dan asumsi gaib masa depan, karena untuk hal tersebut kita hanya diberikan ilmu sedikit.  Lebih produktif jika yang dibahas BAGAIMANA IMPLEMENTASI SYARIAT ISLAM DALAM KEHIDUPAN KITA SEHARI-HARI, APA YANG SUDAH KITA SIAPKAN UNTUK BEKAL DI HARI PENGHISABAN KELAK? APAKAH KITA TELAH MEWARISKAN BUDAYA HIDUP MADANI PADA ANAK CUCU KITA KELAK? itu lebih produktif dibandingkan dengan berpikir hal2 ghaib yang kita hanya diberi pengetahuan sedikit saja.

Bogor, 3 Ramadhan #JustThink, Write what i think although it’s nothing#

 

 

 

 

 

 

AADC2

Sampai hari ini http://filmindonesia.or.id mencatat film AADC2 diurutan keempat setelah laskar pelangi, habibi ainun, dan ayat2 cinta.  Dengan jumlah penonton 3,5 juta lebih.  Masih ditunggu apakah film ini mampu menembus angka lebih dari 4,7 juta yg artinya akan menempati posisi 1 film indonesia selama satu dekade ini? So mari kita cermati….

Film ini memang layak ditonton, bukan karena shootingnya di AS, Jakarta, dan Jogya.  Bukan juga karena ada Nicho dan Dian….bukan juga karena mau bernostalgia.  Tapi dari berbagai sisi film ini jadi hiburan mengasyikkan. Kenapa?

1) Kita akan diajak pada sebuah “kenikmatan menonton”.  Tak perlu banyak kata keluar, tapi raut wajah….barisan puisi penghantar….semuanya bisa menggambarkan suasana yg terjadi.  Inilah nikmatnya menonton …..visualisasi bukan verbalisasi.  Gak semua perasaan perlu dikata-katai sehingga menjadi lebay mirip sandiwara radio saja, karena kekuatan film adalah visualisasi.  Kesedihan dan kerinduan Rangga tak perlu diumbar dengan tingkah dan kata….tapi bagaimana raut dan gesture tubuh berbicara dihiasi dengan pemandangan alam yg mendramatisir gundah dan rindu.  Inilah nikmatnya nonton film…..

2) Realistis…..antara nalar dan emosi.  Relasi Org dewasa dengan umur 30 tahunan kebetulan masih JOMBLO memang kompleks satu sisi mereka orang dewasa tapi sisi lain jiwa emosional kekanak2an masih beriak-riak, sosok ini digambarkan apik oleh tokoh Cinta.  Dian berhasil memerankan tokoh ini.  Sungguh diluat ekspetasi….. Dian memang hebat.  Cemburunya membuat tertawa…

3)  Dan enonton dimajkan dengan happy ending.  Cinta dan Rangga bersatu kembali.  Namun jadi hati2 juga… PESAN MORAL SETELAH NONTON “Jangan ketemu mantan jelang nikah, bisa terjadi CINTA LAMA BELUM KELAR.

Konon minggu ini filmya udah tembus 3,5 juta penonton.  Saya masih nunggu apakah film ini mampu memecahkan rekor laskar pelangi???  

Free from party #Jakarta

Menarik! Jika Ahok jadi maju dalam PILGUB DKI melalui jalur independent! Kenapa?

Sudah bukan rahasia lagi, jika partai-partai di Indonesia apapun itu….mau nasionalis, liberalis, atau mengusung simbol islam sekalipun secara fakta para kader bahkan salah satu partai menjerat lasung Ketumnya….. senantiasa terjerat KORUPSI dan RISWAH (sogok).  Kepercayaan masyarakat terhadap partai kian melorot…..seiring dengan peng-AMIN-an jalur independent, maka munculah PEOPLE POWER.

menurut saya sih….PEOPLE POWER yang berhasil itu adalah JOKOWI! Sosok ini didukung oleh masyarakat independent, dan mampu memaksa PDI-P mecalonkannya menjadi Presiden Indonesia.  Sampai sekarang people power bekerja secara konsisten memantau dan mendeliveri program-program jokowi pada masyarakat.  Tentu saja Jokowi bukan sosok malaikat yang sempurna menjalankan kebijakannya, walau BARISAN SAKIT HATI terus menghembuskan fitnah, isu, dan kritikan….namun “People Power” mampu menggiring opini dan aksi …..”Let’s support the policy!” INI LUAR BIASA!

Now….melalui PEOPLE POWER — Teman Ahok, bekerja mengoalkan AHOK untuk menjadi gubernur DKI.  Sebagaian kaum fanatik Ras dan Agama mengatakan ……Ahok??? Apa gak salah??? Dia kan……???  Bahkan ada seseorang dari kader tertentu [saya tidak tahu apakah ini bersifat gejala jamaah di partai itu???] yang jijik banget sama Pak Ahok, mendengar dan membaca nama Pak Ahok katanya langsung muntah kayak orang hamil membaui ikan mas atau odol!

Lalu bagaimana “Teman Ahok” memandang AHOK? Oke lah “Dia Cina, Dia Bukan Muslim…..” itu fakta tak terbantahkan! Tapi ada fakta lain misalnya “Ahok keras pada para pelanggar aturan, tapi lemah lembut pada si papa. Dia naikan gaji petugas kebersihan setara UMR, dia buat RUSUNAWA untuk memindahkan masyarakat dari wilayah kumuh, dia habiskan APBD Jakarta untuk proyek yang jelas terlihat dampaknya bagi masyarakat…..Dia akan MURKA dan PECAT para PNS malas yang nilep2 uang yang gak mau layani rakyat.   Untuk pembangunan Ahok memang meratakan mesjid, tapi hal itu dilakukannya juga untuk gereja.   Baginya RULE IS RULE siapapun gak boleh SEMAU GUE HARUS IKUT ATURAN……Fakta ini tentu saja jadi keren…..! BERANI ini tentu saja sesuai dengan Kultur Masyarakat Jakarta yang dipenuhi “BAKFIA” rasa teri maupun kakap!!! Dan Ahok WNI – Warga Negara Indoensia – Lahir dan besar di Indonesia bahkan kuliahnya juga di Trisakti Indonesia.  Artinya dia punya hak yang sama dengan WNI lainnya “Hak dipilih dan memilih”

Uniknya lagi PEOPLE POWER ini multikultur! mereka tidak memandang dari suku apa? dari ras mana? dari agama apa? dari partai apa? semuanya bersatu untuk satu tujuan #INDONESIA LEBIH BAIK#JAKARTA LEBIH BAIK#

Pada PilGub Jakarta…… PEOPLE POWER……bukan hanya mengarah pada MENGGOALKAN AHOK sosok yang dianggap PANTAS secara TRACK RECORD untuk didukung, tapi juga mengarah pada “DE-PARTY POWER-menghilangkan kekuatan partai” ini yang menariknya bagi saya sebagai pengamat sebagai orang yang gak punya hak suara untuk Jakarta.  Menarik untuk diikuti…..Mampukah PEOPLE POWER kembali memenangkan AHOK???

Jika pada akhirnya Gubernur DKI Jakarta dimenangkan oleh Pak Yusril atau Sandiaga UNO, maka tentu saja itu “standard” masyarakat Indonesia.

Namun, jika kemenangan pada AHOK dari dukungan INDEPENDENT maka ini menjadi menarik, paling tidak AHOK dan TEMAN AHOK mampu meruntuhkan tradisi baku masyarakat indonesia dan juga sistem politik indonesia:

  1.  Tradisi baku masyarakat indonesia –> PEMIMPIN INDONESIA HARUS DARI MUSLIM BAIK KARENA MUSLIM AGAMA MAYORITAS, MAUPUN KARENA ALASAN AGAMA yang biasa didengungkan oleh para Ustadz2 di Mushola -“haram memilih pemimpin non muslim” tradisi bakunya monokulur dan keislaman –  Tradisi  baku ini akankah meluntur dengan lebih melihat segala sesuatunya secara multikultur dan keindonesiaan?  Jika zaman Soeharto gerakan multikultur dan keindonesian ini dipaksa secara militer, maka mungkinkah gerakan ini tumbuh kembali karena sebuah kesadaran THE PEOPLE POWER???
  2. Sistem politik indonesia —> Dominasi partai bertahun2 lekang melahirkan para golputer.  Para golputer sekarang punya suara melalui jalur independent, mereka bisa mendukung siapa yang memang pantas untuk didukung.  Akankah para independent menjadi kekuatan masif — Partai vs People Power???

Mari dengan senyap kita perhatikan hasilnya.  Sebagai warga NON DKI JAKARTA, kita amati saja bagaimana hasil akhirnya, dan kita hargai bagaimana proses dan PILIHAN WARGA JAKARTA!

Warga Non Jakarta lebih baik minggir, gak usah ikut2an upload status di media sosial buat panas-panasin segala!!!  Warga Jakarta aja gak pernah urusan sama kita kita mau pilih gubernur siapa-siapa kan? Jadi biarkan mereka memilih gubernurnya!!!

Muslim dan Pemimpinnya #JustThink

Saya menulis karena saya sendiri bingung!!!

Saya tidak akan bingung, jika saya hidup dalam sebuah tatanan pemerintahan islam yang menjalankan syariat islam secara kafah, kemudian dihadapkan pada calon pemimpin dari muslim dan non muslim.  Maka dengan tegas saya menolak non muslim dan memilih muslim.  Karena apa? karena pemimpin tersebut akan menjalan syariat islam, bagaimana mungkin dipegang oleh non muslim.  Jangankan non muslim, muslim yang dzalim dan munafik pun ditolak.  Bahkan dalam sistem ini, jika pun saya dihadapkan pada calon pemimpin muslim lemah dan calon non muslim kuat, maka saya akan tetap memilih pemimpin muslim.  Bagaimana pun ditangannya syariat islam akan tetap berjalan….

Namun bagaimana jika tatanan pemerintahan yang dikelola SEKULER tidak didasarkan sama sekali pada syariat islam.  Apakah kita masih ngotot pemimpinnya harus seorang muslim???  Padahal tak ada satupun syariat islam yang ditegakkan, bahkan seperti ada rule siapapun yang memimpin sistem sekuler harus mempertahankan SEKULERISME.  Jika pun itu seorang muslim yang memimpin, maka muslim itu pun disumpah untuk menjalankan dan menjaga sistem sekuler.  Apakah kita masih ngotot bahwa pemimpinnya haruslah muslim????  Disinilah saya merasa bingung.  Dalil apa yang mengharuskan kita memilih pemimpin muslim dalam kondisi seperti ini??  Terus terang saya #gagal #paham.

Saya paham ada sebagian muslim terjun dalam politik, harapannya ketika mereka berkuasa mereka bisa menerapkan syariat islam.  Tapi pada faktanya tak ada satupun kepala daerah dari partai islam yang memaklumkan diri menerapkan syariat islam di daerah pimpinannya.  Kenapa?? Karena mereka telah disumpah untuk melagengkan sistem sekuler.

Entahlah….saya tak terlalu paham mengapa sebagian orang NGOTOT “sebuah sistem sekuler pun tetap harus dipimpin muslim walaupun si muslim itu lemah buruk dan dzalim…….”   == sistem sekuler saja banyak kelemahan, kemudian sistem ini dipimpin oleh muslim yang lemah.  Apa jadinya sistem ini??mampukah sistem yang lemah di komandoi orang lemah mensejahterakan rakyatnya?? ===

 

It’s not Project! It’s #Pengabdian

 

Dia mungkin saja seorang “atheis”. Yap, karena lingkungannya tidak mengenalkan pada Tuhan.  Tapi dia sangat percaya bahwa “berbagi dengan sesama adalah sebuah kebaikan yang harus terus digulirkan”.   Diantara kesibukannya mengelola bisnis, dia mencurahkan waktunya untuk menggarap #project #kebaikan. Tidak ada tuntutan bagi seorang bisnisman untuk melakukan PENGABDIAN MASYARAKAT. Tetapi dia melakukannya….satu prinsipnya “Dia ingin melihat kehidupan di sekitarnya menjadi lebih baik”  ….. Dia ingin berbagi kebaikan.

Satu lagi juga seorang dosen.  Baginya manusia jika sudah mati, maka matilah.  Tak kenal dengan hari hisab atau padang masyar dan tak percaya ada kehidupan setelah kematian.  Selain mengajar di Perguruan Tinggi, setiap malam rabu, dia menyempatkan membawa onigiri dan teh untuk dibagi-bagikan pada para orang tua Tuna Wisma.  Dia mengajak ngobrol mereka dalam obrolan santai menanyakan kabarnya minggu ini.  Dia merogoh sakunya sendiri untuk aktifitas ini.  Dia memilih aktifitasnya ini sebagai “pengabdian masyarakat” tak ada yang membayarnya untuk pengabdian ini tapi dia melakukannya hanya satu tujuannya “BERBAGI KEBAIKAN”.

Masih terkait dengan dosen yang juga tak pernah berpikir tentang malaikat Rokib dan Atid. Dia tidak pernah tahu ada makna IKHLAS.  Bahkan dia tidak pernah belajar bagaimana menjadi seorang muslim, mum’min, dan mukhlis.  Dia merelakan dirinya 14 jam di pesawat terbang menuju negara berkembang.  Membagikan ilmunya di sana.  Waktu dan tenaganya tentu saja lebih besar habisnya dibandingkan dengan dana pengabdian pada masyarakat yang didapatkannya.  Bahkan dia harus merogoh sakunya sendiri untuk kegiatannya ini.  Tapi dia tak pernah merasa susah, dia merasa bahagia.  Baginya …..”KEBAHAGIAAN ADALAH MANAKALA ILMU DAN KEPAKARANNYA BERMANFAAT BAGI ORANG BANYAK”

Lalu bagaimana dengan kita? Yang muslim, mu’min, dan berusaha menjadi mukhlis? Yang percaya pada Alloh swt, pada malaikat, dan pada hari akhir?

*tentu saja harusnya lebih baik, namun apa yang terjadi?

“Saya kapok melakukan pengabdian masyakat dengan A, capenya doang, uangnya mah gak seberapa!”

“Mengerjakan proyek ini, bayarannya berapa?” [Padahal ini proyek pengabdian masyarakat, bukan proyek bikin gedung]

“Ini ada uang sakunya, enggak?”

“Eh, aku gak mau ya! ngeluarin sedikit pun dari uang aku untuk program ini!”

___

Inikah seorang muslim yang beriman kepada hari akhir? yang percaya bahwa “balasan” di akherat jauh lebih baik daripada harta dunia?

Semua pengalaman ini menjadikan saya merenung: “SUNGGUH DI YAUMIL AKHIR SAYA SEBAGAI SEORANG DOSEN AKAN DITANYA TENTANG TRIDARMA PERGURUAN TINGGI:

  1. Ilmu apa yang kau miliki?
  2. Apakah kamu memperoleh ilmu itu dengan cara yang halal?
  3. Dengan ilmumu itu apa yang sudah kau lakukan?
  4. Apakah orang sudah merasakan manfaat dari ilmumu?

 

Kira-kira di Yaumul Akhir Malaikat akan nanya, “Berapa rupiah yang kau dapatkankan dari membagikan ilmumu itu?” 

___

Semua apa yang saya amati dan alami, menjadikan sebuah bekal bagi saya untuk lebih baik. Kita memang memerlukan uang, tapi kita tak boleh cari uang dari sebuah kegiatan yang bernama “PENGABDIAN MASYARAKAT”. Because it’s not project, it’s pengabdian.

Hidup bukanlah “project” oriented.  Bukan pula “money” oriented.  Namun bagaimana “membagikan apa yang kita miliki untuk umat”

Islam tidak mengajarkan kita menjadi seorang kapitalis juga materialis yang mengukur kebahagian dari materi dan money.  Tapi islam mengajarkan kita BISA BERBAHAGIA KETIKA KITA BERBAGI ILMU DAN HARTA UNTUK KEBAIKAN UMAT.

#SELAMAT SHOLAT SHUBUH! #RENUNGAN SUBUH#

 

Skenario ALLOH?? #miskonsepsiTakdir

“Ini sudah bagian dari Takdir Tuhan”
“Ini skenario ALLOH SWT”

Saya paling benci jika orang2 yg berselingkuh kemudian menikah dg selingkuhannya lalu dia berkata INI NAMANYA JODOH, ini takdir ALLOH, ini skenario ALLOH!

Saya pikir ucapan mereka keterlaluan menyalahkan ALLOH swt untuk sebuah perbuatan dzalim yg mereka lakukan.

Dan ucapan spt itu umum diucapkan oleh mereka penikmat selingkuh yg berhasil menikahi selingkuhannya. Menganggap sebagai KEHENDAK ALLOH SWT.  Bahkan ada seorang teman yg kurang ajar sampai mencantumkan ayat “Jika ALLOH sudah menghendaki terjadi, maka terjadilah….” pada kartu undangan mereka seakan hendak menohok kita semua yg berpandangan sinis terhadap aksi selingkuhnya, bahwa kita harusnya legawa ini takdir ALLOH swt.  Duh……..SAYA SEBAGAI SEORANG YG BERIMAN MARAH TERHADAP INI SEMUA!!! Tega ya!!! Menyalahkan ALLOH swt untuk berlindung dari perbuatan haram “selingkuh”.

Ok, saya mengkaji  ttg iman terhadap qodho dan Qadar melalui kitab NIZAMULISLAM karya Syekh Taqiyuddin Annabhani.  Diantara berbagai kitab yg ada, kitab ini yg paling baik pembatasannya, logis juga kritis.  Apa isi dalam kitab Tsb?

1) qodha-qadar TIDAK mencakup perbuatan yg kita bisa pilih.  Misalnya kita punya kuasa menolak atau menerima org yg dicalonkan menjadi istri/suami, kita juga bisa pilih cinta kita kepada siapa dilabuhkan? Pada yg masih perawan atau gadis atau janda/duda atau istri/suami orang? Pada yang kaya atau pas-pasan? Pada yg berwajah ganteng atau pas2an? Itu semua bisa dipilih dan INI TIDAK MASUK WILAYAH QODO, QADAR, ATAU TAKDIR!!!

2) Qadar adalah ketentuan ALLOH terhadap khasiat dan masa/waktu, serta jumlah.  Misalnya khasiat api membakar itu Qadar.  Kapan seseorang mengakhiri kejombloaan atau masa melajang, atau kapan lahir, kapan mati itu semua wilayah Qadar.   Qadar juga termasuk rizki yg banyak atau sedikit. 

3) qodho adalah ketetapan ALLOH yg TDK bisa diubah dan tak ada peran manusia untuk memilih.  Misalnya kita dilahirkan di Indonesia bukan di Arab atau Inggris; hidung kita ternyata mancung atau pesek; dan termasuk juga qodho berniat nembak burung yang kena kepala org.  Kematian atau kecelakaan pada org tsb adalah qodho. 

Jadi selama MANUSIA DIBERI PILIHAN maka itu bukan wilayah qodha-qadar.  Lalu bagaimana dg tulisan di laufuhmahfudz? Bukankah itu sebuah buku skenario ALLOH?? Skenario ALLOH ndasmu opo? Tentang laufuhmahfudz itu menunjukkan KEMAHATAHUAN ALLOH…Bukan termasuk qodha-qadar dan tak ada kaitannya.

Jadi, KENAPA selingkuh-ERS tidak sportif?? Kenapa gak bilang aja YA INI PILIHAN HIDUP SAYA BUKAN URUSAN ANDA.  Itu lebih sportif daripada mengkambinghitankan ALLOH atas perbuatan yg dihujat banyak org!!!

Cobalah bijak! Org2 korban selingkuh aja bijaksana dan mereka mengatakan “ya, ini mah ujian dari ALLOH, semoga senantiasa dikasihi kesabaran, dan Org2 zalim mendapatkan balasan yg setimpal dari ALLOH swt.

Wallohualam bisawab.

Yang tak dirindukan ……??? #POLIGAMI

ini kali keberapa ya bicara poligami di blog ini? Topik ini menghangat kembali berkat film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN, jumlah penontonnya sudah mencapai 1 juta orang.  Namun, tulisan ini bukan hendak membahas kualitas atau mutu filmnya, tapi isu poligami.

Dari sebuah status yang diposting di FANPAGE ASMA NADIA selalu saja ada komentar umumnya para lelaki adalah “POLIGAMI SUNNAH RASULULLAH SAW”

Sepertinya sudah saatnya kita  #STOPmengatakanPOLIGAMIsunnahRasul  mengapa? Point-point dibawah ini menjadi alasannya:

  1. POLIGAMI BUKAN SUNNAH RASUL.  Jika sunnah diartikan sebagai perbuatan rasulullah, maka POLIGAMI ALA Rasul saw haram dilakukan umatnya. Mengapa? Karena perbuatan poligami Rasul saw khas untuk Rasul tidak untuk diikuti umatnya. Ketika ayat pembatasan jumlah isteri turun (QS AN NISA), maka ayat itu hanya berlaku bagi umat islam tidak bagi Rasulullah.  Para sahabat dan umat islam ketika turun ayat itu menceraikan isteri2 mereka sehingga jumlahnya menjadi 4 saja.  Adapun Rasul saw isterinya tetap 9, tidak mengikuti ayat tersebut.  Ini artinya perbuatan POLIGAMI Rasulullah saw adalah perbuatan KHAS hanya berlaku bagi Rasul saw tidak untuk diikuti umatnya.  Jadi SUNNAH dari mana? [dari Hongkong???]
  2. POLIGAMI HUKUMNYA BUKAN SUNAH.  Lalu sebagian lagi ada yang mengatakan hukum poligami itu sunah.  Sunah artinya jika dikerjakan mendapat pahala.  Ini darimana dasarnya???  Saya coba ulas dari kitab yang pernah saya pelajari.  [nama kitabnya NijamulIjtimai’ karya Syekh Taqiyuddin An Nabhani, saya bahasakan dengan bahasa bebas dan renyah, kalau mau jelas silahkan baca kitabnya saja].   Poligami berdasarkan QS. Annisa ayatnya sbb:

فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا

Fankihuu — Fiil Amr [Kata Kerja Perintah].  Dalam usul fiqh, kata suatu kata kerja perintah/fiil amr bisa bermakna  WAJIB, SUNNAH, tapi diayat ini justeru tidak bermakna Wajib atau Sunnah.  Mengapa?

  1. Fill Amr – jatuh menjadi wajib, jika perintah itu diiringi pahala ketika mengerjakan, dan sanksi ketika meninggalkan.  [Pernah denger gak Alloh swt memberikan siksa bagi orang yang tidak melakukan poligami??? tentu tidak bukan? jadi jatuhnya hukum poligami bukanlah WAJIB].
  2. Fiil Amr – jatuh menjadi sunah, jika perintah itu diiringi pahala ketika mengerjakan, dan tidak disaksi jika tidak mengerjakannya.  [Pernah denger Alloh swt memberikan lipatan pahala berlimpah bagi para pelaku poligami??? terus terang saya belum ketemu ayat seperti ini.  Jika ada ayat2 yang menjelaskan Alloh swt memberi pahala bagi para pelaku poligami, bolehlah diklaim POLIGAMI SUNAH.  Tapi jika tak ada…..hemmm berarti mengada-ada aja!].
  3. Pada ayat poligami ini justeru Fankihuuu…..[fiil amr] diikuti oleh warning “fain khiftum” ……] dan ketika warning itu tidak diperhatikan maka ancaman siksapun mendera.  Qatadah meriwayatkan dari An-Nadr bin Anas dari Basyir bin Nuhaik dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,
    من كانت له امرأتان فلن يعدل بينهما جاء يوم القيا مة وشقه ما ئل
    “Barangsiapa mempunyai dua istri, dan tidak berbuat adil terhadap keduanya, pada hari kiamat kelak, orang tersebut akan datang dalam keadaan bahunya miring sebelah”  —-> berdasarkan Fiil amr tapi disertai Warning, dan sanksi yang akan diberikan Alloh swt bagi orang2 yang tidak mengindahkan warning-Nya, maka tampak hukum poligami itu hanya MUBAH saja BUKAN sunah apalagi wajib.  
    Seorang muslim ada baiknya mempunyai aulawiyat yaitu senantiasa mendahulukan yang wajib ketimbang yang sunnah, mendahulukan yang sunnah ketimbang yang mubah.  Jadi yang wajib aja banyak yang belum tertunaikan dengan baik, yang sunah aja masih banyak ditinggalkan, kok ya mau mengejar yang mubah??? 

Demikianlah penjelasannya — jadi mari kita mulai STOP KAMPANYE POLIGAMI SUNNAH RASUL atau POLIGAMI SUNAH!  Hanya karena ingin melagalkan hawa nafsu kita, kita rela memutar hukum mubah menjadi sunah?? #Kacida.

Namun karena ini mubah, ya bagi lelaki poligami baik karena hawa nafsu maupun karena memang uzur syari’ [ingin punya anak, isteri sakit, dll] bukanlah sebuah AIB [karena hukum poligami tidak haram].

Mengurangi sekolah islam?

Saya tertarik mengomentari komentar dari Ibu Musdah Mulia yang dimuat disebuah situs yaitu: ONLINEIDO.TV.   

Ada beberapa point yang terlebih dahulu harus didefinisikan, yaitu label “Sekolah Islam” ini disematkan untuk sekolah apa? Dalam terminologi pendidikan dasar dan menengah di Indonesia ada dua saja yaitu Sekolah berciri agama islam dan sekolah nasional.  Sekolah berciri agama islam berada dibawah naungan KEMENAG, nama sekolah tersebut adalah madrasah (MI, MTS, MA).  Sekolah nasional namanya SD, SMP, SMA/SMK dibawah naungan KEMDIKBUD.  Memang ada sekolah nasional ini yang melabeli dirinya dengan agama tertentu misalnya SDK (SD Kristen) atau SDI (SD Islam) atau SD IT (SD Islam Terpadu), tapi label itu sebenarnya tidak dikenal dalam nomenklatur resmi KEMDIKBUD.  Di Kemdikbud hanya mengenal SDN (SD Negeri) atau SDS (SD Swasta), artinya penyematan agama dibelakang sekolah itu hanya untuk penegasan saja sasaran dari sekolah itu adalah agama tertentu.  Namun, berdasarkan UU Sikdiknas 2013 tetap saja jika ada orang beragama kristen bersekolah di SDI atau SDIT maka dia harus mendapatkan hak belajar agama kristen, begitu juga sebaliknya jika ada anak muslim bersekolah di SDK dia harus disediakan pelajaran agama islam.  Karena sesungguhnya di KEMDIKBUD tidak mengenal SDK/SDI/SDIT, begitu juga penjelasan untuk SMP/SMA/SMK…. Jadi jika dikatakan sekolah islam, maka secara resmi tentu menunjuk pada MADRASAH, karena keberadaan sekolah berciri agama islam yang legal diakui oleh negara RI adalah MI/MTS/MA.  Pelajaran agama islam di Madrasah dipantau dan dibina secara konsisten oleh KEMENAG. Berapa jumlah madrasah? betulkah terlalu banyak sehingga harus dikurangi? Mari kita lihat data jumlah sekolah yang bersumber dari data di PENDIS KEMENAG (2008/2009) dan Kemdikbud (2008).  Lihatlah gambar ini:

jumlah sekolah di Indonesia

Berdasarkan gambar diketahui bahwa jumlah MI hanya 12,96% dari total sekolah di Indonesia, adapun MTS 33,59% dari total sekolah di Indonesia, dan MA sebanyak 35,55% dari total sekolah di Indonesia.  Ini baru menyangkut jumlah sekolah belum ke daya tampung.  Daya tampung sekolah nasional tentu lebih besar daripada sekolah berciri agama islam.  Data memperlihatkan justeru sekolah berciri agama islam di negara mayoritas muslim jumlahnya tidak mencampai 50% masih dibawah 35%.   Jadi mengurangi sekolah islam atau madrasah, dari sisi data dimana logikanya?

Lalu kalau tujuan dari mengurangi sekolah islam adalah untuk meminimalisir RADIKALISME AGAMA (ISLAM), maka solusinya bukan mengurangi tapi memantau dan memonitoring kurikulum agama islam yang diberlakukan di sekolah-sekolah, dan tugas ini ada di KEMENAG.  Kurikulum pendidikan bahasa arab, fiqih Ibadah, aqidah akhlak, qur’an hadist, dan Sejarah Kebudayaan Islam yang diajarkan di Madrasah2 menjadi tanggung jawab kemenag dari sisi CONTENT KNOWLEDGE and SKILL THINKING, begitu juga mata pelajaran agama (islam, kristen, katholik, budha, hindu) yang diberlakukan di sekolah nasional menjadi tanggung jawab dari KEMENAG.  Dan harus menjadi catatan bahwa KEMANAG itu milik semua agama resmi di Indonesia bukan hanya milik agama islam, kemenag menaungi semua agama di Indonesia.

Bagaimana penyajian kurikulum agama yang lebih memunculkan TOLERANSI BERAGAMA, BEKERJASAMA DALAM MUAMALAH,  BERFIKIR POSTIF UNTUK MEMBANGUN BANGSA DENGAN MENGHILANGKAN FRIKSI DAN BENIH KONFLIK, MENDAHULUKAN AKAL DAN LOGIKA SEHAT DALAM MEMBANGUN KEUTUHAN itulah yang harus dikembangkan, dipantau, dan dimonitoring dalam kurikulum pendidikan agama di Indonesia.

Dan yang lebih penting lagi, radikalisme beragama sebetulnya tidak didapatkan dari madrasah.  Tapi didapatkan dari kelompok-kelompok pengajian yang marak di masyarakat.  Mengapa terjadi seperti ini?  Ini karena tokoh agama “mandul” memberikan ilmu agama kepada masyarakat.  Banyak tokoh agama yang memasang tarif tinggi ketika sekelompok masyarakat ingin memperdalam agama.  Tokoh agama enggan blusukan seperti “para wali jaman baheula” untuk mengajarkan agama islam ke terminal-terminal, surau2, pasar2, tempat2 masyarakat nongkrong.  Mereka hanya mau datang kalau diundang dan dibayar serta dijemput.  Tokoh agama menjadi “menara gading” bagi masyarakat.  Ulama A traif sekian juta, ustadz B tarif sekian puluh juta dll.  Akibatnya apa? Masyarakat yang haus ilmu agama mencari kelompok2 yang secara gratis dan ikhlas memberikan ilmu agama mereka.  Bahkan mereka pun blusukan untuk mencari orang-orang yang ingin mempelajari islam.  Lemahnya KEMENAG dan MUI dalam menggerakkan dakwah di Indonesia menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tak terbendungnya pemikiran radikal di Indonesia.

oh ya, apakah dulu jaman ORBA radikalisme ini mendapat tempat? TIDAK BUKAN? ini artinya pada saat ini dari sisi HANKAM kita pun ada yang bolong.  Memang demokrasi membawa dampak bebasnya semua pemikiran berkembang dan bertindak.  Namun, membawa dampak terbukanya aktualisasi pemikiran tersebut dalam bentuk tindak radikal.  Ini menjadi kelemahan dalam sistem DEMOKRASI yang diterapkan di indonesia. Jadi pilihannya mau kembali ke sistem OTORITER, atau legawa aja menjadikan radikalisme sebagai ekses dari demokrasi??

Jadi solusinya bukan mengurangi madrasah seperti yang dikemukan oleh Ibu Musda tampaknya terlalu sempit pandangannya.  Pandangan yang tidak berdasarkan analisis data dan fakta, hanya sekedar opini yang ASBUN ketika ditodong sebuah pertanyaan, jadi seyogyanya kita anggap saja ini sebagai sebuah SELOROH yang tak sungguh2.

Wallohualambisawab

18. Is it fair?

Kaki terpaku kaku ...

Hotel ini menyediakan mushola yang sangat representatif.  Letaknya di lantai 2, tidak seperti hotel lainnya yang meletakkan mushola di lantai paling dasar bersatu dengan gudang, bau dapur dan sampah kadang bercampur ketika kita sholat di mushola seperti itu, dan itu terjadi pada kebanyakan hotel di Indonesia.  Di Hotel ini tidak, muslim mendapatkan tempat untuk beribadah.  Tempat yang sangat layak dan hommy.  Kita sebagai muslim harus bersyukur, hotel ini menyediakan tempat ibadah dengan apik dan sangat layak.

Bibir terkatup bisu…

Diantara deretan ruang rapat yang disewa, setiap hari ahad kami menyaksikan jamaah sebuah gereja menyewa dua ruang rapat untuk beribadah.   Sungguh apa yang kami saksikan ini boleh jadi terjadi pada kaum muslimin di Hongkong, Korea, Jepang, dan berbagai wilayah non muslim…setiap jum’at ketika akan sholat jum’at.

Apa yang terjadi jika sebuah negara antah berantah yang sebagian besar non muslim kemudian mengijinkan mendirikan mesjid? Tentu saja akan sangat bahagia kaum muslimin dan berterima kasih bukan?

Lalu kenapa kita tidak memberikan kesempatan kepada warga negara indonesia yang memiliki keyakinan berbeda di negara ini untuk mendirikan rumah ibadah, sehingga mereka mempunyai tempat yang lebih layak dan khusu?

Entahlah! Islam seharusnya lebih agung dari Pancasila.