NKRI Bersyariah = NII Reborn [?]

Zaman keterbukaan seperti sekarang ini kita jadi lebih mudah mengakses apapun, termasuk dengan pergerakan-pergerakan yang biasanya di bawah tanah, salah satunya NKRI bersyariah yang dideklarasikan 1 September 2012 pada ulang tahun FPI (baca disini untuk jejak: NKRI BERSYARIAH.  Pasca deklarasi masif ide ini digulirkan seperti pada Khutbah Iedul Fitri dan melalui peluncuran buku (2013), juga terkait ide CAPRES NKRI BERSYARIAH).  Tampaknya gerakan-gerakan menggulirkan ide NKRI bersyariah sangat terencana, berikut ini beberapa berita terkait, dengan NKRI bersyariah (ini murni hasil googling berita):

1.Deklarasi NKRI Bersyariah, 1 September 2012.

1) Bertekad dan berjuang dengan mengorbankan harta dan nyawa untuk menghabisi seluruh kemaksiatan, korupsi, aliran sesat dan kezaliman dari bumi Indonesia. 2) Bertekad dan berjuang dengan mengorbankan harta dan nyawa untuk terwujudnya NKRI bersyariah, guna menggantikan NKRI bermaksiat. 3) Bertekad dan berjuang dengan mengorbankan harta dan nyawa untuk mengangkat Al Habib Muhammad Rizieq Syihab dan para pejuang Islam lainnya untuk menjadi presiden dan pejabat dalam kabinet NKRI Bersyariah.

2. Peluncuran dan bedah buku “Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah” Karya Habib Rizieq Syihab pada 10 Febuari 2013 KLIK DI SINI. Pernyataannya adalah sebagai berikut:

NKRI bersyariah harus direbut dengan jalan revolusi” Revolusi damai dengan jalan dakwah, akan tetapi bila ternyata usaha itu dihadapi dengan kekuatan fisik, terpaksa dilakukan dengan perlawanan.  Negara yang ada saat ini tidak perlu dihancurkan. Cukup penguasa yang tidak pro syariat Islam saja yang disingkirkan dan diganti dengan penguasa Islam.

3.  September 2013, terjadi penjaringan calon presiden NKRI bersyariah.  Jubir HTI menolak ketika dicalonkan (BACA DI SINI).  Ustdz Arifin Islam menawarkan Habib Rizieq sebagai Kandidat Presiden NKRI bersyariah (BACA DI SINI).

4. Pada tahun 2014, mulai memasuki jalur PILEG untuk menuju NKRI BERSYARIAH. Forum Caleg Syariah pun dideklarasikan (BACA DI SINI).

5. Pada tahun 2015, setelah sebagian besar Caleg Syariah gagal melenggang ke senayan, bukan berarti perjuangan berhenti.  Perang ide terus digulirkan dengan pemerintah yang sudah dipilih rakyat, salah satunya adalah membenturkan ISLAM NUSANTRA dengan NKRI Bersyariah (BACA DI SINI).

Umat Islam tinggal memilih : Ikut Habib Rizieq yang mengusung NKRI BERSYARIAH atau ikut Presiden Jokowi yang mengusung ISLAM NUSANTARA … ?

Pada 19 November tahun 2015, perjuangan dilajutkan dengan Muzakarah Alim Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim  telah berhasil membentuk Majelis Tinggi DKI Jakarta Bersyariah (BACA DI SINI).  PILGUB JAKARTA dianggap sebagai ENTRI POINT MENUJU NKRI BERSYARIAH.

6. Pada 17 Agustus 2016 dalam milad FPI ke-18, kembali menegaskan perjuangan NKRI BERSYARIAH (BACA DI SINI). Dan pada tahun 2016 juga ada dua aksi 411 dan 212 yang berhasil menarik simpati jutaan muslim di Indonesia, menjadikan Habib Rizieq sebagai MAN OF THE YEAR versi MUSTI (Muslim Tionghoa) pimpinan Jusuf HAMKA (Baca di sini).

7. Kriminalisasi terus mendera Habieb Rizieq dengan kasus-kasusnya lawasnya.  Sekjen FUI pun bereaksi dengan kasus yang menimpa MAN OF THE YEAR 2016.  Pada hari selasa 10 bulan 1 tahun 2017 Habib Rizieq Shihab dibaiat sebagai Imam Umat Islam (BACA DI SINI).

Kita tidak tahu ke depan mau jadi seperti apa. Itulah sebabnya kita baiat Habib Rizieq sebagaai imam umat Islam karena Habib Rizieq tidak tunduk dengan RRC dan Amerika. Kalau Habib Rizieq ditangkap, maka umat Islam siap untuk ditangkap. Kalau Habib Rizieq ditembak, kami siap ditembak, menyongsong kematian. Ingatlah tipu daya orang-orang kafir itu seperti sarang laba-laba. “Sesungguhnya rumah atau sarang paling lemah adalah sarang laba-laba.”

KH. Muhammad Al Khaththath

Apakah NKRI Bersyariah sebagai NEW NII atau NII Reborn? Patut diketahui bahwa Islam sebagai ideologi memerlukan tempat untuk tumbuh dan berkembang menegakkan hukum-hukum publik, sehingga adalah sebuah hal yang wajar jika ide-ide NII pun muncul kembali pada masa kini dan masa yang akan datang.  Namanya ‘ideologi’ akan tetap tumbuh dan berkembang serta diwariskan dari generasi ke generasi. Gerakan dan nama gerakan bahkan pola gerakan akan terus dimofikasi dan dimetamorfosis menyesuaikan kondisi kontekstual.  Ini adalah hal wajar bagi semua ideologi.

Berkaca pada sejarah…..

NII (Negara Islam Indonesia) tak perlu diceritakan kembali bagaimana diperjuangkan oleh Bapak Kartosuwiryo dan bagaimana penderitaan rakyat sipil atas peristiwa ini (SILAHKAN BACA DI SINI).

#REFLEKSI

Pertanyaan pada kita bersama, “Apakah kita pada saat ini merasa sudah FINISH berada dalam NKRI Pancasila dan UUD 45? atau kita merasa memang harus memperjuangkan NII REBORN?

Tak perlu cerita panjang lebar, yang jelas ketika Jepang membentuk BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) yang kemudian diganti nama setelah merdeka menjadi PPKI pada barisan itu ada para tokoh islam atau para Kyai.  Seperti dari Masyumi (Kiai Haji Mas Mansoer), NU (Kiai Haji Masjkur, Haji Abdul Wahid Hasyim), dan Muhammadiyah (Ki Bagus Hadikusumo).  Tentu saja selain itu ada dari tokoh kedaerahan, china, dan nasional (silahkan LIHAT DI SINI!).  Berdasarkan rembug bersama para FOUNDING FATHER, maka NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dianggap sebagai dasar yang ideal bagi tumbuh kembangnya keragaman di Indonesia.  Jika membaca sejarah, bagaimana para tokoh islam mengesampingkan ego dan idealisme mereka dalam menegakkan syariat islam, demi kesatuan bangsa indonesia dari Sabang sampai Meurauke. “KEPENTINGAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA mereka letakkan di atas kepentingan dan ego kelompok”

Jika sebagaian pemikir menganggap apa yang dilakukan para FOUNDING FATHER sebagai jalan tengah, tidak pro islam, dan kekalahan muslim.  Maka kita bisa menengok sejarah beberapa upaya penegakkan NII telah gagal, alih-alih membuat rakyat KAGUM, sebaliknya malah membuat rakyat menjadi TAKUT.  Para pejuang NII yaitu DII/TII disebut oleh masyarakat di Jawa Barat sebagai Gerombolan, karena mereka suka bergerombol ketika merampok pangan yang ditanam  rakyat sipil.  Pun begitu dalam NKRI Bersyariah,  entry point pada PILGUB DKI menjadi ajang SARA, perang ayat bahkan sampai pada perang mayat. Akibatnya umat kehilangan sosok Islam yang RAHMATAN LIL ALAMIN.

#Note:

Islam adalah agama mulia, memperjuangkannya memerlukan kesabaran bukan PEMAKSAAN KEHENDAK.  Jika para pejuang islam tidak sabaran, maka kalian kalah sama orang-orang Yahudi.  Para Yahudi itu luar biasa sabar perjuangannya, sejak awal Islam berdiri di Madinah (Abad ke-7 M) tidak pernah lelah berjuang untuk menghancurkannya, sampai akhirnya hancur pada Abad 20, artinya perjuangan mereka lakukan selama 13 Abad tanpa henti terus mengeluarkan pemikiran-pemikiran dibalut dengan akademisi dan ekonomi ribawi yang kuat, sejengkal demi sejengkal PEMIKIRAN UMAT ISLAM dikuasi, sehingga ketika SULTANIYAH atau Khilafah  dihancurkan 1924 secara akademik dan ekonomi tiada satupun kerajaan atau negera bagian khilafah islamiyah merasa kehilangan.  Kecuali sebagian para ulama yang menangis karena mereka memahami bahwa tiada akan tegak islam tanpa khilafah/sultaniyah.

Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, bagaimana aktifitas muslim dengan penerapan syariat islamnya baik oleh individu maupun komunitas seharusnya dapat memberikan TAULADAN, SOLUSI, dan KETENTRAMAN serta UKUWAH, bukan cari-cari masalah menggunakan ayat2 Alloh swt lantas meng-kafir-kan atau me-munafik-an orang yang tidak sependapat dari sisi pengambilan ayat2 tersebut, alih-alih berkontribusi positif pada tatanan masyarakat, malahan membuat masyarakat menjadi galau dan TERBELAH.

Wallohualam bi sawab.  Semoga bisa memberikan wawasan bagi yang masih “awam” dengan situasi dan kondisi yang terjadi, yg terkadang bingung harus berposisi dimana dan seperti apa?  SEMOGA BERMANFAAT.