Idul Fitri, Pandemik, Sakit gigi

SELAMAT HARI IDUL FITRI! Happy IED MUBAROK! イード祭りおめでとうございます!

イード2020年、Siapapun tak pernah menyangka kita berada di masa seperti ini. Saat WHO menyatakan COVID19 sebagai pandemik, serentak seluruh dunia kecuali Afrika menyatakan lockdown atau Social Distancing, Indonesia salah satunya.

Kota tempat kami tinggal berada di Zona Merah, bahkan walikotanya pun terjangkit virus ini.

Jadi idul fitri kali ini benar2 di rumah aja. Video calling ucapkan selamat hari raya, bahkan shalat ied pun di rumah. Dan paling nyesek, karena malas sikat gigi selama pandemik saya terserang sakit gigi luar biasa, mulai terasa hari Rabu malam, parah mulai hari kamis sampai saat idul fitri. Bonusnya jadi banyak banget hahaha…

Gigi graham bungsu kiri bawah udah dimatikan syarafnya, bakteri masuk dari sela2nya saya lihat ada sisa gigi keropos, kayaknya dari situ dia masuk.

Nah, karena pandemik gak ada dokter gigi buka dong. Tapi untunglah zaman teknologi canggih, ada HALO DOC, saya konsultasi secara maya dg dokter gigi, kirim foto gigi, didiagnosa, memang harus dicabut, tapi gak mungkin dicabut saat pandemik seperti ini. Jadi saya dikasih resep obat yg terdiri dari antibiotik untuk bunuh bakterinya, anti nyeri gigi, dan obat kumur antiseptik. Obatnya ditebus dan diantar gojek ke rumah, ini karena aplikasi halodoc kerjasama dg gojek. Benar2 praktis! 日本人は便利だと言います。よかった私はインドネシアに住んでいる。Bersyukur tinggal di Indonesia, masyarakatnya kreatif dan inovatif bisa bikin yg mempermudah seperti aplikasi halodoc.

Kini sekitar gigi saya baal dan membengkak… terkadang nyeri masih terasa, walhasil saya makan obat pakai durasi untuk kurangi nyeri. Obat kumur jam 6, Antibiotik jam 7 pagi, dan anti nyeri jam 9, semuanya diatur 6 jam sekali. Dan efek obat kumurnya itu, membuat ujung lidah kita mati rasa, memulihkan rasa dg banyak minum juice. とても大変ね!

Tentu saja terasa mengganggu dan gak bisa ngapa-ngapain. Gak banyak yg saya lakukan selain rebahan sambil nonton draJ buat usir bosan ditengah menikmati ngilunya pertempuran antara bakteri dengan antiseptik dan antibiotik.

Membunuh bakteri lebih mudah daripada virus, penelitian terkait bakteri hari ini sangat maju, aneka antibiotik dan antiseptik adalah cara ampuh membunuhnya, tentu dg dosis yg tepat, oleh sebab itu hanya dokter yg bisa meresepkan antibiotik.

Adapun virus kayak COVID19 yg tergolong pada spesies corona ini, sementara ini teknologi medis hanya bisa berharap pada vaksin saja. Dan vaksin hanya bisa dibuat saat genom virusnya sudah diketahui. Kalau ada yg buat banyak vaksin sementara penyakit yg diakibatkan oleh virus tersebut belum ada, kita wajib curiga bahwa perusahaan vaksin itulah yg membiakkan virus dan meyebarkannya agar vaksinnya laku dijual. Ini jika bisnis dijalankan tanpa kemanusiaan, JAHAT!

Hari ini lembaga Eijkman dan para peneliti Indonesia berupaya menghasilkan vaksin buat Covid19. Itu satu2nya jalan mengakhiri pandemik ini?

Hem…. saya sbg org yg belajar biologi sempat berpikir udah lakukan saja HERD IMMUNITY, yg sehat dibiarkan beraktifitas sementara yg rentan sakit aja yg diisolasi. Mereka yg rentan sakit dapat dihotelkan, #stayAtHome atau #stayAtHotel beraktifitas #workFromHome sementara yg usia produktif 20-40 tahun tetap bekerja seperti biasa. Anak2 muda ini tetap harus menjaga diri tidak berinteraksi dg org2 tua yg rentan. Dengan begitu ekonomi berjalan dan kesehatan juga berjalan dg baik. Kebijakan ini lebih pada “survival of fittest” siapa yg kuat yg bisa beradaptasi, dia akan bertahan hidup. Menyerahkan pada mekanisme evolusi biologi.

Tapi tentu hal ini berbeda dg org Pandemik Kesehatan Mmasyarakat, yg menyarankan LOCKDOWN dg dasar dugaan potensi jumlah org sakit dan kapasitas rumah sakit yg tersedia.

Kompromi antara kesehatan dan ekonomi hasilnya adalah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar. Walaupun pada akhirnya PSBB ini juga berdampak besar pada ekonomi.

Apapun yg diputuskan pemerintah akhirnya kita hanya manut, karena tentu itu yg terbaik menurut hasil diskusi dg para pakar. Sebagai pakar parsial bahkan non pakar tak elok bila menghujat ijmak para pakar. Ijmak para pakar statusnya Shahih, pendapat pakar parsial macam saya yg hanya lihat dari bidang saya saja sifatnya hasan. Dan pendapat para netizen yg berbunyi tanpa punya kepakaran apapun hanya kebencian saja dan nafsu politik maka bisa jatuh pada dhoif bahkan semu (palsu). Jadi, setelah idul fitri keputusan apa yg dibuat pemerintah? Yakinlah bahwa keputusan itu shahih!

Yos!! Apapun selamat makan ketupat, lebih enak dengan sayur labu berkuah, dicampur daging rendang yang pedas! Gak usah mengumpat, apalagi sama pemeritah, yang sudah bekerja keras.

Menikah, PPG, atau lanjut S2?

Habis lulus mau ngapain?” Pertanyaan itu senantiasa saya lontarkan pada mahasiswi ketika saya menandatangani lembar pengesahan maju sidang.

Saya mau tetap jadi guru bu! Sekarang udah ngajar. Ini ditawarin juga di SMAN NEGERI mengganti guru yg sudah pensiun.

Good, jangan lupa segera daftar PPG jika komitmen menjadi guru tinggi. Karena masa depan, sertifikat guru menjadi lisensi layak tidaknya mengangkat guru entah itu honor ataupun tetap.

Kalau Saya kayaknya nikah dulu Bu! Saya ingin kayak ibu ngejar karirnya udah anak besar aja!”

“Heh….本当に。。。。彼氏がいますか?”

Menikah itu menjadikan saya yakin makna qodar dalam sebuah hadits. Tiga hal yg tidak bisa ditolak manusia, “Kelahiran, kematian, dan masa mengakhiri kejombloan (jodoh)

Ketahuilah bahwa sesungguhnya saya tidak mengejar menikah muda. Namun saya hanya menjalani takdir dan tetap menyimpan cita-cita.

大学生の時, saya mahasiswa aktif di riset, dari mulai ikut LKIP (Lomba Karya Inovatif Produktif) Nasional paling tidak saya pernah jadi semifinalis dan finalis yg mendapatkan dana hibah dari IPB dan DIKTI untuk melakukan riset. Ikut proyekan dosen mengambil data riset….jadi tak terpernah berpikir menikah cepat.

24さい, jelang seminar hasil riset skripsi, ada cowok yg cukup intensif melakukan pendekatan, ketika dia mulai serius, saya meminta Ayah dan Ibu saya mempertimbangkannya untuk memerima atau tidak……ternyata ayah ibu tidak keberatan, jadi saya menikah umur 24 dan dia 「suami saya sekarang」25 saat itu. 若いね。。。。。!

Jadi, saya tentu fokus menjalani peran sebagai isteri dan ibu, lalu mendorong karir suami. Menjalani takdir tersebut. Sampai setelah suami selesai S2, barulah saya berpikir untuk melanjutkan S2, jadi itu….setelah saya punya anak 3 loh! 32さい。。。Dan beruntung saat itu CIDA (Canadian International Development Agency) dan MORA (Ministry Of Religion Affair) bekerjasama dalam program penguatan Matematika Sains di Perguruan tinggi Agama Islam. UIN Jakarta kemudian bekerjasama dengan Mc Grill University dan UPI dalam memberi beasiswa ikatan dinas dari CIDA-MORA menjadi dosen di UIN JAKARTA. Saya apply untuk program itu, dan diterima, itulah asbabun nuzul saya jadi dosen UIN Jakarta. Kalau jadi dosen, masuk pertama kita akan disodori perjanjian kerja bahwa kita akan lanjut S3. Jadi, 38さいlanjut S3 dengan beasiswa DIKTI.

Long jouney to reach my dream, and i have to keep my own dream for 13 years.

そして彼氏があったら早く結婚してください!

Jangan pernah menunggu takdir yg tak kita ketahui, jalani apa yg ada dihadapan lebih dahulu, sambil tetap menyimpan cita-cita, suatu saat dapat diwujudkan.

Happy Weekend!

MacOs Catalina, NO WAY!

Sejak tahun 2014 saya pengguna Macbook Air produk2012, sebelumnya hapal banget bongkar pasang dan kutak katik OS berbasis microsoft. Si Apple ini sebenarnya sudah menyediakan paket lengkap pengolahan data, kata, dan presentasi. Namun, karena saya terbiasa pakai ms office, saya tetap beli ms office. Beli tahun 2014 ms office for mac yg tersedia ya MsOffice2011. Jadilah dia terbenam di dalam laptop saya selama 5 tahun ini.

Malapetaka di mulai ketika saya install MacOs baru CATALINA. Sehabis install Msoffice2011 hilang semua, dia minta install baru microsoft365. Apa?? Install baru dan disuruh langganan 850rb pertahun. Gile bener deh…. Dulu saya beli msoffice2011 dari Adhit seorang Students Microsoft Pathner harga 700-an ribu rupiah. Gak mau dong ganti, lagian gak butuh sharing online lah, masih pewe dg sharing dropbox dan googledocs.

Tiga hari saya berupaya mendowngrade ke os sebelumnya. Bayangkan 3 hari itu sampai2 sedikit frustasi, apa saya bawa aja ke service center di Bandung ya? (Di kota saya apple gak ada service centernya, adanya di Kelapa Gading atau Bandung). Hari ke tiga, malam mingguan saya dihabiskan dg Si Mac, ah so sweet banget. Akhirnya lewat tekan option+R lalu hapus disk, lalu balikin ke OS lion 10. Udah balik ke Os awal tuh laptop. 17時かかりました! すごいね。Tapi MS OFFICE 11 saya belum. Bagaimana dong?

Waktu beli produk msoffice2011 adhit kasih link dan kode aktifasi. Tapi kode link udah gak aktif. Namun saya ingat 2016 saya pernah backup berkala. Saya coba cek ternyata iya, bisa!

So the next step, saya reset, tekan option+R dan pilih restore from time mechine. Daraaaa…… macbook saya balik ke posisi semula, dg OS el capitain dan Ms Office11.

Naamanya manusia, masih aja gak puas ya? Ah cobaah tingkatin ke MacOs Sierra. Kali ini saya baca dulu situs Ms Office dia dukung apa aja. Disitus dinyatakan Ms Office2011 belum pernah dicoba di HighSierra dan MsOffice menghentikan dukungan untuk msoffice2011 sejak 2017. Dia hanya melayani update bagi pelanggan seperti saya aja. So, gak jadi di update MacOs el capatain ke Sierra. Sudahlah Macos El Capitain dengan MsOffice2011 adalah pasangan sejati, yg penting mendukung kerja kita.

Sebagai catatan bagi para pengguna Macbook air yg gak bisa moveON dari msoffice.

(1) Jangan buru2 update ke Catalina, karena dia hanya mendukung Msoffice2019 dan 365.

(2) upayakan backup berkala, ya 1 tahun sekali. Supaya semua data diri dan aplikasi aman selalu, gak harus “kembali ke titik 0” karena kita bukan Pasti PAS Pertamina.

So, semoga bermanfaat!

Jodoh vs Qodho-Qadar

Iman kepada Qadho Qadar merupakan rukun iman. Sayangnya pemahaman terhadap keduanya banyak tidak dimengerti, miskonsepsi, sehingga menghasil bentuk amal yg salah persepsi. Pada postingan sebelumnya miskonsepsi ini banyak terjadi, mangga baca: https://notethink.com/2015/12/17/skenario-alloh-miskonsepsitakdir/

Qadho dipahami sebagai ketetapan Alloh swt yg begitu adanya, dalam qadho manusia tdk dapat memilih, tidak pula dikasih pilihan, tidak juga terkait usaha manusia disini. Qodho itu sepadan dengan takdir. Contoh dari qodo adalah rambut kita ikal, hidung pesek, kulit sawo matang. Maka itu adalah Qadha.

Adapun Qadar adalah ukuran, atau Kadar atau masa atau khasiat pada benda2. Sesuatu yg sifatnya kuantitatif, angka, atau khasiat. Misalnya api punya khasiat energi panas dan cahaya yg dapat membakar kayu, maka hal ini masuk dalam ranah qadar.

Dalam sebuah hadits dikatakan Alloh menetapkan tiga hal yaitu kematian, rezeki, dan jodoh.

Kematian adalah jatah hidup makhluk hidup di dunia ini. Manusia masa kini punya jatah usia antara 60-100 tahun, dengan rerata 72 tahun. Jatah usia ini bagian dari Qadar. Rezeki, berapa banyak income yg didapat ini juga bagian dari Qadar. Seorg pedagang 24 jam berdagang, dia dapat 1 juta hari itu, maka itu pun bagian dari qadar.

Lalu Jodoh, ini menarik untuk dikupas. Apakah dg siapa kita menikah itu ditentukan Alloh swt? Yg disebut jodoh ditentukan Alloh swt itu yg mana? Pada hadits disinergikan antara kematian-rezeki-jodoh. Kematian terkait masa (kuantitatif) atau qadar, rezeki juga terkait dg qadar, jodoh? Ya jodoh pun qadar. Masa mengakhiri kejombloaan itu yg ditetapkan Alloh swt.

Jadi, Memilih pasangan bukan wilayah qoda, karena kita bisa memilih siapa yg mau jadi jodoh kita. Mengakhiri masa penantian jodoh itu bagian dari qodar.

Banyak cerita yg menyatakan saya tidak punya niat menikah muda, namun tiba-tiba dia melamar saya pada org tua, saya akhirnya terima saja. Atau ada juga yg menyatakan saya ingin cepat nikah tapi setiap pacaran putus gak pernah sampai pelamiman. Saya udah usaha cari ke sana kemari supaya bisa nikah cepat tapi pada akhirnya gagal terus. Disinilah makna memahami bahwa mengakhiri masa lajang adalah bagian dari qodar.

Nah, apa yg dinilai oleh alloh swt saat manusia Menghadapi masa usia habis (kematian), mendapatkan rezeki yg hasilnya bisa jadi sesuap nasi atau segengam intan, berharap mengakhiri masa lajang (jodoh)? USAHA! Usaha yg senantiasa berjalan sesuai dg apa yg disyariatkan alloh swt, menahan diri dari godaan setan dan hawa nafsu, tetap sabar dan tawakal. Ingat ini bagian dari qodar.

Dalam beberapa ayat dan hadits diungkapkan THE POWER OF DOA yg dapat mengubah ketentuan, ketentuan mana? Tentu saja bukan qodha, gak mungkin hidung kita jadi mancung karena doa. Qodar…..doa adalah kekuatan sehingga alloh swt dapat memperlama usia kita sehingga kita bisa lihat anak cucu tumbuh dan berkembang, doa bisa menguatkan kita mendapatkan rezeki yg besar dan barokah, doa pun dapat mempercepat jodoh kita, meminta diberikan hati yg terbuka untuk bisa menerima kelemahan menjadi sebuah kekuatan membangun rumah tangga yg samara. Tetap berusaha namun tidak mengabaikan izah dan ifah, ketinggian dan kemulian sbg seorang insan.

Jadi bagi para jomblo, belum dapat pasangan jangan sedih, insyaaloh ini bagian ibadah BERIMAN PADA QODO DAN QADAR, alloh swt belum berkehendak nikah cepat-cepat. Kita bukan supir angkot, jadi gak perlu kejar setoran. Kita tidak sedang mengadakan bazzar, gak perlu melakukan OBRAL. KEEP CALM PADA MASANYA SEMUA AKAN INDAH, so tetap bahagia ya!

Mau masuk SMA, apa yang harus dilihat?

SMA masa penentuan untuk memilih tingkat pendidikan lanjut terutama bagi mereka yang punya hasrat bersekolah tinggi mengisi jalur-jalur profesional sejak dini.  Bagi mereka yang mau mengisi jalur teknisi, pilihannya adalah sekolah teknik dan melanjutkan ke D3.  Untuk masuk PTN jalur yang disediakan adalah SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri.  Dengan penghapusan ranking pada sistem pendidikan nasional kita, jalur undangan atau SNMPTN tidak hanya diperuntukkan bagi anak ranking 1-3 seperti era 90-an zaman saya sekolah dengan istilah PMDK atau USMI yang hanya menyasar anak2 rangking di sekolah.  Jalur SNMPTN membuka peluang bagi semua anak negeri, seleksi berdasarkan rapor.

Rapor tentu saja sifatnya individual, SNMPTN mempertimbangkan pula kredibilitas sekolah.  Kredibilitas sekolah dilihat dari mana oleh PTN? Salah satunya dari IIUN atau Index Integrasi Ujian Nasional.  IIUN dikeluarkan secara resmi oleh kemendikbud sehingga publik bisa memanfaatkan.

Kita orang tua juga memanfaatkan untuk kepentingan memilih sekolah bagi anak-anak kita.  Kuota SNMPTN bagi perguruan tinggi sangat tergantung pada IIUN.  Sekolah dengan IIUN baik memiliki peluang yang tinggi untuk diterima di PTN. Sekolah mana saja itu?

Karena saya tinggal di Bogor dan berasal dari Bandung, berikut ini saya bagikan hasil koleksi saya terkait IIUN bagi orang tua di Bandung dan Bogor.  Bagi kota lain bisa mengakses web kemendikbud terkait pemanfaatan UN oleh publik.

Nilai IIUN SMAN di Kota Bandung.  Angka dalam kurung menunjukkan ranking. Sebagai catatan SMA dengan nilai IIUN > 80 dinyatakan sebagai sekolah yang memiliki integritas.

  1. SMAN 1 : 79 [13]
  2. SMAN 2: 82[6]
  3. SMAN 3: 92 [1]
  4. SMAN 4: 85 [3]
  5. SMAN 5: 88 [2]
  6. SMAN 6: 79 [13]
  7. SMAN 7: 78 [22]
  8. SMAN 8: 83 [4]
  9. SMAN 9: 83 [4]
  10. SMAN 10: 77 [23]
  11. SMAN 11: 80 [11]
  12. SMAN 12: 81 [8]
  13. SMAN 13: 82 [6]
  14. SMAN 14: 81 [8]
  15. SMAN 15: 79 [13]
  16. SMAN 16: 76 [24]
  17. SMAN 17: 77 [23]
  18. SMAN 18: 50 [26]
  19. SMAN 19: 79 [13]
  20. SMAN 20: 79 [13]
  21. SMAN 21: 47 [27]
  22. SMAN 22: 76 [20]
  23. SMAN 23: 80 [11]
  24. SMAN 24: 81 [8]
  25. SMAN 25: 79 [13]
  26. SMAN 26: 79 [13]
  27. SMAN 27: 60 [25]

IIUN SMAN Kota Bogor

1. SMAN 1 = 90 (1)
2. SMAN 2 = 87 (3)
3. SMAN 3 = 90 (1)
4, SMAN 4 = 84 (5)
5. SMAN 5 = 85 (4)
6. SMAN 6 = 82 (8)
7. SMAN 7 = 84 (5)
8. SMAN 8 = 80 (10)
9. SMAN 9 = 81 (9)
10. SMAN 10 = 83 (7)

Bagi orang tua, selama memilih sekolah bagi putra putri anda!

Zakat oh zakat

Penghasilan 10 juta, gak zakat? Kamu dipertanyakan ke-muslim-annya.  Begitulah kira-kira iklan suatu lembaga zakat.  

Saya bukan orang yang kompeten terkait hukum, tapi saya cuma memaparkan dari hal yang menjadi keyakinan saya saja.  Dari sebuah proses belajar yang sampai sekarang masih saya tabbani.

Entahlah kadang risih kalau ada yang bilang “Kita aja bayar pajak penghasilan 5-15% tergantung pangkat/golongan untuk setiap gaji dan honor yang kita dapatkan, tetapi kita tak keluarkan zakatnya?”  Lalu ada lagi analogi “Petani aja mengeluarkan zakat dari hasil pertanian, itu petani loh! Masa kita profesional gak keluarkan zakat!”

Dan semua analogi itu menghasilkan hukum terkait Zakat.   Dari semua analogi itu dicarilah dalil yang memandankan  analogi.  Hemmm!!! Saya pun merenung!

Saya mungkin disebut kolot karena berpegang teguh pada kaidah syari’ ibadah sesuatu yang tauqify.  Nah, zakat adalah salah satu ibadah, salah satu rukun islam.  Dalam ibadah kita tak boleh menambah-nambah, nambah-nambah dalam ibadah disebut bid’ah. Urusan ibadah adalah urusan Tauqify [begitu adanya] dan tidak ada ilat [qiyas atau analogi] dalam urusan ibadah.   Jadi begitu adanya dari Rosulullah saw, begitu kita harus patuhi.  Dalam aspek ibadah ya harus apa adanya.

Ok, ringkasnya zakat saja, dalilnya bisa ditelusuri dari At Taubah dan surat lainnya, Af’al dan pelaksanaannya bisa ditelusuri dari hadits2 terkait.

  1. Zakat Fitrah dalam syariat jelas HARUS dalam bentuk Tho’am/makanan pokok 3,5 liter/2,7 kg.  Zakat fitrah diterima oleh orang Fakir & miskin.
  2. Zakat maal: terkait pada hasil perniagaan (1), pertanian(2), pertambangan(3), hasil laut(3), hasil ternak(4), harta temuan(6), emas dan perak – untuk emas/perak termasuk didalamnya Tabungan/deposito/reksadana karena Ideologi Kapitalis telah menukar emas/perak-dirham/dinar menjadi MATA UANG KERTAS dan kertas2 berharga lainnya (7).  Zakat Maal diterima oleh 8 asnab: fakir, miskin, Gharimin, Mualaf, Hamba Sahaya, Fisabilillah, Ibnu Sabil.

Lalu, bagaimana kemudian zakat fitrah yang secara jelas dari ayat dan af’al Rosululloh selalu dalam bentuk makanan kemudian kita ganti dengan uang, hanya karena alasan PRAKTIS???   Jika zakat fitrah itu ibadah yang setara dengan sholat, maka boleh dong dengan alasan yang sama untuk ke praktisan SHOLAT yang bacaan bahasa arab itu saya ganti ke bahasa sunda? Boleh dong SHOLAT MAGRIB yang waktunya pendek dituker aja bukan sholat tapi cukup do’a dan dzikir? Bisakah kita mengubah2 sholat seperti itu?  Tentu saja tak bisa dan tak boleh! Kita bisa2 disebut sesat jika begitu.  Lalu kenapa kita melakukannya pada ZAKAT??? Disinilah saya gagal paham, pada sebagian orang yang membolehkan mengganti beras dengan uang.  Bahkan PNS di Propinsi JB langsung main potong gaji untuk pembayaran “zakat fitrah”, berhubung sudah tidak ada lagi jatah beras.

Begitu juga dengan zakat mal.  Tiba2 muncul zakat ke 8, yaitu zakat profesi.  Apakah pada zaman Rasulullah saw dan para shahabat tidak ada penjual jasa? Nah, tidak mungkin tidak ada bukan? Ada orang-orang yang bekerja sebagai assisten atau ajir dari mustajir, mereka menjual jasa, majikan membayar jasa mereka.  Entah itu penulis transaksi, marketing, sales, atau hanya bagian logistik.  Lalu apakah Rasulullah dan khalifah sesudahnya memunggut zakat dari mereka??? Jadi zakat profesi itu bagaimana? Jangan2 itu hanya nambah-nambahin aja.

—Fenomena kebabblasan: “Zakat telah berubah dari orientasi ibadah menjadi orientasi “mengeruk harta umat” —-

Agak ngeri sebenarnya, karena Zaman Abu Bakar orang-orang yang tidak mau bayar zakat diperangi. Nah, ingat konsekuensi perang adalah bunuh membunuh.  Lalu seandainya ada zakat profesi, maka orang yang tidak bayar zakat itu harus diperangi juga? dibunuh? ditumpas? dihabisi? Ngeri bukan?

Atau fenomena zakat profesi itu sebenarnya hanyalah fenomena “Keirian saja kaum islamis terhadap kaum sekularis”?  Kaum sekularis dapat membangun infrastruktur dan kesejahteraaan rakyat melalui pajak.  Sebetulnya islampun bisa membangun kesejahteraan umat melalui zakat. Maka berdirilah lembaga-lembaga zakat independent untuk mengumpulkan zakat dari para mustahik.  Kalau yang dikumpulkan hanya terfokus pada tujuh hal saja disertai dengan syarat-syarat zakat lainnya yaitu nisab, ulang tahun, dll tentu saja secara kuantitas sangat kecil sekali.  Maka berfikirlah….berijtihad….sampai bertemu dengan potensi zakat profesi dengan mengqiyaskan pada pajak penghasilan [Sebagai orang awam saya malahan jadi bertanya lagi, MEMANG BOLEH YA BERIJTIHAD DALAM HAL IBADAH? BUKANNYA HASIL IJTIHAD DALAM IBADAH AKAN MENGHASILKAN TAMBAHAN ATAU IBADAH BARU.  DAN SEGALA HAL TERKAIT TAMBAHAN DALAM IBADAH ITU BID’AH?].

Jadi, orientasi zakat diubah dari ibadah menjadi benefit sosial dan pembangunan manusia

Acapkali zakat untuk 8 asnab pun bermetamorfosis menjadi program.  Beberapa lembaga zakat memang sudah berubah menjadi MINI GOVERMENT.  Tugas-tugas pemerintah dalam kesejahteraan rakyat, penyediaan layanan kesehatan dan pendidikan, kewirausahaan, dll.

__

Paparan di atas  bukan berarti kita gak boleh sedekah 2,5% dari penghasilan kita loh!

Alangkah lebih baik kita punya alokasi khusus untuk sedekah dari penghasilan kita.  Dari setiap kita mendapatkan honor/gaji kita bersihkan harta kita.  2.5% itu sangat kecil sekali sebenarnya, karena apa? Ingat yang akan menjadi tabungan kita di akherat adalah setiap harta yang kita sedekahkan.  Bukan setiap harta yang kita belikan pakaian, sepatu, tas, dll barang habis pakai yang akan jadi usang dan terbuang.  Jadi seyogyanya sebagai seorang muslim bertakwa memprioritaskan sedekah ini.  Dany seyogyanya kebahagian bagi seorang muslim adalah ketika bisa memudahkan urusan orang lain, membuat orang lain bahagia dengan bantuan kita, walaupun kita hanya bisa bantu sedikit dari harta yang kita punya.

Hanya saja sedekah berbeda dengan zakat.  Orang yang tidak bersedekah tidak akan kena hukum apapun, hanya kena cap sebagai ORANG KIKIR atau MEDIT di dunia, dan miskin amalan di akherat.  Namun kalau orang tak ber-zakat tentu saja hukum islam keras padanya di dunia dan pedih siksanya di akherat.

Lalu terkait dengan sedekah.  Apakah sedekah itu mau di sebuah lembaga pengumpul sedekah atau ke komunitas atau orangnya langsung, semuanya tentu akan bermanfaat. Bagi lembaga yang mengelola sedekah, karena ini sedekah bukan zakat [ingat bahwa zakat harus 8 asnab) maka sah-sah saja kalau lembaga itu kemudian mengelola harta yang disedekahkan menjadi program-program bagi kesejahteraan umat.

___

So???  I just write what i think…although it’s nothing.

 

 

Dating or Nothing?

Waktu kuliah Ilmu Kesejahteraan Keluarga (IKK) di kelas terjadi  perdebatan.  Begini ceritanya….

1/3 isi kelas saya adalah mahasiswa yg telah mengalami ‘brainstroming’ dg ide2 gerakan islam yg memdang bahwa “dating” adalah perkara haram dan mendekati zina.  Ketka dosen psikologi kami  membuka perkuliahan tentang tahap hubungan berkeluarga dan salah satu tahap tersebut. DATING, sontak aja hujaman pertanyaan tertuju.

Nah, sebagian besar teman2 saya melalui pernikahan yg menurut saya luar biasa sholeh…Dijodohkan oleh para murobinya atau senior pengajian.  Siap nikah? Minta cariin jodoh!  Ikhwan dan akhwat yg siap nikah kemudian bersatu.   Bahkan ada gosip saking tsiqoh-nya, ikhwan2 tersebut memilih para akhwat dg membalik foto dan memilih secara acak dari akhwat yg siap.  LUAR BIASA BUKAN?  Untuk model ini Without dating cenderung gambling…

Bgmn tingkat keberhasilan perkawinan model begini? Kalau yg akhirnya jadi jodoh adalah teman2 kampus….dan ternyata pernah bersama2 mengerjakan tugas atau berorganisasi yang artinya pernah saling kenal satu sama lain, maka keberhasilan rumah tangga bisa dikatakan cukup berhasil.  Pernah juga model jodoh2an ini dilakukan dan ternyata yg dijodohkan teman satu SMA, teman rohis bareng ketika SMA, artinya sebelumnya mereka kenal juga.  Ada kenal sebelumnya, ada kecocokan maka rumah tangga mereka cukup berhasil.

Hanya saja model ini jodoh2an kayak gini menurut saya ‘gambling’.   Mari bicara setelah 7, 13, dari pernikahan tersebut.  Jrennngggggg

“Umi, saya mau nikah lagi?”   “what? Sama siapa Abi?”  “Sama ukhti yg pernah mengisi hidup Abi, jaman jahiliyah dulu.  Sekarang dia sudah janda, suaminya sudah meninggal, Abi mau melamarnya!”  — Korban CLBK.

“Umi, Abi ijin nikah sama perempuan cantik dari  Honggaria.  Entahlah,  rasanya abi merasa jatuh cinta.  Sebelumnya abi belum pernah merasakan hal seperti ini”.     Umi pingsan.   —– Korban perasaan cinta.

“Umi, ijinkan Abi menikah lagi dg wanita lain?” “Loh, memang kurang Umi apa Abi?” “Banyak Umi, umi sebenarnya bukan tipe abi.  Abi suka perempuan yg putih, manja, langsing, dan modis.  Bukan yg hitam, gemuk, dan  mandiri seperti umi.  Abi sudah menemukan perempuan idaman Abi sejak lama.  Dia teman sekantor Abi”.   Umi banting pintu.   — Korban angan2.

“Umii…harus mengizinkan Abi menikah lagi pokoknya titik!”  “Abi gak rasional!”  “Umi, abi juga dulu gak rasional menikahi umi.  Dikasih foto umi, lalu diminta lamar Umi.  Abi waktu itu masih culun, nerima aja apa kata murobi.  Sekarang Abi udah dewasa.  Abi merasa untuk mendapatkan akhwat yg satu ini gak mudah bagi Abi.  Abi suka style-nya, ini perempuan tipe abi.  Tomboy, mandiri, enak diajak ngobrol apapun tentang hidup ini.  Coba Umi pikirkan, obrolan kita sehari2 apa? Cabe naek, anak sekolah…..umi juga gak nyambung kalau Abi bicara hobby Abi naik gunung.   Sekarng umi pilih ijinkan poligami atau abi ceraikan.   Perkawinan kita adalah kesalahan.  Abi dari dulu sebetulnya pengennya nikah sama akhwat yg punya hobby sama naik gunung” 

Menikah….bukan bicara hari ini tapi bicara masa depan, bicara tentang 7, 13, 25, bahkan 50 tahun ke depan.  Inilah sebabnya Rasulullah membolehkan wanita menolak lamaran seorang pria, dan senantiasa meminta para pria untuk mengenal secara fisik wanita yang akan dilamarnya, bahkan Rasulullah pun membolehkan mengutus perempuan saudara si lelaki untuk melihat wanita yg akan dilamar.   Semua itu dilakukan agar dari dua org yang menikah tersebut punya ‘magnet’ yg saling tarik menarik.  

Dating – bukan berarti melakukan banyak hal berdua seperti suami isteri saja.  Dating berarti saling kenal dan cocok,biarlah pada saat sekarang berjalan sebagai mana hubungan antar teman yg wajar menurut syara-saling bantu dlm kebaikan-, tapi jika ada kecocokan, maka suatu saat bisa datang untuk melamar.   Belum ada survei sih, tapi dlm kehidupan yg saya lihat sampai detik ini….mereka yg memulai hubungan dengan teman2 SMA atau kuliah lebih bisa mempertahankan RT MONOGAMI dibandingkan dg mereka yg dijodohkan dg org2 yg tidak dikenal. Walaupun perjodohan itu mengatasnamakan syariat islam.

Dating or nothing at all….. Itu pilihan.  Hal terpenting adalah mencari titik temu yg bisa menyatukan dlm kebersamaan berkeluarga itu paling utama. 

Pemimpin dan Wanita #iseng

harta, tahta, wanita….membuat pria menjadi buta

Kenapa penyebutan 3Ta diawali harta? Yap, biasanya para berharta dulu baru kemudian cari kedudukan/tahta, setelah itu cari wanita….[wanita lain untuk jadi selingkuhannya]. Meraih harta tentu perjuangan berat yang biasa ada peran ister [wanita pendamping sah yang dikorbankan baik waktu maupun kebersamaan]…. begitu pula metamorfosis dari harta ke tahta ini memerlukan perjuangan berat sang isteri.   Namun ketika sukses sudah diraih…meraih wanita tidak perlu konfirmasi isterinya……bahkan boleh jadi meninggalkan isterinya….

Wanita dilingkaran kekuasaan, ini bukan hal baru.  Dari dulu….seperti sebuah tradisi.  Kalau jaman raja dan para nabi termasuk Nabi Muhammad saw, “WANITA” sebagai hadiah bagi pemimpin sebagai tanda persahabatan dua negara.  Tentu saja diberikan wanita terbaik baik dari sisi kecantikan maupun dari sisi tabiatnya.  Nabi Muhammad saw mendapatkan Mariatul Qibtiyah dari proses ini.

Abad kapitalistik, wanita dilingkaran kekuasaan tetap ada cuma perannya bukan lagi sebagai selir tetapi sebagai pelengkap penderitaan alias selingkuhan atau dari selingkuhan akhirnya dinikahi secara resmi.  Dan wanita pada era ini dapat menjadi kartu TRUF untuk menjatuhkan sang pemimpin.  Ingat, kasus presiden AS dan Monica Lewisky…[untunglah ia punya istri yang visioner dan besar hati, sehingga tetap bertahan, pada kasus pendahulunya hal seperti ini bisa mendulang pemecatan].    Lalu wanita disekeliling para pemimpin indonesia bagaimana? yang akhirnya menjebloskan dalam bui….publik tahu ada mantan presiden PKS dan rekan kongkalingkongnya AF, Gubernur sumatera utara yang dibanggakan para kadernya karena hapal qur’an dan suka tidur di tikar penduduk……ternyata juga kepeleset jauh dengan wanita kedua.

Wanita juga dapat menjadi sandungan bagi calon pemimpin loh? Kok iso! Ya iso…sa iki #PEREMPUAN#

Bersinar karena prestasi serta mendapatkan posisi namun turun pamor karena wanita.  Ini pun banyak.  Dulu para ibu-ibu favorit dengan sosok seorang Dai Muda bersorban dan Calon Presiden Muda Masa Depan, tetapi kasus menceraikan isteri pertama memilih hidup dengan isteri kedua membuat publik tidak simpati lagi.  Akhirnya publik pun terutama ibu-ibu tidak mau lagi bicara atau nge-Fans pada publik figure tersebut.

Kini betapa sulitnya kini Sang Da’i meraih kembali simpati terutama dari ibu2 dan para wanita.  Tablig yang memasang namanya tidak lagi menjual.  Lebih baik hadir di mamah dedeh daripada hadir mendengarkan Sang Da’i yang telah melukai wanita.  BRUGGGG hancurlah image yang sudah dibangun bertahun-tahun hanya kasus WANITA.

Begitu pula bagi Calon Presiden Masa Depan.  Awal muncul ketika reformasi terjadi, menjadi bintang cemerlang….bahkan jika saat itu dia mencalonkan diri menjadi presiden, kemenangan pastilah diraihnya.  Namun umur mudanya saat itu tak memperbolehkannya menjadi calon pemimpin negara.  Sayangnya kasus wanita pun menjeratnya berakhir menceraikan isterinya dan memilih wanita 23 tahun, menjadikan publik [sekali lagi kebanyakan bu-ibu] gak simpati sama sekali.  Sayang sekali, menaikan kembali simpati publik bukan hal gampang.  Sekarang menurun grade dari calon presiden menjadi calon gubernur, namun apa lajur, simpati publik sudah menguap, sangat sulit menampungnya kembali.

Publik bukannya anti poligami…Banyak poligami yang menuai pujian, karena poligami tersebut sukses memberikan kedamaian pada para isteri-nya, beberapa ustadz dan da’i pelaku poligami tetap menjadi idola karena keberhasilannya membawa dua biduk rumah tangga.  Bahkan diantara seloroh para ustadz “Lelaki dapat menjadi pemimpin jika dia sudah bisa membiduki minimal 2 rumah tangga dengan aman tanpa menimbulkan karam pada salah satunya apalagi dua-duanya.  Namun, kalau sampai karam salah satunya, maka gak lolos ujian kempimpinan.  Jadi jangankan mimpin umat, mimpin dirinya sendiri aja belum bisa”

____

#JLEB! Jangankan memimpin umat yang besar, memimpin diri sendiri aja belum bisa! Ini maknanya dalam banget.  Jika refleksi diri lalu perasaan isteri, kalau cenderung monogami, mengapa berani poligami apalagi selingkuh? Tentu ini akan merusak dirinya dan isterinya.

— Kalau saya mungkin lebih #jelb lagi….”Jangan mengendalikan satu wilayah atau satu indonesia, memahami satu isterinya saja gagal.  Jangankan menghargai perasaan jutaan bahkan ratusan juta rakyat, menghargai perasaan satu isteri saja tak mampu” —

Ok, kita lihat fakta sekarang….

Pemimpin yang kuat itu hadir karena kuatnya dorongan sang isteri.  Pak Soeharto (alm) kuat kepemimpinannya karena dorongan Ibu Tien (alm).  Bill Clinton bisa 2x periode memimpin AS walau tertimpa skandal, karena kekuatan Hilary.  Begitu pula pak SBY, semua tahu ada Ibu Ani lah yang selalu mensupport kepemimpinanya right or not right.  Terlepas apakah publik suka atau tidak suka dengan para isteri mantan presiden tersebut….namun inilah fakta:

dibalik pemimpin yang kuat ada WANITA YANG KUAT YANG SENANTIASA MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN RUMAH TANGGANYA.

It’s not Project! It’s #Pengabdian

 

Dia mungkin saja seorang “atheis”. Yap, karena lingkungannya tidak mengenalkan pada Tuhan.  Tapi dia sangat percaya bahwa “berbagi dengan sesama adalah sebuah kebaikan yang harus terus digulirkan”.   Diantara kesibukannya mengelola bisnis, dia mencurahkan waktunya untuk menggarap #project #kebaikan. Tidak ada tuntutan bagi seorang bisnisman untuk melakukan PENGABDIAN MASYARAKAT. Tetapi dia melakukannya….satu prinsipnya “Dia ingin melihat kehidupan di sekitarnya menjadi lebih baik”  ….. Dia ingin berbagi kebaikan.

Satu lagi juga seorang dosen.  Baginya manusia jika sudah mati, maka matilah.  Tak kenal dengan hari hisab atau padang masyar dan tak percaya ada kehidupan setelah kematian.  Selain mengajar di Perguruan Tinggi, setiap malam rabu, dia menyempatkan membawa onigiri dan teh untuk dibagi-bagikan pada para orang tua Tuna Wisma.  Dia mengajak ngobrol mereka dalam obrolan santai menanyakan kabarnya minggu ini.  Dia merogoh sakunya sendiri untuk aktifitas ini.  Dia memilih aktifitasnya ini sebagai “pengabdian masyarakat” tak ada yang membayarnya untuk pengabdian ini tapi dia melakukannya hanya satu tujuannya “BERBAGI KEBAIKAN”.

Masih terkait dengan dosen yang juga tak pernah berpikir tentang malaikat Rokib dan Atid. Dia tidak pernah tahu ada makna IKHLAS.  Bahkan dia tidak pernah belajar bagaimana menjadi seorang muslim, mum’min, dan mukhlis.  Dia merelakan dirinya 14 jam di pesawat terbang menuju negara berkembang.  Membagikan ilmunya di sana.  Waktu dan tenaganya tentu saja lebih besar habisnya dibandingkan dengan dana pengabdian pada masyarakat yang didapatkannya.  Bahkan dia harus merogoh sakunya sendiri untuk kegiatannya ini.  Tapi dia tak pernah merasa susah, dia merasa bahagia.  Baginya …..”KEBAHAGIAAN ADALAH MANAKALA ILMU DAN KEPAKARANNYA BERMANFAAT BAGI ORANG BANYAK”

Lalu bagaimana dengan kita? Yang muslim, mu’min, dan berusaha menjadi mukhlis? Yang percaya pada Alloh swt, pada malaikat, dan pada hari akhir?

*tentu saja harusnya lebih baik, namun apa yang terjadi?

“Saya kapok melakukan pengabdian masyakat dengan A, capenya doang, uangnya mah gak seberapa!”

“Mengerjakan proyek ini, bayarannya berapa?” [Padahal ini proyek pengabdian masyarakat, bukan proyek bikin gedung]

“Ini ada uang sakunya, enggak?”

“Eh, aku gak mau ya! ngeluarin sedikit pun dari uang aku untuk program ini!”

___

Inikah seorang muslim yang beriman kepada hari akhir? yang percaya bahwa “balasan” di akherat jauh lebih baik daripada harta dunia?

Semua pengalaman ini menjadikan saya merenung: “SUNGGUH DI YAUMIL AKHIR SAYA SEBAGAI SEORANG DOSEN AKAN DITANYA TENTANG TRIDARMA PERGURUAN TINGGI:

  1. Ilmu apa yang kau miliki?
  2. Apakah kamu memperoleh ilmu itu dengan cara yang halal?
  3. Dengan ilmumu itu apa yang sudah kau lakukan?
  4. Apakah orang sudah merasakan manfaat dari ilmumu?

 

Kira-kira di Yaumul Akhir Malaikat akan nanya, “Berapa rupiah yang kau dapatkankan dari membagikan ilmumu itu?” 

___

Semua apa yang saya amati dan alami, menjadikan sebuah bekal bagi saya untuk lebih baik. Kita memang memerlukan uang, tapi kita tak boleh cari uang dari sebuah kegiatan yang bernama “PENGABDIAN MASYARAKAT”. Because it’s not project, it’s pengabdian.

Hidup bukanlah “project” oriented.  Bukan pula “money” oriented.  Namun bagaimana “membagikan apa yang kita miliki untuk umat”

Islam tidak mengajarkan kita menjadi seorang kapitalis juga materialis yang mengukur kebahagian dari materi dan money.  Tapi islam mengajarkan kita BISA BERBAHAGIA KETIKA KITA BERBAGI ILMU DAN HARTA UNTUK KEBAIKAN UMAT.

#SELAMAT SHOLAT SHUBUH! #RENUNGAN SUBUH#

 

Sederhana ketika berkecukupan

Mungkin sebagian orang hidup dg azas “biar tekor asal kesohor” tapi tidak bagi ayah yg satu ini.  Ia lebih memilih hidup di gubuk tua.  Ia sangat bekerja keras sewaktu muda.  Selain pekerjaan tetapnya sebagai seorang ABRI ia masih menyempatkan diri untuk bercocok tanam, menjadi juragan beca, memfasilitasi modal bagi guru yang membuka kursus bahasa inggris, membuka konveksi celana jeans, membuka bisnis daur ulang kertas, membuka usaha jualan kompor, memfasilitasi karang taruna membuka kedai batagor, sementara isterinya pun berjualan kue basah untuk dijual di berbagai warung dan kantin.  

Gaji kecilnya cukup untuk kehidupan sehari-hari.  Tetapi usaha yang dijalankannya sebetulnya cukup untuk sedikit bermewah-mewahan. 

“Ayah, apakah kita bisa beli mobil dan tinggal di rumah yg lebih baik?” Tanya putrinya.

“Bisa” Jawab si Ayah 

“Kenapa ayah tidak melakukannya? Kenapa ayah tidak mengajak kita pindah di lingkungan yg lebih layak daripada gubuk di gang kecil ini! Apakah ayah punya uang biar kita bisa pindah ke perumahan cijerah seperti teman2 ayah?”

“Pertanyaanmu banyak sekali, tapi suatu saat kamu akan tahu jawabannya”

Memasuki pensiun tubuh tuanya tak kuasa untuk terus menjalankan bisnisnya.  Perlahan-lahan ditarik semua modal dari bisnisnya satu persatu.  Modal tersebut digulirkan kembali untuk membangun rumah kontrakan dan kos-kosan.   

“Ayah, aku sudah gede, udah punya suami, adik juga bentar lagi kelar kuliah. Kenapa ayah masih sibuk memikirkan uang? Apakah ayah masih membutuhkan uang?”

“Ayah tidak ingin meninggalkan kepapaan pada anak2 ayah, nanti kau akan belajar dari ini semua!”

Lelaki tua itu tak pernah hirau dg merk sepatu, baju, ……  Ia tetap hidup dalam kesederhanaanya.  Selamanya tidak pernah minta dan menyusahkan org, klu perlu sebaliknya berusaha bantu orang.

Dengan jabatan yang disandangnya, ia tak ingin tampak kesohor, dg hartanya sebetulnya dia bisa bermewah-mewahan, tapi ia tak pernah mau jadi orang tekor.  Ia datang ketika anaknya kesulitan ekonomi, ia tak pernah minta pada anak2nya, sebaliknya dialah yg lebih banyak membantu.

“Ayah, seharusnya aku yg mulang tarima sama ayah, kok ya aku malah nyusahin ayah, masih minta bantuan finansial sama ayah” sesal putrinya.

“Uang ayah uang kamu juga. Ayah ada ayah bantu.  Tak perlu ‘mulang tarima’ cukup do’akan saja ayah agar masuk surga”

Muda bekerja keras, tua tak menyusahkan anak, sampai tua tetap berbagi……..