NEW York eh New YEAR!

2015
Angka ini ada banyak arti. “SILVER REUNION” sama teman SMA dan Kuliah.  Artinya 25 tahun yg lalu saya meninggalkan seragam abu2 dan masuk ke kawah candradimuka yg membuat saya jadi seperti sekarang.  Wooow it’s looooong time. And everybody can guess how old i am.

2016
Tinggal  beberapa jam akan berlalu.  Tiada yg tahu apa yg terjadi esok, namun kita harus siapkan untuk hari esok.

Bagi saya pribadi 2015, 2016, xxxx hanyalah sebuah angka. BUT FOR ME “EVERY DAY IS NEW DAY”

Bayangkan….
Kalau tadi malam Izrail mencabut nyawa? Lalu kita dihisab! Ternyata hasil hisab amal ibadah kita masih minus.  Kita nyesel, kenapa gak bikin amal shaleh yg banyak, mengapa masih banyak amal salah.  Lalu kita merengek sama ALLOH buat dihidupkan lagi!
#Janji,  kalau dikembalikan lagi ke dunia akan beramal shaleh, tidak gibah lagi,  bahkan kapok jadi ahli fitnah, kalau Facebookan statusnya tidak lagi bikin provokasi dan perpecahan….dan janji lainnya lagi sbg penyesalan….#
Tapi apa daya Izrail sdh memutuskan….itu tentu tak mungkin dikabulkan.

Lalu, bagaimana perasaan kita, Jika ternyata diperkenankan kita turun lagi ke bumi diberi kesempatan kedua????

Itulah yg seharusnya kita rasakan ketika mampu terbangun di subuh hari.  This is my Second chance….. So everytime i wake UP early in The morning….. It’s a New day.  Bless from The god.

Ok, tommorow is New year but everyday is New Day….

Skenario ALLOH?? #miskonsepsiTakdir

“Ini sudah bagian dari Takdir Tuhan”
“Ini skenario ALLOH SWT”

Saya paling benci jika orang2 yg berselingkuh kemudian menikah dg selingkuhannya lalu dia berkata INI NAMANYA JODOH, ini takdir ALLOH, ini skenario ALLOH!

Saya pikir ucapan mereka keterlaluan menyalahkan ALLOH swt untuk sebuah perbuatan dzalim yg mereka lakukan.

Dan ucapan spt itu umum diucapkan oleh mereka penikmat selingkuh yg berhasil menikahi selingkuhannya. Menganggap sebagai KEHENDAK ALLOH SWT.  Bahkan ada seorang teman yg kurang ajar sampai mencantumkan ayat “Jika ALLOH sudah menghendaki terjadi, maka terjadilah….” pada kartu undangan mereka seakan hendak menohok kita semua yg berpandangan sinis terhadap aksi selingkuhnya, bahwa kita harusnya legawa ini takdir ALLOH swt.  Duh……..SAYA SEBAGAI SEORANG YG BERIMAN MARAH TERHADAP INI SEMUA!!! Tega ya!!! Menyalahkan ALLOH swt untuk berlindung dari perbuatan haram “selingkuh”.

Ok, saya mengkaji  ttg iman terhadap qodho dan Qadar melalui kitab NIZAMULISLAM karya Syekh Taqiyuddin Annabhani.  Diantara berbagai kitab yg ada, kitab ini yg paling baik pembatasannya, logis juga kritis.  Apa isi dalam kitab Tsb?

1) qodha-qadar TIDAK mencakup perbuatan yg kita bisa pilih.  Misalnya kita punya kuasa menolak atau menerima org yg dicalonkan menjadi istri/suami, kita juga bisa pilih cinta kita kepada siapa dilabuhkan? Pada yg masih perawan atau gadis atau janda/duda atau istri/suami orang? Pada yang kaya atau pas-pasan? Pada yg berwajah ganteng atau pas2an? Itu semua bisa dipilih dan INI TIDAK MASUK WILAYAH QODO, QADAR, ATAU TAKDIR!!!

2) Qadar adalah ketentuan ALLOH terhadap khasiat dan masa/waktu, serta jumlah.  Misalnya khasiat api membakar itu Qadar.  Kapan seseorang mengakhiri kejombloaan atau masa melajang, atau kapan lahir, kapan mati itu semua wilayah Qadar.   Qadar juga termasuk rizki yg banyak atau sedikit. 

3) qodho adalah ketetapan ALLOH yg TDK bisa diubah dan tak ada peran manusia untuk memilih.  Misalnya kita dilahirkan di Indonesia bukan di Arab atau Inggris; hidung kita ternyata mancung atau pesek; dan termasuk juga qodho berniat nembak burung yang kena kepala org.  Kematian atau kecelakaan pada org tsb adalah qodho. 

Jadi selama MANUSIA DIBERI PILIHAN maka itu bukan wilayah qodha-qadar.  Lalu bagaimana dg tulisan di laufuhmahfudz? Bukankah itu sebuah buku skenario ALLOH?? Skenario ALLOH ndasmu opo? Tentang laufuhmahfudz itu menunjukkan KEMAHATAHUAN ALLOH…Bukan termasuk qodha-qadar dan tak ada kaitannya.

Jadi, KENAPA selingkuh-ERS tidak sportif?? Kenapa gak bilang aja YA INI PILIHAN HIDUP SAYA BUKAN URUSAN ANDA.  Itu lebih sportif daripada mengkambinghitankan ALLOH atas perbuatan yg dihujat banyak org!!!

Cobalah bijak! Org2 korban selingkuh aja bijaksana dan mereka mengatakan “ya, ini mah ujian dari ALLOH, semoga senantiasa dikasihi kesabaran, dan Org2 zalim mendapatkan balasan yg setimpal dari ALLOH swt.

Wallohualam bisawab.

RESEPSI PERNIKAHAN #1.BUDGET

Berapa budget terendah untuk sebuah pernikahan yg disebut sederhana? 50 juta? Ya, mungkin dg kondisi inflasi dan kurs dollar tinggi harga segitu low budget banget!!!

Dan 50 juta itu….
1) Bisa dipakai uang muka rumah t.36
2) bisa beli motor kawasaki ninja atau 3 buah motor sekaliber mio matic.
3) bisa beli 5 buah iphone 6.
4) bisa dipakai jalan2 untuk 2 orang ke jepang.
5) bisa beli 18-25 kambing qurban.

Apa urgensinya resepsi? Walimah tul ursy bermaksud mengumumkan pernikahan.  Sehingga orang tahu bahwa pasangan sdh menikah dan tidak timbul fitnah atau ghibah.  Siapa yg berkepentingan dg Walimah tsb? Orang yg menikah itu sendiri.  Teman2 org yg menikah harus tahu bahwa ybs sdh menikah.

Fakta yg sering terjadi adalah pernikahan ditunda-tunda karena biaya nikah yg fantastis.  Dan celakanya lagi biaya fantastis itu diperuntukkan bagi sebuah gengsi.  Para orang tua seakan2 berlomba siapa yg bisa menyajikan pesta pernikahan anaknya paling hebat maka gengsi dan martabat org tua naik.  Aih……aih….#aku berlindung kepada alloh dari perbuatan demikian

Padahal esensi pernikahan bukan diresepsinya namun kelangsungan after resepsi.  Bukan rahasia umum banyak selebriti Indonesia menghabiskan miliyaran buat resepsi namun rumah tangga mereka bertahan seumur jagung.  Padahal esensi pernikahan bukan GENGSI tapi Seberapa kuat menahan badai rumah tangga, membawa biduk berlabuh walau goncangan ombak meninggi.

Mengapa kita tdk menyelenggarakan dg sederhana? Aqad bisa dilakukan di mesjid atau rumah, dihadiri tetangga dan handai taulan.  Makanan after aqad sbg jamuan bisa disajikan secara sederhana.  Jika acara pagi lontong sayur atau nasi uduk atau roti bisa menjadi sajiannya.  Melalui aqad sederhana, cukup sudah informasi bagi para tetangga dan handai taulan #JUSTMERRIED.

Lalu  bagaimana dg teman2 mempelai? Undang saja teman2 terdekat pada suatu kesempatan ke sebuah resto buat makan bersama. Berapa dihabiskan untuk makan bersama ini? paling banyak 5.000.000 dengan mengambil tempat di RESTO AMPERA MISALNYA.

Dg gaya resepsi spt ini –lebih hemat bukan?– tidak ada pihak yg diberatkan.  Esensi Walimah tul ursy pun dapat.

Jadi, kenapa perkara yg mudah masih dipersulit? Ibu2 dan bapak2 mari kita sadari untuk mempermudah urusan org lain termasuk calon mantu dan besan…. Insyaalloh perkara mempermudah urusan org lain adalah disukaiballoh swt.

Gulirkan terus kebaikan ini… #NoteForToday

11953097_884656294945034_1680946430007039652_n

Hari ini kami dari prodi pendidikan biologi mengadakan acara Halal Bi Halal Back to Campus.  Sengaja kami menghadirkan para alumni yang menekuni berbagai bidang misalnya Alumni yang bekerja diluar bidang pendidikan biologi, Alumni yang lurus meniti karir di bidang pendidikan, alumni yang melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, dan alumni yang mempunyai aktifitas sosial kemasyarakatan.  [Note: Terima kasih kepada HMPS Pendidikan Biologi yang telah bekerja keras untuk acara ini, kepada para Narasumber yang telah menginspirasi adik-adik kelasnya, kepada para alumni yang telah menyempatkan waktu untuk datang]

Oh iya, mau curhat dikit….

Salah satu dari empat undangan itu adalah Nanda.  Nanda sengaja saya mintakan untuk menjadi pembicara karena aktifitas sosialnya.  Nanda adalah mantan tersantun komunitas EDUFUNDRAISER.  Kini Nanda sudah menjadi guru di sebuah sekolah dasar, dan aktif mengikuti komunitas mengajar anak2 pemulung di sekitar Cilandak. Nanda meluangkan waktunya di sela-sela mengajarnnya untuk sebuah aktifitas sosial, tak jarang komunitas ini berpikir keras untuk mendapatkan dana agar “sekolah bersama” yang mereka jalankan bisa berjalan secara layak.  Satu hal yang menarik ketika pertanyaan moderator “Apa yang mendasari kakak-kakak melakukan aktifitas yang dijalankan sekarang ini?”  — Nanda, mengatakan “Bahwa dia tak mampu membalas kebaikan yang pernah diberikan oleh penyantun, saat dia membutuhkan sekali santunan untuk menyelesaikan studinya.  Yang dia bisa lakukan sekarang menggulirkan kembali apa yang telah dilakukan para penyantun dahulu dengan berbagi bersama” —  Saya menyimpan air mata haru untuk ini semua.  Setiap kali kami menggalang dana bagi yang membutuhkan, kami tak berharap apapun.  Kami tak berharap apa-apa untuk dikembalikan.

Kami hanya berharap, mereka yang pernah disantuni dapat menggulirkan kebaikan ini pada orang lain yang membutuhkan, agar semua orang kesulitan merasa dimudahkan, mengganti sedih menjadi bahagia  <— inilah kebahagiaan Hakiki Kami.

Ketika Nanda menjawab pertanyaan moderator dengan jawaban tadi, maka saya pun teringat akan sebuah video berikut:

Etika Berjualan #Indonesia

Kalau urusan perut, kebanyakan orang kita tidak lihat lagi aturan agama dan etika, apalagi perasaan orang lain. Gak di alam nyata gak di dunia maya, tindak tanduknya sama aja.

Di dunia nyata, KUDETA TROTOAR DAN BAHU JALAN adalah pemandangan umum yang kita lihat di berbagai kota di Indonesia.  “Saya berjualan yang halal!” begitu alasannya ketika para TIBUM menggelandang mereka.  Mungkin sebagian besar penjual kaki lima itu muslim. Ya, bisa dipastikan mereka muslim.  “Barang dagangan HALAL” menjadi jaminan boleh berjualan dimana saja.  Padahal dalam islam ada dua hal yaitu milik pribadi dan milik umum.  Kepemilikan umum tidak boleh atau haram dimiliki pribadi.  KUDETA TROTOAR atau BAHU JALAN untuk kepentingan pribadi yaitu “berjualan” tentu saja bukan tindakan yang diperkenankan dalam hal ini.  Trotoar dan bahu jalan adalah milik umum digunakan sesuai kepentingan umum yaitu para pejalan kaki.  Namun, entah mengapa juga “kebanyakan para pendakwah dan gerakan dakwah” enggan melakukan LITERASI SYARIAH pada masyarakat untuk hal seperti ini.  Akibatnya membiarkan begitu saja para pedagang yang melakukan kudeta terhadap lahan umum sebagai tindakan wajar aja secara agama.  Atau isu ini tidak terlalu SEKSI untuk diperbincangkan dan terlalu menguntungkan pemerintahan kota yang notabene-nya SEKULER atau THOGUT??? – entahlah!!! Menurut saya yang namanya hukum syara sih harus tetap dijelaskan segamblang2nya pada umat.

Di dunia maya, umumnya FOLLOWER seleb dan tokoh masyarakat memanfaatkan kolom komentar untuk mempromosikan dagangannya.  Buka lapak di status orang lain??? seakan2 dianggap sah-sah saja.  Di pikirnya follower lain yang baca akan tertarik.  Aihhh yang ada juga sebal…  Kalau yang model seperti ini bukan melakukan kudeta tempat umum, tapi kudeta kepemilikan orang lain, menganggu kepemilikan orang.  Di mana habluminanasnya? Padahal ada hadits yang meminta kita menjaga ketentraman dan kenyamanan tetangga.  Dimana pengamalan hadits ini?

Screen Shot 2015-07-17 at 11.10.52 PM

 

Ini sebuah pengalaman, kami berkumpul di grup humor.  Pembicaraan tentu saja tentang humor. Tak ada yang berjualan di grup ini.  Namun dari humor, kami saling mengenal termasuk usaha yang dimiliki, dari situ terjadi juga jual beli, selama interaksi di media sosial padahal tidak pernah melakukan jual beli.  Jual beli dilakukan ketika kami sudah saling kenal dan saling percaya.  Para pelaku bisnis dunia maya harus menyadari bahwa sebagai PENJUAL jangan egois, tetapi masuklah melalui interaksi, sehingga pembeli pun akan bersimpati.

 

Yang tak dirindukan ……??? #POLIGAMI

ini kali keberapa ya bicara poligami di blog ini? Topik ini menghangat kembali berkat film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN, jumlah penontonnya sudah mencapai 1 juta orang.  Namun, tulisan ini bukan hendak membahas kualitas atau mutu filmnya, tapi isu poligami.

Dari sebuah status yang diposting di FANPAGE ASMA NADIA selalu saja ada komentar umumnya para lelaki adalah “POLIGAMI SUNNAH RASULULLAH SAW”

Sepertinya sudah saatnya kita  #STOPmengatakanPOLIGAMIsunnahRasul  mengapa? Point-point dibawah ini menjadi alasannya:

  1. POLIGAMI BUKAN SUNNAH RASUL.  Jika sunnah diartikan sebagai perbuatan rasulullah, maka POLIGAMI ALA Rasul saw haram dilakukan umatnya. Mengapa? Karena perbuatan poligami Rasul saw khas untuk Rasul tidak untuk diikuti umatnya. Ketika ayat pembatasan jumlah isteri turun (QS AN NISA), maka ayat itu hanya berlaku bagi umat islam tidak bagi Rasulullah.  Para sahabat dan umat islam ketika turun ayat itu menceraikan isteri2 mereka sehingga jumlahnya menjadi 4 saja.  Adapun Rasul saw isterinya tetap 9, tidak mengikuti ayat tersebut.  Ini artinya perbuatan POLIGAMI Rasulullah saw adalah perbuatan KHAS hanya berlaku bagi Rasul saw tidak untuk diikuti umatnya.  Jadi SUNNAH dari mana? [dari Hongkong???]
  2. POLIGAMI HUKUMNYA BUKAN SUNAH.  Lalu sebagian lagi ada yang mengatakan hukum poligami itu sunah.  Sunah artinya jika dikerjakan mendapat pahala.  Ini darimana dasarnya???  Saya coba ulas dari kitab yang pernah saya pelajari.  [nama kitabnya NijamulIjtimai’ karya Syekh Taqiyuddin An Nabhani, saya bahasakan dengan bahasa bebas dan renyah, kalau mau jelas silahkan baca kitabnya saja].   Poligami berdasarkan QS. Annisa ayatnya sbb:

فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا

Fankihuu — Fiil Amr [Kata Kerja Perintah].  Dalam usul fiqh, kata suatu kata kerja perintah/fiil amr bisa bermakna  WAJIB, SUNNAH, tapi diayat ini justeru tidak bermakna Wajib atau Sunnah.  Mengapa?

  1. Fill Amr – jatuh menjadi wajib, jika perintah itu diiringi pahala ketika mengerjakan, dan sanksi ketika meninggalkan.  [Pernah denger gak Alloh swt memberikan siksa bagi orang yang tidak melakukan poligami??? tentu tidak bukan? jadi jatuhnya hukum poligami bukanlah WAJIB].
  2. Fiil Amr – jatuh menjadi sunah, jika perintah itu diiringi pahala ketika mengerjakan, dan tidak disaksi jika tidak mengerjakannya.  [Pernah denger Alloh swt memberikan lipatan pahala berlimpah bagi para pelaku poligami??? terus terang saya belum ketemu ayat seperti ini.  Jika ada ayat2 yang menjelaskan Alloh swt memberi pahala bagi para pelaku poligami, bolehlah diklaim POLIGAMI SUNAH.  Tapi jika tak ada…..hemmm berarti mengada-ada aja!].
  3. Pada ayat poligami ini justeru Fankihuuu…..[fiil amr] diikuti oleh warning “fain khiftum” ……] dan ketika warning itu tidak diperhatikan maka ancaman siksapun mendera.  Qatadah meriwayatkan dari An-Nadr bin Anas dari Basyir bin Nuhaik dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,
    من كانت له امرأتان فلن يعدل بينهما جاء يوم القيا مة وشقه ما ئل
    “Barangsiapa mempunyai dua istri, dan tidak berbuat adil terhadap keduanya, pada hari kiamat kelak, orang tersebut akan datang dalam keadaan bahunya miring sebelah”  —-> berdasarkan Fiil amr tapi disertai Warning, dan sanksi yang akan diberikan Alloh swt bagi orang2 yang tidak mengindahkan warning-Nya, maka tampak hukum poligami itu hanya MUBAH saja BUKAN sunah apalagi wajib.  
    Seorang muslim ada baiknya mempunyai aulawiyat yaitu senantiasa mendahulukan yang wajib ketimbang yang sunnah, mendahulukan yang sunnah ketimbang yang mubah.  Jadi yang wajib aja banyak yang belum tertunaikan dengan baik, yang sunah aja masih banyak ditinggalkan, kok ya mau mengejar yang mubah??? 

Demikianlah penjelasannya — jadi mari kita mulai STOP KAMPANYE POLIGAMI SUNNAH RASUL atau POLIGAMI SUNAH!  Hanya karena ingin melagalkan hawa nafsu kita, kita rela memutar hukum mubah menjadi sunah?? #Kacida.

Namun karena ini mubah, ya bagi lelaki poligami baik karena hawa nafsu maupun karena memang uzur syari’ [ingin punya anak, isteri sakit, dll] bukanlah sebuah AIB [karena hukum poligami tidak haram].

Mengurangi sekolah islam?

Saya tertarik mengomentari komentar dari Ibu Musdah Mulia yang dimuat disebuah situs yaitu: ONLINEIDO.TV.   

Ada beberapa point yang terlebih dahulu harus didefinisikan, yaitu label “Sekolah Islam” ini disematkan untuk sekolah apa? Dalam terminologi pendidikan dasar dan menengah di Indonesia ada dua saja yaitu Sekolah berciri agama islam dan sekolah nasional.  Sekolah berciri agama islam berada dibawah naungan KEMENAG, nama sekolah tersebut adalah madrasah (MI, MTS, MA).  Sekolah nasional namanya SD, SMP, SMA/SMK dibawah naungan KEMDIKBUD.  Memang ada sekolah nasional ini yang melabeli dirinya dengan agama tertentu misalnya SDK (SD Kristen) atau SDI (SD Islam) atau SD IT (SD Islam Terpadu), tapi label itu sebenarnya tidak dikenal dalam nomenklatur resmi KEMDIKBUD.  Di Kemdikbud hanya mengenal SDN (SD Negeri) atau SDS (SD Swasta), artinya penyematan agama dibelakang sekolah itu hanya untuk penegasan saja sasaran dari sekolah itu adalah agama tertentu.  Namun, berdasarkan UU Sikdiknas 2013 tetap saja jika ada orang beragama kristen bersekolah di SDI atau SDIT maka dia harus mendapatkan hak belajar agama kristen, begitu juga sebaliknya jika ada anak muslim bersekolah di SDK dia harus disediakan pelajaran agama islam.  Karena sesungguhnya di KEMDIKBUD tidak mengenal SDK/SDI/SDIT, begitu juga penjelasan untuk SMP/SMA/SMK…. Jadi jika dikatakan sekolah islam, maka secara resmi tentu menunjuk pada MADRASAH, karena keberadaan sekolah berciri agama islam yang legal diakui oleh negara RI adalah MI/MTS/MA.  Pelajaran agama islam di Madrasah dipantau dan dibina secara konsisten oleh KEMENAG. Berapa jumlah madrasah? betulkah terlalu banyak sehingga harus dikurangi? Mari kita lihat data jumlah sekolah yang bersumber dari data di PENDIS KEMENAG (2008/2009) dan Kemdikbud (2008).  Lihatlah gambar ini:

jumlah sekolah di Indonesia

Berdasarkan gambar diketahui bahwa jumlah MI hanya 12,96% dari total sekolah di Indonesia, adapun MTS 33,59% dari total sekolah di Indonesia, dan MA sebanyak 35,55% dari total sekolah di Indonesia.  Ini baru menyangkut jumlah sekolah belum ke daya tampung.  Daya tampung sekolah nasional tentu lebih besar daripada sekolah berciri agama islam.  Data memperlihatkan justeru sekolah berciri agama islam di negara mayoritas muslim jumlahnya tidak mencampai 50% masih dibawah 35%.   Jadi mengurangi sekolah islam atau madrasah, dari sisi data dimana logikanya?

Lalu kalau tujuan dari mengurangi sekolah islam adalah untuk meminimalisir RADIKALISME AGAMA (ISLAM), maka solusinya bukan mengurangi tapi memantau dan memonitoring kurikulum agama islam yang diberlakukan di sekolah-sekolah, dan tugas ini ada di KEMENAG.  Kurikulum pendidikan bahasa arab, fiqih Ibadah, aqidah akhlak, qur’an hadist, dan Sejarah Kebudayaan Islam yang diajarkan di Madrasah2 menjadi tanggung jawab kemenag dari sisi CONTENT KNOWLEDGE and SKILL THINKING, begitu juga mata pelajaran agama (islam, kristen, katholik, budha, hindu) yang diberlakukan di sekolah nasional menjadi tanggung jawab dari KEMENAG.  Dan harus menjadi catatan bahwa KEMANAG itu milik semua agama resmi di Indonesia bukan hanya milik agama islam, kemenag menaungi semua agama di Indonesia.

Bagaimana penyajian kurikulum agama yang lebih memunculkan TOLERANSI BERAGAMA, BEKERJASAMA DALAM MUAMALAH,  BERFIKIR POSTIF UNTUK MEMBANGUN BANGSA DENGAN MENGHILANGKAN FRIKSI DAN BENIH KONFLIK, MENDAHULUKAN AKAL DAN LOGIKA SEHAT DALAM MEMBANGUN KEUTUHAN itulah yang harus dikembangkan, dipantau, dan dimonitoring dalam kurikulum pendidikan agama di Indonesia.

Dan yang lebih penting lagi, radikalisme beragama sebetulnya tidak didapatkan dari madrasah.  Tapi didapatkan dari kelompok-kelompok pengajian yang marak di masyarakat.  Mengapa terjadi seperti ini?  Ini karena tokoh agama “mandul” memberikan ilmu agama kepada masyarakat.  Banyak tokoh agama yang memasang tarif tinggi ketika sekelompok masyarakat ingin memperdalam agama.  Tokoh agama enggan blusukan seperti “para wali jaman baheula” untuk mengajarkan agama islam ke terminal-terminal, surau2, pasar2, tempat2 masyarakat nongkrong.  Mereka hanya mau datang kalau diundang dan dibayar serta dijemput.  Tokoh agama menjadi “menara gading” bagi masyarakat.  Ulama A traif sekian juta, ustadz B tarif sekian puluh juta dll.  Akibatnya apa? Masyarakat yang haus ilmu agama mencari kelompok2 yang secara gratis dan ikhlas memberikan ilmu agama mereka.  Bahkan mereka pun blusukan untuk mencari orang-orang yang ingin mempelajari islam.  Lemahnya KEMENAG dan MUI dalam menggerakkan dakwah di Indonesia menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tak terbendungnya pemikiran radikal di Indonesia.

oh ya, apakah dulu jaman ORBA radikalisme ini mendapat tempat? TIDAK BUKAN? ini artinya pada saat ini dari sisi HANKAM kita pun ada yang bolong.  Memang demokrasi membawa dampak bebasnya semua pemikiran berkembang dan bertindak.  Namun, membawa dampak terbukanya aktualisasi pemikiran tersebut dalam bentuk tindak radikal.  Ini menjadi kelemahan dalam sistem DEMOKRASI yang diterapkan di indonesia. Jadi pilihannya mau kembali ke sistem OTORITER, atau legawa aja menjadikan radikalisme sebagai ekses dari demokrasi??

Jadi solusinya bukan mengurangi madrasah seperti yang dikemukan oleh Ibu Musda tampaknya terlalu sempit pandangannya.  Pandangan yang tidak berdasarkan analisis data dan fakta, hanya sekedar opini yang ASBUN ketika ditodong sebuah pertanyaan, jadi seyogyanya kita anggap saja ini sebagai sebuah SELOROH yang tak sungguh2.

Wallohualambisawab

Ketika materialisme mengalahkan kejujuran

Minggu ini minggu yang cukup melelahkan….
Si Bungsu memasuki SMP…

Ketika pengumuman nilai kelulusan dan US, rerata di sekolah anak saya 25x. Se-kota Bogor ada di peringkat 17, dengan jumlah SD di Bogor sekitar 100. SDN tempat anak saya termasuk SD Favorit untuk wilayah Kecamatan Tanah Sareal.

Sebagai SDN favorit, input rerata IQ 120-130, dan memasuki kelas 6 Kultur drilling pun dibentuk, anak2 di SD ini sudah biasa membawa pulang PR 100 soal. Saya mengumpulkan berkas2 anak saya selama kelas 6 untuk soal-soal harian, dan jumlahnya sama dengan 1,5 rim. Ini tentu saja belum termasuk buku kumpulan soal IPA, Matematika, dan B. Indonesia hasil pengumpulan para guru dan juga tiga buku terbitan penerbit. Jadi bisa dibayangkan bahwa guru dan anak-anak sekolah ini bekerja begitu keras untuk mendapatkan nilai US yang baik.

Sistem pengumuman ONLINE yang diberlakukan secara transfaran oleh Kota Bogor membuat kita bisa menyaksikan fluktuasi nilai setiap calon peserta didik yang mendaftar secara reguler ke SMPN di Kota Bogor. Agak mengejutkan bagi kami, ketika menyaksikan ada sekolah dasar dengan nilai US 27x-28x. Sementara di sekolah anak saya, mereka yang mendapatkan nilai 27-28x bisa dihitung dengan jari tidak lebih dari 10 orang, begitu juga yang mendapatkan nilai 27. Mereka yang mendapatkan nilai 27x-28x berdiri sebagai the best of student, adapun rerata anak normal berada dikisaran 25-26. Dari sudut ilmu statistika tampak sekolah tempat anak saya berada di kurva normal. Namun, di sekolah ini terlihat data aneh, terutama peserta didik yang mendaftar di SMPN 16 Kota Bogor dan SMPN 12 Kota Bogor.

  1. SMPN 16 Kota Bogor – dari 25 besar, 80% berasal dari SDN ini dengan jumlah US 27x-28x.
  2. SMPN 12 Kota Bogor – dari 25 besar, 60% berasal dari SDN ini dengan jumlah US 27x-28x.
  3. Saya coba telusuri berapa NEM terendah di SD ini dari dua sekolah tersebut, hasilnya adalah 26.


Jadi??? — semua siswa di sekolah ini menunjukkan data mencong kanan? Tentu saja aneh bin ajaib. Sebuah SD yang keberadaanya pun sayup2 terdengar memiliki prestasi UN yang fantastis. Rerata 27x [??]. Artinya mereka cuma salah 0-4 soal US??? Jika sekaliber sekolah favorite menghasilkan anak dengan rerata nilai US 27x saya maklum, namun jika sekolah pinggiran dengan input ala kadarnya menghasilkan nilai US rerata 27x saya penasaran, SEHEBAT APA GURU DISANA MENGAJARKAN SISWANYA???

*Apakah ini indikasi kecurangan?? Tim yang harus melakukan verifikasi ini, saya sih cuma membaca keumuman data dengan fakta yang ada.

Jika memang terjadi kecurangan sistemik, sungguh dunia pendidikan malu.   Di sisi lain ada ketidakadilan, para peserta didik yang jujur tersingkir oleh mereka yang melakukan manipulasi sistemik.

#25. Mempertanyakan Akal Sehat Bapak Profesor?

Dalam perjalanan pulang menggunakan GA tanggal 7 Juni tersedia beberapa koran and I take SINDO.  Tek…ditelusuri semua artikel yang menarik, dan kolom curhat yang ditulis oleh Guru Besar Psikologi itu menarik untuk saya baca, bukan karena judulnya, tetapi karena nama besarnya.

Sang Profesor menanyakan tentang “AKAL SEHAT”

Sebetulnya yang di-CURHAT-kan oleh Guru Besar ini tentang pengelolaan inventarisasi di kampusnya.  Misalnya tentang mengapa komputer lama masih disimpen tidak dibuang saja? Sang Profesor mengkritik BIROKASI INVETARISASI yang membuat ribet dan keluar dari akal sehat, tentu saja dengan analisa psikologi yang dalam.  Saya sendiri selaku orang yang pernah membuat SOP di kampus, salah satunya terkait inventaris ini justeru mempertanyakan “pengetahuan” sang profesor.   Sebagai ketua prodi, jika memang tidak ingin digudangkan, ya usulkan saja untuk dilelangkan.  Dan tidak semua barang dari jaman jeprut disimpan digudang, jangkanya hanya 5 tahun, setelah itu bisa dimusnahkan, tapi harus dibuat laporan pemusnahannya.

Nah, yang membuat saya mengyengitkan dahi, mengapa dari inventarisasi barang di kampusnya lari ke CURHAT-an ketidaksukaannya terhadap aparat pemerintahan negeri ini yang mengizinkan PAWAI AKBAR sebuah ORMAS ISLAM di Senayan.  Si Profesor menanyakan AKAL SEHAT pemerintahan yang ada karena membiarkan ORMAS yang mengancam NKRI.

Kembali lagi, saya justeru mempertanyakan SEMPITNYA pengetahuan dan pikiran Sang Profesor tentang demokrasi, dan terkukungnya pikiran Sang Profesor dengan EGO yang bisa mengarah pada KEDIKTATORAN.  Demokrasi adalah sebuat tatanan pemerintahan dari rakyat oleh rakyat.  Rakyatlah yang memilih ideologi apa yang ingin diterapkan atas wilayahnya.  Indonesia termasuk negara yang OPEN IDEOLOGI,  kita pernah mencoba untuk menerapkan sosialisme, walau tidak lama karena tidak sesuai dengan keinginan masyarakat Indonesia.  Kapitalisme yang diterapkan pada zaman ORBA cukup nyaman bagi masyarakat Indonesia, walau ada sisi yang belum liberal, maka reformasi pun terjadi.  Kapitalisme Liberalisme yang dijalankan di ORDE REFORMASI ini sedang dinikmati oleh masyarakat Indonesia, walau banyak pertanyaan WHY? WHY freeport diperpanjang? WHY subsidi BBM dicabut? WHY perusahan BUMN di go publikkan? pertanyaan WHY?WHY?WHY? itu ditanyakan oleh mereka yang tidak memahami esensi kapitalisme liberalisme.  Esensinya ideologi ini membebaskan campur tangan pemerintah menyerahkannya pada yang punya kapital.   Pemerintah hanya memjadi fasilitator saja.  Ideologi ini berhasil? Ya, negara di ASIA yang bisa menjadi contoh keberhasilan penerapan ideologi ini adalah JEPANG.

Lalu jika ada sekelompok masyarakat yang menawarkan Ideologi yang lain selain Kapitalisme Liberalisme yang kita anut sekarang, dan kebetulan negara yang mayoritas muslim ini tidak pernah menerapkan ideologi ini, yaitu Ideologi Islam yang dijalankan oleh sistem Kekhilafahan, pertanyaannya perlukan kita BERANG seperti sang profesor?  Jawabannya NO.  Mengapa? Karena semuanya akan dikembalikan pada rakyat.  Maukah rakyat Indonesia menerimanya? Ridhokah rakyat Indonesia menjalankan ideologi tersebut?  “Ingat demokrasi menyerahkan sepenuhnya pada pilihan mayoritas rakyat” – jadi kalau mayoritas rakyat saja menganggapnya itu biasa saja bukan hal yang bikin resah, hanya segelintir saja yang resah, seperti resahnya Sang Profesor.  Ya, itulah derita Lu, bukan derita rakyat.

Yang patut diingat disini adalah “Tidaklah mudah menaklukkan hati mayoritas rakyat Indonesia”  perlu kerja keras dan cerdas.  Hanya dengan memberikan mimpi saja, akan ditepis…karena Rakyat Indonesia sudah kenyang dengan sodoran janji kampanye yang tak pernah direalisasikan dengan baik.  Hanya menyuguhkan simbol2 ketakwaan seperti jangut atau jilbab….juga tak akan mempan.   Rakyat melihat ternyata kader bahkan ketua partai  berjangut pun bermain dalam kumbangan tindak korupsi dan koleksi futsun.  Sebuah tantangan yang tidak mudah…..tapi bukan berarti mustahil.

Jadi, AKAL SEHAT itu adalah manakala kita bisa memandang dari sudut pandang kelompok lain, orang lain, menggali pengetahuan lebih banyak…. bukanlah AKAL SEHAT jika memandang sesuatu dari sudut pandang EGO sendiri.  Wallohualambisawab.

22. Anak hebat jago sains dan bahasa? #Random

DSC_0076-2

“Saya mau jadi penulis novel! Saya mau pilih jurusan bahasa di SMA nanti”

Teg, tersentak ya! Orang tuanya jurusan sains dan matematika namun anaknya lebih tertarik pada jurusan bahasa. Saya coba telaah, memang nilai bahasa Inggris dan Bahasa Indonesianya lebih bagus dari mapel sains dan matematika. Secara otodidak dia belajar bahasa jepang lewat lagu-lagu anime dan nonton anime.  Saya pun pernah melihat beberapa karangan cerita dan puisinya, imajinasi dan gaya pengungkapannya NOT SO BAD untuk anak seumur itu.

Orang tua, kadang selalu berpikir anak hebat adalah anak-anak yang jago sains dan matematika. Tak heran jika kemudian latihan2 untuk jadi juara olimpiade matematika dan sains lebih diminati orang tua.

Bagi saya anak hebat itu adalah anak yang bisa mengukur bagaimana potensi dirinya dan menentukan mau jadi apa dia, serta bertanggung jawab terhadap pilihannya, Berjuang untuk cita-cita tersebut!
Orang tua hebat itu bukan menyuruh anak harus ini atau itu, tetapi bagaimana mengakomodasi potensi dan keinginan anak…… Mungkin bagi keumuman orang tua bahkan juga guru jadinya ANEH dan NYELENEH, karena kita selalu beranggapan anak pintar adalah jago matematika dan sains, tapi bagi orang tua hebat akan berpikir….TAK MUNGKIN DUNIA INI HANYA DIISI OLEH JAGO MATEMATIKA DAN SAINS SAJA…. diversity itulah salah satu keindahan yang diberikan Alloh swt bentuk MAHA ADIL dari sang pencipta.